Alice

Alice
Bsb 42. Pantai



V membawa Alice kepantai disiang hari yang panas itu untuk menenangkan pikirannya, pantai itu sunyi tidak ada yang datang karna terik matahari yang seakan ingin memanggang kulit manusia.


"Turunlah" kata V membangunkan Alice yang sudah tertidur sejak tadi.


"Hmmmm kita ada dimana ?" tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur


"Pantai" kata V melepaskan sabuk pengamannya


"Pantai ? kenapa kesini ?" Tanya nya sambil mengucek matanya pelan.


"Disini tenang… kau bisa melepaskan kesesalanmu disini… turunlah" perintah V dan turun


Alice turun perlahan dan melangkah kearah V yang sedang meregangkan ototnya didepan mobil


"Tutup mulutmu" kata Alice melihat V yang sedang menguap


"Ahhhh kenapa ?" katanya sembari menguap


"Tutup saja" kata Alice sambil bersender dimobil


"Kenapa ?" Tanya V lagi ingin bercanda menundukan kepalanya menghadap Alice


Alice menghembuskan napasnya "Karena napasmu bau bangkai tikus" kata Alice memandang V


"Serius" katanya memastikan dengan mengeluarkan napas dari mulutnya ketangannya dan menciumnya berulang kali


"Tidak napasku harum… coba kau cium sekali lagi" kata V kemudian mengekuarkan napasnya kedepan muka Alice tanpa rasa bersalah.


"Heiii apa yang kau lakukan" katanya memundurkan kepalanya tak mau mencium bau mulut V.


"Tidak kau harus memastikannya lagi" katanya


"Napasmu memang bau" kata Alice manjauh


"Heii aku sering menggosok gigiku coba sekali lagi kau pasti keliru" kata V mengejar Alice dan mengeluarkan napasnya kemuka Alice berulang kali memastikan.


V tertawa melihat ekspresi Alice yang merasa terganggu karna bau mulutnya dan itu berhasil membuat dirinya tidak ingin menghentikan candaannya itu.


"Heii lepaskan" kata Alice berusaha melepaskan tangan V dari lengannya.


"Tidak tidak akan" katanya sembari tertawa tawa


Ooohhh ya sudah kalau begitu kau akan menyesal" kata Alice kemudian merangkul perut V dan menjatuhkannya


"Arkhhh" pekiknya kesakitan


"Heii kau ahhh sakit sakit" katanya berpura pura sakit tapi Alice malah berbalik meninggalkan dirinya yang masih tergeletak diatas pasir


"Hei" kata V kemudian menarik rambut Alice kuat dan membuatnya jatuh ikut tergeletak diatas pasir dengan lengan V yang menjadi bantalannya.


"Arkhhhh apa kau gila" kata Alice langsung berdiri dan memegang kepalanya sakit


"Kau duluan" katanya duduk diatas pasir


"Dasar gila" kata Alice mengibas ngibas bajunya


"Duduklah disini dulu lihatlah laut itu sangat bagus bukan ?" Tanya nya setelah Alice duduk disampingnya


Alice terdiam sembari memandang lautan luas itu dengan tenang dibawah terik sinar matahari dengan angin pantai yang mengibas ngibas pelan rambutnya.


"Ahh mengantuknya" kata V sambil menyenderkan kepalanya kebahu Alice


"Heii" kata Alice terkejut, V tidak merespon apapun


"Menyingkirlah dariku" kata Alice kemudian membuat jarak.


V langsung jatuh tiba tiba keatas paha Alice


"Kau baik sekali Alice… aku bisa tidur seperti ini" katanya tersenyum


"Apa kau gila menyingkirlah" kata Alice menatap sekilas


"Ahhh kenapa ? aku hanya ingin berbaring saja" kata V memejamkan matanya


"Aku tidak nyaman" kata Alice spontan tanpa menyingkirkan kepala V dari pahanya


"Kenapa ? kau kau apa kau menyukaiku ?" tanyanya dengan mata yang bulat dan langsung terduduk


"Tidak"


"Kepalamu seperti bom berduri" cetus Alice


"Ahhh kau ini" kata V tersenyum


Alice ikut tersenyum melihat gigi rapi dari seorang lelaki yang ada disampingnya itu.


Senyum yang sangat manis hingga membuat Alice tertular untuk ikut tersenyum. V yang melihat Alice tersenyum merasa bangga karna berhasil membuat Alice sedikit bahagia saat bersamanya.


