Alice

Alice
Bagian 169



Hari yang benar-benar berat bagi Alice, setelah seharian bekerja malam ini pun Alice harus menerima todongan perasaan dari Topan.


Seusai mandi di kosan Alice tak bisa tidur, sampai akhirnya Alice menghubungi Asti.


"Assallamualikum malam sayangku adikku...!"


Ucap Asti menjawab telepon Alice.


"Wa allaikumus sallam, kakak lagi sibuk gak?"


Tanya Alice


"Enggak ko, aku lagi rebahan aja ko di kamar, ada apa?, gimana hari pertama kamu bekerja, selamat ya kamu sekarang sudah bekerja.!"


Ucap Asti kepada Alice


"Kok kakak bisa tahu?"


Tanya Alice.


"Tahu lah, Topan selalu cerita kan sama aku sama Dahlan perkembangan terbaru kamu heheh!"


Jawab Asti tersenyum.


"Heheh iya ya, ko aku bisa lupa kalau dia itu informan kakak sama kak Dahlan hahahah!"


Ucap Alice bercanda sembari tertawa.


"Mau cerita apa?"


Tanya Asti langsung tanpa berbasa-basi lagi.


"Kok kakak tahu sih aku mau cerita?"


Tanya Alice kepada Asti.


"Tahu lah, aku tuh udah bisa baca dari nada suara kamu kalau sebenarnya sekarang kamu lagi bingung kan?"


Ucap Asti menebak-nebak.


"Heheh jadi malu deh!"


Ucap Alice.


"Gak usah malu, cerita aja.!"


Ucap Asti.


"Gini kak tadi di rumah makan sebelum Topan nganterin aku pulang tiba-tiba....!"


Ucap Alice menceritakan setiap detail kejadian tadi di tempat makan.


"Terus sikap dia gimana setelah kamu jawab kaya gitu?"


Tanya Asti.


"Entahlah kak aku juga gak terlalu merhatiin, yang pengen aku cari tahu sekarang itu, sebenarnya kak Purnama itu dimana sih kak, apa dia masih ada atau udah gak ada...?"


Ucap Alice dengan nada yang mulai memilu.


"Kalau soal Purnama aku gak tahu Lice, kamu udah pernah coba tanya ke keluarganya?"


Tanya Asti


"Belum kak, belum sempat aku bertanya pun Ayah kak Purnama sempat datang menemui aku di dekat kosan kak.!"


Ucap Alice menceritakan.


"Apa yang dia katakan?"


Tanya Asti kepada Alice


"Intiya aku harus melupakan kak Purnama dan melanjutkan hidup ketimbang menunggu hal yang tak pasti!"


Jawab Alice.


"Ko bisa ya Papahnya Purnama ngomong kaya gitu, dasarnya apa coba?"


Tanya Asti lagi agak bingung.


"Entahlah kak, aku tidak paham yang jelas hati aku terluka banget pas denger Papahnya Purnama ngomong begitu!"


Ucap Alice Pilu.


"Kenapa kamu gak coba datangin keluarga Purnama aja, secara baik-baik kamu bicara lh ke mereka tanyakan keadaan Purnama!"


Ucap Asti memberi saran..


"Saya gak tahu alamat rumah baru mereka di mana kak."


Ucap Alice


"Ya udah gini aja, aku kirim alamatnya sekarang ke kamu, besok kamu bisa langsung kesana sepulang kerja, gimana?"


Tanya Asti


"Lalu bagaimana Aku harus menjawab pertanyaan kak Topan soal perasaanya kak, ditambah lagi kalau besok aku mina di antar ke rumah Purnama pasti Topan bakal sakit hati lagi?"


Ucap Purnama.


"Ya sudah gini aja, kamu bisa naik taxi online dari tempat kerja kamu ke rumah ortu Purnama, kamu bisa beralasan ke Topan supaya gak di jemput pulang.!"


Ucap Asti.


"Setidaknya kamu bisa tahu kondisi yang sebenarnya tentang Purnama, aku yakin gak mungkin orang tua Purnama tidak tahu kondisi dan keberadaan Purnama, lagian setelah kamu tahu bagaimana kondisi Purnama, kamu pasti bisa kasih jawaban yang tepat ke Topan kan?"


Tanya Asti


"Iya kak, makasih ya kak, setidaknya sekarang aku bisa sedikit bernapas lega setelah mendengar saran kakak.!"


