
Setelah pertandingan Sunny Cloud usai, partisipan yang bertanding selanjutnya adalah Viand yang akan melawan seorang Swordman yang berwajah seperti orang tengil namun berparas cukup tampan seperti orang Spanyol dengan gaya potongan rambut yang modis.
Seperti tampangnya, Swordman itu memang sangat tengil. Ia suka sekali menggoda Viand saat bertarung dan sedikit membuat Viand tersulut emosinya dan benar-benar menyerang Swordman itu secara membabi-buta.
Viola yang melihat kejadian itu cuma bisa memijit keningnya, rasanya kepalanya begitu berat dan pusing melihat hal itu. Entah sudah betapa sakitnya kepala Viola saat ia melihat adiknya yang emosional itu, bahkan sifat eksplosif Viand itu pernah membuat Viola harus bertanggungjawab pada Guild.
Hal itu terjadi saat Nebula Re-Estize Empire di emban tugas untuk menstabilkan suatu kota kecil di kawasan Re-Estize Empire, namun misi yang mereka semua kira bakalan mudah ternyata hanya angan yang ditiup angin lalu.
Di kota itu banyak sekali bandit gunung yang suka membuat onar dan bahkan mereka akan bertindak semakin liar jika melihat seorang perempuan berparas cantik serta memiliki tubuh yang indah, bahkan Viola sempat diganggu oleh para bandit itu. Hal itulah yang membuat Viand marah besar, ia langsung marah saat para bandit itu menyentuh Viola dengan tangan kotor mereka itu, Viand langsung menyerang semua bandit gunung itu sambil tertawa kesetanan.
Karena itu Viand juga mendapatkan julukan sebagai Insane Magician.
"Untung saja aku bukan menjadi musuhnya, bisa jadi daging barbeque aku!" Ucap Archie sambil menatap ngeri Viand yang menyerang musuhnya tanpa henti itu.
Viand terus menerus melemparkan sihir Fire Ball miliknya ke arah Swordman itu, Swordman itu juga terus-terusan menghindari serangan Fire Ball milik Viand. Bukan perkara sulit bagi Swordman itu untuk menghindari serangan Viand, karena kondisi Viand yang sedang emosi akhirnya ia menciptakan Fire Ball yang begitu banyak namun tak ada satupun yang mengenai Swordman itu.
Nafas Viand memburu seperti seseorang yang habis lari pagi 5KM, ia masih kesal pada musuhnya karena tidak ada satupun serangannya yang mengenainya. Selain itu ia juga kesal melihat wajah tengil si Swordman saat menyadari semua serangan Viand tadi tak mengenainya sama sekali, wajah Viand semakin merah dan raut wajahnya semakin memburuk.
"Hohoho katanya kau ingin membakar ku hidup-hidup, namun sepertinya seranganmu tadi tak ada yang mengenai diriku sama sekali. Lihat ini badanku masih bersih dari debu-debu hohoho" si Swordman memprovokasi Viand yang membuat Viand semakin marah mendengar hal itu.
"Gawat ini gawat sekali!" Viola langsung terperanjat, Archie mengerti apa yang dikhawatirkan oleh Viola itu. Archie pun coba menenangkan Viola dan mengatakan kalau Viand pasti bisa mengalahkan musuhnya itu, Archie yakin walaupun sekarang Viand dalam kondisi yang kalap namun ia pasti bisa mengatasi hal tersebut.
Archie memandang lurus ke arah Viand yang sedang bertarung, ia terkekeh seperti menyadari sesuatu yang lucu dari Viand.
"Tenang saja walaupun dirinya memang maniak api yang gampang emosian, tetapi ia tetap Viand yang ku kenal tangguh. Jadi jangan cemaskan hal itu lagi, lagipula ini baru permulaan. Aku yakin masih banyak orang yang lebih kuat yang harus kami lawan setelah ini" ujar Archie.
Mendengar hal itu perasaan Viola sedikit membaik, namun ia masih tidak bisa menghilangkan rasa cemasnya itu. Archie pun cuma bisa menghela nafasnya dan kembali fokus melihat jalannya pertandingan.
……………
Kembali ke arena pertandingan, kali ini Viand yang sedikit terdesak lantaran terus menerus mendapatkan serangan dari si Swordman.
Job Viand yang seorang Pyro Mage sangat merugikan dirinya jika harus bertarung dalam jarak dekat, dan sialnya ia harus melawan seorang Swordman yang mempunyai keseimbangan status yang baik dan juga sangat baik bertarung dalam jarak dekat.
Hal itulah yang membuat Viand harus menghindari setiap serangan dari si Swordman, dan juga Viand harus bisa menjaga jaraknya agar ia bisa melancarkan serangan balasan.
