
"Hai Alice!"
Sapa Akila kepada Alice yang tengah menunggu Topan.
"Eh Ibu!"
Ucap Alice
"Jangan panggil ibu saya lebih tua beberapa tahun saja di banding kamu, terlebih lagi ini bukan di kantor.!"
Ucap Akila Protes.
"Oh maaf.!"
Ucap Alice.
"Panggil aku Kila saja!"
Ucap Akila
"Baiklah heheh!"
Jawab Alice sembari tersenyum.
"Aku masih tidak paham apa yang sebenarnya maksud Topan dengan Aku tidak memiliki yang Alice miliki!"
seru Akila dalam hatinya sembari melihat Alice dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Kemana Topan?"
Tanya Akila.
"Lagi mau ketemu sama kak Asti dan Kak Dahlan dia.!"
Jawab Alice masih agak canggung.
"Ada apa memangnya?"
Tanya Akila lagi.
"Kami mau pulang duluan heheh!"
Jawab Alice lagi.
"Kenapa?"
Tanya Akila lagi
"Aku agak mual kayanya masuk angin!"
Seru Alice
"Oh iya, Akila sama Topan saling kenal ya?"
Tanya Alice kepada Akila.
"Apa dia tidak pernah bercerita?"
Tanya Akila balik.
"Aku tahu karena melihat kalian tadi saling sapa kemudian mengobrol!"
Jawab Alice sembari menggeleng.
"Ya ampun ko bisa ya dia gak cerita ke kamu, padahal kami dulu dekat banget loh!"
Ucap Akila bangga.
Alice hanya tertegun mendengar perkataan Akila.
"Kenapa ucapan Akila dan kak Topan beda gini, sepertinya ada yang tidak jujur disini!"
seru Alice dalam hatinya sembari menatap Akila.
"Sepertinya Topan benar-benar menyembunyikan hubungan antara aku dan dia di massa lalu kepada Alice, ini bisa jadi jalan buat aku kembali kepada Topan.!"
"Kenapa ngeliatnya begitu?"
Tanya Akila.
"Eh maaf!"
Seru Alice.
"Kamu ada waktu gak besok?"
Tanya Akila kepada Alice.
"Waktu?"
Tanya Alice lagi.
"Gimana kalau besok pas makan siang di kantor kita makan siang bareng, kamu mau kan jadi teman aku?"
Tanya Akila kepada Alice.
Alice mendengar pertanyaan Akila merasa senang dan masih tak percaaya.
"Sungguh?"
Tanya Alice.
Akila tersenyum seraya mengangguk.
"Tentu, tentu saya mau!"
Jawab Alice antusias.
"Ok, mulai sekarang gak perlu terlaku formal memanggil aku ya, sekarang kan kita sudah berteman heheh!"
Ucap Akila kepada Alice.
"Emhs baiklah!"
Seru Alice mengangguk senang.
"Sampai besok!"
Ucap Akila seraya meninggalkan Alice di tempatnya sendiri, Alice melambaikan tangan kepada Akila sembari tersenyum.
"Sampai besok juga heheh!"
Jawab Alice.
Betapa senangnya Alice saat ini meskipun dia memiliki bos yang super jutek tapi sekarang dia sudah memiliki teman di tempat kerjanya.
Andri menikmati pemandangan tadi ketika Akila dan Alice bercakap-cakap dari penjuru gedung dengan gelas minuman di tangannya, bersama Wendy dan Beny.
"Serius banget loe lagi ngeliatin siapa?"
Tanya Beny kepada Andri.
Andri hanya tersenyum ketika mendengar pertanyaan Beny dan melihat Akila meninggalkan Alice.
"Tahu heran gue sama orang satu ini!"
Seru Wendy kepada Andri.
"Sepertinya akan ada yang mulai memainkan perannya mulai besok!"
Jawab Andri, membuat Beny dan Wendy justru malah semakin bertanya-tanya tentang maksud Andri.
"Kenapa sih Dri?"
Tanya Wendy lagi, kemudian Wendy menatap kearah tatapan Andri.
"Lah elo dari tadi ngeliatin si Alice asisten loe sendiri, hahah gak nyangka gue elo ternyata diam-diam suka merhatiin dia juga?!"
Ucap Wendy kepada Andri, Beny ikut tertawa garing ketika mengetahui hal tersebut.
"Ya ampun gue pikir selama ini elo gak punya rasa tertarik sama Alice, ternyata diam-diam hahahah, udah bisa move on elo dari massa lalu brow?!"
Tanya Beny kepada Andri.
"Saksikan sendiri jawabannya!"
