Alice

Alice
Bagian 93



Gita membuka sabuk celana Purnama sembari bernyanyi dan sesekali menggigit bibir nya.


"Maaf ya sayang...!"


Ucap Gita.


"Permisi nona saya mau antar susu.!"


Ucap bibi Pelayan.


"Hadeuh penganggu lagi, sabar sebentar ya sayang, bawa masuk!"


Ucap Gita kepada bibi pelayan.


"Baik nona.!"


Jawab Pelayan sembari membuka pintu.


"Taruh di meja dan segera keluar!"


Perintah Gita kepada bibi pelayan.


"Baik nona.!"


Jawab bibi Pelayan sembari keluar dari kamar dan menutup pintu kamar.


"Baik sayang kita lanjutkan sekarang.!"


Ucap Gita.


Gita Pun menghampiri purnama dan membuka celana Purnama yang basah.


Purnama sadar dan loncat seketika dari ranjang Gita.


"Astagfirullah apa-apaan kamu Git?!"


Seru Purnama.


"Gak ngapa-ngapain ko cuman...cuma...cuma mau bantu kamu ganti baju aja.!"


Seru Gita gelagapan.


"Kenapa kamu yang ganti baju, dimana ini?"


Seru Purnama panik.


"Kamu di rumahku Pur tenang aja, disini gak ada siapa-siapa cuman ada aku, kalu kamu gak ganti baju kamu bisa masuk angin, tadi kamu basah kuyup.!"


Jelas Gita


"Tetep aja kamu gak bisa seenaknya ganti baju orang apalagi aku bukan muhrim kamu.!"


Seru Purnama.


"Ok... ok... kamu tenang aku keluar sekarang, tapi kamu ganti baju dulu ya sama minum susu nya mungpung masih hangat.!"


Seru Gita lalu pergi keluar kamar.


"Astagfirullah, bagaimana bisa aku disini sekarang...!"


Ucap Purnama seraya meraih segelas susu dan mengganti baju nya.


kemudian keluar dari kamar dan berniat pergi.


"Mau kemana Pur, Ini masih hujan deras banget diluar.!"


Tanya Gita yang berlari mengejar Purnama.


"Aku harus ketemu Alice Git makasih buat semua bantuan kamu.!"


Ucap Purnama seraya keluar rumah.


"Biar aku antar Pur, motor kamu masih di tempat kerja Alice.!"


Ujar Gita


"Gak perlu Git, aku biar naik taxi aja.!"


Ucap Purnama sembari meraih Payung di balik pintu rumah Gita.


"Maaf aku pinjam payung nya, besok aku bawa kesekolah, Assalamualaikum.!"


Seru Purnama sembari menutup Pintu rumah Gita


"Arghssssss.!"


Teriak Gita melihat Pintu tertutup.


"Ada apa Nona?"


Tanya Bibi Pelayan.


"apa itu hah?"


Tanya Gita balik


"Obat untuk tuan Purnama non.!"


Jawab bibi pelayan.


Gita meraih obat itu dan melemparkannya ke dinding.


Bibi pelayan tercengang melihat kelakuan Gita.


Kemudian Gita pergi ke kamarnya dan mengurung diri di dalam kamar.


sementara Purnama telah berada di dalam taxi.


Purnama berusaha menghubungi Alice namun tidak di angkat Alice.


"Alice kayanya handphone kamu bunyi deh.!"


Ucap Desi yang sedang melayani pembeli.


"Oh iya gitu?"


Seru Alice bertanya


Kemudian Alice berlari mengambil handphonenya.


"Kak Purnama!"


Seru Alice.


Alice pun bergegas menghubungi Purnama Balik setelah melihat beberapa panggilan tak terjawab dari Purnama.


"Ya Ampun Alice Alhamdulillah.!"


Seru Purnama saat Purnama mengangkat panggilan dari Alice handphone Purnama pun langsung drof.


"Hallo...hallo... sayang hallo...!"


Seru Purnama.


"Astagfirullah pake acara mati srgala ini handphone, ga pengertian banget.!"


Gerutu Purnama di dalam taxi, sementara Alice merasa heran karena baru saja Purnama mengangkat telponnya dan langsung mati lagi.


"Loh ko malah di matiin lagi sih?"


Alice bertanya-tanya dalam hatinya.


"Gimana Lice, siapa yang telpon?"


Tanya Desi.


"Kak Purnama Des.!"


Jawab Alice.


"Gak ke angkat Des, cuman pad aku coba hubungi kembali sempat di angkat tapi di matiin lagi.!"


