Alice

Alice
Bagian 163



"Itu cewek loe Pan?"


Tanya Beni kepada Topan.


Topan tersenyum mendengar pertanyaan Beni.


"Gue sih maunya gitu, loe tahu berapa lama gue deket sama dia?"


Tanya Topan kepada Beni.


Beni menggeleng.


"Empat tahun!"


Jawab Topan.


"Lantas?"


Tanya Beni lagi penasaran.


"Dia punya cowok, dan cowoknya lagi di luar negeri ngelanjutin sekolah.!"


Jawab Topan jujur.


"Jadi elo cuman jagain jodoh orang doang?"


Tanya Wendi kepada Topan.


"Gue emang sayang sama dia, sayang banget malahan, tapi yang namanya perasaan sesayang apapun perasaan elo ke orang itu tapi tetep aja kita gak bisa maksain kehendak, gak mungkin kita maksa orang buat jatuh cinta sama kita kan.!"


Jawab Topan.


"Iya gue paham maksud loe, lalu kenapa loe gak coba cari cewek lain aja?"


Tanya Wendi lagi penasaran.


"Bukannya gue gak nyari, gue udah coba berusaha tapi perasaan gue masih terpaku sama dia gak segampang itu bisa move on!"


Jawab Topan lagi.


"Mencintai memang tidak melulu harus berakhir memiliki, kadang selalu bisa bareng dia dan selalu ada di saat dia butuh sudah menjadi satu faktor kebahagiaan bagi sebagian orang!"


Ucap Andri tiba-tiba.


"Tug loe pada denger, itu yang sekarang juga lagi gue rasain!"


Seru Topan menambahkan.


Andri kemudian pergi tanpa permisi dari meja tersebut.


"Kenpe tu anak maen pergi-pergi aja?"


Tanya Topan.


"Ya dia juga sama kaya elo, pernah di posisi eli sekarang, tapi bedanya setahun yang lalu cewek itu beneran menikah sama pacarnya, dan sejak saat itu dia udah kaya es batu dingin banget ke cewek!"


Jawab Beni.


Alice kembali, saat Alice berjalan untuk menghampiri meja Topan Alice berpapasan dengan Andri.


Andri menatap dalam-dalam mata Alice kemudian tersenyum, Alice merasa bingung dan hanya mengangguk sopan kemudian, Andri pun pergi meninggalkan Alice.


Alice pun duduk di samping Topan lagi.


"Apa kata Asti?"


Tanya Topan.


"Kak Asti cuman ngasih tahu dia sudah di dalam pesawat dan lima menit lagi akan lepas landas jadi handphonenya akan mati, dia akan menghubungi kita lagi nanti!"


Jawab Alice.


"Berarti masih ada waktu sekitar dua jam setengah untuk bisa bertemu mereka di bandara.!"


Jawab Topan lagi.


"Alice aslinya dari mana?"


Tanya Beni mengubah Topik pembicaraan.


"Saya Aslinya dari...!"


Ucap Alice terhenti.


"Entar juga elo tahu liat aja cv nya, jangan macem-macem ya sama Alice hahahah!"


Ucap Topan memberi ancaman dalam tawa nya kepada Beni dan Wendi.


Beni menatap Wendi kemudian ikut tertawa.


"Ok gue sama Alice mau langsung ke bandara ini, makasih banget udah mau bantu gue, besok gue bawa lamarannya kesini, ini biar gue yang bayar.!"


Ucap Topan.


"Terimakasih semuanya, maaf sudah merepotkan.!"


Seru Alice karena merasa tidak enak dengan ucapan Topan tadi.


"Besok kesini lagi sama Alice kan?".


Tanya Wendi kepada Alice.


"Enggak besok gue sendiri yang datang!"


Jawab Topan mendahului Alice.


kemudian berpamitan.


"Assalamualaikum!"


Ucap Alice


"Wa allaikumus sallam!"


Jawab Wendi dan Beni bersamaan.


Melihat kepergian Alice dan Topan, Beni hanya tersenyum.


"Tuh anak emang gak pernah berubah-berubah ya, kukuh!"


Ucap Beni kepada Wendi.


"Hahahah iya, tapi seleranya emang tinggi tahu aja mana yang cakep, hahaha!"


Ucap Wendi


"Kesel banget dia tadi, apalagi pas kita coba godain Alice hahahh!"


Ucap Beni lagi.


"Tahu tuh anak, susah di ajak becanda emang kalau masalah cewek dari dulu juga.!"


Seru Wendi.


"Balik kantor yu jam istirahat udah mau abis nih!"


Ajak Beni kepada Wendi.


Ucap Wendi kepada Beni.