Namun si Swordman tidak memberikan kesempatan pada Viand untuk merapal mantra atau menyerangnya balik, ia terus menutup jarak dengan Viand dan terus melancarkan serangan yang menyulitkan Viand.
"Ugh, apakah tidak ada celah sama sekali?" Viand menatap kesal lawannya itu sambil mengambil nafas.
"Pertahanmu terbuka lebar! Warrior Thrust!!" Si Swordman bergerak maju sambil mengarahkan pedangnya ke Viand, dengan gaya dorong yang besar serangan tadi berhasil membuat Viand terluka dan terdorong beberapa langkah kebelakang. Hal itu mengkagetkan Viand yang saat ini memiliki Poin Health hanya 65% saja.
"Gawat ini gawat! Aku sama sekali tidak bisa menyerang balik" batin Viand, gigi merapat dan nafasnya semakin cepat naik turun.
Swordman tadi tersenyum puas melihat ekspresi wajah Viand, ia yakin ia bisa mengalahkan Viand jika ia terus bisa mendesaknya.
Viand pun mulai bangkit dengan bantuan tongkatnya untuk menopangnya, ia menatap tongkatnya itu dengan intens. Hal itu membuat musuhnya merasa keanehan dengan tingkahnya Viand, musuhnya semakin tersenyum puas karena mengira Viand sudah ingin menyerah.
"Apa kau sudah ingin menyerah nona? Kalau ingin menyerah cepatlah agar aku bisa sedikit bersantai nanti"
Viand tidak memperdulikan musuhnya itu, ia hanya menatap tongkatnya lalu sudut matanya beralih ke tempat di mana Viola duduk dan memandangnya dengan tatapan penuh harap. Selepas ke Viola, kini matanya melirik ke sebelah kanan Viola, di sana terlihat seorang pemuda berambut putih yang menatap Viand dengan senyuman khasnya. Orang itu adalah Archie.
Viand ikut tersenyum karena melihat Archie bahkan ia tertawa geli karena itu, si Swordman semakin merasa aneh dengan Viand. Swordman itu mengira Viand sudah terlalu frustasi sehingga membuatnya seperti itu.
Sang Swordman pun tak menyia-nyiakan kesempatannya. Ia bergerak maju sambil memegang erat pedangnya dan berteriak sangat lantang seperti seorang prajurit di medan perang.
"Akan ku akhiri sekarang juga. Warrior Slash. Warrior Thrust!"
Sebenarnya Viand sudah mempersiapkan dirinya untuk menahan serangan itu, namun kecepatan si Swordman tidak bisa di pandang sebelah mata, ia tetap terkena Warrior Slash dan berhasil menahan Warrior Thrust menggunakan tongkatnya yang membuatnya terlempar jauh namun tidak mendapatkan damage yang besar.
"Sial!" Swordman itu mengumpat karena ia mengetahui Viand yang berhasil memblokir serangannya pada saat-saat terakhir.
Kini ia memandangi Viand yang coba bangkit kembali walaupun sudah penuh dengan luka-luka, Warrior Slash yang sempat mengenainya tadi cukup membuatnya merasakan saat-saat kritis.
Dengan ditopang oleh tongkatnya, Viand berdiri tegap dan berkata. "Aku tidak akan kalah, terlebih lagi aku tidak ingin kalah di hadapan kedua orang yang menyebalkan itu!"
Swordman itu tau kalau dia dalam bahaya, ia pun langsung bergerak ke depan dan kembali menggunakan Warrior Thrust untuk menggagalkan aksi Viand itu.
Akan tetapi keputusannya itu salah besar, saat dia mengira Viand akan melancarkan serangan jarak jauh seperti layaknya Fire Ball. Tetapi ternyata Viand mengeluarkan skill yang bertipe jarak dekat.
"Rasakan ini. Hell Raiser!!" Teriak Viand lantang.
Sebuah dentuman keras pun tercipta akibat skill milik Viand itu. Tidak hanya suara dentuman keras, tanah yang tadi dipijak oleh si Swordman itu kini berubah menjadi kawah yang cukup dalam, sedangkan si Swordman terlempar cukup jauh dari tempat awalnya dengan kondisi yang cukup mengenaskan.
Swordman itu masih hidup namun dengan keadaan yang sangat kritis, ia coba merangkak untuk mengambil pedangnya yang terlempar cukup jauh dari tempatnya terbaring.
Melihat musuhnya yang sudah kritis itu Viand pun coba mendekatinya dengan santai, ia menawarkan pada Swordman itu untuk menyerah saja karena Viand tidak tega melihat kondisinya yang seperti itu. Namun Swordman itu menolak menyerah, ia tidak ingin menyerah walaupun sudah dalam kondisi kritis.
