
Udai berbasa basi,makan dan minum Andri dan klien mulai membicarakan projek mereka, Alice mulai mengeluarkan buku yang di bawanya tadi dari ruangan kerja, saat Alice menaruh buku tersebut, Alice baru menyadari bahwa buku tersebut bukanlah buku miliknya.
"Lah ini buku siapa lagi, ko bisa aku salah bawa buku ah ini pasti gara-gara tadi aku terlalu terburu-buru saat meraihnya tanpa melihatnya terlebih dahulu, hupsss ini karena bos yang super jutek ini, tapi daripada aku kena omel lagi mending pura-pura aja kalau buku ini milik aku heheh, maafkan aku ya Allah kali ini biarkan aku Aman, aamiin!"
Seru Alice berbicara sendiri dalam hatinya.
Saat Alice menaruh bukunya di atas meja, Andri tertegun karena melihat itu adalah huku catatan miliknya, kemudian Andri melirik Alice dengan spontan ingin hatinya menegur Alice yang sudah berani membawa buku catatannya tanpa Ijin namun Andri merasa tak enak hati di depan klien nya.
Alice yang tak sadar bahwa buku itu adalah catatan Andri dengan Percaya dirinya senyum-senyum kepada Andri.
Sembari mencoba tenang Andri memulai perbincangan serius dengan Kliennya, sementara Alice masih sibuk mencari Balpoint di dalam tasnya, Klien yang menyadari hal tersebut dengan senang hati menyodorkan balpoint miliknya kepada Alice, Andri yang menyaksikan hal tersebut benar-benar merasa bahwa Alice sangat payah dalam bekerja.
Alice kemudian membuka buku catatan dan alangkah terkejutnya dia setelah membaca sebuah tulisan di dalam buku yang menunjukan pemilik buku tersebut, Alice melirik kepada Andri dengan wajah yang memerah sementara Andri yang mendadak merasa lucu ketika melihat ekspresi wajah Alice yang awalnya begitu percaya diri kini menciut seketika, Andri seolah ingin tertawa namun di tahannya.
Beberapa saat kemudian pertemuan selesai Andri dan Alice kembali ke dalam Mobil.
Alice dengan rasa tak enak hatinya sekaligus malu tengah mengumpulkan keberanian meminta maaf kepada atasannya itu.
"Pak... sa...saya... minta maaf!"
Ucap Alice
"Untuk?"
Tanya Andri dingin.
"Soal buku bapak, jujur saya benar-benar tidak tahu itu milik bapak, saya juga mengakui saya lalai dan ceroboh saya minta maaf sekali pak, saya akan berusaha lebih baik lagi pak.!"
Ucap Alice meminta maaf.
Andri menyunggingkan senyum dibibirnya.
"Baiklah, tapi ini kali pertama dan terakhir saya memaafkan kamu!"
Seru Andri kepada Alice.
"Alhamdulillah, terimakasih banyak pak!"
Ucap Alice lega.
"Pak maaf apa kita akan kembali ke kantor?"
Tanya Alice.
"Iya!"
Jawab Andri singkat.
Tanpa bertanya lagi Alice hanya duduk terdiam sampai kantor.
Sore menjelang...
"Akhirnya sebentar lagi jam pulang, hari ini aku harus menemukan kepastian dari keluarga kak Purnama"
Ucap Alice dalam hatinya saat melihat jam dinding di ruangannya menunjukan waktu pulang yang tinggal lima menit lagi.
"Selesaikan pekerjaan kamu malam ini juga, saya tunggu power pointnnya sampai nanti malam pukul delapan malam untuk saya koreksi!, dan untuk laporan saya minta besok pagi sudah di meja kerja saya!"
Ucap Andri kepada Alice.
"Baik pak!"
Ucap Alice.
"Kalau perlu lembur!"
Ucap Andri sembari keluar meninggalkan Alice di dalam ruangan kerjanya sendirian.
"Hah lembur?"
Ucap Alice kepada dirinya sendiri.
Alice menghela napas panjang.
"Baiklah ayo semangat Alice, aku harus menyelesaikannya segera supaya bisa pulang lebih cepat dan bisa berkunjung ke rumah orang tua kak Purnama.
Sementara Alice menyelesaikan pekerjaanya, diluar Topan sudah menunggu tanpa sepengetahuan Alice.
"Ada apa sebenarnya kamu tidak ingin aku jemput, aku khawatir terjadi hal yang tidak di harapkan jika kamu pergi-pergi sendiri, bagaimanapun aku harus mengikuti kamu!"
