
Selesai makan Alice dan Purnama melanjutkan perjalanan, menuju sebuah danau di tepian kota yang cukup terkenal karena keindahan Alamnya yang masih natural, Air nya yang jernih menjadi sumber bagi kehidupan warga disekitarnya.
"Kita mau kemana sih kak?"
Tanya Alice.
"Bentar lagi kita sampai sayang.!"
Jawab Purnama tersenyum.
"Emhsss.!"
Seru Alice.
"Nah kita parkir dulu ya.!"
Ucap Purnama.
"Udah sampai?"
Tanya Alice.
"Udah dong.!"
Jawab Purnama.
"Tapi kok gak ada apa-apa sih kak disini, ini tempat apa?"
Tanya Alice sembari melirik ke kiri dan ke kanan memperhatikan tempat di sekitar lokasi parkir.
"Kita harus jalan kaki buat sampai ke kawasan wisatanya, kamu gak papa kan jalan kaki sedikit, atau mau kakak gendong?"
Purnama menawarkan diri seraya tersenyum dan melepaskan sabuk pengaman Alice.
"Dihhh modus,Alice mau jalan jauh juga udah biasa kak heheh.!"
Jawab Alice tersenyum kembali
"Ok, mari kita jalan.!"
Ajak Purnama sembari turun dari mobil bersamaan dengan Alice.
"Siapa takut heheh.!"
Jawab Alice setelah menutup pintu mobil.
Purnama tersenyum sembari menghampiri Alice dan menggenggam tangannya.
"Ayo!"
Ajak Purnama.
Alice pun mengangguk mengikuti langkah Purnama.
"Jalannya bagus ini mah kak.!"
Seru Alice sembari menapaki jalan yang telah memakai paping block dengan bunga-bunga liar yang menjadi penghias di tepian jalannya.
"Bagus ya bunga-bunga nya?"
Tanya Purnama.
"Bagus banget kak.!"
Jawab Alice.
"Sayang sini deh coba kamu berdiri disini biar kakak fotoin yah.!"
Ucap Purnama
"Ok siap action!"
Seru Purnama sembari mengambil beberapa jetrekan dari handphone miliknya.
"Ganti gaya sekarang.!"
Ucap Purnama lagi kepada Alice.
Alice pun mengganti gaya sesuai saran Purnama.
"Ok sip bagus.!"
Ucap Purnama.
"Sekarang kita berdua ya fotonya.!"
Ajak Purna kepada Alice.
Alice mengangguk dan tersenyum.
Beberapa gambar sudah mereka ambil bersama.
"Nanti di sana kita foto-foto lagi ya.!"
Ajak Purnama
"Iya kak.!"
Jawab Alice.
Sesampainya di tepian danau Alice dan terpukau dengan keindahan Danau tersebut.
"Subhanallah kak bagus banget, danaunya bener-bener cantik Airnya juga jernih, massya Allah, kakak dari mana tahu danau sebagus ini?"
Tanya Alice terkagum.
"Sebenernya kakak semalam liat dari google heheh, gak nyangka juga kalau aslinya secantik ini subhanallah.!"
Jawab Purnama.
"Ayo kita cari tempat duduk sayang!".
Ajak Purnama kepada Alice.
"Ramai banget ya kak pengunjungnya, alhamdulillah nya meski ramai pengunjung danaunya tetap asri.!"
Seru Alice berjalan sembari ngobrol dengan Purnama.
"Iya sayang Alhamdulillah.
"Nah kita duduk disana aja yu, kebetulan ada bangku kosong.!"
Seru Purnama kepada Alice.
"Ayo kak.!"
Jawab Alice.
Alice dan Purnama pun menuju tempat duduknya di tepian danau di bawah pohon-pohon yang mulai rindang.
"Sayang, kakak carikan dulu minum ya, kamu tunggu disini sebentar.!"
Jawab Purnama.
"Jangan lama kak.!"
Pinta Alice.
"In shaa Allah enggak sayang.!"
Jawab Purnama sembari beranjak dari tempat duduknya.
Purnama dengan dua ice cream dan dua botol minum di kantong kresek, kembali duduk di samping Alice.
Purnama sengaja mengeluarkan satu ice cream dari kantong kreseknya dan memegangnya tepat di hadapan mata Alice.
Perlahan Alice membuka matanya, Alice langsung membuka seluruh matanya ketika melihat ada ice cream di hadapannya. Kemudian melihat Purnama di sampingnya.
"Eehhh kakak heheh.!"
Seru Alice tersenyum.
"Nih sayang.!"
Ucap Purnama sembari memberikan ice cream.
