Alice

Alice
Bab 28 kehangatan



Pagi hari sinar matahari mengintip dari celah jendela menyadarkan manusia yang sedang terlelap dibawah selimut tebalnya.


Semua manusia bergegas dengan senyuman dan semangat pagi untuk menjalani aktifitas masing masing dengan langkah ringan menapaki satu persatu jalan hidup ini. Tetapi, beda halnya dengan  Alice, hari harinya dijalani dengan muka datar tanpa senyuman dan batin yang tersiksa dia berusaha tegar dengan  seberkas semangat hidup yang dia punya, dia sudah berusaha untuk bertahan sejauh ini karna ada secercah semangat yang dia dapat dari seseorang yang kini telah mati ditangannya sendiri.


Dua hari yang lalu dia menjalani hidup dengan lebih semangat, rasa ciuman yang diberikan oleh Arthfael masih bisa dia rasakan dibibirnya, dia pernah berjanji pada Arthfael bahwa dia akan menjaga tubuhnya untuk Arthfael tetapi itu semua dengan cepat ia ingkari dan melepas nafsu bersama orang lain. Perlahan air mata nya lolos dari pelupuk matanya satu persatu tanpa ijin darinya.


 Alice membuka matanya dengan berat bangun dari mimpi menyedihkan itu. Dia berharap kejadian tadi malam hanya mimpi buruk saja tidak lebih dari itu, dia memejamkan matanya kembali dan air hangat keluar dari sana satu persatu lebih deras.


Dia menggeliat diatas kasurnya menggenggam erat selimut yang dia kenakan menahan tangisnya tetapi semakin dia menahan tangisnya suara tangisan itu tetap saja lolos dari mulut mungilnya dadanya semakin sesak karna dia berusaha menahannya, dia mulai tidak bisa mengatur napasnya dengan baik, dia semakin mengggeliat lebih lincah dengan tangan yang memegang dadanya dia pun jatuh perlahan dari kasur kelantai putih bersih itu dengan tangan yang masih memegang dadanya sesekali memukul-nya keras.


"Angelll" kata seorang pria yang masuk kedalam kamar Alice dengan sebuah nampan yang berisikan makanan ditangannya. Dengan segera dia mendekat pada Alice dan menggendong tubuhnm Alice ke atas kasur setelah meletakkan nampan itu di atas meja disamping tempat tidurnya.


    Alice masih menahan tangisnya dengan tangan yang masih memegang dadanya sesak, tubuhnya terasa panas dingin dengan keringat yang bercucuran ditubuhnya, dia berusaha melihat lelaki yang sedang membantunya itu tapi dia tidak bisa melihat dengan jelas karna matanya penuh air mata.


"ke9luarkan saja jangan ditahan… akan lebih baik jika dikeluarkan… menangislah dengan keras" kata nya


Alice mengenali suara itu dia adalah Jimin angggota BTS seorang pria pemalu bertubuh seksi sekaligus seorang pria yang telah dia jadikan sebagai umpan untuk pemerasannya.


"Menangislah jangan ditahan"tm tambahnya lagi sambil menarik Alice kepelukannya


   Alice menggenggam dadanya yang masih sesak didalam pelukan Jimin


"Jangan ditahan" tambah Jimin sambil mengelus punggung Alice lembut.


Alice membalas pelukan Jimin dan menangis sekeras kerasnya melepaskan semua deritanya tanpa ragu.


Alice menangis sangat keras hingga membuat para member BTS khawatir, Jimin lupa menutup pintu kamar Alice karna melihat Alice yang terjatuh dari kasut tadi.


Member BTS segera berlarian masuk kedalam kamar Alice tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Mereka terkejut dan iba saat melihat Alice memeluk Jimin erat dengan tangisan yang keras dengan napas sesaknya, Alice menggenggam baju Jimin kuat merasakan dadanya semakin sesak walaupun sedikit dari ruang hatinya sudah terasa lebih ringan.


Jimin mengelus punggung Alice lembut untuk menenangkannya dan menuntun Alice agar bisa bernapas lebih baik.


"Tidurlah" kata Jimin melepas pelukan Alice ketika merasa Alice sudah tenang.


