
Empat tahun sudah Alice menunggu namun tak seharipun Alice mendapat kabar dari Purnama.
Berbeda dengan Asti dan Dahlan yang selalu menyempatkan berkabar dengan Alice dan yang lainnya, perlahan namun Pasti Alice mencoba menghapus harapan demi harapannya kepada Purnama.
Tadi Pagi Alice baru saja bertemu dengan keluarga Purnama, Papah Purnama sengaja menemui Alice dan mengatakan untuk melanjutkan hidup.
"Berhenti berharap nak Alice, lanjutkan saja kehidupan kamu, jangan menunggu hal yang belum pasti pulang!"
Seru Papah Purnama.
Perkataan Papah Purnama membuat Alice semakin kehilangan harapan nya kepada Purnama, orang yang pertama kali di cintainya kini telah hilang entah kemana.
"Aku menumpahkan rasa kasih dan sayang serta cintaku seutuhnya kepadamu kak, sudah bertahun-tahun aku menunggu namun tiada pula kabar berita, bukankah seharusnya kamu telah lulus dari universitas mu itu, lantas kenapa kamu masih belum juga datang menemui ku, ataukah memang kamu enggan melanjutkan kisah kita yang sempat bersambung?"
Alice menangis di kamar kos nya, meskipun telah lulus sekolah Alice masih tetap tinggal di kontrakan karena harapannya masih tetap sama Purnama datang menemuinya.
Sementara Topan telah menyelesaikan studynya dan sekarang sudah bekerja sebagai pengacara, sejauh ini hanya Topan lah yang masih setia menemaninya, terkadang Desi dan Iqbal Pun berkunjung menemui Alice, Iqbal dan Desi memutuskan untuk langsung bertunangan dan telah menentukan tanggal pernikahan, bahkan hari ini pun Alice mendapat kabar bahwa Dahlan dan Asti akan kembali ke Indonesia untuk menikah, dan kembali lagi ke Jepang untuk melanjutkan pekerjaan mereka di sana.
Handphone Alice berdering.
"Hallo Assalamualaikum!"
Seru Alice.
"Wa allaikumus sallam, kamu lagi apa?, udah makan belum?"
Tanya Topan perhatian.
"Udah ka, lagi dudukan aja.!"
Jawab Alice
"Udah dapat telepon dari Dahlan sama Asti?"
Tanya Topan..
"Udah kak!"
Jawab Alice.
"Seminggu lagi mereka akan menikah, dan hari ini mereka akan pulang ke Indonesia, gimana kalau nanti sore kita jemput mereka ke bandara?"
Tanya Topan
"Iya kak Alice sudah tahu, iya kak Alice mau!"
Jawab Alice.
"Ya sudah kamu sekarang istirahat lagi aja ya, nanti sore kakak jemput kamu sudah siap ya!"
Seru Dahlan.
"Iya kak!"
Jawab Alice.
"Assalamuallaikum!"
Seru Dahlan.
"Wa allaikumus sallam!"
Jawab Alice
Mendengar suara Alice yang agak Parau Topan memutuskan untuk segera menyelesaikan pekerjaanya dan pulang lebih cepat.
Sementara Alice masih belum bisa move on dari masalah hubungannya dengan Purnama.
"Dulu kisah kita yang paling bisa membuat orang merasa iri kak, sekarang mereka sudah lebih dulu melangkah ke jenjang yang lebih serius, sementara kita jangankan masih berhubungan, berkabar saja sudah tidak pernah, empat tahun sudah saya melewati semua ini sendiri kak, bahkan pagi ini saya berpikir akan ada seberkas harapan untuk hubungan kita tapi justru kebalikannya kak, di mana kamu sebenarnya kak, apa semudah ini kamu melupakan janji-janji kita?"
Seru Alice sembari menangis dalam bilik kamarnya.
Dari luar terdengar suara ketukan pintu, Alice menghapus air matanya dan merapihkan pakaiannya kemudian membuka pintu.
"Assalamualaikum!"
Seru Topan dari luar.
"Wa aalaikumus sallam.!"
Jawab Alice
"Loh kakak ko sudah kesini, bukannya tadi katanya masih ada kerjaan?"
Tanya Alice kepada Topan.
"Alhamdulillah sudah selesai ko, kakak sengaja mengajak kamu pergi lebih awal sekalian kakak punya kabar gembira buat kamu.!"
Ucap Topan.
"Kabar gembira?"
Tanya Alice.
Topan menatap wajah Alice secara detail, nampak matanya yang sembab.
