
Sesampainya di sekolah, gerbang sekolah telah tergembok dan belum ada penjaga sekolah yang datang.
Akhirnya Dahlan memutuskan untuk memanjat gerbang.
"Kalian cari bantuan hubungi penjaga sekolah, gue naik lewat gerbang nanti kalian nyusul kalau sudah dapat bantuan ok.!"
Ucap Dahlan sembari memanjat gerbang sekolah.
"Siapa yang Punya no penjaga sekolah?"
Tanya Asti.
"Ya ampun aku gak ada kak.!"
Ucap Desi
"Astagfirullah gimana ini kak?"
Tanya Alice.
"Pak Budi!."
Seru Asti sembari mengeluarkan handphonenya menghubungi pak Budi.
"Assalamualaikum pak, bapak lagi dimana?"
Tanya Asti
"Wa allaikumus sallam, bapak di rumah ada apa Asti?"
Jawab Pak Budi.
"Gawat pak gawat!"
Ucap Asti lagi.
"Gawat apanya?"
Tanya Pak Budi bingung.
"Pak ada siswi yang terkunci di dalam kelas, sekarang kami di depan gerbang dan sayang nya gerbang sudah tergembok, kami gak punya no penjaga sekolah makanya kami nelpon bapak, tolong kami pak kasian siswi itu.!"
Jelas Asti di telpon.
"Astagfirullah, biar bapak umumkan di gruf whatshapp guru-guru, supaya siapa yang paling dekat bisa meluncur kesana, kalian tunggu disana bapak juga akan kesana.!"
Ucap Pak Budi.
"Iya pak tolong cepat pak.!"
Pinta Asti.
"In shaa Allah ya, Assalamualaikum!"
Ujar Pak Budi.
"Wa allaikumus sallam.!"
Jawab Asti.
"Gimana kak?"
Tanya Alice.
"Pak Budi sama guru-guru yang lain mau kesini!"
Jawab Asti.
Lama menunggu tak kunjung ada yang datang Asti dan anak ibu kos nekat ikut manjat gerbang.
"Alice sama Desi tunggu disini biar aku nyusulin Dahlan.!"
Seru Asti.
"Teteh ikut!"
Ucap Anak Ibu kos.
"Teteh bisa manjat?"
Tanya Asti.
"Bisa lah hayu.!"
Ucap Teteh lebih dulu memanjat pintu gerbang.
Setelah berhasil memanjat gerbang anak ibu kos dan Asti berlarian mencari Irma dan Dahlan.
"Irma...!"
Seru anak ibu kos.
"Ir kamu dimana Ir.!"
Tanya Asti berteriak.
"Bang kamu dimana bang.!"
Teriak Asti lagi.
Namun belum juga ada jawaban.
"Kita langsung aja ke kelasnya Irma, dimana kelasnya neng?"
Tanya anak ibu kos.
"Bener teh ayo kita ke sebelah sana.!"
Seru Asti sembari berlari ke arah kelas Irma di ikuti anak ibu kos.
"Bang gimana ada Irma di dalam?"
Tanya Asti sesampainya di depan kelas Irma.
"Gue udah panggil-panggil tapi gak ada jawaban, mana bantuannya?"
Tanya Dahlan
"Tadi aku udah hubungin kayanya mereka lagi kesini sekarang.!"
Jawab Asti
"Dobrak aja atuh!"
Ucap anak ibu kos.
"Udah teh tapi gak bisa ini digembok, kita juga gak bawa Alat.!"
Seru Dahlan.
"Ya ampun, Irma.!,,,Irma, ini teteh kamu di dalam?!"
Seru Anak Ibu kos.
"Ir... kamu di dalam ir...kalau kamu di dalam nyaut Ir kami mau bantu kamu.!"
Ucap Asti sembari menggedor Pintu.
"Tolong Irma, Irma takut.!"
Seru suara Irma menggema, membuat semua orang panik.
"Irma kamu di dalam?!"
Tanya lagi Asti
"Tolong aku teh tolong...Irma takut teh tolong.!"
Ucap Irma dari dalam kelas.
"Kamu tenang Ir kita lagi usaha.!"
Ucap Asti.
Rombongan Pak Budi, Alice dan Desi serta penjaga sekolah pun datang bersama beberapa orang guru laki-laki.
"Pak mana kuncinya?"
Tanya Dahlan.
"Ini.!"
Ucap penjaga sekolah seraya menyodorkan kunci banyak sekali.
"Ini kunci nya yang mana pak?"
Tanya Pak Budi.
"Saya rasa yang ini.!"
Ucap penjaga sekolah sembari mencoba membuka kunci gembok.
"Tapi gak masuk ya.!"