"Bukankah dirimu juga seperti ini? Ayo kita akhiri ini semua!" Ucapnya dengan badan yang bergetar hebat namun ia tetap paksakan berdiri tegap.
Viand tercengang melihat itu, namun ia juga tersenyum setelahnya. Viand menerima tantangan dari Swordman itu demi menjaga kehormatan si Swordman.
Penonton yang melihat pemandangan itu juga menjadi heboh, mereka merasa tersentuh dengan semangat juang dari kedua kontestan itu sehingga mereka memberi semangat pada kedua kontestan dengan sangat meriah.
Archie yang melihat hal itu juga ikut tersenyum, lalu ia berdiri dan berjalan meninggalkan arena, tentu saja hal itu membuat yang lain bertanya-bertanya.
"Woy kau mau kemana rambut putih?" Rick bertanya.
"Aku mau cari angin sebentar, lagipula aku sudah tahu siapa yang akan menang jadi tidak masalah kan kalau aku pergi sebelum pertandingannya berakhir?" Jawab Archie singkat lalu ia melangkah pergi dari situ.
Tepat setelah Archie pergi, ternyata pertandingan sudah usai. Viand berhasil mengalahkan si Swordman dengan menggunakan skill Inferno Fire miliknya.
Penonton pun bersorak ramai, banyak yang memuji kehebatan dari Viand dan banyak juga yang memuji si Swordman itu karena sudah memberikan pertunjukan yang menarik pada mereka semua.
Viand pun kini melirik ke arah si Swordman yang kini terbaring di tengah-tengah arena, Viand mendekati Swordman itu coba melihat keadaannya.
"Nampaknya kau baik-baik saja sebagai seorang Swordman kau cukup tangguh juga ya" ucap Viand memulai pembicaraan.
Swordman itu diam saja sambil menatap langit biru di atas arena itu, ia merasa pertandingannya hari ini benar-benar akan mengubah dirinya di Cyrus Online suatu saat nanti.
Viand tak bisa menahan dirinya untuk tidak tersenyum, ia melangkah pergi meninggalkan Swordman itu namun ia tiba-tiba berhenti dan memalingkan wajahnya kembali ke arah Swordman.
"Namamu A-Kid kan? Setelah ini bergabunglah dengan Nebula. Nebula sangat membutuhkan seorang pejuang tangguh seperti dirimu" Ucap Viand lalu ia kembali berjalan ke arah entrance masuk arena.
A-Kid yang sedari tadi memandangi langit biru, kini ia menutup matanya dengan lengannya. Ia coba menyembunyikan rasa harunya yang kini tiba-tiba melandanya. Ia sangat terharu karena akhirnya ia merasa semua kerja kerasnya dihargai oleh seseorang.
……………
Di dalam ruang tunggu…
"Bagaimana hasil pengamatanmu Seth?"
"Seperti dugaan bos sebelumnya, memang benar orang yang bernama Poisonox itu sudah bergerak kembali. Di tahap kedua nanti, akan ada player yang cukup terkenal dan juga mempunyai skill mumpuni" Seth menjelaskan hasil pengamatannya pada Archie.
Archie kini tersenyum sambil memeganginya dagunya, ia mulai bisa menebak-nebak jalan pikir dari seseorang yang bernama Poisonox itu.
"Ternyata dia adalah dalang yang ahli, apa kau tahu siapa-siapa yang akan muncul nantinya di tahap kedua Seth?"
"Yap, menurut hasil pengamatanku. Ada beberapa nama yang akan muncul dan aku hanya tahu sedikit saja. Mereka adalah Raphael, Cobalt dan Marsha" ungkap Seth.
Mendengar nama-nama yang tidak asing itu Archie kini menyeringai tajam, bukan karena Archie meremehkan mereka karena pernah kalah dari Archie. Namun Archie penasaran dengan kekuatan mereka yang sekarang ini, itulah yang membuat Archie cukup antusias.
"Baiklah Seth kerja bagus, sekarang kau harus menang di pertandinganmu nanti. Tunjukkan padaku hasil terbaikmu!" Ucap Archie lalu ia pergi lagi meninggalkan Seth.
Seth menundukkan kepalanya seperti seorang murid pada guru bela dirinya, kini ia kembali fokus pada pertandingannya yang sebentar lagi akan di mulai.
"Akan ku buktikan hasil latihanku, dan juga aku akan memberikan kejutan seperti yang lainnya!" Ucap Seth dengan tatapan penuh keyakinan.