
Alice mengingat sebelum kejadian itu. Saat itu dia duduk diatas kasurnya dengan santai menatap dirinya dari kaca rias tepat diujung tempat tidurnya. Ada satu pesan masuk kehand phonenya tertulis
'aku kirimkan satu pasukan Mafia yang menyamar kesana sebagai pembawa pesanan ' Alice yang melihat itu langsung tersenyum menatap sinis kepantulan kaca.
Pria pengantar pesanan itu tidak lain adalah komplotannya yang dikirimkan oleh pasukan Mafia untuk membuat penyamaran Alice sebagai detektif terlihat sempurna dan agar mereka tidak curiga sama sekali sekaligus bisa lebih leluasa berkeliaran diperusahaan Big Hit sesudah mendapatkan kepercayaan.
"Jawablah " kata Suga melarutkan lamunanya
"Cukup bagi kalian percaya saja atas semua yang aku lakukan" kata Alice melirik mereka satu persatu
"Aku lelah aku ingin beristirahat" tambahnya kemudian berlalu meninggalkan mereka dengan tatapan yang masih bingung
"Dia sangat aneh" Suga menyandarkan tubuhnya kesopa
"Iya benar dia perempuan yang penuh dengan banyak misteri " tambah Jin yang sedari tadi tidak berbicara
"Apa susahnya menceritakan itu " cetus Suga kembali
"Mungkin dia lelah lihatlah lukanya" kata Rm menunjuk punggung Alice yang mulai hilang dari pandangan mereka
"Kalau begitu istirahatlah kami akan pulang" kata Bang dan mereka berdiri sambil membungkuk bungkuk seiring kepergian Bang dan manager mereka
"Heiii bagaimana bisa kau hidup lagi hah ???" kata Jimin dengan matanya membelalak pada V
"Ahhh kenapa ? apa kau serius ingin aku mati ?" dengan mata yang tidak kalah membalak dan suara kerasnya
"Serius kau seharusnya mati saja" tambah Jimin
"Iya kurasa itu lebih baik" tambah Suga
"Jyung" kata V tak percaya melihat Suga
"Iya itu benar ... kenapa kau tidak mati saja tadi" kata Rm kesal
"Kau tau Jimin menembak Alice karna tidak terima dia menembakmu tadi" kata Jin cerewet
"Ahhh ternyata semua hanya siasat"
"Untung saja Alice tidak mati " kata J-Hope mengelus dadanya dengan muka tupai miliknya
"Aku heran bagaimana bisa dia tetap kuat menahan sakit jahitan tadi" katanya dengan mata yang tidak percaya
"Iya dia sangat kuat andai saja itu aku… aku pasti langsung berteriak dan menangis nangis keras" kata Jin terharu dan mereka tertawa membayangkan Jin diposisi Alice
"Apa kenapa kalian tertawa" sambungnya
"Aku sudah membayangkannya" kata J-Hope tertawa keras dengan air mata yang mulai keluar
"Ohhhh karna ini" V membuka bajunya dan menunjukan baju anti peluru dibalik bajunya
"Alice menyuruhku memakai ini" kata V dengan mata berbinar pertama kali memakai baju itu
"Tapi kenapa dia tidak memberitahu kami" Tanya Jungkook
"Aku tidak tau dia hanya menyuruhku tidak memberi tahu kalian" kata V
"Ohhhh kurasa dia takut jika hyung Jimin tertawa jika melihat hyung V pura pura mati" kata Jungkook dan mereka tertawa sambil membenarkan perkataan Jungkook
"Iya dia sangat pintar" kata Rm disela sela tertawa
"Bagaimana pun seharusnya tadi kita percaya padanya" sesalnya
"Iya itu benar bukankah dia meminta kita untuk percaya padanya" tambah V
"Iya itu memang benar Teahyung-ahh tapi jika seandainya kau diposisi kami tadi kau juga pasti tidak bisa menerimanya" Jimin menggejolak
"Iya yang dilakukannya semua sangat susah untuk dipahami" kata Jungkook
"Iya Jungkook memang benar, sekarang kita hanya bisa diam dan percaya dengan semua prilakunya walau itu tidak masuk akal bagi kita" kata sang leader Rm
"Apa kalian ingat saat Arthfael berkata kita harus percaya pada Alice jika dia memintanya" mereka semua mengangguk membenarkan perkataan Jin
"Iya dia juga meminta kita untuk melindungi Alice" tambah J-Hope
"Tapi Jimin kita malah ingin membunuhnya" kata Suga memegang kepala Jimin sembari berjalan kekamarnya
"Wahhh aku tidak percaya Jimin kita pandai memegang pistol" ejek Jin lagi sambil tertawa
"Ahhh hyung" katanya malu dengan senyuman khasnya dan mengikuti mereka yang sudah berdiri untuk pergi kekamar mereka masing masing.
"Jungkook-ahh boleh aku tidur bersamamu aku takut sendirian" kata V merangkul tangan Jungkook
"Kenapa???" Tanya J-Hope
"Bukankah kau punya baju anti peluru ditubuhmu " kata J-Hope meledek
"Ahhh hyung lepas" kata Jungkook melepaskan pelukan V
"Iya itu benar Teahyung pakailah baju itu untuk tidur…aku rasa itu cocok jadi baju tidurmu mulai saat ini" teriak Jin dan disambut gelak tawa oleh mereka lalu masuk kekamar mereka masing masing
Sementara Alice baru siap membersihkan dirinya dan mendengar gelak tawa dari BTS yang memenuhi rumah mewah yang baru saja berduka itu
"Huh mereka sangat aneh…bagaimana bisa dengan situasi seperti itu mereka masih bisa tetap tertawa" kata Alice kemudian membaringkan tubuhnya keatas kasur dan terlelap dengan sangat nyenyak.