Alice

Alice
Bab 39. Alice dan V



Alice terus memperbaiki mobil dengan pokus tanpa terusik sedikitpun,


Kini dia larut dengan aktifitasnya tanpa memikirkan masalah yang barusan terjadi. hingga, V kembali memecah lamunannya.


"Angel berapa lama lagi aku harus seperti ini leherku sangat sakit" katanya merintih pegal.


"Dasar bodoh seharusnya sudah dari tadi" kata Alice tersenyum sekilas melihat V yang ternyata tak tau apa-apa.


"Arkhhhhh" Erangnya kesakitan sambil memegang tekuk lehernya yang sakit dan segera mendekat kekaca spion mobil untuk melihat kondisi wajah-nya


"Apa kau punya tisu? " Ungkap V sambil memeriksa wajahnya memastikan tidak ada yang lecet sedikitpun


"Ada ini" kata Alice sembari memperbaiki mobil dengan telaten.


V berjalan kedepan hoods mobil


"Mana ?" tanyanya pada Alice yang masih memperbaiki


"Dibawah" kata Alice pokus


V kemudian melihat kebawah mobil


"Kau menyuruhku memakai itu? " Ungkap V dengan tak percaya dengan mata dan mulut bulatnya melihat tisu yang sudah berwarna hitam dipenuhi oli.


"Hanya itu yang ada" kata Alice kemudian menutup hoods karna sudah selesai dan melihat V yang masih tercengang didepannya.


"Mana mungkin aku memakai tisu kotor seperti itu kau gila" Kesal V


"Ohhhh" kata Alice kemudian mengambil pisau tajam yang ada dipinggangnya


"Kau mau apa " Tanya V terlihat takut


"Kenapa ? kau takut" kata Alice menakuti dan mengarahkan pisau itu kedada V terlihat wajah takutnya semakin terpancar jelas


"Lalu kenapa kau mengikutiku ?"  katanya.


"A-aku hanya " katanya gugup


"Kau takut ?" kata Alice kemudian merobek ujung baju V


"Heiii kenapa kau merobek bajuku" Tanya V semakin kaget melihat tindakan wanita aneh didepannya.


"Ini" kata Alice menyerahkan nya pada V


"Untuk apa?" Tanya nya bingung


Alice memutar bola matanya melihat betapa lelet nya V berpikir.


Alice akhirnya membuka tutup botol itu kemudian membasahi baju hang dia robek barusan dengan air dan mulai membersihkan darah dimuka V.


V yang mendapat perlakuan seperti ini oleh Alice bingung dan menatapnya dalam tanpa berkedip


"Lihat apa?" kata Alice mendorong wajah V kebelakang hampir saja V jatuh.


"Hei apa kau tidak bisa lembut sedikit saja" ocehnya sambil memegang wajah-nya.


"Ayo" kata Alice membuka mobil hendak masuk tapi terhalang V


"Tunggu" kata V memeggang lengan Alice, Alice menatap heran pada V


"Wajahmu hitam" kata V dan membersihkan muka Alice dengan kain tadi. Alice hanya terdiam dan sesekali melihat wajah tampan V.


"Lihat apa hemm" Tanya V membalas pandangan Alice


"Tidak ada ... ya sudah ayo pergi" kata Alice canggung kemudian masuk kemobil dibangku setir.


V yang melihat ekspresi Alice merasa senang karna dia dapat membalas Alice kemudian masuk kedalam mobil sambil tersenyum disamping Alice.


"Kita mau kemana" Tanya V setelah memasang sabuk pengaman


"Entahlah aku hanya ingin pergi tanpa arah saat ini" kata Alice kemudian menyalakan mobil.


V melihat penampilan Alice yang lengkap dengan senjata dipinggangnya


"Kau tidak mungkin pergi dengan pakaian seperti itu"


"Kenapa?" Tanya Alice pokus pada jalannya


"Ayo kita ke toko pakaian untuk ganti baju dulu aku akan membelikannmu baju dari pada kita pergi tanpa arah. Aku juga tidak nyaman dengan pakaian yang sudah kau robek tadi" ocehnya seperti perempuan sembari memperlihatkan ujung baju-nya yang dirobek Alice tadi.


Alice menyetujui tawaran V dengan anggukan kepala tanpa mengeluarkan sepatah katapun, dia menyetujui usulan V karna dia juga tidak tau harus kemana.