
Acara makan malam yang berkesan terutama bagi Desi.
"Kak sory boleh gak kalau aku bawa Desi pisah meja?"
Tanya Iqbal kepada Alice, Dahlan Asti dan Purnama.
"Cieeee ada yang bakal jadian roman-romannya ini malam?"
Ucap Asti nyeleneh sembari melirik Dahlan.
"Udah bawa aja, asal jangan di bawa kabur aja apalagi sampe di buntingin hahhah gue basmi loe!"
Ucap Dahlan dengan kata-kata yang mengandung ancaman.
"Tenang kak pergi 100% utuh pulang juga akan 100% utuh hhahh!"
Jawab Dahlan.
Sementara Desi melirik ke arah Alice dan Asti, Alice dan Asti pun mengangguk perlahan seolah mendukung.
"Ayo Des kita duduk di pojokan sana, kamu gak usah takut nanti pulang kita barengan lagi ko.!"
Ucap Iqbal meyakinkan Desi
"Eu...eu... i...i...iya kak... di sana ... ya... he... he..!"
Ucap Desi terbata-bata sembari berdiri.
"Ayo!"
Ajak Iqbal sembari menyodorkan tangannya agar Desi mau memegang nya.
Desi celingukan lirik kiri dan kanan membuat yang lain cekikikan merasa lucu.
"A... ay...ayo kak.!"
Ucap Desi jalan mendahului Iqbal tanpa menyambut tangan Iqbal.
Iqbal pun melirik ke arah Purnama dan Dahlan kemudian tersenyum karena melihat reaksi Purnama dan Dahlan mentertawakannya.
Lalu terus berjalan mengikuti Desi dari belakang.
"Kayanya, misi kita buat jdi mak comblang sukses besar ya hahha!"
Seru Dahlan tertawa sembari melirik ke meja Desi dan Iqbal.
"Alhamdulillah kedepannya gantian, saya yang jadi obat nyamuk kayanya heheh!"
Celetuk Alice.
Dahlan, Purnama dan Asti saling bertatap mata satu sama lain.
"He..he..he...!"
Asti tertawa dengan nada yang di paksakan.
"Gimana kalau kita pesan makanan penutup sama minum lagi sambil nungguin dua sejoli itu?"
Ucap Dahlan mengalihkan Pembicaraan dan mencoba mengusir kecanggungan.
"Ah iya ide bagus tuh, aku panggil ya CS nya!"
Seru Purnama sembari berdiri dan memanggil Cs.
Sementara Itu Iqbal Dan Desi masih dalam kondisi canggung satu sama lain.
"Rasanya ko aneh ya kalau gak ada minum atau apapun di meja kita, gimana kalau pesen minum mau kan?"
Tanya Iqbal kepada Desi.
"Bo...boleh ka.!"
Jawab Desi terbata namun selalu berusaha mengakhiri perkataannya dengan senyum.
Usai memesan minum dan cemilan Iqbal pun memulai pembicaraan mencoba mencairkan suasana.
"Maaf ya sekali lagi buat tadi siang!"
Ucap Iqbal
"Eu...em...i..iya kak ga papa!"
Jawab Desi
Iqbal tersenyum mendengar Desi masih terbata-bata berbicara
Desi kebingungan melihat Iqbal tersenyum.
"Ke...ke...kenapa kak?, ada yang aneh ya sama aku?"
Tanya Desi.
"Emhs maaf, enggak ko enggak bukan gitu, kakak cuman kamu lucu aja, kenapa masih sungkan sih ngobrolnya biasa aja gak perlu tegang.!"
Seru Iqbal kepada Desi
"Permisi kak silahkan pesanannya!"
Ucap seorang Cs yang membawa nampan makanan dan minuman pesanan Iqbal.
"Makasih bang!"
Jawab Iqbal
Selepas CS pergi meninggalkan meja Iqbal Pun menyodorkan gelas minuman kepada Desi.
"Nah coba minum dulu biar gak tegang!"
Ucap Iqbal kepada Desi.
"Ma...makasih kak!"
Jawab Desi sembari mengambil minuman yang di sodorkan Iqbal kemudian meminumnya.
"Gimana rasanya, udah agak baikan?"
Tanya Iqbal kepada Desi.
"Alhamdulilah kak.!"
Jawab Desi lekas.
"Syukurlah.!"
Seru Iqbal.
"Desi kamu punya pacar?"
Tanya Iqbal kepada Desi
Pertanyaan tersebut sontak membuat Desi tersedak oleh makanan yang tengah di cemilnya.
Iqbal spontan berdiri dan menghampiri Desi untuk membantu Desi.
"Ayo minum-minum.!"
