
"Ya ampun Ir kurang baik apa Alice sama loe? dia sampai histeris pas tahu elu kekunci di kelas, dia yang kesana kesini cari bantuan, minta tolong ke kita juga buat cari elu, dan ini balasan elu ke dia? apa alasan elu hah, elu masih suka sama Purnama yang sudah jelas-jelas ga suka sama loe?"
Dan elu Git, elu juga bodoh, elu gak sadar kalau Irma sebenarnya memperalat elu buat ngancurin hubungan Purnama sama Alice, padahal dia sendiri suka sama Purnama.!"
Jelas Dahlan marah
"Bener Ir apa yang Dahlan omongin?"
Irma hanya terdiam menunduk menerima pertanyaan Dari Gita.
Melihat reaksi Irma Gita murka.
"Sialan ya loe Ir, elu udah meras gue untuk setiap informasi yang elu kasih tapi di balik semua ini elu cuman manfaatin gue?!"
Gita menjambak rambut Irma, meski Irma berusaha meronta tapi Gita lebih besar dari segi fisik dan lebih kuat.
Melihat di luar ada keributan Alice,Purnama dan Desi beserta tamu-tamu yang lain ikut keluar menyaksikan.
"Astagfirullah, Irma.!"
Seru Alice sembari mencoba menolong Irma dibantu Desi.
"Kak Astagfirullah kasian Irma kak, ada apa ini kenapa tidak bicara baik-baik saja?"
Ucap Alice sembari memeluk Irma yang tergeletak di tanah.
"Awas loe minggir jangan ikut campur urusan gue.!"
Ucap Gita sembari memisahkan Alice dari Irma dengan mendorong nya.
"Astagfirullah.!"
Ucap Alice yang tersungkur.
Melihat hal tersebut Purnama berlari menolong Alice.
"Sayang kamu gak papa kan?"
Tanya Purnama.
"Alhamdulillah kak gak papa.!"
Jawab Alice.
Purnama yang kesal melihat kelakuan Gita menganiyaya Irma langsung menarik tangan Gita dan menamparnya.
Prak.!!!
Gita tertegun memegangi Pipinya.
"Astagfirullah.!"
Ucap Alice melihat tamparan mendarat di pipi Gita.
Alice menghampiri Purnama.
"Kak.!"
Ucap Alice memegangi tangan Purnama menatap mata Purnama dan menggelengkan kepala.
"Diem loe cewek kampung, semua ini gara-gara elo, dulu sebelum ada elo semua baik-baik saja, gue sama Purnama baik-baik saja.!"
Ucap Gita menangis.
"Heh jangan kurang ajar ya kamu sama Alice.!"
Ucap Purnama sembari menyiapkan tamparan untuk Gita.
"Kak jangan!"
Ucap Alice lagi.
Sementara Desi tengah menolong Irma yang sudah berantakan dan kotor.
Dahlan menghampiri Irma dan membawanya mendekati Alice.
"Udah Pur tahan emosi elu.!"
Ucap Dahlan.
Purnama pun menjatuhkan tangannya sembari mengepal kesal.
"Elu harus sadar Git, dulu yang menyianyiakan Purnama elu, elu biarkan dia terpuruk sedih sendirian sedangkan elu enjoy hapy-hapy diluar sama cowok baru elu, sekarang Purnama sudah bahagia elu mau balik sama dia? ada otak gak loe jadi orang?!"
Tanya Dahlan.
"Pur gue sungguh masih sayang sama elu, gue nyesel udah tinggalin elu, please kasih gue kesempatan sekali lagi.!"
Ucap Gita memohon kepada Purnama.
"Kak bangun jangan seperti ini, malu banyak yang liatin, hargai diri kakak sendiri kak.!"
Ucap Alice sembari membantu Gita berdiri dari berlutut nya.
"Gak usah cari muka loe depan Purnama.!"
"Git kamu masih belum sadar kalau Aluce ini tulus, berapa kalipun Irma orang dia anggap sebagai keluarga menghianati nya dia mau memaafkan dan melupakan semua, seolah tidak pernah terjadi apa-apa, dan Lice kamu harus tahu kalau Irma sekongkol sama Gita buat hancurin hubungan kamu sama Purnama lagi.!"
Ucap Asti.
Purnama naik darah mendengar ucapan Gita.
