Alice

Alice
Bab 47. Ketidak percaya-an



"V" mata mereka membelalak memandang bingung V dan Alice



Pukul setengah sembilan sebelum kedatangan para mafia. Alice,V dan pimpinan polisi bertubuh tinggi berkulit putih itu sedang bermusyawarah didalam kamar Alice untuk menghadapi situasi ini



"Kita tidak punya banyak waktu untuk berbagi pendapat" kata Alice mulai pembicaraan



"Dengarkan perintahku dan kalian cukup jalankan" kata Alice



"Pasukan Mafia akan datang saat tengah malam tiba, tugasmu" kata Alice mengahadap pimpinan polisi. Alice tidak perlu banyak menjelaskan bagaimana dia mengetahui informasi ini, sebab seperti kesepakatan kerja diawal, para pejabat polisi dan petinggi perusahaan sudah tau Alice adalah Detektif.



"Siapkan dengan cepat sekarang juga  seratus polisi dan tentara kekediaman BTS ini, kita harus mengirim jumlah yang banyak karna kita tidak tau pasti berapa jumlah mereka dan jangan sampai ada yang mencurigakan, aku akan menyamar tetap menjadi komplotan dari mereka, aku akan menyuruh mereka membawa staf dan member lainnya dikawal dengan setengah dari pasukan Mafia" Jelas Alice sembari menatap mereka bergantian yang di jawab dengan anggukan kepala dan tanya.



"Jika semua sudah keluar dari sini maka dengan cepat kalian harus memusnahkan para Mafia itu jangan buat mereka hidup tapi langsung dibunuh" tegas Alice memerintah karna takut akan menjadi mata bahaya yang lain.



"Dan kau" kata Alice menunjuk V



"Untuk meyakinkan para Mafia bahwa aku tetap menjadi komplotannya aku akan berpura pura menembakmu" terang Alice pada V



"Pakai ini sekarang juga" perintah Alice pada V sembari memberikan baju anti peluru padanya



"Jangan beri tahu siapapun termasuk member yang lainnya" tambah Alice pada V mengingat para member lainnya sangat senang tertawa dan bisa saja menghancurkan rencana ini.



Alice mengatakan pada pimpinan polisi bahwa dirinya adalah seorang Mafia.



Polisi itu tentu saja terkejut dan ingin segera menangkapnya tapi Alice mengatakan



"Jika kau mau menangkapku sekarang maka aku akan lolos sekarang juga, para Mafia akan segera datang, kau tidak punya pilihan" Ujar Alice tegas



"Aku adalah pemimpin mereka, jika kau menahanku, mereka akan membebaskanku dan membunuh kalian tanpa sisa, kau harus tau Mafia jauh lebih kuat dan licik dari kalian." Kata Alice menatap tajam polisi itu



"Aku akan menyerahkan diriku setelah semua sudah beres" kata Alice membuat V menatapnya lama.



Polisi percaya pada perkataan Alice dan segera keluar mengendap ngendap dari rumah itu kekantornya untuk mempersiapkan pasukan tanpa diketahui para staf dan member BTS lainnya terutama menghindar dari rekaman cctv yang belum sepenuhnya dimusnahkan Alice.



Alice dan V keluar setelah pimpinan polisi itu keluar dan mulai menghancurkan satu persatu cctv dari dalam rumah.


"Alice kau kenapa ? " Tanya nya mendekat melihat Alice yang terduduk dengan kedua bahu yang dilumuri oleh darah


Alice tidak menjawab sama sekali, dia hanya mengambil baju Jimin yang telah dia robek tadi tergeletak disampingnya kemudian membalut lukanya menggunakan baju itu.


Alice hanya menghembuskan napasnya kasar dan berlalu kedalam rumah tanpa sepatah katapun diikuti oleh beberapa polisi dan tentara dibelakangnya.


"Apa maksutnya ini semua ?" Tanya mereka bertubi tubi dengan suara keras meminta penjelasan dari V yang sama sekali masih tidak percaya dengan yang mereka lihat.


"Apa ?" kata V mengalahkan suara mereka.


"Aku yang seharusnya bertanya...kenapa dengan raut wajah Alice tadi ? Kenapa dia berdarah? "  Tanya V bertubi-tubi.


"Alice ?" kata mereka dengan raut bingung.


"Iya Alice bukan Angel" kata V menatap para member.


