Alice

Alice
Bab 52 siasat



Jam sepuluh pagi semua member sudah terbangun dan duduk bersama dengan para polisi, tentara, detektif, Bang sang pemilik perusahaan, manager dan beberapa staf keamanan yang sedang mengawasi diruangan tamu


Tepatnya di dorm BTS.


Sudah dari jam delapan pagi mereka menunggu kedatangan Alice untuk bergabung bersama bermusyawarah sesuai yang dia katakan pagi hari ini.


Sydah hampir tiga jam berlalu tapi batang hidungnya tidak kunjung muncul dari balik pintu kamarnya.


Mereka semua menunggu dengan sangat sabar kedatangan Alice sembari sedikit bercerita cerita.


Karna sudah menunggu sangat lama akhirnya Bang menyuruh salah satu staf untuk memanggil Alice dari kamarnya.


Tok tok tok suara ketukan dibalik pintu kamar Alice berulang kali Terdengar ditelinganya.


Seketika dia pun teringat bahwa dia harus bermusyawarah bersama.


Tangannya langsung mengambil jam beker diatas meja dan menatapnya lama sambil mengucek ngucek matanya yang buram


"Jam 10" katanya dan langsung terduduk dari tidurnya "arkhhh" katanya sambil memegang kepalanya merasakan nyeri sakit kepala yang membuatnya terdiam sekejap untuk menenangkan rasa sakit dikepalanya,


Setelah merasa mendingan Alice langsung bangun menuju kekamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya.


Dia langsung pergi mendekati ruang tamu dengan langkah pelan dia tidak mengganti baju tidur yang ia kenakan karena jahitan yang ada dikedua bahunya mengharuskan dia untuk memakai baju dengan dada yang terbuka sependek atas pahanya dan kedua tato itu berhasil mengintip dari sela sela pakaian hitam miliknya. Semua langsung berdiri


"Kau baik baik saja??" Tanya Bang si pemilik perusahaan saat melihat Alice dengan tatapan sayu dan bibir putih kecutnya wajah Alice yang datar tanpa senyuman semakin terlihat jelas bahwa dia sedang sakit.


Alice hanya menggeleng dan duduk diatas sopa mewah diruangan itu.


"Jika kau merasa sedang tidak enak badan kita bisa melanjutkan ini setelah kau merasa lebih baik" kata Bang perhatian


"Aku tidak apa apa" jawab Alice dengan tatapan datarnya


"Kita tidak bisa menunda waktu lebih lama lagi" kata Alice dan mereka mengangguk


"Kita tidak tau berapa jumlah dari mereka, siapa dibalik dari ini semua, apa tujuannya dan apa rencana selanjutnya. Kita juga tidak bisa mencari dimana lokasinya saat ini" jelas ketua detektif New York yang baru saja bergabung berbicara lancar tanpa rasa ragu pada Alice.


"Aku tau" kata Alice sebelum melanjutkan


"Mereka adalah sekomplotan penjahat terbesar didunia mereka adalah Mafia. Nama mafia itu adalah Deep Black mereka mempunyai dua puluh tiga ribu anggota, dengan anggota yang begitu banyak mereka akan bisa mengalahkan kita dengan sekali pertempuran karna itu kita juga harus meminta pertolongan bala pasukan yang cukup besar untuk membantu"


"Dari mana kau tau itu ? tak ada bukti yang bisa menguatkan ini " kata ketua detektif


Alice menatapnya datar tak ingin berbicara banyak


"Aku bagian dari Mafia aku bukan bagianmu. Disini aku yang memberi perintah jadi jangan perintah aku " kata Alice sedikit geram


Ketua detektif dari New York seketika langsung terkejut atas perkataan Alice karna dia tau bahwa dia adalah bawahannya


"Maksutmu ?"


"Aku tidak punya waktu untuk bercerita denganmu diam atau aku akan…" katanya  sembari memotong buah yang ada didepannya dengan brutal lalu memberikan smirk khas dirinya dengan nada benci melihat orang yang sudah memberi perintah padanya sedari New York.


  


Semua hanya terdiam dengan kata kata Alice termasuk ketua detektif walaupun muka amerika marahnya tidak bisa dia sembunyikan tetapi karna saat ini dia bersama artis papan atas mau tidak mau dia harus mengurungkan niatnya.


"Kalau begitu dimana markas mereka ?" Tanya polisi disampingnya


"Mafia Deep Black bersembunyi dinegara Amerika Serikat yang sangat terpencil di Supai. Mereka membangun markas diantara tebing tebing dan membuatnya dengan gaya rumah masyarakat disana, letaknya diantara hutan dan sangat jauh dari pemukiman masyarakat. Untuk sekarang sebagian besar dari mereka pasti masih disana, kita harus bergerak cepat sebelum mereka pergi dari sana. Aku tidak tau pasti apa rencana mereka saat ini tapi aku tau mereka pasti akan berusaha keras untuk membunuhku agar tidak membocorkan sedikit rahasia apa pun" kata Alice tenang tanpa ada rasa beban


"Jadi selama itu juga kita harus bersembunyi" kata Bang khawatir


"Kita tidak bisa bersembunyi" kata Alice menatap mata Bang


"Kenapa tidak ???" Tanya nya heran


"Mereka mungkin sudah tau kita berada disini dan itu memudahkan mereka. Tapi tidak ada gunanya berpindah tempat, dengan pasukan yang begitu banyak mereka akan tetap bisa mengetahui dimana keberadaan kita. Cukup memperbanyak pasukan dan memperketat keamanan, kita tidak tau kapan dan bagaimana cara mereka menyerang" jawab Alice


"Kika kau memang anggota Mafia pasti kau tidak datang sendirian kesini" detektif bertanya untuk meyakinkan dirinya