"Kamu kenapa, habis nangis?"
Tanya Topan.
"Enggak kok kak, ayo masuk kak!"
Seru Alice sembari memalingkan wajahnya dan membiarkan Topan masuk tanpa menutup Pintu.
"Serius gak papa?"
Tanya Topan lagi memastikan
"Iya kak beneran aku gak papa ko serius, katanya mau ada kabar gembira kabar apa kak?"
Tanya Alice.
Pinta Topan kepada Alice.
Alice menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya.
Mendengar hal tersebut Topan mengerti begitu berat pikiran Alice.
"Jalani saja, nikmati dan syukuri setiap skenario sudah ada yang mengatur tugas kita hanya memerankannya dengan baik, jika sanggup teruskan jika tidak masih banyak orang yang mencintai kamu!"
Seru Topan lagi kepada Alice.
"Iya kak iya heheh, sekarang coba kakak kasih kabar berita itu ke Alice sekarang siapa tahu Alice akan merasa semangat jika sudah mendengar kabar baik tersebut.!"
Seru Alice mengalihkan pembicaraan.
Topan tahu hal ini akan terjadi, sudah menjadi kebiasaan Alice menghindari hal-hal yang menyangkut perasaan.
"Baiklah, jadi gini teman kakak yang bekerja di bidang Agroforestry itu ngabarin katanya dikantornya lagi ada lowongan buat jadi admin, nah kakak keinget sama kamu, daripada kamu diem-diem aja di kosan kan mending kamu kerja siapa tahu kalau kamu kerja kamu bisa lebih bebas dari pikiran hal-hal yang menyedihkan, selain itu hidup kamu juga harus tetap berjalan kan.!"
Seru Topan.
"Sungguh kak?, beneran? serius kak?"
Tanya Alice senang.
"Iya beneran serius,besok kakak antar kamu ke kantornya buat intervieuw malam ini sepulang dari bandara kakak bikinin cv buat lamaran kamu ok!"
Seru Topan.
"Jangan kak biar aku bikin sendiri aja ya biar berkesan heheheh!"
Ucap Alice senang.
"Nanti kamu kurang istirahat lagi!"
Ucap Topan.
"Enggak kak aku yakin enggak bakalan kaya gitu!"
Ucap Alice membujuk.
"Tapi kan...!"
Seru Topan.
"Ayo dong kak ya please...please... kakak kasih tahu aja bagian mana yang salah nanti aku kirim ke WA kakak.!"
Bujuk Alice merengek.
"Iya deh iya, kamu seneng kan?"
Tanya Topan memastikan
"Alhamdulillah kak aku seneng banget setidaknya penantian aku gak akan terasa begitu lama jika aku bekerja karena akan ada kesibukan lain heheh, makasih banyak ya kak!"
Seru Alice.
Mendengar ucapan Alice Topan merasa teriris hatinya.
"Meski telah empat tahun berlalu bahkan tanpa sepatah katapun kabar dari dia,kamu masih sangat mendambanya dan menunggunya pulang, kapan kamu akan bisa mulai membuka hati lagi untuk orang baru dan melepaskan ikatan massa lalu itu.!"
Seru Topan dalam hatinya sembari menatap wajah Alice yang senyum-senyum sendiri kegirangan.
"Kak!, kakak ih ko malah bengong!"
Ucap Alice.
"Hah kenapa?"
Tanya Topan terkaget.
"Kakak Kenapa?"
Tanya Alice.
"Gak ko gak papa?"
Jawab Topan
"Yang bener?"
Tanya Alice.
"Sudah kamu pergi siap-siap sana!"
Ucap Topan kepada Alice.
"Iya deh iya, kakak tunggu ya jangan kemana-mana!"
Pinta Alice.
"Lah mau kemana, kemana emangnya dasar tu bocah aneh!"
Seru Topan kepada Alice.
"Heheheh ya kan kali aja!"
Ucap Alice.
"Udah deh sana ah sana, buruan mandi dan siap-siap!"
Seru Topan kepada Alice.
Setelah Alice pergi bersiap Topan melihat beberapa poto kebersamaan Alice dengan Purnama dulu, terpajang beberapa bingkai poto dengan kata-kata mutiara yang menakjubkan.
"Sudah empat tahun tapi gue masih belom bisa gantiin elo di hati dia, sungguh gue berharap elo mati Pur, semakin lama elo pergi semakin besar ruang yang elo sediakan di antara gue dan Alice.!"
Ucap Topan kesal sembari menatap poto berbingkai di tangannya.