Alice

Alice
Bagian 165



Keesokan paginya Alice bangun kesiangan, melihat jam didinding kontrakannya sudah menunjukan pukul setengah delapan Alice tanpa aba-aba langsung bangun dan lari ke kamar mandi.


Saat Alice baru saja masuk ke dalam kamar mandi Topan datang mengetuk pintu kosan Alice.


"Assalamualaikum!"


Ucap Topan mengetuk namun tak ada jawaban.


"Assalamualaikum!!!"


Ucap Topan lagi.


"Aduh ini cewek jangan-jangan jam segini masih tidur lagi.!"


Topan mencoba menghubungi handphone Alice sembari duduk di kursi teras depan kontrakan Alice.


Berkali-kali Topan mencoba menghubungi namun tak ada jawaban.


Topan kembali mengetuk-ngetuk Pintu.


Beberapa saat kemudian Alice keluar dari kamar mandi dan mendengar suara ketukan Pintu.


"Siapa?"


Teriak Alice bertanya.


"Aku!"


Jawab Topan.


"Tunggu kak aku baru selesai mandi, maaf aku kesiangan hehe!"


Ucap Alice tanpa membuka pintu.


"Sudah kuduga, cepetan siap-siap kita di tunggu loh!"


Ucap Topan.


"Iya kak lima menit lagi!"


Ucap Alice.


"Gini nih cewek kalau bilangnya lima menit biasanya aslinya puluhan menit!"


Gerutu Topan pada dirinya sendiri sembari kembali duduk di kursi.


"Udah belum!"


Tanya Topan berteriak lagi.


"Siap kak sudah!"


Jawab Alice sembari keluar dari kamar.


"Heheh maaf ya lama!"


Ucap Alice tanpa menunggu Topan berkata-kata lagi.


Namun Topan selalu luluh ketika melihat Alice tersenyum dan meminta maaf kepadanya.


"Iya, ayo kita berangkat!"


Ajak Topan meski dengan masih sedikit kesal.


"Kemana dulu kita kak?"


Tanya Alice di dalam mobil.


"Antar kamu interview dulu aja biar nanti kemana-mana nya kita leluasa!"


Jawab Topan.


"Lah interview sekarang gitu?"


Tanya Alice bingung.


"Iya, emang mau kapan?"


Tanya Topan balik


"Ya kakak gak bilang sama aku dari kemarin, aku belum siap-siap dong kak!"


keluh Alice kepada Topan.


"Udah gak usah banyak protes, pokonya kamu nanti tinggal jawab aja pertanyaan dari pak dirut, aku yakin ko kalau kamu pasti bisa heheh!"


Seru Topan memberi semangat.


"Belum sarapan kan?"


Tanya Topan.


Alice menggeleng


"Oh iya lupa kan pas datang aja masih mandi berarti kesiangan kan? makanya belum sempat sarapan?!"


Seru Topan menebak


"Heheh,,, iya...!"


Jawab Alice.


"Ya udah kita sarapan dulu biar kamu nanti makin fokus interview nya ok?!"


Ajak Topan kepada Alice.


"Enggak ah enggak!"


Jawab Alice cepat


"Loh kenapa?"


Tanya Topan lagi.


"Udah deg-degan ini, mending interview dulu aja, nanti kalau udah interview kan ketahuan hasilnya, siapa tahu nanti keterima jadi kan makannya bisa makin berselera heheh!"


Jawab Alice sembari tertawa.


"Ok kalau begitu, siapkan mental kita kesana sekarang!"


Ucap Topan sembari mengemudi mobilnya menuju kantor tempat Alice akan di interview.


Sesampainya di kantor tempat Alice Interview Topan memberikan Map berwarna Coklat kepada Alice.


"Sekarang kamu masuk bilang mau ketemu sama Pak Dirut, sudah janjian kemarin gituh!"


Ucap Topan.


"Emangnya udah janjian gitu?"


Tanya Alice ragu.


"Udah kakak udah atur semuanya, mending sekarang kamu baca do'a kemudian masuk ke dalam temui sekertaris pak Dirut namanya Akila, bilang aja di antar Topan!"


Ucap Topan kepada Alice.


"Bismillah...!"


Ucap Alice sembari pergi meninggalkan Topan dan melangkah masuk ke dalam kantor.


Sesampainya di dalam kantor, Alice di tanyai oleh satpam.


"Selamat pagi mbak, mau cari siapa?"


Tanya Satpam kepada Alice.


Jawab Alice.


"Sudah ada janji sebelumnya?"


Tanya Satpam lagi.