Desi pun meminum air yang diberikan Iqbal.
"Kamu gak papa?"
Tanya Iqbal sembari masih memegang Pundak Desi.
"Em...eng..enggak kak ma...maaf ya.!"
Jawab Desi gugup lagi.
Iqbal Pun kembali ketempat Duduknya.
"Harusnya kakak yang minta maaf mungkin gara-gara pertanyaan kakak tadi kami jadi tersedak ya.!"
Ucap Iqbal
"Em...emm. enggak ko kak, Desi gak Punya Pacar hehe.!"
Ucap Desi Spontan, karena tak ingin kehilangan kesempatan dalam momen pembicaraan yang menurutnya penting.
"Oya, serius?, kami pernah pacaran sebelumnya?"
Tanya Iqbal lagi
"Belum juga he he.!"
Jawab Desi lagi
"Seriusan?!"
Tanya Iqbal rasa tak percaya
Desi mengangguk malu-malu.!"
"Pantas aja dia gugup mulu kalau di ajak ngomong, ternyata dia belum pernah pacaran, jaman sekarang masih ada ya cewek yang belum pernah pacaran padahal udah SMA.!"
Seru Iqbal dalam hatinya sembari senyum-senyum sendiri.
Desi yang melihat gelagat Iqbal senyum-senyum sendiri merasa aneh.
"Kakak kenapa?"
Tanya Desi membuat kaget Iqbal.
"Enggak ko enggak heheh!"
Jawab Iqbal.
"Desi mau gak jadi pacar kakak?"
Tanya Iqbal tanpa basa-basi lagi
Desi kaget dan tertegun merasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya baru saja.
"Hey hello Des...Desi!"
Ucap Iqbal melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Desi yang hanya melongo tanpa sepatah katapun.
"Desi!"
Ucap Iqbal sembari memegang tangan Desi.
"Ah iya kenapa kak?"
Jawab Desi terkejut karena tangannya kini telah di pegang oleh Iqbal.
Ada rasa gemetar yang tidak bisa di kendalikan Desi saat tangannya dipegang oleh Iqbal.
"Kamu kenapa gemetar, kedinginan?"
Tanya Iqbal.
"E...e...en...engg...enggak kak, ta...ta...tap...tapi i...itu... ta...tangan.!"
Ucap Desi sembari menarik tangannya dari genggaman tangan Iqbal di atas meja.
"Ya ampun maaf ya kakak refleks tadi soalnya kamu di ajak bicara malah bengong.!"
Ucap Iqbal
"I...iya kak, maaf juga.!"
Ucap Desi
"Jadi gimana kembali ke pertanyaan kakak tadi, kamu mau kan jadi pacar kakak?"
Tanya Iqbal lagi.
"Ta... ta... tapi kenapa secepat ini kak, kita kan baru kenal tadi siang.!"
Ucap Desi kepada Iqbal, karena merasa aneh.
"Sejujurnya kakak sudah sering memperhatikan kamu dari jauh, tapi tadi siang kakak memberanikan diri untuk dekat dengan kamu, sebenarnya Kak Dahlan tahu kalau kakak suka sama kamu, karena kakak sering cari info tentang kamu dari dia!"
Jelas Iqbal sembari melirik ke arah Dahlan.
Desi pun melirik ke meja Dahlan dan Dahlan melambaikan tangan kepada Desi dan Iqbal.
"Jadi tadi siang kakak sengaja gitu nabrak aku?"
Tanya Desi.
"Kalau sengaja sih enggak tapi emang kebetulan yang di harapkan sih sejujurnya, heheh!"
Ucap Iqbal kepada Desi
Desi hanya tersenyum.
"Gimana mau kan?"
Tanya Iqbal
Desi masih terdiam
"Ya udah gini aja, kakak akan minta jawaban kamu malam ini tepat jam dua belas malam ya, coba minjam handphone kamu!"
Seru Iqbal
"Bu...buat apa kak?"
Tanya Desi
"Minjem dulu aja sebentar.!"
Jawab Iqbal
Kemudian Desi menyodorkan handphone miliknya kepada Iqbal, dan Iqbal mengambilnya, kemudian menuliskan no handphone miliknya di handphone Desi, setelah itu Iqbal sengaja melakukan panggilan ke nomor miliknya dari handphone Desi.
"Ini no kakak, dan kakak sudah punya no kamu, nanti malam kakak telpon ya, tepat jam dua belas malam!"
Ucap Iqbal seraya tersenyum, Desi pun membalas senyum Iqbal dengan raut wajah yang datar kemudian mengambil handphone nya dan memasukannya kedalam tas selempang miliknya.