Alice

Alice
Bagian 125



Alice nampak termenung di taman sekolah.


Irma menghampiri Alice yang tengah duduk di bangku di bawah pohon rindang.


"Kami sendirian aja Lice?"


Tanya Irma


"Eh kamu Ir, aku pikir siapa!"


Jawab Alice


"Kamu lagi ngelamunin apa Lice, aku liatin dari jauh kamu ko ngelamun aja sih pandangan kosong, ada yang kamu pikirin?"


Tanya Irma


"Ah enggak ko Ir aku gak mikirin apa-apa!"


Jawab Alice


"Aku tahu, mungkin kamu masih kecewa sama sikap aku yang sudah dua kali berusaha menghancurkan hubungan kamu sama kak Purnama, tapi jujur Lice kali ini aku udah gak mau ngejar hal yang memang bukan untuk aku, aku benar-benar malu sama kamu, karena meskipun aku sudah berkali-kali nyakitin kamu tapi, kamu masih tetep aja baik ke aku gak berubah sedikitpun.!"


Ucap Irma


"Setiap orang pernah berbuat salah Ir, termasuk aku juga demikian, di dunia ini tidak ada orang yang tidak berdosa karena memang sifatnya manusia itu salah dan khilap, lebih baik dari jahat ke baik ketimbang sebaliknya.!"


Ucap Alice menasehati


"Iya Lice, aku bersyukur punya teman sebaik kamu!"


Ucap Irma.


Alice hanya tersenyum


"Maafin aku ya sekali lagi rasanya hati aku masih belum plong Lice, jujur aku malu banget masih merasa berdosa atas apa yang aku lakuin ke kamu sama Purnama.!"


Ucap Irma.


"Iya Ir aku udah maafin kamu ko begitu juga kak Purnama.!"


Ucap Alice meyakinkan.


"Makasih ya Lice, aku janji gak akan pernah mengulang kesalahan yang sama, o iya Lice maaf ya selepas Graduasi minggu depan aku akan pindah sekolah ke sekolah lain di kampung nenek aku!"


Ucap Irma berpamitan


"Loh ko kamu Pindah, nanti aku sama siapa dong kalau kamu Pindah?!"


Tanya Alice


"Kan masih ada Desi, ada Rini juga.!"


Jawab Irma


"Aku janji bakal sering-sering main ke kosan ko, heheh!"


Tambah Irma.


"Ya tinggal bertiga dong ceweknya di kelas kita kalau kamu gak ada, kenapa kamu harus pindah sih Ir, kan aku udah maafin kamu, kak Purnama Juga, udah kamu disini aja nemenin aku sama Desi sama Rini!"


Ucap Alice Sedih.


"Aku juga maunya gitu Lice, tapi orang tua ku mau Pindah ke kampung, usaha kami bangkrut, jadi rumah kami di sita oleh bank, dan kami harus pulang ke kampung.!"


Cerita Irma Pilu


"Astagfirullah,inalillahi yang sabar ya Ir,semoga setelah di bangun kembali usahanya semakin berkembang dari yang dulu Aamiin!"


Ucap Alice mendoakan


"Aamiin Lice makasih ya do'anya.!"


Ucap Irma sembari memeluk Alice erat.


Alice membalas pelukan Irma dengan hangat.


"Ciye peluk-pelukan ya di belakang aku!"


Ucap Desi menghampiri Alice dan Irma.


Alice dan irma melepaskan pelukan mereka.


"Dalam rangka apa nih?"


Tanya Desi


"Irma mau pindah Sekolah Des, setelah graduasi.!"


Ucap Alice memberi tahu


"Apa?, beneran Ir?"


Tanya Desi


"Ko pindah sih, gara-gara aku jahatin kamu terus ya?, maaf deh aku kan gak serius cuman becanda aja, lagian aku orangnya emang kaya gini nyeplos maafin deh ya tapi jangan pindah yah, yah yah.!"


Ucap Desi kepada Irma


"Enggak ko Des bukan karena kamu, lagian aku gak kenapa-kenapa ko soal kamu sering nyinggung aku, setidaknya aku malahan berterimaksih banget sama kamu karena kamu, selalu ngingetin aku bahwa aku pernah sejahat itu heheh!"


