
Pagi ini Alice pergi ke kantor menggunakan kendaraan Umum.
Akila yang sedari tadi menunggunya terheran melihat Alice turun dari angkutan umum sendirian.
"Tumben dia pake angkutan umum, kemana Topan?!"
Tanya Akila kepada dirinya sendiri.
Alice yang sudah mulai memasuki halaman tempat kerjanya melambaikan tangan kepada Akila saat melihat Akila berdiri menunggunya.
Akila membalas lambaian tangan Alice seraya tersenyum.
Alice menghampiri Akila dengan senyum nya.
"Selamat pagi kak Akila heheh!"
Sapa Alice kepada Akila, Akila sempat tertegun kaget karena ini pertama kalinya dia di panggil kakak oleh Alice.
"Pa...pa...pagi juga heheh!"
Jawab Akila agak gugup.
"Gak papa kan panggil kakak, biar lebih akrab aja?"
tanya Alice kepada Akila
"Iya...iya... gak papa kok, tapi ngomong-ngomong kamu tumben hari ini pake angkutan umum?"
tanya Akila tanpa berbasa-basi lagi.
"Iya kak, mau gimana lagi.!"
Jawab Alice tanpa kepastian, membuat Akila semakin penasaran.
"Memangnya Topan kemana?"
tanya Akila lebih detail.
"Hemhsss ceritanya panjang kak, nanti siang aku ceritakan di kantin!"
Ucap Alice berjanji.
"Tapi kalian baik-baik aja kan?"
tanya Akila lagi kepada Alice
"Nanti juga kalau aku ceritakan dari awal kakak pasti paham deh!"
Jawab Alice lagi.
"Oh ok, kalau begitu ayo kita masuk!"
Ajak Akila kepada Alice.
"Apa mungkin mereka bertengkar?, kemudian mereka putus?, ahhh mimpi apa aku semalam kalau memang benar mereka putus, jangan-jangan semalam aku mimpi ketiban durian lagi heheh!"
Ucap Akila berkata-kata dalam hatinya sembari senyam senyum sendiri.
"Aku ke ruangan dulu ya kak, sampai ketemu nanti siang!"
Ucap Alice kepada Akila.
"Oh...iya...iya sampai nanti!"
Jawab Akila kaget.
Sementara diluar Andri baru saja datang memasuki kantor.
"Pagi bu Akila!"
Sapa Andri kepada Akila yang masih tertegun berdiri di depan ruangan kerja Alice dan Akila.
"Eh iya pagi juga pak!"
Jawab Akila.
"Kenapa kaget begitu, pagi-pagi jangan bengong bu nanti rejeki di patok ayam hahah!"
Ucap Andri kepada Akila.
"Bapak bisa saja,saya permisi pk mau ke ruangan saya dulu!"
Ucap Akila berpamitan kepada Andri.
"Iya silahkan bu!"
Jawab Andri kepada Akila.
Sementara Alice yang melihat Andri akan masuk ke dalam ruangan kerjanya, langsung berdiri untuk menyapa Andri.
"Pagi pak!"
Ucap Alice kepada Andri.
"Pagi juga Alice!"
Jawab Andri simple.
Alice kemudian duduk kembali di mejanya, begitu pula dengan Andri.
Andri langsung memutar musik seperti biasa untuk mengawali pekerjaannya.
"Maaf pak ada yang bisa saya kerjakan hari ini?"
Tanya Alice kepada Andri.
"Iya, tolong kamu isi blanko ini semua, ini buku data lapangannya kamu isikan ke dalam blanko, usahakan jangan sampai ada yang salah apalagi di hapus ya, kertas blanko ini jangan sampai kotor, untuk mengerjakannya sini saya kasih kamu contoh dulu.!"
Ucap Andri sembari menyuruh Alice duduk di kursinya.
"Eh gak usah pak saya berdiri saja!"
"Ya sudah kamu duduk di kursi kamu!"
Ucap Andri, Alice kemudian membawa setumpuk blanko tersebut ke atas mejanya, kemudian Andri mengikuti Alice kemejanya dan berdiri di samping tempat duduk Alice.
"Sekarang coba kamu perhatikan!, untuk mengisi ini kamu lihat no serinya, jangan sampai ketukar harus teliti dan detail, yang ini kamu masukan kesini, yang ini kesini dan yang ini kesini, nanti kaku tanda tangani disini, setelah selesai kamu simpan di meja saya untuk saya tanda tangani!, usahakan selesai sore ini juga kamu tahu saya tidak suka menunda pekerjaan sampai besok!"
