Alice

Alice
Bagian 166



Topan yang melihat Alice keluar dengan wajah sumringah sudah dapat menebak bahwa dia di terima di perusahaan ini.


"Kak!"


Panggil Alice kepada Topan setengah berteriak, Topan tersenyum dan melambaikan tangan.


Topan melebarkan tangannya berharap Alice akan memeluknya saat menghampirinya.


Saat sudah mulai dekat Alice justru menjabat tangan Topan secara spontan.


"Makasih ya kak, semua berkat kerja keras kakak, Aku di terima di sini Alhamdulillah aku senang banget kak!"


Ucap Alice sembari tersenyum.


Topan yang kikuk langsung menggaruk-garuk kepalanya sembari tersenyum.


"Heheh iya sama-sama, kamu yang betah ya kerjanya disini biar cepat jadi orang sukses.!"


Ucap Topan tersenyum.


"Aamiin kak heheh, ayo makan aku udah laper banget loh heheh!"


Ucap Alice kepada Topan.


"Ok ayo kita jalan!"


Jawab Topan tersenyum sembari kembali membukakan pintu untuk Alice dan mereka oun melaju menuju sebuah restoran untuk sarapan pagi.


Usai sarapan Alice dan Topan kembali melanjutkan rencana mereka untuk pergi ke percetakan undangan.


"Oya kak, ngomong-ngomong kalau nanti aku kerja, kakak sama siapa dong ngerjain Proyek pernikahan kak Asti sama Kak Dahlan?"


Tanya Alice.


"Gak papa, kamu gak perlu khawatir pokonya kamu cukup kerja aja yang bener urusan pernikahan Asti sama Dahlan biar jadi urusan aku!"


Jawab Topan meyakinkan.


"Makasih ya kak makasih banyak!"


Ucap Alice.


"Oya kak, kakak kenal sama bu Akila itu?"


Tanya Alice penasaran.


Topan sedikit tertegun mendengar pertanyaan Alice.


"Loh memangnya kenapa gitu?"


Tanya Topan.


"Gak Papa sih nanya aja, tapi ko bisa ya cantik banget dia kak udah kaya barbie aja wajahnya.!"


Ucap Alice memuji


"Iya namanya juga perempuan pasti cantik dong!"


Jawab Topan


"Tapi sayang jutek!"


Ucap Alice lagi


"Jutek?"


Tanya Topan seolah bingung.


"Iya kak, jutek banget dia sama Alice tadi, tapi gak tahu juga kalau dia sebenarnya pura-pura jutek?"


Seru Alice kepada Topan.


"Gak mungkin, dia itu perempuan baik dan ramah serta periang!"


Jawab Topan seketika.


"Ko kakak tahu?"


Tanya Alice


"Emmmm...emmmm...emmmm...itu loh cuman nebak-nebak aja denger cerita dari temen-temen kakak ko, heheh!"


Seru Topan mengelak.


"Nah ini dia percetakannya coba kita masuk kesini dulu yu!"


Ajak Topan mencoba menghindari percakapan tentang Akila.


"Oh... ya udah ayo!"


Jawab Alice sembari mencoba melepaskan sabuk pengamannya.


Topan membantu Alice membukakan Pintu mobil kemudian masuk ke dalam percetakan.


Topan mengobrol kesana kemari dengan pemilik percetakan dan hasilnya deal memuaskan cocok dengan harga yang di anggarkan oleh Asti dan Dahlan.


"Udah kelar kak?"


Tanya Alice.


"Sip!"


Jawab Topan tersenyum.


"Sekarang kita kemana?"


Tanya Alice lagi


"Kita cari baju buat kamu kerja, gak mungkin kan kamu pakai baju begini terus pergi kerja?"


Tanya Topan kepada Alice.


"Tapi kak...!"


Ucap Alice mencoba menolak.


"Apa?, udah anggap aja aku ngutangin kamu, kamu boleh bayar nanti kalau kamu sudah gajihan, gimana, heheh?"


Ucap Topan memberi penawaran.


Alice tersennyum.


Mereka pergi ke arah tengah perkotaan dan memilih beberapa model baju kerja dengan hijab.


"Sepatunya juga?"


Tanya Topan kepada Alice sembari melihat sepatu pentopel yang dulu di berikan Purnama kepada Alice, yang masih setia menemani Alice kemanapun pergi.


"Tapi ini...!"


Ucap Alice keberatan.


"Hanya untuk ke tempat kerja saja, gak mungkin kan hari-hari kamu pakai ini terus?"


Ucap Topan mengingatkan.