"Udah pak kelamaan kita bongkar saja kuncinya.!"
Ucap Dahlan
"Ya sudah ayo bongkar cari batu.!"
Ucap Pak Budi
"Baik pak!"
Seru penjaga sekolah sembari turun mencari batu.
Sekembalinya penjaga sekolah Pintu langsung di bongkar paksa gemboknya.
Sudah hampir dua puluh menit akhirnya pintupun terbuka.
"Senter-senter!"
Ucap Dahlan
Asti dan beberapa orang lainnya menyalakan flash handphone masing-masing.
"Astagfirullah Irma.!"
Ucap Asti melihat Irma terkapar di lantai dekat Pintu.
"Angkat pak tolong angkat.!"
Ucap Pak Budi.
Irma pun di angkat di bawa ke ruang UKS sekolah.
"Ya ampun Ir bangun Ir.!"
Ucap Desi.
"Ini gimana ceritanya sih pak ko bisa masih ada anak di dalam kelas malah dikunciin?"
Tanya Pak Budi kepada penjaga sekolah.
"Kan yang piket hari ini bukan saya pak, hari ini saya kebagian malam, tadi siang Pak Samsul yang piket.!"
Jawab Penjaga sekolah
"Astagfirullah ada-ada saja, Ir bangun Ir.!"
Ucap Pak Budi.
"Sebaiknya yang lain tunggu di depan kasian sesak dia.!"
Ucap Pak Soleh guru agama.
"Iya ayo kita tunggu diluar.!"
Ucap Dahlan pada yang lain sembari keluar meninggalkan Pak Soleh dan Pak Budi di dalam.
"Ini gimana jadinya Pak?"
Tanya pak Budi kepada Pak Soleh.
"Coba saya carikan dulu minyak kayu putih barangkali ada di kotak P3K.!"
Seru Pak Soleh.
Sembari berjalan menuju kotak P3K dan mencari Minyak Kayu Putih di dalam nya.
"Ada pak?"
Tanya Pak Budi.
Pak Soleh membawa balsem dari kotak P3K.
"Adanya ini saja pak.!"
Jawab Pak Soleh sembari menunjukan balsem nya.
"Ya sudah gak papa pak.!"
Ucap Pak Budi.
Pak Soleh pun mengoleskan balsem di bawah Hidung Irma.
"Neng bangun neng.!"
Ucap Pak Soleh.
"Ini anak kelas berapa toh pak?"
Tanya pak Soleh.
"Kelas sepuluh pak,namanya Irma.!"
Jawab pak Budi.
"Pantes saya gak kenal.!"
Ujar Pak Soleh.
"Mungkin dia perlu istirahat Pak, sebaiknya kita suruh anak-anak bawa Pulang saja ke rumahnya.!"
Usul Pak Budi.
"Iya pak, kita juga bingung mau ngobatinnya gimana, wong kita laki-laki ini anak perempuan.!"
Ucap Pak Soleh.
"Iya pak, saya panggil dulu Dahlan.!"
Ucap Pak Budi sembari berjalan keluar dari ruang UKS.
"Dahlan.!"
Panggil pak Budi.
"Iya pak gimana?"
Seru Budi.
"Irma rumahnya di mana?"
Tanya Pak Budi.
"Irma ngekos pak, gak jauh dari sini ko.!"
Jawab Dahlan.
"Kalau begitu antar saja ke kosannya biar di rawat di kosan saja, kalau perlu bapak antar, biar bapak bantu bicara ke Ibu Kos nya nanti.!"
Usul Pak Budi.
"Ibu kos nya ada di sini Pak, itu.!"
Ucap Dahlan sembari menunjuk ke anak nya Ibu kos.
"Teh sini!"
Ucap Dahlan kepada Anak Ibu kos.
Anak Ibu kos berjalan agak cepat menghampiri Pak Budi dan Dahlan.
"Iya ada apa?"
Tanya Anak Ibu kos.
"Teteh Ibu kos nya Irma?"
Tanya Pak Budi.
"Iya betul, kenapa sama Irma Pak?"
Tanya Anak Ibu kos lagi.
"Ini Irma nya bawa pulang saja, biar istirahat di kosan, lagian saya juga ragap (Gak enak) kalau harus ngobatinnya disini mah.!"
Ucap Pak Budi.
"Oh iya boleh pak, kalau bisa ayo bawa Pulang saja.!"
Ucap Anak Ibu kos.
Dahlan dan Pak Budi membantu membopong Irma ke dalam mobil.
"Pak kami pamit dulu, makasih ya pak, maaf merepotkan.!"
Ucap Alice.
"Iya gak papa, sudah kalian pulang sana sudah mau tengah malam juga.!"
Ucap Pak Budi membalas perkataan Alice.