"Kenapa kau mengikutiku ?" Tanya Alice pada V


"Aku ...mmmm hanya ingi menemanimu saja. Aku rasa tidak baik berkendaraan sendirian saat sedang emosi" tuturnya mengingat kejadian tadi.


"Kau tidak takut aku akan membunuhmu ?"


"Tidak, kurasa aku sangat senang bisa menemanimu" jawabnya antusias dengan senyuman tulusnya


"Kenapa ? bukankah kau juga terkejut saat kau melihatku tadi membunuh orang tuaku"


"Hmmmm" V mengeluarkan napas pelan sebelum melanjutkan


"Jujur aku sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang aku lihat" V memalingkan pandangannya dari Alice kepantai


"Tapi aku juga melihat penyesalan dimatamu"


Alice langsung menatap V seketika


"Aku tau… kau dulu pasti orang yang sangat kejam. Aku tau karna melihat dari caramu membunuh seorang pesanan saat itu dan pembunuhan direkaman tadi pagi, sangat jelas terpancar diwajahmu bahwa tak ada rasa bersalah dan takut dimatamu. Tapi aku juga melihatmu menangis saat kau dipaksa akan membunuh Arthfael kakakmu itu" V kemudian menghadap Alice dan memegang kedua bahu Alice untuk melihat kearahnya


"Aku tahu ini tak mudah bagimu terutama kau adalah wanita tapi aku percaya kau akan gunakan keahlianmu dalam kebaikan" kata V dan Alice menunduk mengerti atas segala perkataan V


"Iya" kata Alice dalam diamnya.


"Fighting" kata V pada Alice dengan senyuman dan tangan yang menyemangati Alice.


Alice tersenyum dan tertawa melihat tingkah lelaki yang satu ini.


Ditengah tengah pembicaraan tiba tiba smarthpone milik V berdering keras dari dalam kantong celananya dan segera ia ambil.


Ia melihat layar hand phonenya melihat siapa yang menelpon tapi tak ada nama dan nomor itu seperti dari luar negeri.


Alice hanya terdiam dan melihat kembali karah pantai.


"Dobesseyo" katanya ramah dan sopan


"Where is Alice ?" kata seseorang dari seberang berbahasa inggris


"Alice ?" kata V heran dan bingung melihat Alice


Alice langsung terkejut mendengar ada orang yang mencari dirinya dengan nama asli dan memakai smarthphone milik member BTS, Alice dengan segera mengambil smarthphone dari tangan V


"Yes i'am" kata Alice cepat


"Aku tahu apa yang sudah terjadi dan kau juga tau apa yang telah terjadi. Segera kembali kemarkas malam ini" kata seseorang dari seberang. Alice langsung tau bahwa itu adalah James ayah angkatnya pimpinan tebesar dari mafia Deep Black sekaligus penyebab kekacauan ini 


Alice baru teringat bahwa Mafia dari Deep Black telah membrantas segala data smarthphone dari BTS dan segala cctv yang BTS dan perusahan Big Hit  miliki.


Ini semua bertujuan agar mempermudahkan Mafia melacak keberadaan mereka dan apabila ada situasi yang mengancam dan mencurigakan mereka akan segera mulai beraksi.


Alice tidak ingat sama sekali, dia lupa kalau rumah BTS dipenuhi oleh cctv. tentu mereka sudah tau dengan cepat atas apa yang dilakukan Alice dan pernyataan Arthfael tadi pagi.


Pikirannya kacau dia hanya bisa berbicara


"Urusanku belum selesai" Alice berusaha untuk tidak gugup


"Aku tau… aku akan mengirim anggota Mafia untuk memusnahkan mereka semua malam ini dan kau akan kembali tanpa mengundur waktu lagi jika kau tidak mau mendengar perintahku aku juga akan memusnahkanmu" kata James dan langsung menutup telponnya


Alice tertegun dan sedikit takut mendengar penuturan pimpinan Mafia yang akan membasmi BTS dan Big Hit yang merupakan satu satunya sumber kebahagian yang sekarang dia punya.


"Siapa ?" kata V heran melihat ekspresi Alice


   Alice menatap V sedikit gugup lalu menundukan kembali pandangannya mulai berpikir jernih agar tidak terjadi lagi kesalahan patal.


Alice kemudian berdiri dari duduknya dan langsung berlari kearah mobil diikuti V yang masih bingung.


Alice langsung menancapkan gas dengan kecepatan tinggi meninggalkan pantai damai itu.