Alice

Alice
Bagian 84



"Pur gue duluan ya, udah pengen rebahan ini badan!"


Seru Dahlan


"Ok!"


Seru Purnama seraya kembali melangkah menuju Pintu rumah pak Budi.


"Alice aku duluan ya.!"


Pamit Asti.


"Iya kak, makasih tumpangannya hati-hati di jalan.!"


Seru Alice.


Purnama datang menghampiri Alice dengan mobilnya.


Kemudian turun untuk memasukan bagasi.


"Kamu masuk duluan sayang, di luar panas, biar kakak aja yang beresin.!"


Pinta Purnama kepada Alice.


"Gak papa kak, Alice bantuin kakak dulu sja.!"


Timpal Alice.


"Panas loh, lagian cuman dikit barangnya biar kakak aja yang urus, kamu masuk sana ya.!"


Purnama kukuh meminta Alice menunggu di dalam mobil.


"Tapi beneran gak papa?"


Tanya Alice merasa tak enak.


"Gak papa, udah tunggu di dalam duduk yang manis ya heheh.!"


Ucap Purnama sembari mendorong tubuh Alice perlahan menuju mobil.


Alice hanya tersenyum mendapatkan perlakuan demikian.


Sementara Purnama sibuk memasukan kembali barang kedalam bagasi Alice berbalik menatap Purnama dari dalam mobil.


"Sungguh pria baik."


Ucap Alice kepada dirinya sendiri seraya tersenyum.


Setelah selesai Purnama pun bergegas masuk ke dalam mobil.


"Udah selesai kak?"


Tanya Alice.


"Alhamdulilah sudah."


Jawab Purnama seraya tersenyum.


"Kita jalan ya... Bismillah...!"


Ucap Purnama.


Saat mobil mulai melaju Purnama kehabisan tisu untuk mengelap keringatnya.


Kemudian mencari di dalam dashboard.


"Kakak cari apa sih?"


Tanya Alice.


"Tisu sayang, buat lap keringat.!"


Jawab Purnama.


"Udah biar Alice yang cariin, kakak fokus nyetir aja, bisa bahaya tahu.!"


Seru Alice


"Iya sayang, maaf ya tolong carikan di dalam situ.!"


Pinta Purnama.


"Nah gitu dong, jangan sungkan sama Alice ah.!"


Seru Alice sembari tersenyum dan mencari tisu di dalam dashboard.


Purnama tersenyum senang mendengar Alice berkata demikian.


"Nah ini dia.!"


Ucap Alice sembari mengambil tisu tersebut.


Saat Alice menariknya keluar, tertarik sebuah poto dari balik tissu tersebut dan jatuh ke bawah.


"Ini kak tisunya.!"


Seru Alice seraya menyodorkan tisu tersebut.


"Makasih sayang.!"


Ucap Purnama


"Sama-sama kak, kayanya tadi ada yang jatuh deh, nah ini dia.!"


Seru Alice sembari mengambil poto tersebut.


"Apa itu sayang?"


Tanya Purnama.


Alice menatap poto kemesraan Purnama dengan seorang perempuan yang tak asing baginya.


Purnama bingung melihat Alice tertegun


"Poto apa sih sayang?"


Tanya Purnama lagi.


"Emhsss ini kak.!"


Seru Alice seraya menyodorkan poto tersebut kapada Purnama.


Purnama menerima poto tersebut dengan perasaan kaget.


"Itu kak Gita kan, teman satu kelas kakak?"


Tanya Alice.


"Ada apa antara kakak dan kak Gita, apa kalian pernah terlibat hubungan di massa lalu?"


Tanya Alice menpdong dengan santai.


"Maaf kakak tidak pernah cerita sebelumnya ke kamu, sebenarnya Gita adalah cinta Pertama kakak saat kami masih di Smp,kakak tidak tahu jika ada poto ini disini sungguh.!"


Jelas Purnama.


"Kamu percaya kan sama kakak?"


Tanya Purnama.


"Iya kak gak papa Alice cuman ingin yahu segala hal tentang kakak, siapa saja bagian dari massa lalu kakak, yahhh supaya kedepannya tidak akan ada kesalah Pahaman di antara kita."


Pinta Alice kepada Purnama.


"Makasih ya sayang, kakak belum sempat cerita karena banyak sekali kan masalah yang datang kemarin-kemarin. Tapi kamu tenang saja, kakak cuman pernah pacaran dua kali.!"


Seru Purnama.


"Kenapa kakak dan kak Gita bisa pisah?"


