
Rm yang mengerti percakapam mereka langsung berkata
"Kau dasar wanita kurang ajar ... kau benar benar harus mati" teriaknya mendekat kearah Alice tapi dengan segera member BTS menarik nya
"Apa ada masalah?" katanya cuek dengan senyum sinis
"Tidak kau pasti akan ditangkap kau sendiri yang melaporkannya" kata V mulai tertawa tidak percaya mengingat kejadian dengan satpam tadi sore
Alice tertawa mendengar perkataan V
"Apa kau melihat ada yang datang" katanya mengejek dan menunjuk kearah pintu
"Kau jelas lebih bodoh dari yang aku kira" senyum Alice sinis
"Itu hanya jebakan agar kau percaya padaku" kata Alice tertawa
"Dia tentu salah satu bagian dari kami" kata Alice mendekati V yang sudah mengeluarkan perlahan air matanya
"Kenapa ?" Tanya V dengan suara terputus karna isak tangisnya
"Kenapa ... Kau harus seperti ini?" kata V menahan air matanya
"Apa kami tidak berharga bagimu ?...kau tentu sudah tau ayah angkatmu mengkhianatimu tapi kenapa kau masih mau menjadi bonekanya"
"Dia tidak mengkhianatiku dia melakukan itu karna dia tidak mau kehilanganku" jawab Alice dengan senyuman
"Apa bagimu nyawa orang orang disini tidak berharga???" teriaknya memberontak dengan tangan yang terikat
" Apa nyawa ayah dan ibumu sama sekali tidak berharga bagimu ha"
"Diam atau kubunuh kau" kata Alice datar
"Jelas-jelas tadi pagi kau menangis karna dikhianati... Lalu kenapa kau dengan cepat berubah pikiran... Kau kau bahkan rela melakukan pembunuh kembali... Apa kau tidak merasa bersalah?! " V mengeluarkan segala rasa kesal dan rasa tidak percaya atas kelakuan Alice yang ternyata dari tadi semata-mata hanya untuk mempermainkan dirinya dan membuat dirinya percaya atas segala tindakan yang dilakukan Alice. Sungguh dia merasa malu karna telah percaya pada wanita biadab yang satu ini
"Diammm" Teriak Alice kesal mendengarkan ocehan dari V
"Kenapa kau seperti ini Alice" V tidak berhenti mengeluarkan rasa sakit hatinya.
" Diam atau ku bunuh" Kata Alice dengan rahang tegasnya.
"Bunuh saja aku jika memang benar kami adalah sampah bagimu" teriaknya menantang Alice
"Diammmm" teriak Alice
"Kenapa ? kau tidak berani kaa"
Suara V terputus ketika satu tembakan yang ditujukan Alice tepat mengenai dada V.
Hanya dengan dua peluru kini mulut itu sudah terdiam dan tidak berbicara lagi dan kini tergeletak dengan tangan yang terikat diatas lantai putih itu.
Sontak para member dan staf kaget melihat situasi didepan mereka tidak percaya.
Suara sautan memanggil nama V mulai beradu didalam ruangan itu tanpa henti.
Keenam member yang menyaksikan kematian V tepat dimata mereka merasa hancur dengan air mata yang mengalir deras dari air mata mereka tanpa aba aba. satu jiwa terbagi menjadi tujuh itu kini sudah tidak lagi sempurna.
Alice hanya melihat mereka sedang menangis tanpa henti membiarkan mereka hanyut sebentar dalam tangisnya.
Jimin yang melihat itu bergegas mendekati teman kecil dan seperjuangannya itu tanpa takut dengan air mata yang terus mengalir dengan langkah gontai.
Pasukan mafia yang melihat itu dengan segera menendang dada Jimin keras hingga ia tersungkur kelantai.
Dia tidak menyerah pada saat diperlakukan seperti itu, dia terus merangkak kearah V untuk memeluk temannya yang sudah tidak lagi bernyawa itu, beberapa kali Jimin ditendang dan sepanjang itu pula dia tidak menyerah sampai keluarlah darah dari mulutnya karna tendangan yang ditujukan padanya begitu keras.
Para member berusaha menghalau tendangan-tendangan yang ditujukan pada Jimin dengan air mata dan suara tangis yang keluar perlahan.
Dengan air mata dan tangan yang gemetar Jimin berusaha merangkak kembali untuk memegang kepala V yang sudah berada dijangkauannya.
Dengan cepat Alice menginjak tangan Jimin keras agar tidak menyentuh V dengan sepatunya bots hitam milik-nya, Jimin mencoba menarik paksa tangannya kesakitan tapi injakan itu sangat keras hingga tangannya memar dan berdarah.
Alice lalu menendang Jimin hingga ia lebih menjauh dari V. jimin memegang tangannya yang berdarah dan menatap V yang sudah tidak bernyawa diantara orang egois disana.
Tangis mereka semakin memecah saat melihat perlakuan Alice pada Jimin, wanita yang sudah mereka anggap seperti keluarga.
"Diam" kata Alice menghentikan suara tangis mereka.
Tapi mereka tetap menangis dengan histeris. Tuar suara satu tembakan peringatan kearah atap itu membuat mereka terkejut dan berhenti menangis
"Bagus" kata Alice tersenyum.
Semua anggota Mafia sudah berada diruangan itu muncul satu persatu dan memberi hormat menunggu perintah dari Alice
"Kalian" kata Alice menunjuk empat orang Mafia
"Kawal mereka dengan aman" Alice menunjuk kearah BTS
"Aku yang akan membunuh mereka. Tapi, tidak disini" Terang Alice menatap para member satu persatu dnegan tatapan haus darah nya
"Jumlah kita terlalu sedikit, suara tembakan itu sangat keras, kita bisa saja memancing polisi jika menembak mereka disini. Jadi tugas kalian bawa mereka sampai aman dari sini dan jangan menembak sebelum aku yang memerintah" perintah Alice dan menyuruh mereka pergi dengan isarat dari tangannya
"Kalian berdua" Tunjuk Alice pada yang lain
"Kalian urus staf itu jangan membunuh, cukup amankan saja. Mereka tau siapa aku kita juga harus membunuh mereka" kata Alice.
Mereka mendekati member BTS dan para staf itu memaksanya keluar dari rumah itu.
"Kalian berempat pergi periksa apa ada harta berharga milik mereka yang bisa kita bawa, kita akan keluar dari sini setelah itu" perintah Alice dan mereka mulai berpencar.
Semetara V dibiarkan tergeletak diatas lantai seperti barang yang sudah rusak dan dibuang begitu saja.