"Maafin aku Lice aku minta maaf, aku gak bisa menghindari rasa ingin memiliki kak Purnama."
Ucap Irma memegang tangan Alice.
Alice pun menangis tertunduk kecewa atas sikap Irma.
"Udah cukup kalian berdua bikin Alice sedih,sekali ini saja aku kasih tahu sama kalian aku tidak akan pernah mencintai perempuan lain selain Alice, Paham kalian!"
Ucap Purnama kesal sembari menaruh tangannya di pundak Alice dan mendekatkan Alice ke tubuhnya.
"Aku janji Lice jika kamu mau maafin aku, aku akan pindah sekolah dari sini, dan kak Gita semua uang yang sudah kakak transfer, aku akan transfer balik ke rekening kakak.!"
Ucap Alice.
"Oh gitu, sebelum gue benar-benar kalah elu harus liat dulu ini apa Lice, gue gak akan bisa ngebiarin semua berlalu begitu saja.!"
Ucap Gita sembari mencari handphone nya.
"Apa yang elu cari Git?, benda ini?"
Tanya Dahlan sembari menunjukan handphone Gita yang berada di tangannya.
Gita berusaha merebut kembali handphone miliknya.
"Balikin handphone gue.!"
Ucap Gita marah.
"Apa hah?, elu mau menjebak Purnama buat ngakuin apa yang dia gak lakuin?, nih ini handphone elu gue buang jauh-jauh.!"
Seru Dahlan sembari melemparkan handphone Gita keluar halaman rumah Purnama.
Gita yang melihat hal tersebut melongo kaget.
"Elu bener-bener gak ada kapok-kapoknya ya, dengerin nih semua, Gita bawa Purnama kerumahnya dan menggantikan pakaian Purnama di kamar pribadi Gita, dia mengambil gambar saat Purnama bertelanjang dada supaya seolah-olah mereka telah tidur bersama, perempuan ini licik demi bisa mendapatkan apapun yang dia mau, dia akan menghalalkan segala cara, kalian semua harus hati-hati.!"
Ucap Dahlan mengumumkan.
Gita tertunduk kemudian pergi menerobos kerumunan orang-orang yang tengah menontonnya.
"Huuuuuuhhhhhhh...!"
Ucap orang-orang di halaman yang melihat Gita pergi dengan mobilnya.
"Dan elu Ir, elu juga udah keterlaluan, sebelum gue bikin elu malu kaya Gita mending elu pergi dari sini sekarang.!"
Ucap Dahlan kepada Irma.
Irma pun melepaskan tangan Alice perlahan dan pergi meninggalkan Alice.
Melihat Irma dan Gita sudah pergi Alice menangis sedih di hari bahagia nya saja ada hal menyakitkan yang terjadi.
"Maaf ya sayang acaranya jadi berantakan.!"
Ucap Purnama sembari mengelus-elus kepala Alice.
"Kalian semua bisa balik ke dalam dan lanjutkan acara di dalam.!"
Ucap Dahlan kepada semua orang, perlahan orang-orang pun kembali ke dalam.
"Sory Lice gue udah bikin hari bahagia elu berantakan.!"
Ucap Dahlan.
"Enggak kak, semua ini sudah takdir, mungkin memang hari ini Alice harus menelan pil pahit itu daripada nanti ketika semua semakin lama pasti akan semakin pahit, terimakasih kak selalu bantu Alice.!"
Ucap Alice kepada Dahlan.
"Kamu yang sabar ya, masih ada Desi yang bener-bener tulus akan nemenin kamu.!"
Ucap Asti kepada Alice.
Desi tersenyum kepada Alice
"Udah jangan nangis lagi sebaiknya kita kembali kedalam, ini hari bahagia kamu jangan menghiasinya dengan air mata kekecewaan, kasian kak Purnama sudah cape-cape nyiapin semua ini buat kamu.!"
Hibur Desi.
"Ayo sahang kita kembali ke dalam.!"
Ajak Purnama kepada Alice.
Alice pun mengangguk perlahan dan berjalan masuk kedalam untuk melanjutkan pesta ulang tahun nya.
Meski rasa kecewa dan kepikiran atas sikap dan ucapan Irma namun Alice tetap berusaha bersikap biasa saja, namun lagi-lagi Purnama bisa membaca arti dari ekpressi sikap Alice...