Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 65: Aku Hanyalah Manusia Biasa Yang Tak Sengaja Lewat, Ingat Itu!



Setelah menjelaskan kesalah pahamannya dengan Lusirele, Archie mendesak Lusirele untuk mengantarnya bertemu raja Elondil.


Archie juga mendesaknya untuk memberitahukan dimana pedang miliknya disimpan tetapi Lusirele bilang bahwa dia tak mengetahui hal tersebut, Archie langsung memijit kepalanya yang tak sakit setelah itu.


Archie akhirnya menjelaskan apa yang terjadi dengan warga kota kepada Lusirele. Semua itu dikarenakan oleh pedang Archie yang tiba-tiba mengeluarkan kutukan yang cukup mengerikan, kemungkinan kutukan itu aktif karena pedang itu memang sedari awal adalah pedang kutukan.


Archie juga menjelaskan bahwa pedang itu sejatinya adalah pedang terkutuk dan hanya dia yang mampu menahan kutukan itu agar tak lepas kendali, mendengar hal tersebut Lusirele langsung terkejut dan tak bisa membayangkan bagaimana rasanya mengemban pedang yang juga memberikan kutukan kepada penggunanya.


Lusirele kini sangat menghormati Archie, bukan hanya sebagai seorang kesatria yang mampu memberikan perlawanan yang sengit terhadapnya tetapi juga ia menghormati Archie karena sikapnya yang benar-benar seperti seorang kesatria sejati.


"Kesatria D. Archie maafkan atas ketidak sopanan kami semua, sebagai seorang kesatria aku benar-benar kagum dengan sikapmu yang benar-benar menunjukkan sikap kesatria sejati" Lusirele langsung berlutut layaknya seorang kesatria.


Archie tak mengerti dengan apa yang terjadi sekarang ini, ia hanya bisa menggaruk rambutnya yang tak gatal sambil tersenyum yang agak dipaksakan sampai membuat giginya terlihat kering.


"Baiklah jika begitu mari aku antar kau ke tempat Yang Mulia Elondil untuk bertemu dengan kedua temanmu"


...


Perjalanan mereka menuju ke istana terbilang tidak mudah, bukan karena ada musuh atau monster yang menghadang melainkan karena mereka harus melihat kondisi kota Nilfelin yang begitu memprihatinkan.


Kota yang seharusnya ramai dengan orang lalu lalang, kini sunyi senyap seperti kota mati.


Archie melihat pemandangan yang sangat mengerikan. Banyak orang yang terkapar karena merasakan kesakitan yang begitu mengerikan. Semua penduduk kota memiliki bercak-bercak hitam yang melingkar di area leher hingga ke wajah mereka.


Archie memeriksa seorang pemuda yang juga sedang terkapar di dekat air mancur. Pemuda itu mengiba kepada Archie agar ditolong tetapi saat ini ia tak mampu menyelamatkan pemuda itu dan hanya bisa menunjukkan wajah kekesalan.


Setelah memeriksa pemuda tadi Archie mengerti satu hal, untuk melenyapkan kutukan itu maka ia harus menemukan Murasame terlebih dahulu. Alasannya hanya satu yaitu Murasame memiliki satu skill yang bernama [Elemental Absorber] Archie yakin dengan menggunakan [Elemental Absorber] ia bisa menyerap kembali kutukan itu.


Kemudian mereka sampai ke tempat yang terlihat seperti posko sementara. Disana banyak orang-orang elf yang berkumpul dengan wajah yang terlihat sedih.


Mereka semua adalah para pengungsi yang selamat dari kejadian itu dan pada akhirnya Raja Elondil langsung memerintahkan untuk membuat posko dan dapur umum. Selain hal itu Raja Elondil juga memerintahkan untuk membagikan masker yang mampu menangkal kutukan tersebut, seperti yang dipakai oleh Lusirele dan pasukannya ketika memasuki kota.


Kutukan itu sejatinya berbentuk seperti asap hitam yang kemudian menyatu dengan udara yang dihirup oleh makhluk hidup sehingga menimbulkan kutukan itu karena telah menghirup udara yang terkontaminasi.


