
Keesokan paginya Ayah Purnama menelpon Purnama.
"Assalamualaikum Pah."
Seru Purnama lewat telpon genggam nya.
"Wa allaikumus sallam, bagaimana kondisi Alice sekarang?"
Tanya Papah Purnama
"Masih belum boleh di jenguk pah, hari ini Alice akan melakukan pemeriksaan lanjutan oleh dokter.!"
"Lantas bagaimana dengan keluarganya?"
Tanya Papah Alice lagi.
"Purnama belum tahu pah, tapi rencananya hari ini teman Alice Desi dan Iqbal akan menghadiri acara Graduasi sembari menunggu kedatangan keluarga Alice Pah.!"
Jawab Purnama.
"Hari ini kamu harus datang ke graduasi, karena kalau tidak mamah kamu bisa curiga dan malah mempercepat keberangkatan kamu ke luar negeri.!"
Saran Papah Purnama.
"Bagaimana bisa pah sementra, orang yang paling aku sayang masih terbaring lemah tak berdaya disini, dan semu karena rencana kepergian Purnama.!"
Seru Purnama
"Sebentar saja papah sudah mengatur rencana supaya nanti bisa datang ke graduasi bersama mamah mu, dan tidak lama di sana selepas kami pergi kamu bisa kembali ke rumah sakit.!"
Saran pph Purnama
"Tapi pah...!"
Protes Purnama
"Masalahnya kamu akan di panggil hari ini ke atas penta sebagai siswa terbaik lulusan tahun ini, jika kamu tidak hadir maka mamah mu akan sangat curiga.!"
Jelas Papah Purnama lagi.
"Kamu tenang saja papah sudah mengirim pak Mamat supir kita untuk mengantarkan baju ke rumah sakit, papah sudah mewanti-wanti supaya pk Mamat tutup mulut.!"
Jelas lagi papah Purnama.
"Tapi pah pemanggilan dan pengumuman siswa yang berprestasi itu biasanya di akhir acara dan itu sore hari.!"
Protes Purnama lagi.
"Kamu tenang saja, ppah sudah bicara dengan pak Budi supaya mengatur semuanya agar di umumkan di awal acara, dan pak Budi sudah menyanggupinya bahkan menjamin bisa di lakukan di awal acara.!"
Ucap Papah Purnama.
"Baiklah pah kalau begitu, Purnama akan berangkat dari rumah sakit setelah papah dan mamah berangkat dari rumah.!"
Jawab Purnama lemas.
"Ya sudah kamu hati-hati nanti di jalan biar pak Mamat yang sekalian antar kamu ke sekolah.!"
Seru Papah Purnama
"Iya pah, Assalamualaikum!"
Seru Purnama.
"Wa allaikumus sallam.!"
Jawab Papah Purnama.
"Ada apa Pur?"
Tanya Asti yang melihat Purnama nampak bingung.
"Ada masalah....!"
Purnama menceritakan bahwa dirinya harus tetap datang ke graduasi sekolah agar ibunya tidak mempercepat keberangkatan nya ke luar negeri.
"Ya sudah kamu pergilah jangan khawatir ada aku sama Bang Dahlan disini.!"
Jawab Asti.
"Ga bisa lah kalian juga harus tetap datang kesekolah orang tua kalian akan menunggu disana, lebih baik aku yang disini jaga Alice sampai orang tuanya berhasil di bawa oleh Desi dan Iqbal nanti"
Seru Purnama.
Ditengah perdebatan Asti dan Purnama serta Dahlan tiba-tiba dari arah berlawanan nampak Ibu kos Alice yang lama datang bersama seorang laki-laki yang nampak tidak asing lagi.
"Assalamualaikum!"
Seru Ibu kos kepada Asti, Dahlan dan Purnama.
"Wa allaikumus sallam, ibu, darimana ibu tahu kalau kami disini?"
Tanya Asti
"Dari Irma, semalam Desi menelpon Irma dan meneceritakan kondisi Alice ibu khawatir dan untung saja ada nak Topan yang mau mengantar Ibu kesini.!"
"Ibu pikir kalian akan kesulitan karena harus datang ke acara graduasi jadi ibu datang kesini, selain khawatir dengan kondisi Alice ibu jga khawatir dengan kondisi kalian.!"
Jelas Ibu kos
"Tapi bu, Saya bisa tidak pergi demi menunggu Alice disini!"
Ucap Purnama tidak senang karena melihat Topan datang.