Ucap Irma kepada Desi.


"Terus karena apa dong?"


Tanya Desi


"Orang tua aku bangkrut usahanya, rumah kami di sita jadi kami harus pulang ke kampung halaman, tepatnya ke kampung orang tua papah aku, dan aku harus bersekolah di sana!"


Ucap Irma menjelaskan.


"Ya Allah Inalillahi, kenapa kamu gak pernah cerita sih sama aku sama Alice?"


Tanya Desi


"Aku gak pengen aja ini jadi beban pikiran kalian, waktu kita seminggu lagi buat bisa sama-sama, aku janji akan sering-sering ngunjungin kalian, aku bener-bener minta maaf selama ini aku sadar aku banyak banget salah sama kalian, maka dari itu aku bener-bener minta maaf ya.!"


Ucap Irma parau, suaranya mulai tak bisa di stabilkan beberapa kata terdengar bergetar, ada kesedihan yang dia simpan dalam hatinya menghadapi perpisahan ini.


"Aku udah maafin kamu ko Ir,serius aku juga minta maaf ya!"


Ucap Desi sembari memeluk Irma, melihat Irma dan Desi berpelukan Alice mengelus kedua punggung sahabat-sahabatnya.


"Kalau kaya gini kan aku seneng ngeliat kalian akur!"


Ucap Alice sembari tersenyum


Desi dan Irma memeluk Alice mereka bertiga berpelukan bersamaan.


Irma melepaskan pelukannya,.


"Alice, aku takut gak ada kesempatan buat minta maaf sama kak Purnama tolong kamu sampaikan maafku kepadanya!"


Ucap Irma mengangguk


"Kamu tenang aja kita pasti masih bisa bertemu dengan kak Asti dan Kak Dahlan serta kak Purnama si hari graduasi."


Ucap alice mencoba menenangkan Irma.


"Makasih ya berkat kalian, selama aku disini banyak banget hal yang aku sadari bahwa aku salah menyikapinya bukan cara yang ini yang seharusnya aku lakuin.!"


Ucap Irma meneteskan air mata.


"Udah gak usah di bahas lagi masa lalu anggap aja gak pernah terjadi apa-apa di antara kita.!"


Ucap Alice menghibur Irma.


"Bener apa kata Alice sekarang kita ini teman, saudara bahkan, jadi kita lupain masa lalu pahit kita, aku juga minta maaf sering kasar ke kamu ya!"


Ucap Desi menambahkan


"Aku cukup sadar atas kesalahan aku ko Des, makanya aku selalu maafin kamu.!"


Timbal Irma seraya tersenyum.


"Makasih ya Ir.!"


Ucap Desi lagi.


"Aku yang harusnya berterimakasih sama kalian berdua, berkali-kali aku bikin kalian kecewa tapi kalian masih tetep mau jadi temen aku, sekarang aku sadar, kalau cinta itu gak mesti di kejar dimana-mana sahabat itu lebih penting.!"


Seru Desi tersenyum


Alice, Desi dan Irma tersenyum bahagia meskipun pada akhirnya mereka akan tetap berpisah, mau bagaimanapun keputusan yang Irma ambil, semoga menjadi keputusan terbaik bagi hidup nya dan juga keluarganya.


"Ayo kita kembali ke kelas sebentar lagi bel masuk akan segera berbunyi!"


Ajak Alice kepada Desi dan Irma


"Ayo...!"


Jawab Irma antusias, Desi pun tersenyum seraya mengangguk.


"Satu minggu lagi ya, gak kerasa rasanya baru kemarin kita masuk ke sekolah ini tapi minggu depan sudah naik kelas heheh!"


Seru Desi


"Iya kamu benar, banyak cerita yang kita lewati bareng-bareng disini, banyak hal baru terjadi setelah kita disini!"


Jawab Alice tersenyum


"Kalian benar di tahun ini juga pertama kalinya aku mencoba menghancurkan kehidupan orang lain semoga karma itu tidak berlaku untuk kesalahanku saat ini heheh.!"


Ucap Ira tertawa


Alice dan Desi pun ikut tertawa mendengar celotehan Irma, sembari tetap berjalan perlahan menuju ke arah kelas.