"Ini seperti polusi akibat pembakaran hutan yang berlebihan, atau juga karena menghirup asam sulfat" Archie berkomentar.


Lusirele tak mengerti dengan yang Archie ucapkan dan akhirnya ia bertanya kepada Archie tentang hal tersebut.


Archie menjelaskannya bahwa itu adalah salah satu realita yang ada di dunianya, wajah Lusirele langsung berubah berat setelah mendengar penjelasan Archie tentang dunia yang ia tinggali, satu kata yang mewakilinya adalah mengerikan.


Tetapi setelah mendengar penjelasan Archie, Lusirele juga bingung dengan Archie yang bukan orang asli dunia Cirus, Archie tak mau terlalu menjelaskannya karena ia takut akan merusak sistem yang ada.


"Baiklah komandan Lusirele sebaiknya kau bawa aku ke rajamu dengan segera atau tak akan ada waktu lagi untuk menyelamatkan warga kalian"


Lusirele lalu menggeleng sambil menutup matanya melihat itu Archie bingung dengan Lusirele, bukannya ia harus segera menolong bangsa mereka sendiri pikir Archie.


Lalu Lusirele kembali buka suara. "Tidak jangan memanggilku Komandan Lusirele, panggil saja aku Lusirele" ucapnya


Archie kembali menggaruk rambutnya yang tak gatal namun kali ini dengan wajah yang tak bisa di terjemah.


"Ada apa dengan orang-orang ini? Apa mereka sakit jiwa semua?" Tanya Archie dalam hati


...


Akhirnya mereka sampai ke Istana. Archie langsung disambut oleh dua penjaga yang mengira Archie sebagai tahanan.


Dengan sigap Archie hendak mengambil belati kecil yang ada di pinggangnya, melihat itu penjaga tadi langsung waspada dan juga mencabut senjata mereka.


Lusirele langsung menengahi kesalahpahaman itu, ia menjelaskan kepada dua penjaga tadi tentang Archie. Setelah mendengar penjelasan Lusirele kedua penjaga tadi langsung berlutut ke arah Archie dan meminta maaf atas tindakan mereka yang tak sopan.


Archie bingung dengan perubahan sikap kedua penjaga itu, ia bertanya kepada Lusirele tentang apa yang ia jelaskan kepada kedua penjaga tadi. Tetapi Lusirele hanya menjawabnya dengan senyuman seolah-olah dia sudah melakukan hal yang terbaik selama hidupnya.


Merasa tak ada hasilnya, Archie lebih memilih untuk diam dan segera masuk ke dalam istana.


"Lapor Lusirele kembali Yang Mulia Elondil" Lusirele langsung berlutut


Rupanya kehadiran Lusirele sudah dinantikan oleh para petinggi kerajaan Narannas. Mereka semua tampak bahagia setelah melihat Lusirele kembali dengan membawa seorang manusia yang mereka tuduh sebagai pelaku peristiwa mengerikan di kota Nilfelin.


"Kau berani sekali kau!" Teriak salah satu petinggi kerajaan.


Archie bingung dengan petinggi itu, ia tiba-tiba berteriak dengan nyaring sambil menunjuk-nunjuk. Archie melihat sekelilingnya untuk mencari orang yang ditunjuk tetapi ia tetap tak tahu siapa yang ditunjuk oleh petinggi kerajaan tersebut.


Merasa tak ada orang lagi, Archie akhirnya menunjuk dirinya sendiri dengan maksud untuk menanyakan apakah ia yang ditunjuk oleh petinggi kerajaan tersebut.


"Ya siapa lagi jika bukan kau!"


Archie semakin tak mengerti, wajah kebingungan berat terlukis di wajahnya dan mencoba bertanya apa kesalahannya.


"Masih saja kau bertanya dasar manusia! Kau sudah membuat kekacauan di kota dan sekarang kau tidak hormat dengan Yang Mulia Elondil" jelas petinggi itu dengan suara yang agak tinggi.


Archie kemudian melihat keseliling ruangan, ia melihat semua petinggi itu memandanginya dengan wajah yang kesal dan marah, tetapi melihat hal tersebut Archie malah tersenyum senang dan memunculkan efek geli di hatinya.


