Alice

Alice
Bagian 168



"Halo... aku di depan kantor kamu ini!"


Ucap Topan melalui telponnya kepada Alice.


"Iya kak, Alice keluar sekarang!"


Jawab Alice sembari bergegas keluar kantor menuju parkiran.


Nampak Topan melambaikan tangan kepada Alice di parkiran, Alice menatap tersenyum sembari membalas lambaian tangan Topan.


Dari belakang Alice, Andri menyusul berjalan keluar kantor, saat berpapasan dengan Alice, Andri hanya melirik ketus, Alice langsung menurunkan tangannya dan tersenyum ramah kepada Andri.


"Pak. "


Seru Alice sembari mengangguk.


Namun Andri sedikitpun tak merespon, Topan yang menyaksikan pemandangan itu merasa ada yang salah, Alice dengan setengah berlari ke arah Topan setelah mendapat respon yang tidak baik dari Andri.


"Assalamuallaikum kak!"


Seru Alice nampak berbinar-binar wajahnya.


"Wa allaikumus sallam, gimana hari pertama kamu kerja?"


Tanya Topan berbasa-basi.


"Alhamdulillah campur aduk heheh!"


Jawab Alice


"Campur aduk? maksudnya?"


Tanya Topan penasaran.


Alice tersenyum sembari mengangkat kedua alis nya.


"Ya udah biar enak ceritanya nanti ya sambil kita makan, kamu pasti lapar kan?"


Tanya Topan sembari membukakan Pintu mobil untuk Alice.


"Makasih kak!"


Seru Alice sembari masuk.


Alice menatap kantor tempatnya bekerja.


"Ini baru awal sebuah perjalanan, jangan menyerah Alice, sudah banyak ujian yang sanggup aku lewati massa cuma dapat bos super cuek aja aku gak kuat kerja, astagfirullah, kuat Alice, kuat!, yakin bisa!"


Gerutu Alice dalam hatinya.


"Kamu mau makan apa?"


Tanya Topan.


"Apa aja deh kak, yang penting bisa bikin pikiran tenang dan badan fresh!"


Jawab Alice seraya tersenyum.


"Uluh...uluh... yang baru pertama kali masuk kerja kayanya berat banget hari nya hahahah!"


Ucap Topan menggoda Alice.


"heheh..., ngomong-ngomong gimana persiapan pernikahan Kak Dahlan sama Kak Asti kak, udah sejauh mana nih?"


Tanya Alice antusias.


"Alhamdulillah ko udah hampir mau sembilan puluh sembilan persen, sisanya ya tinggal nunggu undangan jadi aja.!"


Jawab Topan.


"Alhamdulillah!"


Jawab Alice merasa Puas.


"Ada pengalaman apa hari ini di kantor?"


Tanya Topan.


"Pengalaman?"


Alice bertanya balik kepada Topan.


"Ko kayanya lesu banget!"


Ucap Topan tanpa menjawab pertanyaan Alice.


"Yah begitu lah kak, kakak tahu sendiri kan aku sulit berbaur orangnya, jdi aku belum punya teman di kantor, heheh!"


Seru Alice


"Emmhhsss, tenang aja nanti juga kamu bakal akrab sama mereka secara perlahan-lahan.!"


Seru Topan mencoba menghibur.


"Aamiin kak, aku juga berharap waktu itu cepat datang!"


Jawab Alice.


"Iya kamu sabar aja, semua juga hanya masalah waktu ko, ngomong-ngomong kamu kerja sama siapa?"


Tanya Topan kepada Alice


"Sama Pak Andri!"


Jawab Alice agak ketus.


Topan tersenyum ada rasa lega dan ada rasa lucu di dalam hati Topan.


Melihat Topan yang tersenyum Alice menatap Topan Tajam.


"Ko kakak Malah senyum sih?"


Tanya Alice.


"heheh jujur ya, aku lega aja kamu kerja sama Andri, dia itu kan orangnya dingin banget jadi gak mungkin goda-godain kamu kaya yang lainnya hahahah!"


Jawab Topan tanpa merasa bersalah.


"Iya kelegaan kakak itu udah kaya jarum peniti nusuk jari tanpa sengaja,berasa sakitnya tapi gak seberapa lukanya!"


Jawab Alice ketus.


"Hihihih... emangnya kenapa sih ko sampai bawa-bawa luka, Andri abis apain kamu memangnya?"


Tanya Topan bercanda.


"Ya gak di apa-apain sih, tapi ya kerja sama orang yang pendiam itu jadi bikin gak nyaman kak, serba salah gitu loh.!"


"ok ok maaf ya, sekarang kakak bakal bawa kamu ketempat yang bisa bikin kamu tenang dan fresh setelah seharian bekerja!"


Ucap Topan


"Loh katanya mau ngajakin makan?"


Tanya Alice heran.


"Iya kan sambil makan juga, pokonya tenang aja deh, mendingan sekarang kita dengerin musik, kamu tahu kan kalau musik bisa mengurangi rasa lelah dalam tubuh seseorang.?"


