Alice

Alice
Bagian 82



"Sudah semua ya ini, gak ada lagi yang ketinggalan kan?"


Tanya Purnama kepada Alice dan Asti.


"In shaa Allah gak ada kak.!"


Jawab Alice.


"Syukurlah.!"


Ucap Purnama.


"Pur! elu deh ya yang bawa mobil, sekalian sama Alice di depan, gue ngantuk ini.!"


Ucap Dahlan.


"Kita ke rumah sakit dulu kan ya.?"


Tanya Alice.


"Iya sayang, kita kesana dulu, sekalian pamitan sama keluarga Dewi, ngomong-ngomong keluarga Juanda masih pada tidur apa kali ya?"


Tanya Purnama.


"Sudahlah mungkin mereka masih istirahat, gak enak juga kalau kita sampai ketuk pintu takutnya ganggu.!"


Ucap Asti sembari memasuki mobil nya.


"Ya udah lah ayo keburu siang juga nanti kita balik nya.!"


Ucap Dahlan sembari masuk ke dalam mobil juga.


"Ayo sayang masuk!"


Ucap Purnama sembari membukakan Pintu mobil untuk Alice.


"Makasih kak.!"


Seru Alice sembari tersenyum


setelah Alice memasuki mobil, Purnama pun berlari kecil menuju kursi pengemudi nya, dan bersiap melakukan perjalanan.


"Ini udah pada sarapan semua kan?"


Tanya Purnama.


"Alhamdulillah Alice sama kak Asti udah kak."


Jawab Alice


"Syukurlah, pasang sabuk pengaman kalian.!"


Ucap Purnama mengingatkan.


"Kamu bisa kan sayang?"


Tanya Purnama kepada Alice.


"In shaa Allah kak.!"


Jawab Alice sembari menarik sabuk pengaman nya.


"Bismillah...!"


Ucap Purnama sembari menyalakan mobil.


Mobil pun mulai melaju perlahan keluar dari halaman penginapan.


"Itu yang punya penginapan, sekalian pamit aja ya.!"


Seru Purnama.


"Iya ngikut aja deh gue mah.!"


Ucap Dahlan.


Purnama melambatkan mobilnya dan membuka kaca jendela mobil nya.


"Bu.!"


Ucap Purnama seraya menghentikan laju mobil.


"Ini mau pada kemana rame-rame?"


Tanya Pemilik penginapan.


"Kami mau pamit pulang bu.!"


Jelas Purnama.


"Oh, iya silahkan hati-hati di jalan, makasih udah nginep di penginapan ibu, lain kali jangan sungkan datang lagi.!"


Pesan ibu pemilik penginapan.


"In shaa Allah bu, terimakasih juga untuk pelayanan ibu kepada kami, kami pamit bu, Assalamualaikum.!"


Ucap Purnama sembari tersenyum.


"Iya iya, wa allaikumus sallam.!"


Jawab Ibu Pemilik Penginapan.


Purnama pun melajukan kembali mobil yg di kemudikan nya, menyusuri gang menuju halaman rumah sakit.


Sesampainya di halaman Rumah Sakit,


Purnama memarkirkan mobil di halaman Rumah sakit, kemudian turun lebih dulu untuk membukakan pintu mobil untuk Alice.


"Ayo sayang.!"


Ucap Purnama kepada Alice


"Makasih kak.!"


Ucap Alice sembari tersenyum.


Purnama hanya tersenyum seraya mengangguk.


Asti dan Dahlan pun keluar dari mobil bersamaan.


Kemudian berjalan mengikuti Alice dan Purnama untuk menemui Dewi.


"Assallamuallaikum.!"


Ucap Purnama dan Alice bersamaan.


"Wa allaikumus sallam, kalian sudah pada siap ya?"


Tanya ibu kos.


"Sudah bu, kami kesini mau pamitan.!"


Jawab Asti.


"Orang tua Dewi kemana bu?"


Tanya Dahlan.


"Ada tuh di dalam lagi nyuapin Dewi makan, kalian masuk saja.!"


Jawab Ibu kos.


"Kami masuk dulu bu permisi.!


Ucap Purnama.


"Iya masuk sja.!"


Seru ibu kos.


"Assalamualaikum.!"


Ucap Asti yang lebih dulu membuka pintu.


"Wa allaikumus sallam."


"Dewi apa kabar?"


Tanya Asti berbasa basi.


"Baik kak Alhamdulillah.


"Syukurlah.!"


Jawab Asti tersenyum.


"Ibu, bapak dan Dewi, sesuai rencana kami kemarin kedatangan kami rame-rame kesini mau berpamitan, kami harus pulang dulu menyelesaikan kewajiban kami di kota."


Ucap Purnama memulai pembicaraan inti.