Archie menatap Raja Elondil dengan sangat intens, kemudian muncul beberapa informasi tentang Raja Elondil di hadapan Archie.


[Elondil Hlaenddare]


[Ras: High Elf]


[Job: King of Narannas]


[Level: 95]


[Titel: The Person Who Trusted by People]


Setelah itu Archie maju kedepan dengan perlahan sambil tetap memandangi Raja Elondil.


Archie dengan seksama melihat Elondil yang memakai mahkota dengan warna emas itu yang merupakan salah satu ras High Elf.


High Elf berbeda dengan Elf biasa, perbedaannya adalah High Elf itu lebih mengarah ke keturunan dari bangsawan Elf atau para leluhur Elf. Secara fisik mereka semua sama tetapi secara derajat mereka beda.


Archie terus menatap Raja Elondil, semua petinggi kerajaan langsung memperingati Archie tentang sikapnya yang sudah kelewatan termasuk juga Lusirele yang mencoba menghentikan Archie.


Tetapi kemudian Elondil berdiri dari singgasananya dan berjalan lambat ke arah Archie. Ia juga tak henti-hentinya menatap Archie, lebih tepatnya mata Archie.


Lalu mereka berdua berdiri saling hadap-menghadap dengan sangat intens di tengah-tengah ruangan tersebut. Mereka berdua seperti atlit tinju yang sedang melakukan timbang badan dan saling intimidasi sebelum pertandingan.


Tiba-tiba Archie merasakan sesak yang diakibatkan oleh aura dari Elondil. Archie tersenyum karena ia sekarang tahu bahwa orang yang dihadapannya sekarang ini benar-benar seorang raja sejati.


Tak mau kalah Archie juga mengeluarkan knight aura miliknya yang masih tak seberapa, tetapi karena hal itu beberapa petinggi kerajaan ada yang tak sadarkan diri. Melihat hal itu, Elondil juga mengetahui bahwa orang yang dihadapannya itu bukanlah manusia biasa.


"Apa sebenarnya yang kau mau dari kerajaan ku, kekayaan? kekuasan? wanita?" Elondil buka suara pertama.


Archie menjawabnya dengan gelengan kepala, Elondil lalu sedikit bingung dengan Archie karena ia sama sekali tak menginginkan hal tersebut. Bukankah itu yang selalu di idamkan oleh para manusia pikir Elondil.


Lalu Archie membuka suaranya. "Aku hanya ingin pedang ku kembali dan juga kedua temanku yang disana itu, tidak kurang dan tidak lebih" sambil menunjuk ke arah Viola dan Venus.


Elondil menatap ke arah Viola dan Venus lalu kembali menatap Archie dengan sangat intens bahkan lebih dari yang sebelumnya. Kemudian ia kembali bertanya kepada Archie. " Kau tau siapa aku anak muda?"


Archie tersenyum sejenak sebelum menjawab pertanyaan Elondil. "Tentu saja aku tahu siapa kau tetapi aku tak peduli siapapun kau"


Perkataan Archie langsung membuat petinggi naik pitam, mereka semua ingin Archie dipenggal karena telah bertindak tidak sopan terhadap pemimpin mereka.


Elondil menatap kearah petinggi yang sedang ribut itu, lalu tiba-tiba saja ruangan itu kembali senyap seperti tak ada satu orangpun di dalam ruangan tersebut.


Sedangkan untuk Viola dan Venus serta Lusirele mereka merasakan tekanan yang sangat dahsyat akibat yang dilakukan Archie, mereka sangat khawatir jika Archie kembali melakukan hal konyol seperti itu.


"Siapa kau sebenarnya? Kau adalah satu-satunya manusia yang berani menatapku seperti itu" ucap Elondil dengan mengeluarkan sedikit aura miliknya.


Archie kemudian tertawa saat merasakan tekanan dari Elondil, lalu ia kembali menunjukkan wajah serius dan menjawab pertanyaan Elondil.


"Aku hanyalah manusia biasa yang tidak sengaja lewat, ingat itu!" Ucap Archie sambil menunjuk wajah Elondil.