Alice

Alice
Bab 60. Kesadaran Alice



“kau sudah sadar Alice?” ucap seseorang pria yang sangat dikenal Alice tapi wajah-nya tidak begitu jelas dipandang-nya tapi dia tau itu adalah suara Suga.


“Dokter…” saut suara ribut dari J-Hope memanggil dokter terdengar ditelinga ALice.


Alice memandangi sekeliling ruangan itu dengan mata yang sedikit terbuka karna cahaya yang sangat menyilaukan matanya. Dia tidak ingat kenapa berakhir diruangan putih megah dan berbau khas obat ini.


Dokter pun datang dengan seorang perawat yang ikut dibelakangnya dan mulai memeriksa kondisi Alice dengan seksama dan teliti. Setelah selesai dokter dan perawat itu pamit pergi meninggalkan ruangan dan meninggalakan dia dengan Suga dan J-Hope.


“Bagaimana keadaaan-mu?” tanya J-Hope dan duduk disamping ranjang.


Alice berusaha mencoba untuk duduk tapi dia merasa ada yang aneh dengan kaki-nya. Dengan sigap J-Hope meletakkan beberapa bantal dibelakang Alice.


Melihat Alice yang keheranan dengan kondisi kaki-nya J-Hope akhirnya memberithaunya


“Kaki-mu waktu itu patah… makanya harus diperban” Ujar J-Hope.


“Bagaimana? Masih sangat sakit?” tanya J-Hope kembali.


Alice hanya sedikit mengangguk karna memang dia masih merasa sakit dan tidak bisa menggerakkan kaki-nya.


“Sebentar lagi mereka akan datang” Suga masuk kemudian juga ikut duduk di tepi ranjang memandang Alice yang sangat lusuh.


Melihat Alice yang sangat lusuh Suga berinisiatif bertanya


“Mau cuci muka?”


Alice mengangguk dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Alice merasa dirinya seperti tidak berbicara selama berbulan-bulan hingga membuatnya kurang nyaman untuk bicara.


Suga dan J-Hope pun memapah Alice kekamar mandi dan membantu Alice menggosok gigi dan mencuci muka Alice, mereka terkadang sembari tertawa karna situasi ini karna Alice masih begitu lemas untuk menggunakan tubuh-nya hingga mau tak mau Suga dan J-Hope lah yang melakukan itu semua.


Setelah selesai mereka langsung membawa Alice ketempat tidur dan baru memperhatikan kalau baju yang dikenakana Alice sangat basah. Suga membuka lemari kecil didekat ranjang dan mengeluarkan baju tidur wanit abermotif bunga-bunga berwarna merah dan meletakkan-nya ke atas ranjang.


“Kau gantilah pakaianmu… kami akan keluar dan memanggil-kan perawat ya” ucap Suga lembut


“ohhh Hyung… kau sangat perhatian sekali’ canda J-Hope


Alice hanya mengangguk tanda setuju.


Tak lama setelah Suga dan J-Hope keluar masuklah perawat yang telah dipanggil barusan untuk membantu Alice. Alice dibantu perawat memakai-kan baju bahkan menyisir rambut-nya. Setelah selesai perawat itu pun pamit keluar dan hanya dibalas anggukan kembali oleh-nya.


Alice terduduk menatap keluar jendela mencoba mengingat-ingat kejadian yang terjadi setelah dirinya diracuni oleh James, dia harus segera sembuh dan mencari informasi kembali.


“Alice…. kau sudah sembuh?” saut-saut suara para member terdengar satu persatu masuk keruangan dengan membawa sesuatu dimasing-masing tangan mereka.


Alice tersenyum melihat kedatangan mereka, ternyata mereka semua aman. Melihat senyuman Alice mereka langsung berkata.


“sepertinya kamu belum sembuh”


“Terakhir kali sangat garang”


“Iya tiba-tiba berubah drastis”


“Apa kami perlu membawamu kerumah sakit jiwa untuk diperiksa Alice?”


“Apa kau ingat kejadian saat itu?” tanya Rm duduk didekat kepala ranjang menatap Alice.


Alice hanya menggeleng


“Baiklah tak apa-apa, perlahan saja… kau mungkin butuh istirahat lebih lama lagi” ucap Rm mengelus ujung kepala Alice.


Alice yang mendapat perlakuan aneh dan tak biasa dari Rm langsung menepis tangan Rm


“Aneh” ucap Alice


Semua member seketika berhenti dari aktifitas-nya dan menatap Alice,


“Aneh?” Tanya RM mengernyitkan dahi-nya


“wajar saja dia merasa aneh, dia kan tidak tau” ujar Suga


“Tidak tau apa?” tanya Alice


“Dokter menyuruh kami berkomunikasi dengan-mu setiap waktu dan secara bergantian, mulai dari mengajak bicara dan mengelus kepala-mu agar kau cepat bangun” tutur Rm


“Apa hubungan-nya?” tanya Alice kembali ketus


“Dokter sudah berupaya untuk menyadarkan-mu hingga dia kehabisan ide dan mulai menyerah, saat itu juga kami merasa terpuruk dan mulai menangisi-mu, tapi saat itu juga dokter melihat reaskimu, saat kami menangisimu kau juga malah menetaskan air mata, sejak saat itu dokter menyuruh kami tetap menemani dan meyakinkan-mu untuk tetap bertahan dan memberitahumu bahwa masih ada yang ingin kau tetap hidup” ujar Jimin panjang lebar menjelaskan tentang bagaimana mereka berusaha untuk bergantian menemani Alice dan bercerita segala hal.


“Oleh karna itu kami merasa tiba-tiba menjadi sangat dekat pada-mu, sama hal-nya dengan apa yang aku lakukan, itu seperti sudah menjadi refleks bagi kami” ucap Rm membala dirinya


Alice yang mendengar ucapan dari setiap member merasa sedikit janggal dan bertanya.


“Kalian bilang merasa sangat dekat dengan-ku, bagaimana mungkin, kalian bisa merasa dekat hanya dengan satu malam?” tanya Alice memburu


“Semalam?” kata mereka mengulangi kata samalam dengan sedikit terkejut menetap satu sama lain dan menatap Alice.


“Iya, Semalam” kata Alice kembali.


“Kau sudah tidak sadarkan diri selama 3 bulan Alice” ucap Teahyung


“Tiga bulan?” Alice terkejut mendngar angka tiga yang dia dengar


“Iya” kata mereka serentak meyakinkan Alice


Alice tidak percaya dia sudah dirawat selama 3 bulan, dia hanya merasa bahwa dirinya baru saja bangun dari semalaman tertidur pulas. Alice berusaha mengumpulkan kepingan-kepingan ingatan dari sebelum kejadian ini, tapi Alice hanya mengingat bagian dia tersuntik saja. Mengingat itu Alice langsung bertanya


“James dan para pasukan Mafia sudah bagaimana?” tanya Alice membuka topik yang lain.


“Mereka semua sudah mati” ucap Rm


Alice langsung menatap kearah Rm dan meminta penjelasan yang lebih lanjut. Semua member langsung duduk dengan rapi mengelilingi ranjang Alice dengan diam dan mulai membuka suara menceritakan kejadian 3 bulan yang lalu dari awal kejadian sampai akhir didalam ruangan besar itu.


Alice langsung menatap kearah Rm dan meminta penjelasan yang lebih lanjut.