
Satu jam berlalu atas insiden penembakan dan pengepungan itu.
Kini pasukan tentara dan polisi sudah pergi satu persatu meninggalkan rumah mewah itu.
Alice meminta melanjutkan investigasi besok pagi lagi karna mereka sudah sangat lelah dan ada beberapa hal yang harus dibicarakan dengan member secara pribadi, mereka menyetujui permintaan Alice karna dia juga butuh waktu istirahat atas penembakan tadi
Kini hanya ada Alice, para member dan staf yang sibuk membersihkan setiap sudut ruangan yang kotor dipenuhi darah oleh pasukan Mafia yang ditembak Alice tadi dan pecahan kaca sebab tembakan dan cctv yang sudah rusak bergeletakan dimana saja.
Semua member duduk dengan tatapan bersalah dan menyesal tidak mempercayai Alice.
V terduduk santai dan melihat ada penyesalan yang begitu besar dari mereka.
"Kenapa kalian sangat tegang ?" tanya V memecah keheningan dan tidak ada jawaban sama sekali
"Heiii Jimin tadi aku sangat terharu kau menangis karnaku" katanya memeluk Jimin
Jimin melepas pelukan V dan berkata "Lepaskan" dorongnya lalu tertunduk setelah melihat tatapan Alice tajam padanya.
"Kenapa ?" Tanya nya heran menatap Jimin dan Alice bergantian karna Jimin seperti sangat takut pada Alice yang dia sendiri tidak tau bahwa ternyata Jimin yang menembak Alice.
"Tidak apa apa" kata Alice bangun dari duduknya mendekati Jimin dengan kotak obat ditangannya menyuruh V pindah dari sana dengan sebuah kode dari tangannya.
Jimin yang menyadari Alice duduk disampingnya semakin merasa gugup dan takut hingga membuatnya gemetaran
"Kemari tanganmu" kata Alice langsung meraih tangan Jimin yang gemetaran
"Kau takut padaku ?" Tanya Alice pada Jimin tapi dia hanya diam saja.
Alice kemudian membersihkan luka Jimin ditangannya karna tadi dia menginjak Jimin sangat keras hingga terluka
"Arkhh" kata Jimin menahan sakit
"Tahanlah pria manja" kata Alice tersenyum
"Huh bagaimana bisa jari jari kecil dan mungil ini bisa aku lukai ?" kata Alice memegang jari jari Jimin dengan kedua tangannya mencoba mencairkan suasana.
Jimin melihat kearah Alice sekilas lalu menundukan kepalanya
"Maafkan aku Angel" kata Jimin dengan air mata yang berlinangan
"Aku akan memaafkanmu tapi jangan lagi panggil aku Angel tapi panggil Alice" kata Alice tersenyum dan dia mengangguk anggukan kepalanya
"Namjoon" tiba tiba suara seorang paruh baya masuk tergesa gesa dengan seorang manager dibelakangnya memanggil sang leader untuk memastikan keadaan BTS
"Bang pd" kata mereka berdiri dan memberi hormat
"Manager" tunduk mereka lagi
"Apa ada yang terluka ?" Tanya manager memperhatikan mereka satu persatu dan melihat tangan Jimin yang sudah diperban
"Tangan mu kenapa ?" tanyanya perhatian
"Tidak apa apa" jawab Jimin tersenyum
"Detektif Angel kau kenapa ?" Tanya Bang Si-Hyuk melihat kedua bahunya tertutup perban yang duduk diantara member yang berdiri
"Aku... aku menembaknya" kata Jimin mengakui kesalahannya
"Apa ?" kata Bang Si-Hyuk, manager dan V yang sama sekali memang tidak tau
"Tidak apa apa" kata Alice mencoba menenangkan
"Sekarang duduklah ada yang perlu saya katakan" kata Alice yang memang tidak berdiri sama sekali ketika mereka datang
Mereka duduk diruangan tamu itu menatap Alice penasaran akan apa yang dia katakan.
Alice melipat kedua tangannya didadanya sebelum mulai berbicara
"Dahulu ada gadis kecil berumur delapan tahun yang dirampas kebebasannya hanya untuk dijadikan alasan pemerasan. Seiring waktu berjalan dia tumbuh besar dengan tatapan tajam seperti elang dan keinginan membunuh yang begitu bergejolak dari matanya, tak ada rasa kasihan dan iba terpancar dari wajahnya karna seperti itulah yang diajarkan padanya sedari dia kecil, keahliannya telah diakui dan dia menjadi salah satu pemimpin Mafia. " Alice memulai dengan basa basi.