"Iya anak-anak, ibu bersyukur Dewi punya kalian yang begitu perduli dan sayang pada Dewi, ibu gak bisa kasih apa-apa untuk membalas budi kalian, ibu hanya bisa berterimakasih sebanyak-banyaknya atas semua pertolongan kalian.!"


Seru Ibu Dewi sembari tersenyum.


"Ibu, kami senang bisa membantu Dewi semampu kami, kami menolong benar-benar ingin menolong bukan karena mengharapkan apapun.!"


Timpal Dahlan.


"Benar bu, kami hanya ingin Dewi cepat sehat kembali seperti semula."


Seru Asti.


"Aamiin,Aamiin, Aamiin, doakan yang terbaik untuk Dewi,Kami pun disini hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian.!"


Ucap Ayah Dewi.


"Kalian jangan lupakan Aku ya, inget janji kalian yang akan sering-sering ngunjungin aku disini.!"


Pesan Dewi


"In shaa Allsh Wi, kami pasti akan menyempatkan waktu untuk menemui Dewi disini, jadi cepat sembuh ya, supaya nanti kita ngejenguk nya udah gak di Rumah sakit lagi heheh.!"


Ucap Asti lagi.


"Aamiin, heheh!"


Seru Dewi.


"Ya sudah, kalian berangkat lah, hati-hati di jalan.!"


Pesan Ibu Dewi


"In shaa Allah Bu, titip salam buat keluarga Juanda, tadi kami tidak sempat bertemu mereka.!"


Ucap Alice.


"In Shaa Allah nanti ibu sampaikan.!".


Jawab Ibu Dewi.


"Kalau begitu kami pamit Pak, Bu.!"


Ucap Purnama sembari mencium tangan kedua orang tua Dewi, di ikuti oleh Asti,Dahlan dan Alice.


"Cepat sembuh ya Wi !"


Ucap Alice seraya memeluk tubuh Dewi.


Dewi hanya mengangguk dan mengelus-elus punggung Alice.


"Jaga diri ya, jangan sampai kamu mengalami hal yang sama seperti aku. Kak Purnama, Titip ya saudara ku Alice, jagain dia jangan biarkan dia seperti aku.!"


Ucap Dewi sembari tersenyum kepada Purnama.


Purnama tersenyum dan mengangguk, kemudian Dewi melepaskan Pelukan Alice yang begitu erat.


"Sudah sana pulang, hati-hati di jalan.!"


Ucap Dewi.


Alice mengangguk sembari menahan sesak di dadanya.


Alice tersenyum kemudian berpaling dari Dewi dan keluar ruangan.


"Ya Allah sesak banget rasanya ninggalin Dewi.!"


Ucap Alice setelah di luar kamar Dewi.


"Tenang aja ada ibu yang jagain dia, kamu belajar yang betul, jagain juga kosan ibu, jangan lupa kebiasaan kita jangan sampai di tinggalkan.!"


Pesan ibu kos.


"In shaa Allah bu.!"


Jawab Alice sembari mengambil napas mencoba melegakan hatinya.


"Ibu juga kalau Dewi sudah keluar rumah sakit akan pulang.!"


Ucap Ibu kosan


"Iya bu, ibu jaga kesehatan disini, Alice pamit bu Assalamualaikum.!"


Ucap Alice sembari mencium tangan Ibu kos nya.


"Kamu juga jaga kesehatan.!"


Pesan ibu kos kepada Alice.


"Kami pamit bu Assallamualikum!"


Ucap Purnama.


"Titip Alice ya.!"


Ucap Ibu Kos ketika Purnama mencium tangannya.


Purnama mengangguk sembari tersenyum.


"Pasti bu.!"


Ucap Purnama.


Usai berpamitan semua meninggalkan rumah sakit dan melanjutkan perjalanan panjang nya.


"Kamu pusing gak sayang?"


Tanya Purnama kepada Alice.


Alice menggeleng.


"Buka aja Pur kaca nya, matiin Ac nya, sekalian nyalain musik jangan kaya di kuburan gini.!"


Seru Dahlan sembari memejamkan matanya, Asti tengah tertidur di pundak Dahlan.


Tanpa merespon Purnama langsung melakukan apa yang Dahlan Ucapkan.


"Kalau pusing beli dulu apa gitu biar agak seger?"


Ucap Purnama lagi khawatir


"Enggak usah kak, Alice udah ngerasa segar ko kalau kaca mobilnya di buka sedikit."


Ucap Alice.


"Beneran yang?"


Tanya Purnama meyakinkan.


"In shaa Allah kak.!"


Jawab Alice.


"Ys sudah kalau kenapa-kenapa bilang ya jangan di pendam sendiri!"


Pesan Purnama.


Alice mengangguk perlahan,wajahnya sumringah karena melihat Purnama begitu mengkhawatirkan diri nya.