"Pur, elo hilangin dulu ego elo jangan sampai Alice malah jadi korban lagi, udah sekarang elo turutin apa kata nyokap sama bokap elo sementara disini kita percayakan kepada Ibu dan Topan, lagian disini bukan cuman Topan sendirian kan ada Ibu.!"
Ucap Dahlan mengingatkan Purnama.
"Elo tenang aja Pur, gue gak ada maksud buat nyari kesempatan datang kesini, gue niatnya baik cuman mu bantu ibu aja.!"
Ucap Topan mencoba meyakinkan Purnama.
"Nak Purnama percaya sama Ibu, disini ada ibu, pergilah dan lekas kembali kalian semua.!"
Ucap Ibu kos kepada Asti, Dahlan dan Purnama.
"Ayo pur ayo, semakin cepat kita pergi maka semakin cepat kita bisa kembali.!"
Ucap Asti menarik tangan Purnama.
Pandangan Purnama tidak sedikitpun teralihkan dari Topan, ada perasaan tidak nyaman jika Topan disini menemani Alice meski dengan Ibu kos.
"Bu kami pergi dulu,masalah Alice dokter melarang siapapun masuk untuk menjenguk jdi kita hanya bisa duduk disini dan menunggu informasi selanjutnya dari Dokter, kami pamit bu Assalamulaikum!"
Ucap Dahlan kepada Ibu kos Alice yang lama kemudian pergi meninggalkan Ibu kos bersama Topan.
"Setidaknya gue bisa selangkah lebih dekat dengan Alice dengan cara seperti ini, setiap satu langkah elo mundur menjauh dari Alice maka gue akan maju sepuluh langkah hahahah!"
Seru Topan di dalam hatinya, merasa senang karena Purnama pergi dari Rumah sakit.
"Nak Topan, Sekarang Nak Topan bisa pulang, biar ibu yang jaga disini!"
Seru Ibu kosan
Topan kaget mendengar ucapan ibu kos karena tidak sesuai dengan harapannya.
"Tidak bu saya akan menemani ibu disini bagaimanapun ibu tahu bukan hanya Purnama yang sayang kepada Alice tapi saya juga memiliki perasaan yang sama, setidaknya meskipun saya tidak bisa seberuntung Purnama, tapi saya ingin bisa membantu Alice sebisa saya, ibu gak perlu khawatir dalam masalah ini saya bisa mengesampingkan perasaan saya bu.!"
Ucap Topan kepada Ibu kos.
"Baiklah selama apa yang kamu ucapkan itu benar.!"
Seru Ibu kos.
Topan tersenyum mendengar ibu kos percaya sepenuhnya dengan ucapannya tapi bagaimanapun Topan tetap tidak bisa puas begitu saja.
Topan melihat Alice dari kaca pintu ruang rawat nya.
"Ya ampun bu, kasian sekali Alice!"
Ucap Topan sembari menatap ke dalam ruang rawat inap, mendapat kondisi Alice yang masih tergeletak lemah di atas tempat tidur rawat.
Tanpa terasa Topan meneteskan air mata, menangis tak kuasa melihat kondisi Alice.
"Kamu doakan yang terbaik buat Alice, Allah tahu mana yang terbaik, semoga ada hikmah di balik ujian Alice ini.!"
Seru Ibu kos yang tak kuat lama menatap ke ruang rawat Alice.
"Alice, kamu harus bangun, kamu tahu kamu begitu beruntung banyak orang yang mencintai kamu di dunia ini, jangan pergi begitu saja.!"
Ucap Topan lagi.
"Berhenti bicara sembarangan!"
Ucap Ibu kos.
Topan tersentak kaget kemudian berhenti bicara sembari menoleh ke arah ibu kos.
"Sayang bangun, aku gak bisa liat kamu kayak gini, kamu tahu kan kakak sayang sama kamu, apapun akan kakak lakukan demi bisa melihat kamu kembali sehat dan menjadi milik kakak.!"
Ucap Topan dalam hatinya sembari menyentuh pintu kamar rawat Alice.
"Permisi!"
Ucap seorang perawat yang menghampiri pintu kamar Alice yang terhalang oleh Topan.
"Oh iya maaf sus silahkan!"
Ucap Topan.
"Suster!, apa boleh saya masuk?"
Tanya Topan.
"Maaf pasien masih belum boleh di jenguk, saya permisi.!"
Ucap Perawat sembari masuk kedalam kamar Alice.