"Banyak Mafia yang sudah tunduk dibawah kakinya semua orang takut melihat tatapannya" kata Alice mengingat semua kejadian itu
"Sekarang dia dihadapkan dengan dua pilihan yang sulit dia terima... membunuh demi kesetiaan atau terbunuh karna melindungi" katanya terputus dan melihat mereka satu persatu
"Dia memilih pilihan yang kedua yaitu terbunuh karna melindungi orang asing yang bahkan sulit untuk mempercayai keikhlasan dari dirinya"
Member BTS yang memang sangat tahu betul orang yang sebenarnya dia bicarakan adalah dirinya sendiri langsung berkata
"Bukan begitu Alice " kata mereka bersautan
Bang Si-Hyuk dan manager yang mendengar mereka memanggil Angel yang mereka kenal dengan sebutan Alice bingung menatap Alice "Alice??"
"Iya …aku … Bukan detektif Angel" kata Alice menatap mereka berdua
"Aku adalah Alice pemimpin terbesar dari komplotan penjahat Mafia" Alice menatap tajam mereka berdua dan menyela Bang yang ingin berbicara
"Aku disini ditugaskan untuk memusnahkan kalian satu persatu menggunakan siasat yang bahkan kalian tidak menyadarinya" tambah Alice
"Kenapa?"Tanya Bang
"Awalnya kami hanya ingin memeras harta kalian tapi ternyata kalian memperpanjang masalah ini dan kami ikut didalam permainan kalian"
"Harta ?? kami akan memberinya sekarang jika kalian memintanya tetapi kenapa kalian sampai ingin membunuh kami ?" susul Bang mengingat para Mafia adalah komplotan terbesar didunia yang sangat susah untuk dibasmi bahkan sebagian dari pihak polisi tidak mau ikut campur
"Hmmmm" kata Alice sebelum melanjutkan
"Kalian sudah memberinya pada kami" sambung Alice dan membuat mereka semakin bingung menatap Alice karna mereka sama sekali tidak memberinya sepesar uang pun
"Kalian memang tidak tau karna kami mempersiapkannya dengan matang dan sangat rapi hingga sampai ini tidak ada yang tau" tambah Alice
"Kita bisa saja berkerja sama jika kalian menginginkannya tapi jika kalian tidak mau aku bisa saja memusnahkan kalian semua sekarang juga" Alice memberi tawaran dengan mengancam
"B-baik" tunduk mereka setuju dengan rasa ragu dan tidak mengerti dengan semua perkataan Alice
"Apa yang kau inginkan ?" Tanya Bang
"Tidak ada yang aku inginkan.. aku hanya ingin menebus kesalahanku pada kalian" tambah Alice datar.
"Apa ???"
"Maksutnya ???" Tanya mereka bersautan
Alice memejamkan matanya dan menarik napas pelan lalu mengambil reemot tv dan menyalakannya setelah memasukkan kaset Cd
"Lihat ini" kata Alice kembali duduk dan mereka memperhatikan dengan seksama rekaman itu.
"Bukankah itu wanita yang kita cari di New York saat itu" tunjuk Jungkook saat melihat wanita yang ada dilorong hotel itu berjalan memasuki kamar hotel.
Alice langsung melihat Jungkook dan lainnya sudah mengingat wanita itu "Ingatanmu sangat kuat" kata Alice menatap Jungkook "tapi tidak begitu bagus" katanya setelah memberi pujian.
"Iya bagaimana kau tau tentang ini ? " tanya manager
"Bahkan hotel itu mengatakan tidak ada yang masuk kekamar BTS saat melihat cctv mereka " tambah Bang Si-Hyuk
"Kami mencari komplotan mereka tapi tidak ada satu pun yang kami dapat" kata manager
"Dia sudah mati tepat malam itu juga"
"Iya sampai saat ini kami sama sekali tidak mendapat bukti apapun" kata Bang Si-Hyuk dengan muka kecewa
"Tapi aku mengingat ada tato didada berbentuk kupu kupu disebelah dada kanannya sangat besar" tambah Jungkook dan mereka mengingat hari itu sambil melihat wanita yang ada didalam rekaman masuk kekamar selanjutnya tanpa ada gangguan sedikitpun.
"Tato ?" Tanya Alice
"Iya tato tapi hanya Jungkook yang melihatnya" kata Rm
"Aku berpikir dia mungkin mengada ngada" tambah J-Hope dengan suara aneh membuat tertawa yang lainnya
Alice berdiri dari duduknya diantara mereka dan mengambil pisau yang masih berada dipinggangnya semua menatap kearahnya heran
"Aku juga punya" kata Alice dan menyayat pahanya