Alice

Alice
Bagian 134



Acara makan malam Pun siap di gelar seperti biasa Dahlan dan Asti selalu lebih dulu sampai ke lokasi dan memesan minuman, Alice dan Purnama sedang dalam perjalanan bersama Desi, sementara di restoran nampak Iqbal sudah mulai bergabung dengan Asti dan Dahlan.


"Des kenapa ko kayak tegang gitu muka kamu?"


Tanya Alice kepada Desi yang sepertinya sudah tidak enak duduk di mobil.


"Gak tahu kok aku malah deg-degan gak jelas gini loh, parah banget kenapa ya?"


Tanya Desi.


Purnama tertawa mendengar omongan Desi.


"Ih kakak ko malah di ketawain sih aku nya?"


Tanya Desi heran.


"Tahu nih kakak.!"


Ucap Alice sembari memukul pelan bahu Purnama.


"Heheh iya deh iya maaf, bukan maksud mau ngetawain cuman lucu aja sih, emangnya Desi gak pernah pacaran sebelumnya?"


Tanya Purnama Gamblang.


"Ko nanyanya malah pacaran sih kak, apa hubungannya coba sama deg-degan aku?"


Tanya Desi lagi.


"Ya jelas ada lah, coba kamu jawab dulu pertanyaan kakak tadi!"


Ucap Purnama.


"Belum pernah sih kak, kan kakak tahu aku jomblo akut, hiks sedih deh ah.!"


Ucap Desi berpura-pura menangis.


Alice tersenyum lucu melihat tingkah Desi.


"Pantesan kalau gak pernah pacaran, makanya jomblo itu jangan diperpanjang heheheh!"


Seru Purnama lagi tertawa.


"Maunya sih gitu hehehe, tapi udah kaya lagu wali yang judulnya Gak laku-laku hahahah!"


Jawab Desi tertawa.


"Hahaha bisa aja kamu Des, Des! kamu tahu kenapa kamu deg-degan?"


Tanya Purnama


"Kalau tahu ngapain nanya kak,kak, aneh aja.!"


Ucap Desi


"Oh iya juga ya hahhah!"


Seru Purnama lagi.


"Ok gini, kamu itu deg-degan karena mau ketemu sama seseorang yang kamu suka!"


Ucap Dahlan


"Maksudnya?"


Tanya Desi polos.


"Kamu bakal ketemu sama Iqbal kan malam ini, makanya dandanan kamu itu beda dari malam-malam sebelumnya, kamu suka kan sama Iqbal?"


Tanya Purnama.


"Gak tahu suka gak tahu hanya sekedar kagum sih kak.!"


Jawab Desi.


"Ok kita lihat nanti, tapi kayanya sudah ada benih-benih cinta berkembang biak di dalam hati kamu tuh Des hahahh!"


Seru Purnama lagi.


"Hewan kali berkembang biak hahahag!"


Ucap Desi menimpali sembari tertawa.


Alice hanya tersenyum mendengarkan percakapan Desi dan Purnama.


Sampai akhirnya mereka sampai di sebuah restoran yang sudah di janjikan.


Dari lantai dua sudah nampak Dahlan, Asti dan Iqbal sedang asik berbincang dengan tawa kecil sesekali.


"Des tuh liat siapa yang bersinar di sana heheheh!"


Ucap Purnama kepada Desi sembari menunjuk Iqbal.


Desi menatap ke arah yang di tunjuk Purnama, di saat yang bersamaan Iqbal melirik ke bawah tepat ke arah Desi.


Iqbal tersenyum langsung kepada Desi.


"Ya Ampun Lice, lice tolongin lice!"


Ucap Desi tanpa mengalihkan pandangannya dari Iqbal.


Alice menghampiri Desi yang meminta tolong.


"Ada apa Des?"


Tanya Alice Panik.


"Jantung aku rasanya mau copot!"


Jawab Desi


"Astagfirullah!!"


Ucap Alice panik


"Sayang Jantungnya Desi mau copot gara-gara itu yuh yang di atas.!"


Ucap Purnama sembari menunjuk ke arah Iqbal


"Ya ampun aku kira beneran!"


Seru Alice sembari melepaskan tangannya dari Desi.


"Hahahhah udah ayo masuk!"


Ajak Purnama


"Tapi kak gimana kalau aku mendadak lemes lagi pas ketemu Iqbal, kan malu.!"


Ucap Desi mengeluh.


"Ahahahha udah gak papa kalau kamu lemas nanti Aa Iqbal yang langsung nangkap kamu hahahahah!"


Ucap Purnama.


"Kakak ih malah di becandain!"


Protes Alice kepada Purnama


"Gak papa sayang, maklum kan Desi lagi kasmaran heheh!"


Bisik Purnama kepada Alice.


"Udah ayo masuk!"


Ajak Purnama lagi.