Alice berniat segera meraihnya namun Purnama kembali menarik tangannya sebelum tangan Alice berhasil meraih ice cream tersebut
"Kakak ihhhh, jail banget.!"
Protes Alice.
"Enggak sayang, maaf, maaf ya, maksud kakak, kakak bukain dulu bungkusan ice cream nya biar kamu tinggal makan heheh.!"
Seru Purnama menjelaskan.
"Ohss kirain heheh.!"
Jawab Alice.
"Apa, suudzon jangan-jangan sama kakak, nih udah siap sayang pelan-pelan makanya jangan sampai belepotan.!"
Ucap Purnama mengingatkan.
"Iya kakak bawelll.!"
Seru Alice kepada Purnama
Purnama tersenyum di panggil bawel oleh Alice.
Purnama menatap lekat wajah Alice yang tengah asik makan ice cream.
"Ya Allah, gak tega rasanya harus ngasih kabar ini ke Alice, apa lagi kemarin mamah udah terang-terangan menunjukan sikap kalau mamah gak setuju sama hubungan aku dengan Alice.!"
Seru Purnama dalam hatinya, tanpa di sadari Purnama menarik napas dalam.
"Kak Ada masalah apa di rumah, apa karena hubungan kita lagi?"
Tanya Alice yang menyadari kekasihnya menghela napas panjang.
"Emhsss ko gitu ngomongnya?"
Tanya Purnama balik.
"Gak perlu ada yang di sembunyikan kak bicara saja terus terang.!"
Pinta Alice pada Purnama.
"Sayang... kalau seandainya kita berjauhan berbeda negara apa kamu akan menunggu kakak?"
Tanya Purnama memulai percakapan.
"Bagi Alice jarak itu bukan sebuah halangan kak, selama memang kita sama-sama menjaga komitmen, dan yang penting itu kabar kak, lagian kan itu masih seandainya heheh.!"
Jawab Alice tersenyum.
Purnama tersenyum sembari mengelus kepala Alice.
"Sayang, jujur kakak berat banget mau ngomongin ini.!"
Ucap Purnama sembari menikmati ice cream di tangan nya sesekali.
"Ada apa sih kak?"
Tanya Alice mulai penasaran.
"Semalam kakak tidur di rumahnya kak Dahlan.!"
Ucap Purnama bercerita
"Loh kenapa bukannya kakak pulang ke rumah?"
Tanya Alice serius
"Tadinya memang begitu, tapi sesampainya di rumah...!"
Ucap Purnama terhenti.
"Jadi yang tadi itu bukan seandainya?"
Tanya Alice menodong Purnama.
Purnama mengangguk perlahan mengiyakan.
"Astagfirullah...!"
Seru Alice.
"Apa kakak akan tinggal di luar negeri?"
Tanya Alice.
"Enggak sayang, kakak hanya harus melanjutkan sekolah di luar negeri saja.!"
Jawab Purnama berat.
"Terus kakak bilang apa?"
Tanya Alice sedih
"Kakak sudah coba bicara sama mamah tapi, mamah tidak mau dengar sayang.!"
Jawab Purnama
"Jadi kita akan berjauhan?"
Tanya Alice berderai air mata.
"Sayang, sesuai ucapan kami tadi, kakak akan berusaha pulang menemui kamu meskipun satu tahun sekali, mau bagaimanapun kakak tidak bisa membantah ucapan mamah kakak.!"
Seru Purnama.
"Jangan kak, jangan pernah membantah lagi, dengarkan dan ikuti semua yang orang tua kakak katakan,mereka ingin yang terbaik untuk kakak.!"
Seru Alice mencoba tegar sembari menghapus air matanya.
"Tapi bagaimana dengan kamu sayang?"
Tanya Purnama pedih.
"Alice bisa jaga diri kak lagian kan ada ibu ada Desi ada teteh dan yang lain juga, jadi kakak gak perlu khawatir sama Alice di sini, Alice pasti baik-baik saja.!"
Ucap Alice meyakinkan.
"Lagian Alice sekarang sudah punya handphone dari kakak, kita bisa ngobrol saling tatap muka kapanpun kita mau iya kan.!"
Seru Alice mencoba tersenyum meyakinkan Purnama.
"Aku tahu ini berat bagi mu, tapi ketahuilah sungguh bagiku ini lebih berat. Dibalik ketegaran kamu aku tahu ada luka yang tak mungkin bisa kamu katakan, terimakasih sayang kamu mencoba menghiburku.!"
seru Purnama dalam hatinya sembari menatap wajah Alice yang tengah tersenyum.