Alice

Alice
Bagian 174



"Selamat ya...!"


Ucap Asti kepada Alice sembari memeluk Alice.


"Makasih kak, selamat juga buat kakak berdua semoga menjadi keluarga sakinah dan mawadah serta warahmah.!"


Seru Alice mendoakan.


"Cepet nyusul ya heheh!"


Ucap Dahlan kepada Alice.


"Doakan yang terbaik aja bang hahahah!"


Ucap Topan kepada Dahlan.


"Pasti gue doakan yang terbaik buat kalian berdua, jangan lupa ngundang kalau mau nikah, kalau perlu gue sama istri gue yang cantik ini yang bakal jadi WO nya hahahah!"


Ucap Dahlan kepada Topan.


Asti tersenyum senang mendengar candaan suaminya.


"Nanti kalau kalian mau nikah, aku sama bang Dahlan bakal bela-belain pulang demi kalian deh pokonya heheh!"


Ucap Asti kepada Alice.


"Pasti dong sayang, massa nikahan adik kita yang cantik ini kita gak datang heheheh!"


Seru Dahlan kepada Asti.


"In shaa Allah ya sayang secepatnya heheheh!"


Ucap Topan kepada Alice.


Alice tertegun mendengar Topan memanggilnya sayang, hatinya tergetar mengenang kembali massa-massa dengan Purnama.


Asti menyadari hal tersebut kemudian mengelus pundak Alice dan memeluknya kembali seraya berbisik.


"Majulah kedepan, jangan terlalu sering menoleh kebelakang, kamu pun juga berhak bahagia!"


Seru Asti kepada Alice.


Alice hanya tersenyum simpul mendengar bisikan Asti kemudian Asti melepaskan pelukannya juga.


"Ngomong-ngomong nikmatin duku gih hidangan hasil kerja keras kalian, nanti kita ngobrol-ngobrol lagi, gantian dong tuh udah banyak tamu yang mau salaman hahahah!"


Ucap Dahlan kepada Topan dan Alice.


"Ok bang, ayo sayang!"


Ucap Topan kepada Alice sembari kembali meraih tangan Alice.


Akila mulai kepanasan kemudian pergi menghampiri Topan.


"Bisa bicara sebentar?!"


Tanya Akila kepada Topan


Alice tertegun kebingungan melihat Akila yang tiba-tiba datang menghampiri Topan dan mengajak berbicara.


Topan melirik Alice.


"Sayang tunggu sebentar ya!".


Ucap Topan secara sengaja berbicara lebih mesra daripada tadi kepada Alice saat di depan Akila.


Seiring perginya Akila dan Topan, Alice masih tertegun karena heran ternyata mereka saling kenal dan anehnya kenapa Topan tidak pernah bercerita kepada Alice bahwa Topan mengenal Akila.


Alice kembali ke kursinya sembari membawa hidangan yang telah di ambilnya saat bersama Topan.


"Boleh duduk disini?"


Tanya Andri kepada Alice.


Alice yang kaget melihat siapa yang berbicara tak sengaja tersedak kemudian batuk-batuk.


"Ohok...ohok...oho...!"


Alice batuk beberapa kali.


Andri yang khawatir langsung mengambilkan minum dan memberikannya kepada Alice.


"Ini minum!"


Seru Andri kepada Alice.


Alice meraih minum yang diberikan Andri kemudian meminumnya.


"Alhamdulillah!"


Ucap Alice setelah berhasil meminum air dari Andri.


"Kamu gak papa?"


Tanya Andri lagi.


"Gak papa ko pak, maa... maa.maaf pak!"


Ucap Alice takut Andri marah karena dia batuk-batuk di hadapan Andri.


"Tidak apa-apa, saya yang seharusnya meminta maaf, sudah membuat kamu kaget dan akhirnya keselek makanan!"


Ucap Andri meminta maaf kepada Alice.


"I...iya pak gak papa!"


Ucap Alice lagi.


Andri saat ini sudah duduk di dekat Alice.


"Bapak kenal sama kak Asti dan Kak Dahlan?"


Tanya Alice.


"Kenal.!"


Jawab Andri simple sembari menikmati makanan nya, Alice pun kembali menikmati makanan nya tanpa mengajukan lagi pertanyaan.


Sementara di tempat lain Akila sedang berbincang dengan Topan.


"Ada apa, sampai kamu berani menghampiriku hari ini?"


Tanya Topan kepada Akila.


"Saya muak melihat perlakuan kamu terhadap Alice.!"


Ucap Akila.


"Apa hak kamu merasa muak?"


Tanya Topan singkat.


