
Semenjak seminggu terakhir setelah perpisahannya malam itu Alice dan Purnama belum pernah bertemu lagi, Topan yang merasa senang karena sudah tidak pernah melihat Alice di antar jemput oleh Purnama nampak antusias mencari informasi tentang Alice.
Pagi ini Topan sengaja menunggu Alice di pertigaan jalan kosan uang menuju sekolah.
Saat Alice datang bersama teman-temannya Topan dengan sengaja mencegatnya.
"Assalamualaikum Alice.!"
Ucap Topan
"Wa allaikumus sallam!"
Jawab Alice.
"Boleh bicara sebentar?"
Tanya Topan.
Alice melirik ke arah Irma dan Desi.
"Bicara aja kak kalau mau bicara, kami gak mungkin ninggalin Alice sama kakak berdua aja disini.!"
Ucap Desi terus terang.
"Enggak ko aku gak minta kalian ninggalin Alice tapi tolong beri kami ruang untuk bicara.!"
Ucap Topan meminta
Alice melirik Irma dan Desi kemudian mengangguk mengisyaratkan supaya Irma dan Desi sedikit menjauh dari Alice dan Topan.
"Jangan lama-lama ya kak ngobrolnya.!"
Ucap Desi meminta.
Desi dan Irma pun berjalan lebih dulu meninggalkan Alice beberapa langkah di belakang mereka.
"Siapa sih itu Des?"
Tanya Irma penasaran
"Anaknya pak Kades sini, kalau gak salah namanya Topan.!"
Jawab Desi
"Ada apa antara Alice dan Topan?"
Tanya Irma lagi.
"Gak ada apa-apa cuman emang Alice bilang pernah di cegat dan sering di perhatiin dari jauh sama Topan, dan Topan juga sempat nanyain soal Alice ke aku.!"
Jawab Desi terus terang.
"Jangan-jangan orang jahat lagi?"
Tanya Irma
"Enggak mungkin anak kades jahat malu lah sama warga.!"
Seru Desi
"Udah gak usah nerka-nerka nanti kita bisa tanya langsung sama Alice.!"
Ucap Desi lagi.
Sementara Desi dan irma menunggu, Alice tampak sedang berbincang dengan topan.
"Alice jujur kakak suka sama kamu, kakak yakin kamu tahu selama ini kakak sering merhatiin kamu.!"
Ucap Topan terus terang
Alice hanya terdiam meskipun mendengar pernyataan tersebut dari Topan, wajah Alice menunduk tak berani menatap lawan bicaranya.
"Kakak sudah lama memendam perasaan ini ke kamu, kakak tahu kamu punya pacar tapi bukankah kalian sekarang sudah putus, berarti kakak boleh mengutarakan perasaan kakak ke kamu.!"
Ucap Topan lagi.
"Maaf kak, tapi Alice sama kak Purnama masih pacaran, kami belum putus.!"
Jawab Alice sembari masih tertunduk
"Kamu bohong lice, jangan boong kakak udah tanya sama temen satu kosan kamu katanya kalian putus.!"
Ucap Topan
"Kak seharusnya kakak tanya langsung ke Alice atau ke mereka berdua, hanya mereka yang tahu Alice dan kak Purnama seperti apa.!"
Ucap Alice lagi
"Lalu bagaimana dengan perasaan kakak Lice?!"
Tanya Topan
"Maaf kak,yang namanya perasaan memang tidak bisa di salahkan, dia tidak bisa memilih pada siapa dia jatuh bahkan meskipun perasaan itu jatuh ke pasangan orang tetap tidak bisa di salahkan, Alice berterimakasih untuk kejujuran kakak, tapi maaf sekali lagi Alice gak bisa kak.!"
Ucap Alice sembari masih tetap menunduk
"Maaf kak permisi Alice harus pergi sekolah.!"
Ucap Alice lagi.
"Tunggu Alice, setidaknya tolong ijinkan kakak berteman dengan kamu meskipun kamu tidak bisa jadi milik kakak.!"
Ucap Topan meminta
Tanpa menoleh kebelakang Alice menjawab permintaan topan
"Tentu kak selama kakak tulus ingin berteman dengan Alice, Assalamualaikum!"
Ucap Alice sembari kembali melangkah meninggalkan Topan dan menghampiri Desi dan Irma.
"Udah Lice?"
Tanya Desi
Alice mengangguk kemudian melanjutkan perjalanan menuju sekolah.
"Ada apa lice?".
Tanya Desi Penasaran
"kak topan cuman mengatakan apa yang dia pikir penting di utarakan!"