Tanya Topan


Alicepun mengangguk


Topan memutar musik untuk Alice dan Alice menyandarkan tubuhnya di kursi mobil menghirup udara segar dari pengharum mobil dan menikmati angin semilir yang perlahan-lahan masuk melalui jendela Mobil.


Alice memejamkan matanya, secara tiba-tiba terbersit bayangan wajah Purnama yang tengah tersenyum kepadanya.


Alice seketika membuka matanya kemudian melirik ke sekitar seolah mencari sesuatu.


"Nyari apa sih?"


Tanya Topan kepada Alice, sekaligus membuat Alice terkaget.


"Eng...eng...enggak kak!"


Jawab Alice gugup sembari kembali menyandarkan tubuhnya dan menutup mata.


Topan yang melihat hal tersebut hanya melirik sesekali kepada Alice dan menggelengkan kepala sembari tersenyum.


"Keingetan Purnama lagi?"


Tanya Topan


"Hanya terbawa mimpi mungkin!"


Jawab Alice gamang


"Udah gak perlu sungkan, biasanya juga kamu selalu jujur sama aku!"


Ucap Topan lagi.


Alice hanya mencoba tersenyum menyikapi ucapan Topan.


"Do'akan saja yang terbaik untuk Dia, di manapun dia berada dan bagaimanapun sekarang statusnya.!"


Seru Topan mencoba menghibur.


"Makasih kak!"


Ucap Alice.


"Satu hal yang harus selalu kamu ingat, hidup harus tetap berjalan dengan atau tanpa dia, massa depan kamu masih panjang, masih banyak hal yang akan kamu temui di depan sana begitu juga dengan pasangan, kan gak ada yang tahu apa yang akan terjadi besok, jangankan besok nanti saja kita gak tahu bakalan terjadi apa, siapa yang tahu juga kan kalau nanti aku yang nemenin kamu di pelaminan hahahah!"


Ucap Topan mengakhiri motipasi untuk Alice dengan candaan yang sesungguhnya mengandung arti dari harapan dalam hati Topan.


"Iya kak, In shaa Allah, aku juga sekarang sedang berusaha melanjutkan hidupku, meski belum sampai bisa membuka hati untuk orang lain."


Ucap Alice sembari tersenyum.


Topan pun membalas senyum Alice meskipun kali ini Topan harus kembali merasa kecewa dengan jawaban Alice.


Sesampainya di tempat Makan Topan dan Alice memesan makanan.


"Sampai kapan kamu akan terus menutup hati seperti ini,sedangkan kamu bisa lihat sendiri fakta dari teman-teman dan orang-orang terdekat kita,perlahan-lahan mereka mulai membina rumah tangga, apa kamu tidak ingin mengikuti jejak mereka?"


Tanya Topan menodong.


"Tentu mau, tapi hati tidak bisa di bohongi, aku juga kadang ingin menyerah dan mencari orang baru untuk menjadi teman hidup atau hanya sekedar untuk teman makan, nonton dan bercerita bersama, tapi mau bagaimana lagi perasaan ini sulit dikendalikan!"


Jawab Alice.


"Aku paham betul, tapi itu akan menjadi usaha yang sia-sia jika kamu tak mencoba dan berusaha.!"


Ucap Topan lagi.


"Mencoba?"


Tanya Alice.


"Iya, mencoba membuka hati untuk orang lain menjadi kekasih kamu!"


Jawab Topan.


"Bagaimana jika nanti aku tetap tidak bisa melupakan kak Purnama?"


Tanya Alice.


"Itu pasti tidak akan mudah, tapi seiring berjalannya waktu jika kamu mau menjalani hari-hari kamu dengan orang lain itu, pasti perlahan-lahan semuanya akan terlupakan dengan sendirinya.!"


Jelas Topan.


"Jika masih tetap gagal?, bukankah nantinya malah akan menyakiti perasaan orang lain itu, jika pada kenyataanya aku masih belum tentu bisa bersama dan menerima dia?"


Tanya lagi Alice.


"Makanya kamu harus coba jalani dulu dengan orang yang paling dekat dengan kamu saat ini, setidaknya dia akan tahu bagaimana posisi kamu dan perasaan kamu saat ini tanpa perlu kamu menjelaskannya!"


Jawab Topan lagi.


"Siapa orang itu?"


Tanya Alice


"Aku, kamu pikir siapa lagi?"


Tanya Topan


"Kakak?"


Tanya Alice


"Tentu, memangnya kamu mau siapa?, kamu ingat berapa tahun kita bersama, bahkan aku selalu ada buat kamu, selama ini aku yang selalu sedia bagaimanapun kondisi kamu, kamu lupa kalau aku berharap banyak kepada kamu?"


Tanya Topan blak-blakan.


"Aku tahu kak, tapi justru karena itu aku tidak ingin menyakiti kamu semakin jauh!"


Seru Alice.


"Silahkan selamat menikmati!"


Ucap seorang pelayan restoran sembari menaruh semua pesanan di atas meja, Alice dan Topan sontak saling terdiam ketika pelayan tersebut datang mengantar pesanan makanan.