"Eh tunggu dulu, semuanya rapih gak?, ada yang aneh gak sama dandanan aku?"


Tanya Desi rempong kepada Alice.


"Enggak ko Des kamu cantik malam ini, yu ke atas.!"


Ucap Alice kepada Desi.


"Beneran nih?"


Tanya Desi lagi meyakinkan.


Ucap Purnama membuat Desi yakin.


Akhirnya sembari menggandeng tangan Alice, Desi pun berjalan menapaki tangga untuk sampai ke lantai dua dengan hati yang tak bisa di kendalikan andai saja ada pengeras suara jantung disana mungkin semua orang bisa mendegar betapa kencangnya jantung Desi berdegup.


"Assalamualaikum!"


Ucap Purnama menyapa Asti, Dahlan dan Iqbal.


"Wa allaikumus sallam.!"


Jawab semua serentak.


Iqbal berdiri dan menarik Kursi khusus untuk Desi bisa duduk disampingnya.


"Silhkan!"


Ucap Iqbal kepada Desi


Alice mengangguk menatap Desi dengan masih kaku Desi duduk perlahan.


"Ma...ma...mak.m.makasih.!"


ucap Desi terbata-bata


"Sama-sama!"


Jawab Iqbal tersenyum sembari kembali duduk di kursinya.


"Sini saya Duduk.!"


Ucap Purnama kepada Alice sembari menarik sebuah kursi.


"Makasih kak!"


Ucap Alice tersenyum.


Purnama mengangguk dan tersenyum.


"Udah pada pesen makanan?"


Tanya Purnama lagi.


"Belom, mau dipesenin takut salah.!"


Jawab Asti tersenyum.


"Pesen sekarang aja ya?"


Tanya Purnama.


"Boleh, boleh!"


Jawab Dahlan.


"Mas menu nya!"


Pinta Purnama pada Pelayan restoran.


Seorang pelayan menghampiri meja Purnama dan membawa buku menu.


"Silahkan kak!"


Ucap seorang pelayan sembari menyodorkan Buku menu di atas meja.


Purnama mengambil satu buku dan membukanya bersama Alice, Dahlanpun melakukan hal yang sama mengambil buku menu dan menunjukannya kepada Asti, giliran Iqbal dan Desi, saat Desi akan mengambil satu buku menu yang tersisa tangan Iqbal pun refleks mengambil buku menu yang sama dengan Desi.


"Emhsss kakak aja yang buka!"


Ucap Desi sembari melepaskan tangannya dari buku menu.


"Gak papa udah kamu aja yang buka, kakak liat!"


Ucap Iqbal.


"Kakak aja deh!"


Seru Desi sembari menyodorkan buku menu kepada Iqbal.


"Ya udah deh sini biar kakak yang buka.!"


Jawab Iqbal sembari membuka buku menu.


Desi tersenyum.


"Kamu mau makan apa, sukanya apa?"


Tanya Iqbal kepada Desi


"Emhsss ada apa aja kak?"


Tanya Desi


"Ini loh coba di lihat dulu.!"


Seru Iqbal sembari mendekatkan kursi tempat duduknya dengan tempat duduk Desi.


Sikap Iqbal yang demikian membuat Desi gelagapan.


"Kamu kenapa?"


Tanya Iqbal kepada Desi


Sikap Desi sontak membuat Dahlan, Asti, Alice dan Purnama tersenyum lucu.


"Eng...e...eng...nggak ko kak heheh!"


Jawab Desi sembari mencoba memperbaiki duduknya.


"Des ini minum dulu!"


Ucap Alice sembari menyodorkan minuman di gelas kepada Desi.


"Ma...ma...makasih!"


Ucap Desi masih gugup


Desi mengambil minum dari mejanya dengan tangan gemetaran.


"Ko tangannya gemetaran, sini biar kakak bantu!"


Ucap Iqbal sembari mengambilkan segelas minuman dari tangan Desi.


"Eh... eng nggak usah kak bi...bi ... biar Desi aja.!"


Jawab Desi Gugup.


"Udah gak papa, kan Niat kakak cuman nolongin kamu.!"


Ucap Iqbal sembari mengambil minuman tersebut.


Kemudian membantu Desi meminumnya.


"Pasangan muda mudi memang selalu menarik di tonton hahahah!"


Celetuk Dahlan, seketika Desi langsung tersedak mendengar Omongan Dahlan.


"Ohok...ohok...ohok...!"


Desi terbatuk-batuk.


Asti memukul Pundak Dahlan pelan.


"Kamu sih bang!"


Ucap Asti.


"Sory. sory. sory gak maksud gue hahahah!"


Ucap Dahlan tertawa.


Iqbal mengambilkan tisu dan memberikannya kepada Desi.


"Makasih kak!"


Ucap Desi sembari mengambil tisu tersebut.