Alice

Alice
Bab 58. Kode-Kode Rahasia



“Pimpinan’ ucap John dengan sedikit nada tinggi mendekat ke arah James


“ Agensi dari perusahaan Hybe melakukan siaran langsung” ucap John sembari menyambungkan siaran live itu ke layar televisi besar yang berada diruangan itu.


James bergegas berdiri dan menatap layar dengan tatapan serius.


“Dengarkan dan perhatikan dengan seksama” ucap James memerintah kepada seluruh anggota Mafia yang berada dalam ruangan tersebut tanpa menoleh


Seluruh anggota Mafia mengangguk serentak kemudian lanjut menatap layar laptop mereka masing-masing.


Selang beberapa waktu, live streaming yang dilakukan oleh perusahaan Hybe yang dihadiri oleh anggota Bts dan para Army selesai begitu saja.


Seluruh anggota Mafia terdiam dan saling menatap satu sama lain bingung tidak mengerti karna selama siaran langsung berjalan, tak ada keanehan atau kejanggalan yang begitu spesifik. Hingga mereka tidak mendapatkan sedikitpun celah petunjuk atas rencana dari Alice, para Anggota Mafia masih bingung dan memperhatikan John dan Ketua Mafia yang terdiam menatap layar dengan raut wajah yang tampak sedang berpikir keras.


Para anggota Mafia yang berada diruangan itu tetap berusaha memikirkan apakah ada yang mencurigakan dari live tadi. Tapi, tetap tidak menemukan sedikitpun celah, akhirnya mereka memilih tetap diam dan menunggu apa yang akan dikatakan oleh pemimpin.


John terus memperhatikan dengan sangat teliti tanpa terusik hingga dia menemukan sedikit celah petunjuk dan mulai mengotak-atik keyboard yang berada tepat didepannya dengan sangat lihai dan cepat.


“Aku menemukan sesuatu disini ketua” ujarnya setelah siap mengotak-atik keyboardnya dan menatap kearah Ketua Pimpinan


“Beri tau” ujar James yang mendengar penuturan dar John


Dengan sigap John kembali mengotak-atik keyboard-nya. Dia langsung menyambungkan kembali video live streaming barusan ke layar besar diruangan itu agar dapat dilihat oleh seluruh anggota Mafia yang berada didalam ruangan rapat tersebut.


“Dilive streaming yang barusan mereka lakukan ada sedikit kejanggalan yang dapat kita lihat” John dengan seksama mengarahkan kurser laptopnya sembari menerangkan dengan tetap duduk ditempat-nya


“Lihat warna pakaian yang mereka kenakan” John memutar ulang dan membandingkan warna pakaian yang dipakai oleh para Bts dan Army.


“Baju yang mereka kenakan sedikit mencurigakan mengingat situasi saat ini. Para Bts yang memakai warna baju merah hitam dan para Army yang memakai baju warna merah, biru, putih dan hitam” semua mendengarkan penjelasan John dengan seksama


“Coba sambungkan dengan panduan arti dari setiap warna itu” ucap James memerintah


John segera berpikir keras untuk mengingat dari setiap kode dia bergumam pelan sambil berpikir


‘merah… hitam… merah… hitam’ matanya langsung terbelalak dan mulai membuka mulutnya


“Merah adaalah simbul dari kemarahan, terjadinya perang atau peringatan … kemudian hitam berarti segala bentuk kejahatan dan tindakan kriminal” ucap John dengan nada yang sedikit tinggi.


“Itu artinya dilihat dari warna duduk merek ayang diselingi antara warna merah dan hitam mereka memperingatkan dengan sebuah pesan yang berati…kami memperingatkan kalian para kriminal untuk tidak berbuat jahat atau akan terjadinya peperangan” ucap John menatap James


“Dan para kriminal ditujukan kepada kita” ucap salah satu pasukan Mafia dan diberi anggukan setuju oleh seluruh pasukan.


“Bagus…selanjutnya” James menyeringai tajam mendengar kata peringatan.


“Warna biru lambang dari sendirian dan kesepian kemudian putih adalah suci dan bersih” ucap salah satu pasukan dari ujung pojok memberitahukan.


James, John dan para pasukan Mafia terdiam sejenak memikirkan makna darinya


‘peringatan, sendirian, suci , kriminal’ lirih James sembari menatap kelayar besar di ruangann itu.


“Zoom bagian jam” perintah James merasa ada yang aneh.


