
Purnama mencoba menghubungi Alice di malam yang sama.
"Alice, telpon kamu bunyi.!"
Ucap Desi yang masih menemani Alice di kamar.
Irma mengambilkan handphone Alice dan menyodorkannya.
"Kak Purnama Lice, coba kamu angkat, barangkali ada kabar baik!"
Saran Irma kepada Alice.
Alice menyeka air matanya dan menerima panggilan Purnama.
"Assalamualaikum kak!"
Ucap Alice dengan nada biasa.
"Wa allaikumus sallam, kamu belum tidur sayang jam segini?"
Tanya Purnama.
"Belum kak masih ngobrol sama Desi sama Irma juga.!"
Jawab Alice mencoba membuat suaranya terdengar normal.
"Kakak ganggu gak?, kakak pikir kamu sudah tidur tapi kakak iseng aja telpon eh di angkat.!"
Seru Purnama.
"Enggak ko kak,gak ganggu, iya belum ka, ada apa gitu kak apa cuman beneran iseng aja?"
Tanya Alice.
"Kakak baru sampai ini di rumah terus habis ngobrol juga sama mamah sama papah di bawah.!"
Jawab Alice.
"Ngobrol apa kak, kenapa malam sekali baru sampai rumah?"
Tanya Alice.
"Kan balik ke restoran dulu sayang ketemu Dahlan sama Asti.!"
Jawab Purnama.
"Oh iya Alice lupa kak.!"
Seru Alice.
"Kamu kenapa abis nangis?, ko suaranya gitu?"
Tanya Purnama.
"Em emhss enggak ko kak, Alice cuman pilek, kayanya keanginan deh tadi heheh.!"
Jawab Alice berbohong
"Ya ampun udah minum obat?"
Tanya Purnama panik.
"Udah kak jangan khawatir di sini juga ada Irma sama Desi yang jagain Alice kok.!"
Seru Alice lagi.
"Kalau kenapa-kenapa jangan lupa kabari kakak ya.!"
Pesan Purnama.
"In shaa Allah kak.!"
Jawab Alice.
"O iya sayang kakak sebenarnya mau kasih tahu kamu sesuatu.!"
Ucap Purnama
"Apa kak?"
Tanya Alice.
"Tentang hubungan kita.!"
Jawab Purnama.
"Apa kak?"
Tanya Alice lagi.
"Kakak tadi di kasih saran sama kak Juanda cara buat mamah merestui hubungan kita, dan kamu tahu hasilnya berhasil sayang.!"
Jelas Purnama singkat.
"Syarat?"
Tanya Alice lagi.
"Iya adalah pokonya sayang intinya kamu senang kan karena sekarang mamah sudah merestui hubungan kita?"
Tanya Purnama
"Iya kak Alhamdulillah.!"
Jawab Alice.
"Sekarang kamu bisa tidur nyenyak kan sayang.!"
Ucap Purnama Senang.
"Alhamdulillah kak makasih, tapi apa kakak tetap akan pergi?"
Tanya Alice ragu
"Iya sayang tapi sepulang kuliah kakak nanti pasti kakak akan langsung ketemu orang tua kamu kakak janji.!"
Ucap Purnama meyakinkan.
"Aamiin kak semoga kita berjodoh dan Allah memudahkan jalannya.!"
Ucap Alice.
"Kamu mau kan nunggu kakak disini dengan setia?"
Tanya Purnama berharap.
"In shaa Allah kak pasti Alice akan menunggu kakak kembali.!"
Jawab Alice meyakinkan.
"Makasih sayang...!"
Ucap Purnama
"Iya kak, makasih juga atas semua usaha kakak untuk mempertahankan hubungan kita.!"
Ucap Alice
"Sama-sama sayang, kakak kuat dan sanggup karena kamu pun demikian.!"
Ucap Purnama kepada Alice.
"Iya kak makasih.!"
Jawab Alice lagi
"Ya sudah, cepat tidur istirahat yang cukup jangan sampai sakitnya semakin parah.!"
Pesan Purnama.
"Iya kak, kakak juga ya.!"
Jawab Alice
Ucap Purnama
"Wa allaikumus sallam, kakak jug +demikian yah.!"
Alice menutup telponnya dan menyimpan kembali handphone nya di atas meja.
"Apa Lice?"
Tanya Desi.
"Alhamdulillah, mamahnya kak Purnama sudah merestui hubungan aku sama kak Purnama.!"
Jawab Alice senang.
"Alhamdulillah ya.!"
Ucap Desi dan Irma sembari tersenyum.