Ucap Alice.


"Iya, tapi maaf ya aku gak bisa antar kamu kemana-mana untuk sekarang-sekarang ini, kamu tahu sendiri tradisi orang tua gimana...!"


Seru Asti.


"Iya kak gak Papa, Alice paham ko heheh!"


Ucap Alice kepada Asti


"Ya udah lagian udah malam sebaiknya sekarang kita istirahat dulu, kamu juga besok mesti balik kerja pagi kan?"


Tanya Asti.


Jawab Alice.


"Ya udah istirahat sana, Assalamualaikum semoga mimpi indah adek kakak!"


Ucap Asti.


"Iya kak, kakak Juga, Wa allaikumus sallam!"


Ucap Alice sembari menutup teleponnya.


Usai menutup telepon Alice melihat ada pesan singkat masuk kedalam whatshapp nya.


"Kak Topan ternyata!"


Ucap Alice sembari membuka pesan tersebut.


"Selamat malam, maaf atas perkataanku tadi di tempat makan, jangan terlalu dipikirkan, selamat tidur dan selamat beristirahat 😊"


Isi Pesan dari Topan yang di akhiri emoticon tersenyum.


Alice hanya menutup kembali pesan tersebut dan mematikan handphonenya kemudian pergi tidur.


Ke esokan paginya Alice nampak sudah bersiap dengan pakaian kerja yang kemarin di beli bersama Topan.


"Assalamualaikum!"


Ucap Topan menyapa dengan tersenyum seperti biasa seolah tidak pernah terjadi percakapan yang menyinggung perasaan kemarin malam.


"Wa allaikumus sallam!"


Alice menjawab.


"Tumben sudah siap, udah rapi aja heheh!"


Ucap Topan.


"Makasih kak semua ini juga tidak terlepas dari semua bantuan kakak ko.!"


Ucap Alice.


"Hahhah, kamu udah sarapan?"


Tanya Topan.


"Udah kak kebetulan aku masak tadi jadi bisa sarapan dulu.!"


Ucap Alice


"Dih tumben, aku belum sarapan loh, udah jadi kebiasaan makan ada temennya kalau makan sendiri gak enak lah!"


Ucap Topan.


"Tenang aja, ini udah aku bungkusin buat sarapan kakak nanti di kantor!"


Ucap Alice sembari menyodorkan rantangan kepada Topan.


"Seriusan?"


Tanya Topan nampak senang.


"Iya nih, jangan lupa di makan ya!"


Pesan Alice.


"Pastilah aku makan, massa engga sih aromanya aja udah sedapp banget heheh!"


Jawab Topan kepada Alice


"Ayo kita berangkat sekarang kak?"


Tanya Alice


"Ayo.!"


Ucap Topan mengiyakan.


"O iya kak nanti aku gak perlu di jemput ya?"


Ucap Alice


"Loh kenapa?"


Tanya Topan.


"Aku kayanya mau ada perlu dulu sebentar kak, jadi pulangnya bakal agak telattan.!"


Seru Alice menjelaskan.


"Oh gitu ya udah gak papa, kamu tinggal hubungi aku jika sudah selesai perlunya, nanti aku jemput!"


Ucap Topan


Alice hanya mengangguk perlahan meski masih tetap kebingungan.


Selama perjalanan menuju Kantor mereka berdua nampak canggung tidak seperti biasanya, mungkin karena satu sama lain saling merasa tidak enak hati setelah percakapan satu sama lain kemarin malam.


"Udah sampai nih, kamu kerja baik-baik ya, kalau ada apa-apa jangan sungkan telepon aku!"


Pesan Topan.


"Iya kak makasih ya, ya udah aku pergi dulu ya!"


Ucap Alice kepada Topan.


"Salam sama yang lain!"


Ucap Topan menitip selam.


"Iya kak nanti aku sampaikan In shaa Allah!"


Seru Alice.


"Assalamualaikum, aku ke kantor dulu yah!"


Ucap Topan sembari menutup kaca jendela mobilnya.


"Wa allaikumua sallam kak!"


Jawab Alice sembari berbalik dan memasuki kantor tempatnya bekerja.


Alice hanya tersenyum mendapati sikap Topan yang pandai menyikapi keadaan seolah tidak pernah terjadi percekcokan di antara mereka semalam.