John yang mendengar perinta James langsung memperbesar bagian jam bulat dengan ukuran sedang terletak disudut dinding yang dibelakangi oleh para Army.


Seketika ruangan itu tiba-tiba pecah dengan suara ketawa menyeringai dari James sang pimpinan. Semua pasukan dan John langsung menatap kearah James yang tiba-tiba tertawa.


“Kau ingin main-main bersamaku yah… baiklah” ucapnya menyeringai.


Mendengar ucapan James para pasukan Mafia tersebut semakin bingung tanda tak mengerti, melihat para pasukan Mafia yang masih terdiam dalam kebingungan James langsung berkata kembali.


“Kenapa kalian sangat bodoh hah?” James berkata dengan nada yang sedikit tinggi


“Lihat ada angka 108 disamping jam itu” ucap James


Mendengar ucapan James semua para pasukan Mafia berubah arah melihat kearah jam dan memang benar ada angka 108 disamping jam itu tapi sangat samar hingga sampai tidak terlihat.


Dengan cepat John langsung memecah kebingungan para pasukan dengan menyambungkan setiap kode yang ada “108 adalah kode yang sering duganakan untuk sebuah pesan yang berartikan menuju kesuatu tempat jarum jam yang menujukkan pukul 06;00 padahal saat itu sudah pukul 11;00 menunjuk ke sebuah label perusahaan dibawah jam itu” John menjelaskan secara rinci


“mereka menyurih kita untuk menuju ke hybe” ucap John tangkas


“Dan makna dari warna pakaian yang dikenakan oleh setiap Army mengartikan peringatan untuk datang sendirian ketempat bersih kriminal” ujar salah satu pasukan yang berada tepat duduk didepan John


“Itu artinya tempat yang harus dituju itu adalah Hybe” ucap salah satu pasukan Mafia kembali dan mendapat anggukan dari yang lain.


Satu persatu mata mereka tertuju kepada James menunggu reaksi dan perintah dari sang pimpinan.


Melihat tak ada reaksi John memecah keheningan “Pimpinan kami rasa hanya itu saja kode yang ada dari live streaming ini “


James terhenyak dari lamunan-nya menatap John dan menatap ke sekeliling ruangan.


“ Tunggu Pimpinan” ucap salah satu pasukan Mafia yang duduk tak jauh dari James


James menatap-nya dengan heran dan berkata “Ada apa?”


“Masih ada sedikit lagi kode yang ada … lihatlah dibelakang sudut sana… dibelakang Army yang memakai baju warna hitam” ucapnya seraya menunjuk-nunjuk kearah layar


James dan seluruh pasukan menatap kearah yang ditunjuk olehnya dan langsung diperbesar oleh John. Dan memang benar ada angka-angka yang terletak disana tetapi sangat kecil dan harus benar-benar memperhatikan-nya barulah tampak walaupun masih samar-samar.


“Bacakan kode-nya” Perintah James kepada salah satu pasukan Mafia yang berasal dari Jerman, mengingat bahwa Jerman adalah salah satu kota yang sangat paham dan banyak menggunakan kode rahasia seperti ini.


Pria itu mengangguk dan mulai mengingat kode rahasia yang dipakai dalam pesan itu, dia terus memperhatikan dengan seksama antara layar dan menulis kekertas yang ada didepannya untuk memecahkan kode tersebut.


Dengan cepat dia tau dan paham bahwa kode rahasia itu adalah jenis kode Caesar dengan sandi


‘J LOPX ZPV JO IFSF DPNF NFFU CDF K ‘ yang menggunakan kunci B\=1 dengan cepat dia mencoret-coret kertas yang sedang dia pegang dan mendapatkan pesan dengan kode angka ‘8, - 10,13,14,22, -24,14,20 - 8,13 - 7,4,17,4 - 2,14,12,4 - 12,4,4,19 - 12,4 - 9”.


Akhirnya dia menemukan pesan terakhir dan langsung membacakan-nya didepan James dan para pasukan Mafia “ Pimpinan aku sudah memecahkan pesan dari kode tersebut”


“Bacakan” titah James


“Pesan dari kode tersebut adalah I know you in here come meet me J (aku tau kamu disini, datang dan temui aku J)” tutur-nya dan kembali duduk ketempatnya


“Berani-berani-nya dia menantang-ku” ucap James dengan darah mendidih .


“Atur siasat sekarang juga kita bunuh wanita gila itu.. aku akan datang menemui dia” ucap James