Alice

Alice
Bagian 149



"Loh, mamah, bikin papah kaget aja, mamah habis dari mana?"


Tanya Papah Purnama berbasa-basi.


"Habis dari bawah Pah, papah sudah bangun apa baru bangun?"


Tanya Mamah Purnama tanpa curiga kepada Suaminya.


"Papah baru aja bangun mah, mau ambil kopi ke bawah.!"


Jawab Papah Purnama.


"Oh ya udah, turun aja, mamah mau masuk kamar mau istirahat, sakit kepala.!"


Ucap Mamah Purnama.


Papah Purnama pun langsung menyingkir dari pintu untuk memberi jalan bagi istrinya yang akan masuk kamar.


Setelah istrinya berbaring di tempat tidur Papah Purnama menutup pintu dan turun ke lantai bawah mencari pak Mamat.


Papah Purnama berjalan ke arah dapur, Pak Mamat sedang duduk termenung di kursi plastik yang terdapat di dapur.


"Pak ayo antar saya keluar!"


Ajak Papah Purnama kepada Pak Mamat.


"Baik Tuan,!"


Jawab Pak Mamat sembari beranjak dari duduknya meski dengan perasaan kaget.


Papah Purnama berjalan keluar lebih dulu di ikuti oleh pak mamat.


Setelah di dalam mobil pak Mamat bertanya kepada Papah Purnama.


"Mau di antar kemana tuan?"


Tanya Pak Mamat kepada Papah Purnama.


"Kita cari tempat yang enak buat ngobrol tapi agak jauh dari rumah.!"


Jawab Papah Purnama.


"Maksud Tuan?"


Tanya pak Mamat heran.


"Udah jalan dulu aja pk, nanti istri saya keburu sadar kalau saya mau keluar.!"


Ucap Papah Purnama.


"Ma..ma..maaf tuan.!"


Ucap Pak Mamat sembari mulai menyetir mobil.


Setelah beberapa menit keluar dari halaman rumah, Papah Purnama langsung melontarkan pertanyaan inti kepada Pak Mamat.


"Pak, Siapa anak laki-laki yang mengaku sebagai kekasih Alice di rumah sakit tadi?"


Tanya Papah Purnama kepada Pak Mamat.


Pak Mamat melirik Tuannya dari kaca spion.


"Saya mendengar semuanya pak, bapak tenang saja, saya akan membantu bapak!"


Ucap Papah Purnama lagi.


"Alhamdulillah terimakasih tuan terimakasih.!"


Ucap Pak Mamat berterimakasih.


"Ada apa tadi pagi kalian ke rumah sakit?"


Tanya Papah Purnama


"Nyonya menarik semua pembayaran biaya berobat Alice Tuan, karena teman-teman den Purnama tidak Menginginkan Alice dan Den Purnama berpisah Tuan.!"


Jelas Pak Mamat.


"Apa, jadi istri saya membiayai pengobatan Alice karena maksud lain pak?"


Tanya Papah Purnama.


"Iya pak, bahkan Nyonya menawarkan akan membiayai pernikahan Alice semegah mungkin jika Alice menikah tapi bukan dengan den Purnama.!"


Jelas lagi Pak Mamat.


"Astagfirullah, keterlaluan sekali istriku itu ya Allah."


Seru Papah Purnama geram.


"Dan tadi nyonya...!"


Ucap Pak Mamat sungkan mengatakannya kepada Papah Purnama.


"Tidak perlu di ceritakan pak tadi saya sudah mendengar semuanya.!"


Ucap Papah Purnama.


"Lalu apa yang harus saya lakukan Tuan?"


Tanya Pak Mamat kepada Papah Purnama


"Kita ke rumah sakit sekarang pak, sekalian saya mau nengokin Alice, tapi sebelumnya kita ke toko buah-buahan dulu pak untuk membeli parcel buah, biar saya yang cari solusi terkait penculikannya anak laki-laki itu!"


Jelas Papah Purnama memberikan kemudahan kepada Pak Mamat.


"Baik tuan.!"


Seru Pak Mamat kepada Tuan nya.


Satu jam berlalu, Mobil yang di tumpangi oleh Papah Purnama sudah terparkir di dalam area parkir.


Pak Mamat dan Papah Purnama berjalan


menuju ruangan rawat Alice.


"Assalamualaikum!"


Seru Papah Purnama memberi salam kepada keluarga Alice dan yang lain di sana.


"Wa allaikumus sallam.!"


Jawab semua serentak


Orang tua Alice tertegun melihat siapa yang datang karena tidak mengenalnya.


"Ibu, bapak Ini papah nya nak Purnama, dab Papah Nak Purnama, Ini adalah orang tua Alice.!"


