
“Begitulah kejadian 3 bulan yang lalu” ujar Rm
“Bom itu sengaja dirancang dan dipesan langsung oleh milliter Rusia dengan kemampuan untuk membuat seluruh pasukan mati tak bersisa dan walaupun berhsil kabur, mereka akan tetap terbunuh karna sudah terkena gas bau racun dari bom-bom yang telah kami siapkan itu… lalu bagaimana bisa aku masih tetap bisa lolos?” jelas Alice dan masih merasa heran dengan penjelasan yang mereka ceritakan dengan apa yang dia alami.
Alice saat itu terkena suntikan yang diperbuat oleh James lalu bagaimana bisa perusahaan itu bisa meledak padahal dia sudah tidak sadrkan diri dan tak ada yang menekan tombol bom itu.
“Ini rekaman kejadian pengebom-an saat itu Alice” Taehyung memberikan ponselnya diatas pangkuan Alice
Alice diam dan menatap kejadian hari itu dari sebuah rekaman cctv, tampak dirinya sedang berkelahi dengan James, detik-detik penyuntikkan itu pun tiba, dalam rekaman itu Alice langsung tak sadarkan diri.
Alice memperhatikan dengan seksama rekaman cctv tersebut tanpa berkutik karna dia sama sekali tidak ingat kejadian setelah ini.
Tampaklah James berdiri dengan bertatih-tatih kesudut ruangan dan berjongkok, entah apa yang sedang dia lakukan disana, tetapi Alice melihat dia seperti mencoba mengambil keramik itu, setalah keramik itu terbuka tampaklah sebuah kotak berukuran sedang berwarna putih juga dari dalam sana, dia semakin heran dan bingung bagaimana bisa James meletakkan kotak itu ke perusaan Hybe.
James melangkah pelan mendekat ke arah Alice yang masih tak sadarkan diri dan membuka kotak tersebut, Alice dengan cepat tau kalau yang sedang James keluarkan itu adalah baju anti bom buatan Rusia yang sangat langka didunia.
Tetapi Alice semakin bingung bagaimana bisa dia tau akan terjadi pengebom-an diperusahaan saat itu, Alice langsung menerka-nerka dan mengingat siapa saja yang kemungkinan akan berkhianat terhadap Bts, karna semua ini dilakukan dengan sangat rahasia dan teratur Alice tak bisa mengingat siapa yang dapat berkemungkinan untuk melakukan pengkhiantan ini.
Tangan dan badan Alice terasa keringat dingin dan bergetar hebat dengan air mata yang masih berlinang tidak percaya dengan apa yang dia saksikan.
Setelah siap memakai-kan baju anti bom itu ketubuh Alice, James langsung menyeret Alice untuk berada tepat dibawah meja tahan banting yang terletak diruangan itu, siap dengan itu semua, James langsung menghubungi orang dari seberang
“Terlalu banyak polisi dan tentara disetiap lantai, segera masuk dengan hati-hati” ujar James melalui earphone ditelinga-nya.
Selang 5 menit kemudian semua sudah masuk kedalam perusahaan dan James juga mendapatkan sebuah pesan melalui earphone-nya.
James terdiam disudut bangunan sembari melihat Alice yang sudah terbungkus rapat dengan baju anti bom-nya, sejenak dia memandang keluar jendela dengan tatapan sesal dan sedih, air matanya tak berhenti bercucuran sampai membuat nafas-nya kadang terengah-engah menahan sesak.
James kemudian menatap tombol remot yang kini sudah berada ditangan-nya dengan tanpa pikir panjang James langsung menekan tombol itu dan suara gemuruh bom terdengar bersaut - sautan dari balik rekaman cctv itu, seketika rekaman cctv jatuh dan dipenuhi oleh warna kepulan asap hitam putih dan rekaman itu pun selesai.
Alice masih terdiam setelah melihat rekaman cctv itu, dia tidak menyangka ternyata ayah-nya itu sudah tau sejak awak rencana pengebom-an terhadap mereka. Bahkan, membantunya untuk membunuh seluruh Mafia dan masih ingin menyelamatkan diri-nya. Alice tak kuat menahan rasa sesak didada-nya dan beberapa kali dia memukul dada-nya dengan keras karna rasa sesak yang sangat amat dalam dia rasakan saat ini.
Para member terdiam membisu dan meraih Alice kedekapan mereka untuk menenangkan Alice.