"Setidaknya hargai perasaan saya, kamu tahu saya masih sangat mengharapkan kamu, kamu tahu saya masih sangat menginginkan kamu, tapi karena perempuan itu, kamu rela meninggalkan saya, harusnya saya yang membenci kamu bukan malah sebaliknya!"


Seru Akila kesal dan sedih.


"Memangnya siapa sih yang benci sama kamu?"


Tanya Topan lagi.


"Gini ya Akila, aku sama Alice baru sekarang-sekarang ini memiliki hubungan sebagai sepasang kekasih, saat dulu kita berpisah bukan karena Alice tapi karena memang aku sudah tidak mencintai kamu lagi!"


"Kamu berbohong, jelas-jelas dia adalah malapetaka yang sengaja kamu hadirkan di antara ketenangan hubungan kita!"


Ucap Akila.


"Jaga bicara kamu!, kenapa kamu selalu saja menyalahkan orang lain atas apa yang menimpa kita, kenapa kamu tidak mengintropeksi diri sendiri ketimbang sibuk menyalahkan orang lain, dengar ini!, sikap kamu yang seperti ini menjadi salah satu alasan bagi saya untuk pergi dari kehidupan kamu!"


Ucap Topan kepada Akila.


"Apa lebihnya dia di banding saya?!"


Tanya Akila kepada Topan.


"Jelas-jelas secara kasat mata aku jauh lebih baik dari segala hal dibanding dia!"


Ucap Akila lagi.


"Mungkin kamu memang lebih cantik dari segi fisik tapi kamu tidak memiliki hal iatimewa yang Alice miliki, Paham!"


Seru Topan sembari pergi meninggalkan Akila diluar kemudian masuk kembali kedalam gedung.


"Topan!,,,Topannnnn!"


Panggil Akila namun Topan sedetikpun tidak menoleh kepada Akila hanya terus berjalan maju meninggalkan Akila.


"Ahhhhhhhhhhhh!!!"


Teriak Akila kesal.


Topan menghampiri Alice kembali yang sedang tengah duduk di samping Andri, dengan rasa sedikit kesal Topan sengaja duduk di antara Alice dan Andri.


"Sayang tolong geser!"


Ucap Topan kepada Alice.


Andri yang mendengar hal tersebut bergegas beranjak dan pergi meninggalkan Topan dan Alice.


"Habis ngobrol apa dia sama kamu?"


Tanya Topan kepada Alice.


"Gak ada kak!"


Jawab Alice.


"Bohong?"


Tanya Topan lagi.


"Enggak ko serius emang gak ngobrol apa-apa.!"


Jawab Alice.


Topan langsung mengambil minum Alice dan meminumnya sampai habis.


"Ada apa sih kak?"


Tanya Alice kepada Topan.


"Maksudnya ada apa?"


Tanya Topan.


"Kakak kenal sama Bu Akila?"


Tanya Alice.


"Teman lama saja.!"


Jawab Topan berbohong.


"Ko gak pernah cerita?"


Tanya Alice.


"Gak penting sayang, lagian kan cuman teman biasa!"


Seru Topan kepada Alice.


"Emhsss, ko gak makan?"


Tanya Alice kepada Topan.


"Iya laper...!"


Ucap Topan kepada Alice sembari mengambil makanan dari piring Alice dan memakan nya.


"Ih kenapa gak ngambil?"


Tanya Alice


" Ini aja berdua ya heheh!"


Ucap Topan kepada Alice.


Usai makan Topan memgambil ice cream dari stand ice cream, dan memberikannya kepada Alice satu.


"Nih!"


Ucap Topan sembari menyodorkan Ice cream kepada Alice, Alice meraihnya dengan senang.


"Terimakasih!"


Ucap Alice.


"Emhsss!"


Seru Topan sembari tersenyum dan menikmati Ice creamnya kembali.


"Kak boleh setelah ini pulang?"


Tanya Alice.


"Loh kenapa?"


Tanya Topan balik.


"Sedikit tidak enak badan saja sih, tapi kalau emang masih mau lama-lama disini juga gak papa!"


Ucap Alice kepada Topan.


"Apa yang sakit?"


Tanya Topan mulai panik.


"Gak papa ko kak, sedikit aja ko gak enak badan, kayanya masuk angin!"


Jawab Alice.


"Ok aku pamit dulu sama Astri dan Dahlan ya,tunggu disini!"


Ucap Topan kepada Alice.


"Saya ikut kak!"


Ucap Alice lagi.


"Gak perlu tunggu aja!"


Ucap Topan kepada Alice sembari meninggalkan Alice sendiri.