Alice

Alice
Bagian 195



Besok adalah hari yang di nantikan oleh setiap orang terutama Alice dan Purnama, sudah tiga hari sejak mereka tidak di perbolehkan bertemu membuat Purnama gundah dan tak tenang, meskipun posisi mereka berdekatan namun tetap mereka tak bisa bertatap muka atau hanya sekedar bisa saling sapa lewat telepon. Keluarga Purnama sengaja menyiapkan Vila dekat rumah mereka untuk tempat tinggal keluarga Alice selama disini, malam ini Papah dan Mamah Purnama serta beberapa saudara dari keluarga Purnama, Dahlan dan Astipun ada di rumah Purnama .


"Manten ko mondar mandir wae sih!"


Seru Asti kepada Purnama.


"Habisnya aku ya ko khawatir aja gak denger kabar dari dia!"


Ucap Purnama kepada Asti.


"Dia baik-baik aja ko, tadi juga aku sama bang Dahlan habis dari sana ko, pas sebelum kesini!"


Jawab Asti.


"Elo tenang aja dia aman ko di sana, lagian juga dia sama keluarganya di sana!"


Ucap Dahlan kepada Purnama.


"Pengen cepat besok rasanya.!"


Seru Purnama.


"Gue gak habis pikir gimana kondisi elo saat di luar negeri gak bisa berkabar sama dia selama bertahun-tahun?"


Tanya Dahlan kepada Purnama.


"Iya awalnya aku juga gini di sana, tapi yang bikin aku tahan itu ya karena pertama aku gak ada duit buat ngurus visa segala macem, kedua ya aku inget perjanjian yang aku buat sama mamah disini sebelum aku pergi kesana, makanya aku maksain diri!"


Jawab Purnama.


"Iya udah sabar aja besok juga ketemu, timbang ngitung jam doang, mendingan elo pergi istirahat sekarang biar waktu gak kerasa cepat berlalu, udah gitu biar kamu besok wajahnya fresh!"


Ucap Dahlan menyarankan.


"Gak bisa lah, gimana aku bisa pergi tidur kalau aku gak ngucapin selamat malam ke Alice!"


Jawab Purnama


"Alah lebay banget sih loe, buktinya dua malam loe bisa tidur nyenyak-nyeynyak aja gak ngucapin selamat tidur ke Alice hahah!"


Seru Dahlan lagi, Purnama tersenyum dan menggaruk-garuk kepala.


"Ya udah deh aku ke kamar dulu ya!"


Ucap Purnama kepada Dahlan. Dahlan dan Asti tersenyum geli melihat kelakar Purnama yang pergi meninggalkan mereka.


"Bang!"


Ucap Asti kepada Suaminya.


"Hemhh!"


Jawab Dahlan.


"Abang dulu kaya gitu juga gak pas kita mau nikah heheh?"


Tanya Asti kepada Dahlan.


"Eh sory enggak lah, aku selalu penuh wibawa hahahah!"


Jawab Dahlan.


"Massa?"


Tanya Asti ragu.


"Hehehh dikit sih!"


Jawab Dahlan jujur.


"Hahahha sama aja ternyata, pinter banget nasehatin orang, dia sendiri aja begitu!"


Seru Asti.


"Sutttsss jangan keras-keras!"


Protes Dahlan kepada Istrinya. Asti hanya tersenyum sembari menutup mulutnya.


Malam yang terasa begitu panjang bagi Purnama dan Alice akhirnya berlalu...


Pagi ini Alice sudah selesai dirias dan sudah ada di dalam gedung bersama keluarganya.


Purnama yang sedang dalam perjalanan menuju gedung mulai merasa panik,telapak tangannya berkeringat dingin


"Santai, rilek jangan pucat begitu wajah loe!"


Seru Dahlan yang menyetir mobil pengantin.


Purnama tanpa berkata-kata hanya menerima tisu dari mamahnya.


Mamah dan Papah Purnama ikut tersenyum geli melihat reaksi Purnama yang semakin tak karuan karena semakin dekat ke gedung tempat pernikahan mereka.


"Boleh minta minum gak mah?"


Tanya Purnama kepada mamah nya, Mamah nya pun menyodorkan satu botol air putih kepada anaknya sembari tak berhenti tersenyum.


"Alhamdulillah sampai, jangan lupa jaga wibawa ya heheh!"


Ucap Dahlan kepada Purnama sembari turun dari dalam mobil, kemudian membukakan pintu untuk Purnama. Perlahan Purnama berdiri di samping mobil kemudian di gandeng oleh Mamah dan Papah nya, mereka memasuki gedung secara perlahan.