Usai membayar Wendi dan Beni pun kembali ke kantor dan lanjut bekerja, sementara Alice dan Topan sedang dalam perjalanan menuju bandara.


"Kamu hati-hati sama Beni sama Wendi.!"


Ucap Topan mengingatkan.


"Kenapa memangnya kak?"


Tanya Alice.


"Mereka sudah beristri dan sudah punya anak masing-masing satu, sebenarnya mereka teman kakak waktu jaman SMA dulu temen deket malahan tapi sejak lulus SMA emang jarang banget ketemu.!"


Seru Topan menceritakan.


"Kalau sama Pak Andri?"


Tanya Alice.


"Kalau Andri sebenarnya kakak juga baru ketemu dan kenal barusan aja sih, tapi denger-denger dari Wendi sama Beni, dia baru aja di tinggal nikah sama orang yang dia sayang!"


Jawab Topan.


"emmmhhh!"


Ucap Alice sembari tidak terlalu memikirkan apa yang telah di ucapkan Topan.


"Tadi dia langsung pergi gitu aja tanpa permisi pas aku sama yang lain lagi ngobrol.!"


Ucap Topan lagi.


"Oya, kenapa?"


Tanya Alice heran.


"Entahlah kakak juga gak tahu.!"


Jawab Topan.


"Tadi sempat papasan juga sama Aku kak, malahan sampai bertabrakan pundak!"


Ucap Alice


"Yang bener kamu,terus gimana reaksi dia?"


Tanya Topan


"Gak gimana-gimana cuman ngeliat doang, udah gitu lanjut pergi deh dia!"


Jawab Alice.


"Memang sejak ditinggal nikah dia langsung berubah dingin banget sama perempuan katanya.!"


Ucap Topan lagi.


"Kasian ya kak, mungkin dia masih belum bisa move on.!"


Ucap Alice.


"Lebih dari itu kayanya, kalau ngeliat dia dan mendengar cerita tentang dia kok kakak jadi berasa kaya ngeliat masa depan diri sendiri!"


Ucap Topan kepada Alice.


"Maksud kakak?"


Tanya Alice.


"Iya jika saatnya tiba nanti, Purnama Pulang lalu kamu menikah dengan Purnama, mungkin nasib kakak gak akan jauh beda juga sama Pak Andri!"


Seru Topan menjelaskan.


"Ih kakak ngomong apaan sih, ucapan itu adalah do'a loh, jangan ngomong yang gak baik justru berdoa semoga kita memiliki akhir kisah hidup yang sama-sama bahagia meskipun,,, kita tidak bisa bersama.!"


Ucap Alice


Topan enggan berkata-kata lagi, baginya mendengar jawaban Alice seperti itu saja sudah menjadi pil pahit yang terpaksa harus lagi-lagi di telan.


Sesampainya di bandara Alice dan Topan menunggu di tempat kedatangan.


"Aku beliin dulu minum ya.!"


Seru Topan kepada Alice.


"Iya, jangan lama-lama ya!"


Pinta Alice kepada Topan.


Topan tersenyum kemudian mengangguk dan pergi membeli minuman.


Sementara dari dalam nampak Asti dan Dahlan keluar bersamaan, Alice dengan wajah cerianya tersenyum dan melambaikan tangan kepada Asti dan Dahlan.


Asti langsung berlari menghampiri Alice setelah melihat lambaian tangan Alice dan berpelukan.


Sementara Dahlan masih dengan santai berjalan menghampiri Alice.


"Ya ampun Alhamdulillah kita masih bisa ketemu lagi, seneng banget ngeliat kondisi kamu sekarang udah segar bugar begini, gimana kabar kamu sekarang?"


Tanya Asti melampiaskan rindunya kepada Alice.


Alice tersenyum senang.


"Alhamdulillah baik kak, ya Allah iya senang banget bisa ketemu lagi.!"


Jawab Alice.


"Gak kangen nih ceritanya sama gue?"


Tanya Dahlan kepada Alice.


"Ya ampun gak mungkin lah gak kangen hehehhe!"


Seru Alice


"Ko sendirian aja sih, mana Topan?"


Tanya Asti.


"Itu dia kesini!"


Seru Alice sembari menunjuk ke arah Topan.


"Wey Brow, gimana sehat?"


Ucap Topan sembari berpelukan dengan Dahlan.


"Alhamdulillah, makin gagah aja nih sekarang hahah!"


Ucap Dahlan kepada Topan.


"Bisa aja emang, udah ayo kita langsung kemobil, sini gue bantu bawain!"


Ucap Topan sembari mengambil dua koper barang menuju mobilnya.