
Purnama mulai merasa kecewa dengan sikap Alice.
"Hemhsss kalau memang kamu sayang sama dia, aku gak papa, biar aku coba kubur semua mimpi-mimpi kita, maaf jika selama ini aku sudah menjadi penghalang di antara kisah kalian berdua.!"
Ucap Purnama kemudian memalingkan badan dan berniat Pergi melangkah meninggalkan Alice dan yang lainnya.
"Kak!"
Seru Alice sembari menarik tangan Purnama dan melepaskan tangan Topan.
Purnama tertegun begitu juga dengan Topan yang masih dalam posisi berlutut.
"Maaf kak.!"
Ucap Alice lagi.
"Tidak perlu meminta maaf, justru aku yang sudah memisahkan kalian!"
Ucap Purnama dengan nada kecewa.
"Tidak kak, maksud Alice maaf sudah membuat kakak menunggu, seharusnya dalam hati kakak tidak perlu ada keraguan terhadap Alice kak.!"
Ucapan Alice membuat Purnama kembali berbalik menghadap Alice.
"Maksud kamu?"
Tanya Purnama.
Ucapan Alice mampu membuat Desi, Irma,Asti dan Dahlan bernapas lega.
"Kak Topan maaf, jawaban Alice tetap sama, meskipun pada kenyataanya Alice dan kak Purnama akan berpisah jauh, tapi kami sudah berjanji untuk tetap bersama, terlalu banyak yang sudah kak Purnama korbankan untuk Alice, tidak mungkin Alice pergi hanya karena orang baru yang tidak pernah tahu sesulit apa perjuangan kak Purnama buat tetep sama Alice, terimakasih kak Topan atas perasaan kakak, tapi sekali lagi maaf Alice tidak bisa.!"
Ucap Alice sembari berdiri di samping Purnama menatap Topan yang masih tertunduk dan berlutut.
"Bangun brow, dunia masih luas ayo pergi.!"
Ucap Hendrik sembari menarik Topan.
"Maaf sudah mengganggu kalian!"
Ucap Topan kemudian berbalik dan berjalan meninggalkan Alice dan yang lainnya.
Topan menghentikan langkahnya dan kembali berbalik menatap Alice.
"Maaf juga, kakak tidak bisa membuang jauh-jauh perasaan kakak sama kamu Lice meskipun kamu sudah dua kali menolak kakak.!"
Ucap Topan lagi kemudian kembali berpaling dan pergi menjauh.
"Terimakasih sayang, maaf kakak sudah meragukan kamu tadi.!"
Ucap Purnama kepada Alice.
"Enggak kak, Alice yang minta maaf karena gak cerita sama kakak masalah ini sejak awal.!"
Ucap Alice.
"Itulah pentingnya keterbukaan dalam sebuah hubungan, tujuannya supaya tidak ada salah faham.!"
Seru Dahlan.
"Sebenernya ada apa sih Lice antara kamu sama si Topan itu, ko dia bisa tahu kalau kamu sama Purnama bakal berjauhan?"
Tanya Asti masih penasaran.
Purnama pun menatap ke arah Alice seolah ingin mengetahui jawabannya juga.
"Kalau dari Alice pribadi gak pernah cerita sih kak, tapi pas beberapa hari lalu dia nyatain perasaannya untuk pertama kali dia bilang kalau dia selalu bertanya tentang Alice dan kak Purnama sama salah satu anak kosan yang satu kos sama Alice, cuman dia gak bilang orangnya siapa.!"
Jawab Alice
"Apa jadi dia sudah beberapa hari lalu nyatain perasaan nya sama kamu?"
Tanya Purnama kaget
"Iya kak maaf, Alice memang gak cerita ke kakak, tadinya Alice takut nambahin beban pikiran buat kakak.!"
Jawab Alice lagi.
"Itu memang hal yang pasti Lice, tapi gimana dan apapun elu harus ngasih kabar ke Purnama setidaknya ke Asti atau ke gue, kan biasanya juga begitu.!"
Ucap Dahlan.
"Iya kak maaf, Alice salah, Alice janji kedepannya berusaha untuk lebih terbuka dalam hal apapun.!"
Seru Alice
"Menurut Aku ya Pur, kayanya Alice mesti Pindah kosan!"
Ucap Asti memberi saran.