Alice termenung sembari menunduk melihat sepatu pentopelnya.


"Udah ayo!"


Ucap Topan sembari menarik tangan Alice.


Di meja makan Topan menatap Alice dalam.


"Ada apa kak?"


Tanya Alice yang merasa ada yang aneh dengan dirinya.


"Gak ada apa-apa ko cuma pengen ngeliatin kamu aja!"


Seru Topan sembari tersenyum.


"Kebiasaan bikin orang kelimpungan aja kirain ada yang aneh sama aku!"


Ucap Alice


"Heheh enggak ko, kalaupun ada yang aneh udah pasti aku bakal kasih tahu!"


ucap Topan.


"Silahkan pesanan Anda!"


Seru Costumer service di restoran.


"Makasih kak!"


Jawab Alice tersenyum.


"Makan berdua aja sepi ya kak, kangen banget makan bareng sama yang lain.!"


Ucap Alice kepada Topan


"Nanti kita bisa makan bersama pas acara pernikahan Asti sama Dahlan heheh!"


Ucap Topan.


"Sulit ya kak, apalagi kalau mereka sudah berumah tangga yang satunya lagi sekarang sedang di pingit.!"


Ucap Alice lagi berkeluh kesah.


"Udah jangan terlalu sedih, kan masih ada aku yang bakal tetap nemenin kamu jadi kamu gak akan pernah sendiri!"


Ucap Topan


"Bahasa lelaki!"


Ucap Alice nyeletuk.


"Maksudnya?, wah jangan-jangan di samain sama Purnama lagi nih hahahah, yang bikin salah Purnama aku juga kebawa-bawa.!"


Seru Topan.


"Enggak ko kak, hanya belajar dari pengalaman!"


Jawab Alice.


"Ya udah gak usah banyak mikir yang aneh-aneh fokus kerja mulai sekarang, ayo makan yang banyak biar gemuk biar nampak bahagia heheh!"


Seru Topan kepada Alice.


Alicepun tersenyum sembari memulai makan malam nya.


"Selesai makan langsung pulang kan kak?"


Tanya Alice.


"Iya kan besok kamu mulai kerja jadi kamu harus tidur lebih awal, nanti bisa-bisa kesiangan kaya hari ini lagi hahahah!"


Ucap Topan.


"Iya deh iya, nanti gak lagi-lagi deh kesiangan heheh!"


Jawab Alice.


"Besok pagi aku antar kamu kerja ya, sorenya aku jemput lagi!"


Ucap Topan.


"Gak perlu begitu juga kak, kan masih banyak angkot!"


Seru Alice.


"Gak bisa lah, aku harus mastiin kamu benar-benar sampai ke kantor dengan selamat dan Pulang dengan selamat juga ke kosan!"


Ucap Topan kepada Alice.


"Emang gak ngerepotin apa kak?"


Tanya Alice.


"Enggak lah in shaa Allah buat kamu gak bakal merasa si repotkan hehehh!"


Ucap Topan


"Hahahah mulai deh!"


Ucap Alice.


"Bagaimana mungkin aku bisa lupa sama kak Purnama sementara semakin sering kita lewatin waktu bersama justru sikap dan cara kamu berbicara dan memperlakukan aku justru malah membuatku semakin mengingat Purnama kak!"


Ucap Alice dalam hatinya sembari menatap Dahlan.


Pandangan mereka saling bertemu, ada rasa yang memang selalu membuat perasaan hati Topan tidak karuan ketika beradu pandang dengan Alice.


Alice tersenyum mengakhiri tatapan mata mereka yang saking beradu.


Topan pun tersenyum dan kembali melanjutkan makannya.


Usai makan Topan mengantar Alice ke kosannya.


"Ada mau beli sesuatu dulu gak buat di kosan nanti?"


Tanya Topan.


"Gak usah lah kak lagian udah kenyang udah pengen tiduran rebahan pokonya.!"


Jawab Alice.


"Ya udah kalau gitu aku antar kedalam ya!"


Seru Topan.


"Gak usah kak udah sampai di sini aja, kakak juga mendingan cepetan pulang jangan sampai aku kesiangan besok nunggu kakak heheheg!"


Ucap Alice beralasan.


"Oh ya udah ati-ati ya jangan malam-malam tidurnya.!"


Pesan Topan kepada Alice.


"Iya kak maksasih, Assalamulaikum!"


Seru Alice.


"Wa allaikumus sallam!"


Jawab Topan


Alice keluar mobil dan melambaikan tangan kepada Topan kemudian masuk ke dalam kosannya untuk beristirahat!