Acara pernikahan pun di mulai, Purnama sudah duduk di kursi tempat dia dan Alice akan melaksanakan Ijab qabul, matanya melirik ke sekeliling mencari Alice, namun tak menemukan calon istrinya.


"Nak Purnama, anda harus melakukan ijab sendiri nanti kalau sudah sah baru pengantin wanita akan keluar, anda sudah siap?"


Tanya Pak penghulu, Purnama menarik napas panjang kemudian mengangguk.


"Ingat, saat saya mengatakan Tunai, nak Purnama tidak boleh diam harus langsung menyahut, saya terima... paham?"


"In shaa Allah paham!"


Jawab Purnama.


"Baiklah, Bismillahirohmanirohim....!"


Penghulu memulai ijab, suasana yang sangat menegangkan itu terang saja membuat jantung Purnama seolah semakin berdetak lebih kencang dari biasanya.


"Tunai!"


Ucap Pak Penghulu.


"Saya terima nikah dan kawinnya....!"


Ucap Purnama dalam satu tarikan napas.


"Bagaimana sah?"


Tanya Penghulu.


"Sah...!!!"


Jawab semua orang yang hadir di sana.


"Alhamdulillah...!"


Jawab pak Penghulu sembari melanjutkan membaca do'a.


Purnama pun merasa lega kemudian, berdiri untuk menyambut Istrinya keluar dari ruang rias.


"Bismillah ya Allah!"


Ucap Alice sembari melangkah menuju ruang resepsi dengan di temani Ibu dan Bapak serta keluarganya, Purnama menatap Alice, yang perlahan-lahan menghampirinya, hatinya tak sabar ingin segera memeluk perempuan yang selama ini dia perjuangkan, Alice pun sampai di hadapan Purnama sembari tersenyum.


"Subhanallah cantik sekali!"


Ucap Purnama spontan, terang saja ucapan Purnama membuat orang-orang di tempat itu tersenyum.


"Cium tangan suamimu nak!"


Ucap Penghulu kepada Alice. Alice pun mencium tangan Purnama tanpa di suruh Purnama langsung mencium kening Alice, pak Penghulu hanya tersenyum.


Purnama dan Alice saling bertukar cincin, kemudian mereka duduk di pelaminan, wajah mereka nampak sumringah senang bercahaya.


"Alhamdulillah ya, akhirnya hari ini datang juga.!"


Ucap Purnama kepada Alice.


"Iya kak, Rasanya masih seperti mimpi heheh!"


Jawab Alice.


"Mulai sekarang, jangan panggil kak lagi ya.!"


Ucap Purnama.


"Kenapa?"


Tanya Alice


"Kan sekarang sudah halal jadi heheh!"


Jawab Purnama


"Jadi panggilnya?"


Tanya Alice lagi.


"Sayang! heheh!"


Jawab Purnama, Alice hanya tersenyum karena para tamu undangan mulai berdatangan ke pelaminan dan memberi selamat kepada mereka, di paling akhir barisan ada Topan yang berjalan menuju ke pelaminan seorang diri, berbeda dengan Akila yang nampak sudah menggandeng seorang laki-laki tampan untuk menghadiri acara pernikahan Alice dan Purnama.


"Selamat semoga langgeng!"


Ucap Topan memberi selamat kepada Alice dan Purnama.


"Semoga cepat menyusul!"


Ucap Purnama sembari merangkul Topan.


"Alice!, selamat ya semoga cepat diberikan momongan heheh!"


Ucap Akila yang berada di belakang Topan, Topan hanya melirik kemudian pergi berlalu entah kemana.


"Kak Akila, udah punya calon juga ternyata, cepetan nyusul ya kak heheh!"


Jawab Alice.


"Aamiin Do'akan yang terbaik heheh!"


Seru Akila.


Sampai acara resepsi berakhir tak ada yang melihat Andri, rupanya Andri tidak cukup berani untuk datang menghadiri hari bahagia Alice...


Alice dan Purnama kini telah bersama untuk selamanya dalam ikatan yang sah.


"Sejatinya jika dia diciptakan untuk mu, sejauh apapun jarak membentang memisahkan kalian, maka Allah akan tetap mempertemukan, Sebaliknya jika dia bukan untuk mu serapat apapun jarak kalian, dan sekuat apapun kamu menggenggamnya maka dia akan tetap terlepas."


Terimakasih untuk setiap pembaca yang setia membaca Alice sampai selesai, terimakasih atas setiap kritik dan saran serta komentar-komentar yang membangun, mohon maaf atas segala kekurangan dalam novel ini.


Sampai jumpa semoga kita bisa bertemu lagi dalam karya-karya yang selanjutnya 👋👋👋😄


"THE END"