"Karena sekarang kamu sudah baikan perasaannya sebaiknya kita sekarang istirahat, besok kita kan harus balik ke sekolah!"
Ajak Irma.
"Dah Alice!"
Ucap Desi sembari berjalan menuju pintu keluar.
"Makasih ya buat semuanya.!"
Jawab Alice.
Selepas Irma dan Desi keluar kamar Alice menghela nafas.
"Di satu sisi aku senang mendengar kabar ini tapi di sisi lain tetap saja berjauhan dengan kak Purnama, semoga saja semua akan baik-baik saja meski jarak memisahkan kami.!"
Harap Alice sembari berbaring menatap langit-langit kamarnya.
Seiring larutnya malam Alice terlelap hingga tak disadarinya Adzan subuh baru saja berkumandang.
Suara handphone Alice berbunyi membangunkan Alice dengan mata yang masih terasa sepet, tanpa melihat layar handphone nya terlebih dahulu Alice langsung mengangkat telpon nya.
"Assalamualaikum sayang selamat pagi, udah bangun belum?"
Ucap Purnama, suara Purnama sontak menyadarkan Alice dan langsung duduk di tempat tidurnya.
"Astagfirullah, sudah pagi?"
Tanya Alice kaget
"Iya sayang kamu udah shalat subuh belum?"
Tanya Purnama lagi.
"Ya Allah kak belum, Alice shalt dulu ya Assalamualaikum!"
Ucap Alice sembari menutup telponnya seketika dan berlarian ke kamar mandi kemudian menuju mushola dekat kosan.
"Aku kira kamu sudah disini Lice.!"
Seru Irma
"Aku baru banget bangun barusan d bangunin kak Purmama.!"
Jawab Alice.
"Pasti gara-gara semalam kemalaman tidurnya.!"
Ucap Desi.
"Kayanya gitu Des.!"
Jawqb Alice.
"Ya udah yo kita subuhhan dulu.!"
Ajak Irma.
Selesai subuhan Alice mengirimi Purnama pesan singkat.
"Asaalamualikum kak Alice baru saja pulang dari mushola.!"
Setelah beberapa saat Alice mengirim pesan Purnama menelpon Alice.
"Assalamualaikum sayang...!"
Seru Purnama
"Wa aallaikumus sallam kak...!"
Jawab Alice Pelan.
"Sudah shalat nya?"
Tanya Purnama lagi.
"Sudah kak Alhamdulillah, makasih ya tadi kakak udah nelpon kalau kakak gak nelpon kayanya Alice bakal kesiangan.!"
Jawab Alice sembari berterimakasih
"Iya sayang sama-sama, gimana keadaan kamu hari ini sudah enakan pilek nya?"
Tanya Purnama
"Alhamdulillah kak sudah baikan ko.!"
Jawab Alice
"Syukurlah, tadinya kakak mau jemput kamu buat periksa ke dokter hari ini.!"
Seru Purnama.
"Gak usah kak, lagian kan cuman pilek biasa, Alice juga hari ini mau ke sekolah ko, kakak tenang aja Alice baik-baik saja.!"
Ucap Alice.
"Ya sudah Alhamdulillah, maaf ya beberapa hari ini kita gak bisa jalan seperti biasa atau ketemu seintens yang kita mau,kakak harap kamu bisa mengerti.!"
Seru Purnama dengan nada menyesal
"Tak apa kak, Alice in shaa Allah akan paham, ya sudah kak Alice mau siap-siap dulu buat pergi sekolah ya, kakak baik-baik di rumah, kalaupun mau pergi hati-hati di jalannya.!"
Pesan Alice.
"Iya sayang, kamu juga hati-hati ya di sekolahnya, Dah Sayang Assallamu'allaikum.!"
Seru Purnama
"In shaa Allah kak, Wa allaikumus sallam.!"
Jawab Alice sembari menutup telponnya.
Alice menarik napas dalam-dalam setelah mematikan telponnya.
"Maaf ya kak sudah membuat hidup kakak penuh dengan tekanan.!"
Ucap Alice sembari menatap layar handphonenya seolah-olah tengah bicara dengan Purnama.
Alice kemudian memasukan handphonenya ke dalam tas sekolah lalu beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap pergi ke sekolah.
"Penuh ya?"
Tanya Alice kepada Irma yang sedang berdiri di depan salah satu pintu kamar mandi.
"Iya nih gak tahu siapa di dalam pada lama-lama banget heheh.!"
Jawab Irma.
"Oh heheh.!"
Ucap Alice sembari jongkok di pinggir kamar mandi menunggu orang di dalam kamar mandi keluar.