Para member melihat V dengan tatapan benci pada saat mendengar nama Alice yang diucapkan V mengingat kejadian tadi.


Melihat pandangan yang di depannya, V semakin panas saat melihat sudut pandang mereka yang menunjukkan wajah tak suka terhadap Alice.


V membelalak kan matanya dan berkata dengan suara keras karna emosi.


"Bukankah Alice sudah mengatakan pada kita untuk percaya padanya? lalu kenapa kalian seperti benci padanya?" Suara khas bas V memenuhi telinga mereka


"Bahkan kalian sama sekali tidak khawatir dengan lukanya tadi, kalian hanya menyaksikannya saja tanpa membantunya" V terus marah-marah dengan nada suara tinggi


"Apakah ini balasan dari kalian padanya. Balasan dari orang yang berusaha dia selamatkan seorang diri? " kata V membuat mata mereka membelalak dan semakin bingung.


"Bahkan binatang punya hati" tambah V menatap para member satu persatu kemudian meninggalkan mereka yang masih tertegun dengan pikiran yang dipenuhi tanda tanya.


Didalam ruangan Alice duduk bersama dengan beberapa polisi dan tentara yang telah menjadi sekutunya untuk bermusyawarah tentang apa yang sebenarnya terjadi dan siapa komplotan penjahat itu, Alice hanya berkata


"Tunggu saja dia bangun" tunjuknya pada salah satu pasukan yang berhasil dia lumpuhkan dan tidak terbunuh untuk mengetahui apa rencana dari Mafia Deep Black selanjutnya.


Mereka hanya mengangguk dan terdiam saat melihat mata Alice yang penuh dengan api kemarahan. Hingga, V memecahkan keheningan itu


"Alice kita pergi saja terlebih dahulu kerumah sakit untuk mengobati lukamu" kata V mendekat dan duduk disamping Alice.


"Tidak... suruh saja dokternya kesini " kata Alice menatap V dengan senyuman karna hanya dia yang benar benar percaya padanya saat ini


"Kita kerumah sakit saja peralatan rumah sakit jauh lebih bagus" sarannya dengan sedikit memaksa


"Jangan sekarang...masih banyak yang harus diurus" tambah Alice lembut, V hanya menunduk pasrah mengingat banyaknya orang diruangan itu.


"Tolong hubungi pihak rumah sakit dan suruh datang kesini" perintah Alice pada pimpinan polisi yang ada disampingnya.


"Baik" kata nya dan segera menghubunginya.


Beberapa waktu berlalu akhirnya dokter perempuan datang dengan sebuah tas berisikan peralatan medis menghampirinya.


Member BTS merasa malu dan takut untuk menemui Alice terutama Jimin sebagai pelaku penembakan terhadapnya.


Alice padahal berniat baik pada mereka bahkan rela mengorbankan nyawanya.


Mereka masuk mengendap ngendap kedalam ruangan itu diikuti para staf dibelakangnya dengan langkah yang hampir tidak berbunyi melihat Alice yang duduk diatas sopa dengan mata yang tertutup menahan rasa sakit jahitan demi jahitan dibahunya, Alice sama sekali tidak meminta sedikitpun untuk dibius dengan alasan banyak urusan yang menantinya.


"Alice maafkan aku" kata Jimin takut, suara Jimin membuat Alice membuka matanya dan menatap Jimin dengan tatapan tajam dan berhasil membuat mereka takut


"Kami tidak tau Ini ternyata bagian dari rencanamu" kata J-Hope menyambung


"Maafkan kami" kata mereka serentak dengan membungkuk bungkuk


"Hmmmm" kata Alice mengeluarkan nafasnya kasar "Aku rasa sulit bagi kalian untuk percaya pada orang lain" kata Alice memejamkan matanya membuat mereka terkejut dengan jawaban Alice.


"Bukan bukan begitu maksutnya" kata Jimin


"Kami sama sekali tidak mengetahui ini hanya bagian dari rencana, jadi tolong maafkan kami terutama Jimin" kata sang leader Rm


"Jika kau menceritakannya lebih awal kami pasti akan bisa memahaminya"


Alice tidak menjawab perkataan Rm dia langsung berdiri setelah dokter itu siap menjahit lukanya.


"Maafkan aku maafkan aku" tambah Jimin lagi sambil membungkuk bungkuk antara merasa bersalah dan takut.


"Sudahlah kita bicarakan nanti saja" kata Alice datar.