"Saya setuju dengan usul kak Asti, karena semalam saja dia sampai nyamperin ke kosan kan padahal sudah di tolak.!"
Ucap Irma
"Lah kalau Alice pindah aku gimana dong?"
Tanya Desi bingung
"Gimana menurut kamu sayang?"
Tanya Purnama kepada Alice.
Ucap Alice.
"Iya sih lebih parahnya teteh kosan anaknya si ibu kosan itu mendukung banget kayanya kalau Alice sama Topan, semalam aja sampai maksa-maksa Alice buat nemuin Si Topan!"
Ucap Desi.
"Bener yang?"
Tanya Purnama.
"Iya kak tapi kita gak boleh mempermasalahkan hal ini kalau memang semua masalah bisa selesai dengan Alice pindah kosan Alice gak papa ko Asal sama Desi sama Irma aja di kosan baru nya, Lagian Alice bisa ganti no buat menghindari Topan.!"
Usul Alice.
"Kalau perlu gak usah ada yang bilang kalian mau pindah kosan kemana sama Ibu kosan apalagi sama anaknya itu.!"
Ucap Dahlan memberi Usulan.
"Iya bener aku rasa juga kaya gitu lebih baik.!"
Ucap Asti.
"Tapi emang berat sih ninggalin ibu kosan terlebih lagi, Alice udah ngerasa kaya ke ibu sendiri.!"
Ucap Alice sedih.
"Ibu kosan emang baik, tapi semua ini lebih baik lagi demi ketentraman kamu.!"
Ucap Asti mencoba memberi penjelasan kepada Alice.
"Sesekali kamu bisa datang kesini untuk berkunjung sayang, sekedar nengokin ibu kosan disini.!"
Ucap Purnama kepada Alice.
"Ya udah mending gini aja, Elu temenin Alice lah nyari kosan Pur, urusan di sekolah biar gue sama Asti yang handle, sekalian Desi sama Irma ikut aja.!"
Ucap Dahlan memberi usul.
"Tapi gak papa?"
Tanya Alice.
"Maksudnya gak papa?"
Tanya Asti
"Iya kalau kak Purnama jalan sama Alice, nanti kalau sampai ke telinga mamahnya kak Purnama kan bisa repot lagi, kasian kk Purnamanya.!"
Seru Alice.
"Iya juga sih, terus gimana dong Pur?"
Tanya Dahlan.
"Ya udah gini aja kita ke sekolah dulu, nanti sampai di sekolah pinjem mobil siapa aja gitu buat cari kosan mobil aku parkirin aja di sekolah, kayanya gak bakal ketahuan kalau aku jalan sama Alice?!"
Seru Purnama mengutarakan Ide nya.
"Ya ampun ribet bnget sih loe Pur, udah mending elo pake motor gue buat boncengin Alice cari kosan,nanti kalau udah ketemu kosannya buat angkut-angkut barang biar gue bawa mobil Asti supya elo bisa bantuin Alice sama yang lain Pindahan, sementara karena keadaan Desi sama Irma gak perlu ikut dulu cari kosan nya gimana?"
Ucap Dahlan memberi usul.
"Ya sudah gak papa ko asal nanti Desi ikut Pindah aja heheh.!"
Seru Desi.
"Ya udah sekarang, elu pakai nih motor gue, sama helm nya, biar mobil elu gue yang bawa ke sekolah.!"
Ucap Dahlan.
"Makasih bang!"
Ucap Purnama tersenyum sembari memakai helmnya.
Alice pun naik motor di bonceng oleh Purnama dengan tujuan mencari kosan baru untuk Alice dan yang lain tinggal.
"Maaf ya kak, lagi-lagi Alice bikin kakak repot.!"
Seru Alice meminta maaf.
Purnama meraih tangan Alice yang masih malu-malu berpegangan pada jaket Purnama, sembari tersenyum Purnama menaruh tangan Alice di pinggangnya dan memeganginya.
"Selama ini terbaik untuk kamu kakak gak akan merasa di repotkan.!"
Jawab Purnama
"Makasih kak.!"
Ucap Alice
Purnama tersenyum di balik helmnya sembari tetap mengelus-elus tangan Alice dengan sebelah tangannya.
"Terimakasih seberat apapun ujiannya kamu tetap mau nemenin kakak.!"
Ucap Purnama.
"Aamiin in shaa Allah kak.!"
Jawab Alice tersenyum.