"Sudah pak kemarin!"


Jawab Alice.


"Mari saya antar.!"


Seru Pak Satpam kepada Alice.


"Terimakasih pak!"


Ucap Alice kepada pak Satpam.


Tidak lama kemudian sampailah di depan meja perempuan berparas cantik dan sexy dengan rambut bergelombang terurai.


"Selamat pagi Bu Akila, ini ada yang ingin bertemu Pak Dirut!"


Ucap Satpam kepada Akila.


Akila menatap Lekat Alice dari ujung kaki hingga ujung kepala.


"Terimakasih pak, Bapak Boleh pergi!"


Jawab Akila kepada Satpam.


Alice tersenyum ramah kepada Akila yang nampak seperti boneka barbie, matanya yang bulat berbalut soflens berwarna biru laut membuat Akila terlihat begitu sempurna, beberapa saat Alice sempat terkagum melihat penampilan Akila.


"Sudah ada janji mbak?"


Tanya Akila kepada Alice.


"Sudah Bu kemarin, saya Alice"


Jawab Alice kepada Akila sembari memperkenalkan diri.


"Owhs yang di buatkan janji oleh Pak Topan?"


Tanya Akila dengan raut wajah yang berubah seolah tak senang.


"Be... be... benar bu!"


Jawab Alice setelah melihat reaksi wajah Akila.


"Jadi ini perempuan yang bikin kamu gak bisa move on dan berpaling kepadaku meskipun kita sudah sangat lama dekat!"


Ucap Akila dalam hatinya, Akila sebenarnya teman Topan semasa SMA dulu dan sempat terlibat perasaan semasa Kuliah meski berbeda Fakultas namun mereka tetap berkuliah di tempat yang sama, setelah Putus dengan Akila, Topan sering menceritakan tentang Alice kepada Akila, meski berkali-kali Akila meminta kembali Topan selalu menolak menggunakan Alice sebagai Alasannya.


"Em...Bu maaf, ada apa ya?"


Tanya Alice kepada Akila yang memperhatikan Alice dengan raut wajah sinis.


Akila tersentak kemudian merubah raut wajahnya menjadi datar.


"Silahkan tunggu dulu!"


Ucap Akila kepada Alice


Kemudian Akila masuk ke dalam ruangan pak Dirut.


"Permisi pak, ada yang mau interview.!"


Ucap Akila kepada atasannya.


"Siapa Kil?"


Tanya Pak Dirut.


"Alice pak namanya!"


Jawab Akila tidak senang menyebutkan nama itu.


"Oh yang di omongin Topan?"


Tanya lagi Pak Dirut


"Benar Pak!".


Jawab Akila.


"Suruh masuk aja!"


Pinta Pak Dirut.


"Baik Pak!"


Jawab Akila sembari keluar dari ruangan atasannya.


"Kamu boleh masuk sekarang!"


Ucap Akila kepada Alice.


"Baik Bu, terimakasih!"


Jawab Alice.


"Iya!"


Jawab Akila ketus.


"Ih jutek banget sih perempuan ini, ko kak Topan gak cerita ya sama aku kalau Akila ini orangnya judes banget!"


Gerutu Alice dalam hatinya.


"Assalamualaikum Pak!"


Ucap Alice setelah berada di dalam ruangan Dirut.


"Wa allaikumus sallam, ayo masuk, silahkan duduk!"


Ucap Pak Dirut kepada Alice sembari tersenyum ramah.


"Syukurlah Pak Dirutnya ramah banget Alhamdulillah!"


Seru Alice dalam hatinya merasa senang melihat Pak Dirut bersikap ramah terhadapnya.


"Coba saya Lihat Cv nya!"


Ucap Pak Dirut kepada Alice.


Dengan hati deg degan Alice menyodorkan map Coklat kepada Dirut tersebut.


Usai membaca beberapa lembar informasi tentang Alice di Map tersebut Pak Dirut tersenyum.


"Baiklah saya suka dengan Cv kamu, kamu saya terima bekerja di perusahaan ini, kami juga bisa mulai bekerja hari esok!"


Ucap Dirut kepada Alice sembari tersenyum.


"Sungguh Pak?"


Tanya Alice meyakinkan diri sendiri


"Tentu!, selamat bergabung di perusahaan kami ya!"


Ucap Pak Dirut sembari mengulurkan tangan mengajak Alice berjabat tangan dengannya.


Alice dengan senang Hati menyambut ucapan selamat tersebut sembari tersenyum.


Alice pun berpamitan dan keluar dari Kantor, bergegas menemui Topan di luar.