Jawab Andri kepada Beny dan Wendy, kemudian pergi meninggalkan Beny dan Wendy.
Seru Beny kepada Wendy.
"Hahah, tapi gue bakal bersyukur banget kalau beneran si Andri bisa move on dari masa lalunya dia.!"
Ucap Wendy kepada Beny.
"Gak bakal semudah itu kalau menurut gue!"
Seru Beny.
Sementara Topan baru saja kembali dari menemui Asti dan Dahlan.
"Ayo pulang!"
Ajak Topan kepada Alice.
Alice mengangguk mengikuti tarikan tangan Topan untuk melangkah keluar gedung.
Tiba-tiba dari samping Andri datang dan akhirnya Topan bertabrakan dengan Andri, seketika tangan Alice dan Topan terlepas.
Topan menatap wajah Andri dalam, ingin meledak rasanya kemarahan Topan namun sekuat hati dia menahannya.
"Lain kali liat-liat!"
Ucap Topan kepada Andri.
Tanpa menjawab Andri hanya melirik Alice dengan lirikan dinginnya kemudian pergi tanpa meminta maaf.
Alice menatap tanpa terkesan kepada Andri.
"Kakak gak papa?"
Tanya Alice kepada Topan
"Enggak ko, udah ayo kita pulang aja, jangan sampai kamu makin gak sehat!"
Ajak Topan.
Alice mengangguk kemudian menoleh ke arah Andri yang tengah berjalan menuju ke tengah-tengah acara seolah-olah tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.
"Benar-benar aneh, ah mungkin saja memang tak sengaja...!"
Seru Alice dalam hatinya.
Alice dan Topan pun bergegas meninggalkan gedung.
Sementara Itu saat diperjalanan karena rasa khawatir Topan terhadap Alice, Topan membawa Alice mampir kesebuah klinik.
"Loh ko kita kesini kak?"
Tanya Alice heran.
"Gak papa, setidaknya biar aku merasa yakin kalau kamu hanya gak enak badan biasa, ayo masuk!"
seru Topan kepada Alice.
Alicepun turun dari mobil dan masuk ke dalam klinik bersama Topan.
"Kamu tunggu disini aku mau daftar dulu!"
Ucap Topan kepada Alice.
Alice pun mengangguk mengiyakan sembari duduk di kursi tunggu.
"Padahal cuman gak enak badan biasa aja, masa sampai harus ke klinik, astagfirullah pemborosan!"
Seru Alice dalam hatinya.
Topan pun menghampiri Alice.
"Udah aku daftarin, tunggu aja, sekarang apa yang kamu rasain?"
Tanya Topan kepada Alice penuh perhatian.
"Cuman Pusing aja kak!"
Jawab Alice.
"Yakin?"
Tanya Topan lagi.
"Iya kak, lagian kan cuman pusing biasa kenapa sampai harus ke klinik sih, kan sayang uangnya!"
Ucap Alice kepada Topan.
"Sutsss gak boleh gitu ah, kamu lupa gimana dulu kamu sampai koma di rumah sakit, aku gak mau kejadian tersebut terulang lagi.!"
Ucap Topan mengingatkan.
"Tapi kan sekarang sudah sembuh kak!"
Rengek Alice membela diri.
"Iya Aamiin, udah periksa dulu aja kenapa sih ah!"
Ucap Topan kepada Alice.
"Iya deh iya.!"
Jawab Alice agak kesal.
"Nona Alice!"
Seru seorang suster memanggil Alice untuk segera memasuki ruangan periksa.
"Tuh udah di panggil, masuk gih, sini tas nya, aku nunggu disini!"
Seru Topan kepada Alice.
"Iya, tolong ya titip!"
Ucap Alice sembari menyimpan tas selempangnya di samping Topan.
Alice pun berjalan menuju ruang periksa.
"Silahkan duduk!"
Ucap Dokter laki-laki, sepertinya keturunan cina karena matanya begitu sipit dan kulitnya yang putih bersih.
Alice duduk di kursi di hadapan Meja Dokter.
"Apa keluhannya mbak?"
Tanya Dokter kepada Alice.
"Cuman Pusing saja Dok!"
Jawab Alice jujur.
"Pusing saja?"
Tanya Dokter meyakinkan.
"Iya dok, kepala saya sering pusing akhir-akhir ini, terkadang saya juga merasakan sakit di bagian perut!"
Ucap Alice lebih mendetail
"Sudah berapa lama?"
Tanya Dokter
"Sejak satu minggu terakhir dok!"
Jawab Alice.
"Tolong berbaring di sana, saya akan melakukan pemeriksaan terhadap anda!"
Ucap Dokter
"Baik Dok!"
Jawab Alice.