Ucap Andri kepada Alice.
"Iya pak In shaa Allah saya akan berusaha untuk menyelesaikannya hari ini juga!"
Ucap Alice kepada Andri.
"Bagus!"
Jawab Andri kemudian kembali ke meja kerjanya.
"Massya Allah, bisa Alice pasti bisa!!"
Ucap Alice menyemangati dirinya sendiri dalam hati seraya menatap setumpuk blanko di atas mejanya, Alice mulai mengerjakan pekerjaanya.
Sesekali Andri mencuri-curi pandang memperhatikan Alice dari balik mejanya yang saling berhadapan.
"Kamu gak bawa minum sendiri dari rumah?!"
Tanya Andri kepada Alice setelah melihat tidak ada botol minum di meja Alice.
"Eummmhhh iya pak saya memang sejak awal tidak pernah bawa minum dari rumah heheh!"
Jawab Alice mengingatkan.
"Kayanya pertanyaan gue salah ini, haduh jangan sampai gue kehilangan wibawa di depan ini cewek!"
seru Andri dalam hatinya.
"Owhss begitu, mulai besok saya wajibkan kamu bawa!"
Ucap Andri dengan wibawanya.
"I...i...iya pak in shaa Allah besok saya bawa hehe!"
Ucap Alice kepada Andri terbata dengan senyum yang dibuat-buat karena mendadak kaget mendapati sikap Andri yang berubah rubah dalam sekejap.
Alice mengerjakan hampir setengah dari blanko sampai waktunya jam makan siang, Andri yang sedari tadi curi-curi pandang kepada Alice, sempat beberapa kali saling bertatap mata dengan Alice, membuat Alice merasa ada yang aneh.
Waktu jam makan siang sudah tiba.
"Alice kamu makan siang lah dulu, yang sudah selesai tolong taruh di meja saya dengan posisi terbalik seperti di meja kamu itu, supaya nanti setelah saya selesai menandatangani, blankonya akan tetap tersusun sesuai no seri nya!"
Ucap Andri kepada Alice
"Baik Pak terimakasih!"
Ucap Alice kepada Andri sembari berjalan melangkah menuju meja Andri dengan blanko di tangannya.
"Saya permisi keluar duluan pak!"
Ucap Alice kepada Andri.
"Iya silhkan!"
Jawab Andri, Alicepun keluar dari ruangan bersamaan dengan Akila.
"Alice!"
Panggil Akila kepada Alice, Akila yang sungguh sangat tidak sabar mendengar cerita putusnya Alice dan Topan, sangat bersemangat menemui Alice.
"Hai kak!"
Jawab Alice kepada Akila.
"Ayo ke kantin!"
Ajak Akila kepada Alice.
"Ayo!"
Jawab Alice senang.
Mereka berdua kekantin dan langsung memesan minuman dan makanan, Andri menyusul dari belakang bersama Beny dan Wendy, secara sengaja Andri mengajak Beny dan Wendy duduk di meja kantin yang agak berdekatan dengan meja Alice dan Akila.
"Jadi kamu tadi kenapa ke kantor pake kendaraan umum ?"
Tanya Akila kepada Alice.
Andri yang mendengar pertanyaan Akil ikut kaget dan kepo, secara sengaja ingin mendengar lebih detail.
"Gimana ya kak, aku lagi bingung sebenarnya.!"
Ucap Alice kepada Akila.
"Bingung gimana maksudnya?"
Tanya Akila kepada Alice.
"Jadi ceritanya gini, kemarin sore pas kita bubar kantor dia (Topan) kan seperti biasa jemput aku, nah seperti biasanya juga aku sama dia itu makan malam sebelum pulang.!"
Ucap Alice mulai bercerita.
"Kemudian setelah itu?"
Tanya Akila semakin penasaran, begitu pula dengan Andry yang masih diam-diam mendengarkan cerita Alice.
"Ya masalahnya itu disitulah saat kami makan, kak Topan memilih meja lain di luar ruangan restoran tempat biasa kami makan, dan kemudian secara tiba-tiba dia minta aku jadi istrinya sembari ngasih aku cincin!"
Ucap Alice mempersingkat ceritanya.
Akila yang mendengar cerita tersebut, mendadak merasa daranya mendidih, terbakar cemburu.
"Apa-apaan ini, kenapa bisa Topan malah langsung melamar Alice setelah pembicaraan kami di gedung saat itu, benar-benar keterlaluan!"
ucap Akila dalam hatinya.