Alice melepaskan pelukan Jimin dan berbaring dibantu oleh Jimin, Alice merasa sangat lemah dia belum makan dari kemarin pagi. Tetapi dia memilih untuk menghilangkan lelahnya terlebih dahulu dengan cara tidur. Dia berpikir mungkin dengan tidur bisa membuatnya sedikit lebih baik.


   Member BTS keluar satu persatu setelah melihat Alice sudah terlelap kembali, mereka memutuskan tidak pergi kekantor untuk menjaga Alice dan membuatkan berbagai macam makanan untuk Alice agar dia lebih napsu makan dan menambah staminanya.


Jam dua siang Alice terbangun karna merasakan begitu lapar mengingat dia belum memakan apapun dari kemarin. Alice bangkit duduk dan menyandarkan tubuhnya di kepala tempat tidur sebelum melangkah keluar.


Tiba-tiba tatapannya terpokus pada makanan yang sudah tertata rapi dimeja samping tempat tidurnya, disana sudah tersedia beberapa makanan tertata rapi dengan kertas kertas yang ditempelkan disetiap gelas dan mangkuk makanan itu. Alice mengambil kertas putih yang tertempel digelas cantik berisi susu coklat


By Jimin


Alice tersenyum dan kembali mengambil kertas dimangkuk sup ramput laut


'dulu ayahku memberiku sup ramput laut lima kali seminggu Makanalah ini ,aku sangat suka ini kurasa kau pasti akan menyukainya'


J-Hope


Alice mengangguk, Disebelah mangkuk sup ramput itu ada sepiring nasi dan dua paha ayam pedas diatasnya, disamping piring itu Alice mengambil secarik kertas


'kau tau ini adalah hidangan paling sempurna dari semua makanan ini, karna aku adalah kakak tertua disini, aku lebih pandai memasak, mereka sangat sopan padaku dan mengikuti perkataanku, dan untukmu mulai sekarang panggil aku oppa, kau harus tau kau lebih muda dariku'


World wide handsame


Alice tertawa kecil membaca surat yang satu ini dia tentu tau itu pasti dari Seokjin member tertua dan yang pandai memasak diantara BTS. Disebelah piring itu dia melihat sup buah didalam mangkuk putih dengan sebuah kertas


'Angel hidup ini penuh dengan warna, jika kau merasa kehilangan sesuatu , masih banyak sesuatu yang lebih menarik . seperti sup buah ini jika kau menghabiskan semangka kau bisa bisa memakan buah yang lainnya. Jangan meninggalkan yang lain hanya karna semangka sudah habis '


Jeon Jungkook


Alice tertegun membacanya membenarkan perkataan Jungkook dan  dia pun sedikit berpikir untuk mencoba hidup lebih baik lagi, dia akan berpikir bagaimana cara mengatakan identitas aslinya pada BTS,dia tidak akan mengingkarinya karna itu adalah permintaan terakhir dari Arthfael pria yang dia cintai walaupun dia belum siap untuk jujur tapi dia akan berusaha.


Alice meletakkan kertas itu kemeja dan mengambil sendok untuk memulai makan tapi dia melihat kembali ada kertas kecil yang terletak disendok itu.


'aku sangat buruk dalam memasak, kurasa kau tidak akan suka masakanku, tapi aku tau kau lebih suka makan memakai sendok dari pada sumpit ku kira ini paling penting bagimu. Aku juga akan membersihkan sisa makananmu setelah ini.


Kim teahyung 'mari berteman'


 Alice mengangguk membaca tawaran V "baiklah mari berteman" kata Alice lalu memulai menyendokkan satu persatu hidangan itu kemulutnya dengan lahap dan tak ada sisa disana karna memang Alice merasa sangat lapar.


Tak ada suara ribut dikamar Alice hanya suara sendok dencingan dari sendok yang menyentuh piring.


Alice selesai makan dengan sangat lahap tanpa berhenti sebelum hidangan itu habis, Alice meraih air putih. Setelah makan dia juga melihat ada secarik kertas disitu


'Jadilah seperti air putih, sederhana tapi bermakna'


Min Yoongi


    Pesan yang tersingkat diantara seluruh BTS, Alice hanya mengangguk dan meminum air itu, mengingat Suga memang seorang pria yang dingin dan tidak pandai berkata manis sama seperti dirinya.


Alice meletakkan gelas itu dan kembali bersandar di kepala ranjang bernapas sejenak sebelum bergegas untuk mandi.