Ucap Ibu Kos memperkenalkan kedua belah pihak.


"Sehat pak Bu?!"


"Alhamdulillah, bagaimana sebaliknya pk?"Tanya bapak Alice balik.


"Alhamdulillah saya juga sehat.!"


Jawab Papah Purnama.


"Ibu nya mana pak?"


Tanya Ibu Alice kepada Papah Purnama.


"Ohw ibu di rumah istirahat jdi saya saja yang kesini mewakiki, ngomong-ngomong gimana kondisi Alice?"


Tanya Papah Purnama mengalihkan pembicaraan.


"Alhamdulillah sudah siuman pak.!"


Jawab Bapak Alice


"Alhamdulillah kalau begitu, boleh saya menemui Alice kedalam?"


Tanya Papah Purnama kepada orang tua Alice.


"Tentu pak tentu, silahkan!"


Seru keluarga Alice.


"Pak Mamat tunggu disini saja dulu ya , saya mau menyapa Alice dulu sebentar.!"


Ucap Papah Purnama kepada Supirnya.


"Baik tuan.!"


Jawab pak Mamat singkat.


Papah Purnama pun masuk kedalam kamar Alice.


"Assalamuallaikum!"


Seru Papah Purnama memberi salam.


Asti, Dahlan dan Topan pun menoleh ke arah Pintu sembari menjawab salam.


"Wa allaikumus sallam!"


Jawab semua berbarengan.


"Om.!"


Seru Dahlan melihat yang datang adalah Papah Purnama.


Dahlan menyambut dengan membawakan parsel buah yang di bawa papah Purnama.


"Loh ada kalian disini.!"


Ucap Papah Purnama sembari menghampiri tempat tidur Alice.


Asti pun berdiri memberikan tuang bagi papah Purnama untuk duduk di kursi di dekat Alice.


"Terimakasih Asti!"


Seru Papah Purnama kepada Asti, setelah melihah Asti beranjak dari duduknya.


"Iya om silahkan.!"


Jawab Asti.


Melihat Topan yang nampak bingung dengan sosok laki-laki itu Pun, Dahlan langsung mengenalkannya kepada Topan.


"Pan ini papah Purnama!"


Seru Dahlan.


"Oh, iya salam kenal om saya Topan temannya Alice!"


Ucap Topan.


"Senang bertemu kamu.!"


Ucap Papah Purnama sembari menatap Topan sekejap.


"Gimana kabar kamu nak?"


Tanya Papah Purnama kepada Alice.


Alice meraih tangan Papah Purnama dan menciumnya.


"Alhamdulillah sudah lebih baik Pah!"


Ucap Alice dengan panggilan akrab nya kepada Papah Purnama.


Mendengar Alice memanggil papah kepada papah Purnama, tetap saja membuat Topan sedikit kegerahan meskipun sudah berusaha bersikap normal.


"Maafkan Purnama karena harus pergi di saat kondisi kamu seperti ini ya sayang.!"


Ucap Papah Purnama meminta maaf.


"Tidak apa-apa pah, selama ini Kak Purnama yang selalu ada di saat Alice kesulitan, kali ini meskipun kak Purnama tidak disini tapi tetap terasa dekat karena ada yang lain yang begitu memperhatikan Alice Pah.!"


Jawab Alice masih dengan suara pelannya.


"Syukurlah, papah senang mendengar jawab kamu ini, kamu ingat kamu harus cepat sembuh ya, jangan banyak pikiran, masalah apapun, tugas kamu hanya harus segera sembuh, janji sama papah yah!"


Ucap Papah Purnama.


"In shaa Allah pah.!"


Jawab Alice tersenyum.


"Ini papah gak bawa apa-apa cuman bawa ini saja tadi kebetulan lewat toko buah.!"


Seru Papah Purnama kepada Alice.


"Tidak apa-apa pah, datangnya papah kesini saja sudah lebih dari cukup buat Alice.!"


Jawab Alice lagi.


"Alhamdulillah, tapi maaf papah gak bisa lama-lama disini, kamu tahu mamah mertuamu seperti apa kan.!"


Ucap Papah Purnama.


Alice tersenyum dan mengangguk.


"Papah Pamit ya, tapi sebelumnya papah ada perlu dulu sama Dahlan, bisa ikut papah keluar sebentar?"


Tanya Papah Purnama kepada Dahlan, dan Dahlan mengangguk perlahan.


"Cepat sembuh ya nak, Assalamualaikum!"


Ucap Papah Purnama berpamitan kepada Alice sembari keluar meninggalkan Alice di dalam ruangan rawatnya bersama Asti dan Topan.