Tanya Alice


"Iya lulus Smp kita pisah karena sering bertengkar, dan akhirnya Gita sama Raka sampai sekarang.!''


Cerita Purnama sembari meremas poto dan membuangnya lewat jendela mobil.


"Lantas kakak ketemu sama Tari, dan beruhubungan sama Tari, hubungan kami sangat baik namun Allah lebih sayang sama Tari hingga akhirnya tari pergi lebih dulu.!"


"Kenapa sama kak Tari?"


Tanya Alice Penasaran.


"Dia sakit, dan sering bolak balik ke rumah sakit untuk kemo, dia pergi dengan bahagia sembari tersenyum.!"


Jawab Purnama.


"Maaf kak Alice tidak bermaksud ..!"


Ucap Alice.


"Gak papa sayang, sekarang kankakak sudah sama kamu, kepercayaan itu penting dalam sebuah hubungan, saling keterbukaan dan saling jujur itu menjadi pondasi penting dalam hubungan !"


Ucap Purnama sembari menggenggam tangan Alice dengan sebelah tangannya.


"In shaa Allah kak.!"


Jawab Alice seraya tersenyum.


"Kita Mampir dulu ke mini market ya?"


Seru Purnama.


"Oh iya sok aja gak papa Alice ikut Aja, mau beli apa memangnya?"


Tanya Alice.


"Ada deh heheh.!"


Seru Purnama.


Alice hanya tersenyum sembari kembali menatap ke depan.


Sesampainya di mini market Purnama mengajak Alice masuk.


"Ayo sayang!"


Ajak Purnama.


Alice ikut turun dan masuk ke dalam mini market.


Purnama mengambil keranjang untuk tempat belanjanya.


"Kalau ada yang mau di beli ambil aja sayang, seru Purnama sembari mengambil beberapa makanan siap saji dan cemilan.


"Gak ada kok kak.!"


Ucap Alice sembari mengikuti Purnama.


Purnama mengambil minuman botol dan susu kaleng serta keperluan mandi.


Alice tertegun melihat Purnama membeli keperluan sebanyak itu.


"Serius gak ada sayang?"


Tanya Purnama meyakinkan


Alice mengangguk.


Ya udah ayo.


Ajak Purnama menuju meja kasir.


"Tidak ada tambahan lain kak?"


Tanya mbak kasir,


"udah itu aja mbak."


Jawab Purnama


"Semuanya tiga ratus tujuh puluh tujuh ribu lima ratus rupiah ka.!"


Seru mbak kasir.


Purnama menyodorkan kartu debit untuk membayar.


"Makasih kak, selamat datang kembali.!"


Ucap mbak kasir Ramah.


Purnama dan Alice tersenyum sembari keluar dari mini market.


"Mau cari makan dulu gak?"


Tanya Purnama.


Alice hanya menggeleng.


"Gak laper gitu?"


Tanya Purnama lagi.


Alice menggeleng lagi.


"Baiklah, coba minum ini, rasanya segar loh.!"


Seru Purnama sembari mengambil satu botol minuman berperisa lemon dan memberikannya kepada Alice.


"Makasih kak"


Ucap Alice


Purnama Mengangguk.


"Akhir pekan ini jangan kemana-mana ya,kakak mau ngajakin pergi.!"


Seru Purnama.


"Kemana kak?"


Tanya Alice.


"Rahasiah dong. heheh!"


Jawab Purnama


"Gitu terus ah kakak mah.!"


seru Alice


"Kan biar kejutan sayang heheh.!"


Ucap Purnama.


"iya deh iya, tapi ijin dulu sama ibu kos ya.!"


Pesan Alice.


"Tenang, itu biar kakak yang urus, lagian kakak yakin pasti di ijinin deh kan Ibu kos suka sama kakak heheh.!"


Seru Purnama Percaya Diri


"Ihhh Gr banget coba heheh.!"


Timpal Alice


"Iya dong kan ibu udah setuju sama kedekatan kita heheh!"


Alice tersenyum mendengar ucapan Purnama sembari menurunkan kaca mobil di dekat nya.


"Puyeng bukan sayang?"


Tanya Purnama.


"Enggak kok kak, Alice lebih suka udara alami ketimbang udara buatan heheh.."


Purnama tersenyum sembari memutar musik di dashboard mobil nya.


Lagu demi lagu mengalun menemani perjalanan Alice dan Purnama.


Sesekali Alice dan Purnama ikut bernyanyi bersama,mengikuti bait demi bait lagu yang mereka hapal.


Canda tawa muda-mudi yang tengah dimabuk cinta itu mampu membuat siapa pun merasa iri jika melihatnya...