Alice mencoba menjelaskan kepada Desi


"Emhsss coba deh kamu hubungi lagi barang kali tadi kepencet.!"


Desi meyarankan Alice.


"Oh iya ya, ya udah aku coba hubungin lagi sekarang ya !"


Ucap Alice.


"Ok, aku balik lagi kedepan ya dah...!"


Seru Desi sembari meninggalkan Alice sendiri.


Alice pun mencoba menghubungi Purnama namun no handphone Purnama sudah tidak aktif.


Alice menarik napas panjang ...


"Ya Allah, apa telpon aku ganggu mereka?"


Ucap Alice


sembari menyimpan kembali handphone nya kedalam saku tas.


Alice pun membantu Desi melayani para pelanggan.


Mereka bekerja dengan sibuknya hingga tak terasa waktu untuk pulang pun telah tiba.


"Alhamdulillah hari ini pelanggan nya banyak jadi bayaran kita juga lebih besar dibanding hari-hari sebelumnya.!"


Ucap Desi semangat.


"Iya Alhamdulillah.!"


Jawab Alice murung.


"Ayo kita jalan pulang...!"


Ajak Desi semangat


"Tapi bagaimana dengan motor Purnama?"


Tanya Alice kepada Desi.


"Mending kita titipin aja di bos,sini kuncinya, biar aku titip pesan pada bos kita, soal motor ini.!"


Desi mencoba mencari jalan keluar.


Alice mengangguk perlahan sembari menatap Desi yang meninggalkannya.


"Pak boleh titip pesan?"


Tanya Desi kepada bos nya.


"Kenapa Des?"


tanya bos Desi


"Ini loh pak, ini motor temen kita, nanti kalau datang kesini mau ngambil motor orangnya ini kuncinya.!"


Seru Desi seraya menyodorkan kunci motor kepada Bos nya.


"Oh gitu ya, tapi yakin di ambil kan, kalau gak di ambil nanti hilang saya juga lagi yang disalahkan.!"


Ucap Bos Desi dsn Alice meminta kepastian.


"In shaa Allah pak di ambil.!"


Ucap Desi mencoba meyakinkan.


"Ya sudah kalian pulang gih sudah mau maghrib ini, saya juga sebentar lagi mau tutup toko nya.!"


Bos tempat kerja Alice dan Desi berniat menutup tokonya segera.


"Iya pak makasih banyak saya permisi, Assallamuallaikum.!"


Ucap Desi.


"Wa allaikumus sallam.!"


Seru bos Desi dan Alice.


Desi pun menghampiri Alice yang sudah menunggunya.


"Gimana des?"


Tanya Alice kepada Desi.


"Udah aman ko, ayo kita pulang sekarang.!"


Jawab Desi.


"Makasih banyak ya Des, maaf jadi selalu ngerepotin kamu.!"


Ucap Alice meminta maaf.


"Jangan sungkan begitu kita kan saudara bukan hanya teman.!"


Ucap Desi seraya tersenyum.


Alice mengangguk kemudian berjalan bersama Desi menyusuri jalannan yang penuh dengan air hujan, mereka menerobos hujan yang tinggal gerimis menggunakan payung.


Sementara Alice dan Desi sudah jalan beberapa ratus meter Taxi yang membawa Purnama Pun tiba di tempat kerja Desi dan Alice.


"Makasih pak.!"


Seru Purnama sembari turun dari taxi dan berlari kecil menuju tempat kerja Alice.


"Assalamuallaikum pak.!"


Seru Purnama.


"Wa allaikumus sallam, mau apa a?''


Tanya bos Alice.


"Pak maaf saya mau tanya Alice nya udah pulang?"


Ucap Purnama.


"Oh udah dari tadi a, tapi tadi nitipin ini ke saya kunci motor katanya punya temennya, ini punya aa?"


Tanya bos Alice menunjukan kunci motor.


"Iya pak ini punya saya.!"


Jawab Purnama.


"Syukurlah, saya sudah mau tutup tokonya untung si aa cepet datang.!"


Ucap Bos Alice.


"Iya pak saya Permisi juga, assallamuallaikum.!"


Ucap Purnama.


"Wa allaikumus sallam.!"


Jawab Bos Alice.


Purnama berbalik Arah menatap jalan menuju ke kosan Alice yang terbentang.


"Bagaimana bisa aku bagimu hanya seorang teman Alice, apa yang sebenarnya sedang terjadi.!"


Ucap Purnama Dalam hatinya, kemudian menaiki motor dan berlalu menerobos hujan dengan sedikit luka dalam hatinya ...