Ucap Topan bicara sendiri di dalam mobilnya sembari menunggu Alice.
Selesai melaksanakan shalat Isya Alice bersiap untuk pulang, laporan yang sudah di print Alice sudah siapkan di atas meja Andri.
Kemudian Alice bergegas keluar dari kantor.
"Selamat malam pak!"
Sapa Alice kepada satpam penjaga.
"Malam juga mbak, lembur ya?"
Tanya satpam.
"Iya pak, sudah selesai ko alhamdulillah, sekarang saya mau pamit pulang!"
Ucap Alice.
"Bawa kendaraan sendiri mbak?"
Tanya satpam.
"Enggak pak, saya naik umum saja!"
Jawab Alice.
"Hati-hati mbak!"
"Makasih pak, saya permisi Assalamualaikum!"
Ucap Alice.
Topan melihat Alice baru saja keluar dari perusahaannya berjalan menuju gerbang keluar perusahaan.
Taxi online pesanan Alice yang di pesan sebelumnya baru saja datang, Alice langsung naik ke dalam mobil.
"Selamat malam mbak!"
Sapa supir taxi tersebut
"Malam juga pak!"
Jawab Alice.
Taxi pun melaju menuju rumah orang tua Purnama yang baru.
Topan mengikuti taxi online yang di tumpangi Alice sampai ke tujuan.
"Makasih pak!"
Ucap Alice sembari membayar dan keluar dari dalam mobil.
Alice melihat alamat yang dikirimkan oleh Asti di handphonenya kemudian berjalan masuk kedalam halaman rumah yang nampak sederhana tersebut.
"Rumah orang tua Purnama ternyata!"
Ucap Topan sembari turun dari mobilnya dan mengintip dari balik tiang pagar halaman rumah.
Alice mulai menekan tombol bel di pintu beberapa kali.
Kemudian Papah Purnama keluar dari dalam rumah, betapa terkejutnya papah Purnama melihat siapa yang datang.
"Siapa Pah?"
Tanya Mamah Purnama dari dalam rumah sembari menghampiri kearah pintu.
"Kamu?!"
Ucap Mamah Purnama.
"Assalamualaikum!"
Ucap Alice ramah sembari meraih tangan mamah dan Papah Purnama kemudian menciumnya.
"Wa allaikumus sallam!"
Jawab Mamah Purnama kemudian pergi kembali masuk kedalam rumah tanpa berkata-kata lagi.
"Ayo masuk nak!"
Ajak Papah Purnama kepada Alice.
Alice mengangguk meski sungkan Alice memaksakan diri masuk kedalam rumah, sementara Topan semakin merapat ke jendela berharap bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Silahkan duduk!"
Seru Papah Purnama.
"Makasih Pah!"
Seru Alice berterimakasih.
"Kamu sendirian?"
Tanya Papah Purnama lagi.
"Iya heheh!"
Jawab Alice mencoba tersenyum.
"Ada apa kamu kesini?"
Tanya mamah Purnama tanpa ramah.
"Kamu sekarang sudah puas melihat kehidupan kita terbalik?, sekarang saya sudah miskin dan kamu menjadi orang kaya, kamu pasti bahagia kan!"
Ucap Mamah Purnama lagi.
"Astagfirullah mah istigfar, harusnya mamah meminta maaf sama Alice, siapa tahu semua ini terjadi kepada kita karena dulu kita terlalu sombong mah!"
Ucap Papah Purnama.
Alice hanya menunduk tanpa menjawab perkataan siapapun.
"Pah, anak ini datang kesini pasti ingin menertawakan kondisi kita saat ini, iya kan? kamu ngaku aja gak usah sok polos!"
Ucap Mamah Purnama.
Alice bangkit kemudian menghampiri mamah Purnama dan berlutut menyentuh kedua lutut mamah Purnama yang sedang duduk di kursi sudut berwarna merah tersebut.
"Mah sungguh Alice tidak pernah berniat demikian, Alice datang kesini karena ingin bersilaturahmi dan mengetahui keberadaan Kak Purnama saja tidak lebih mah!"
Ucap Alice sembari menangis.
"Jangan panggil saya mamah, saya bukan ibu kamu!"
Ucap Mamah Purnama.
"Maafkan saya tan...tan..tante, sungguh saya mohon beri tahu saya di mana saat ini kak Purnama om, tante!"
Ucap Alice memohon sembari berlinangan air mata...