Ucap Alice
"Dia suka sama kamu?"
Tanya Ira cepat tanggap
"Gimana bisa jadi suka sih?"
Tanya Desi agak lemot
"Iya Ir, dia pikir aku dan kak Purnama sudah bubar katanya dapat info dari anak yang satu kosan sama kita.!"
Jawab Alice
Desi garuk-garuk kepala sembari tersenyum
"Jadi beneran dia nembak kamu?"
Tanya Desi
Alice mengangguk
Ucap Desi
"Hahahah kamu deketin aja kalau emang suka.!"
Ucap Irma
"Kalau dia gak mau sama aku?"
Tanya Desi
"Ya itu resiko hahahh.!"
Ucap Irma lagi tertawa.
"Emang dasar bawang kamu Ir!"
Ucap Desi
"Bawang?"
Tanya Irma
"Kadang putih, kadang merah, bawang kan yang begitu, kadang bikin orang nangis kaya bawang merah kadang kamu baik kaya bawang putih.!"
Ucap Desi ketus
"Massa lalu orang tak perlu di ungkit.!"
Ucap Alice sembari menepuk pundak Desi.
Irma hanya tersenyum melihat ekpresi wajah Desi.
"Udah ayo ah keburu siang.!"
Ucap Alice mengajak Desi dan Irma berjalan lebih cepat.
Sesampainya di sekolah Alice dan Irma serta Desi, langsung duduk di kursinya masing-masing, nampak anak-anak lain sedang sibuk mengobrol membentuk kelompoknya sendiri-sendiri.
"Lice, Kenapa juga kamu sama kak Purnama selama seminggu ini gak pernah jalan?"
Tanya Desi
"Kan aku sibuk sekolah, kak Purnama juga sibuk mempersiapkan persyaratan untuk sekolah di luar negeri sembari menunggu graduasi dari sekolah kita.!"
Jawab Alice asal saja, namun memang masuk akal.
"Lagian memangnya kenapa juga kamu Des ngurusin hidup orang, kaya gak ada kerjaan lain kepo aja bawaanya.!"
Sahut Irma
"Kaya dia enggak aja dulu.!"
Ucap Desi mematahkan semua ucapan Irma.
Kalau sudah begini Irma selalu no koment.
"Kalian bawaanya berantem mulu heran aku.!"
Ucap Alice.
"Tahu tuh si Irma pedes mulu omongannya!"
Ucap Desi membela diri
"Iya deh iya aku yang salah terus, salah mulu, dan selalu salah!"
Jawab Irma kesal
"Udah ah!"
Ucap Alice mencoba meleray agar percekcokan mereka tidak berkepanjangan.
Suasana kelas mendadak tertib tatkala seorang guru masuk ke dalam kelas untuk memulai pembelajaran.
Sampai waktunya untuk istirahat pun sudah tiba, Alice mengambil handphone dari dalam saku tas nya berharap ada pesan singkat dari Purnama.
Namun harapannya harus ia relakan kandas begitu saja karena Purnama tidak mengirimi pesan seperti biasanya siang ini.
"Kamu kenapa, nungguin telpon?"
Tanya Desi yang melihat Alice menarik napas dalam.
"Enggak juga sih!"
Jawab Alice mencoba berbohong
"Kamu kangen sama kak Purnama?"
Tanya Desi lagi.
"Iya wajar aja sih kangen namanya juga sama pacar nya kan gak ada yang salah!"
Seru Irma
"Nyaut mulu udah kaya magnet!"
Ucap Desi ketus
"Udah ah udah, cape aku liatin kalian berantem terus, mending kita ke kantin dan beli minum!"
Ajak Alice kepada Desi dan Irma.
"Ayo deh sumpek juga aku di kelas!"
Jawab Desi.
"Sama!"
Seru Irma.
Sembari keluar dari kelas Desi dan Irma berniat bersamaan keluar dari Pintu namun tidak muat.
"Eh apaan sih kamu, aku duluan dong yang keluar!"
Ucap Desi
"Aku lebih dulu yang jalan kesini, eh kamu ikut-ikutan!"
Jawab Irma
"Minggir ih!"
Ucap Desi
"Kamu dong yang minggir ngalah sedikit kek, aku sama kamu badannya besar kamu!"
Seru Irma
"Heeuhh!"
Ucap Desi kesal sembari menatap Irma dalam-dalam.
"Hadeuh aku pergi duluan ya kalian selesaikan masalah kalian sendiri!"
Ucap Alice sembari berjalan pergi meninggalkan Irma dan Desi.