Alice

Alice
Bagian 127



"Sudah gak perlu di ratapi begitu, ini teteh kasih no Alice tapi bener ya yang tadi nak topan bilang ke teteh!"


Ucap teteh kosan kepada Topan.


"In shaa Allah teh.!"


Ucap Topan tersenyum.


Teteh kosan menyodorkan secarik kertas bertuliskan no Alice.


"Makasih teh, maaf ya sudah mengganggu malam-malam, Saya permisi dulu Assalamualaikum, ayo deik!"


Ajak Topan kepada Hendrik


"Wa allaikumus sallam.!"


Jawab teteh kosan.


"Hadeuh anak jaman sekarang, yang di utamakan itu perasaan melulu heran, coba kalau aku yang ada di posisi Alice, gak akan aku mah tuh mikir-mikir lagi, langsung di cantok (di ambil), kurang apa coba si Topan, cakep iya, kaya iya, hadeuh ya sebelas dua belas lah sama si Purnama.!"


Ucap Teteh kosan bicara sendiri sembari menutup warung nya.


"Kenapa kamu gak kasih aja nomber kamu kedia lice?"


Tanya Desi


"Gak bisa lah des, massa iya aku harus ngasih no aku ke sembarang orang?"


Tanya Alice


"Tapi Topan itu bukan orang sembarangan kan?"


Ucap Desi lagi.


"Tetap saja saat ini ada orang yang harus aku jaga perasaan nya, kak Purnama sudah berkorban banyak untuk aku, massa aku sia-siakan begitu saja.!"


Ucap Alice.


"Tapi setidaknya kamu juga harus pandai menghargai perasaan laki-laki!"


Ucap Desi


"Niat dia kan baik-baik datang ke kamu, kalau dia niat dia bisa saja minta no handphone kamu ke teteh kosan, gak perlu repot-repot nyamperin kamu malam-malam gini!"


Ucap Desi lgi.


"Des, aku bukannya tidak menghargai, hanya saja aku tidak ingin seperti memberi harapan ke Topan, lebih baik seperti ini.!"


Jawab Alice


"Jika aku selalu bersikap seperti apa yang kamu sarankan tadi bisa-bisa setiap laki-laki yang menyukai aku akan merasa bahwa aku memberikan mereka peluang buat bisa bareng aku.!"


Ucap Alice lagi.


Desi menarik napas.


"Bener juga sih, ya sudah kamu tidur, aku juga mau tidur ngantuk banget.!"


Ucap Desi sembari keluar kamar Alice


"Makasih ya.!"


Ucap Alice


Desi menoleh, kemudian mengangguk dan tersenyum lalu menutup pintu kamar Alice.


"Ah sepertinya aku harus pergi tidur.!"


Ucap Alice bicara sendiri.


Kring...!


Tanda pesan masuk ke dalam handphone Alice.


"Assallamualikum, selamat malam semoga mimpi indah, maaf aku meminta no handphone kamu dari teteh kosan, semoga kamu tidak akan memblokir kontakku, setidaknya kita berteman kan.!"


Isi pesan singkat itu kurang lebih demikian.


Alice tertegun bertanya-tanya apa ini Topan atau bukan.


"Bagaimana mungkin teteh masih ngasih no aku, padahal aku sudah bilang tidak bisa memberi no ku di hadappan nya tadi.!"


Ucap Alice sembari menyimpan kembali handphone nya tanpa membalas pesan tersebut.


Keesokan paginya Purnama nampak sudah bersiap dan rapi.


"Mah!, Pah!, aku pergi dulu Assalamualaikum!"


Ucap Purnama tanpa berbasa-basi.


"Mau kemana kamu sayang?"


Tanya mamah Purnama.


"Ya mau kesekolah lah mah, mamah gak liat masa aku pakai seragam begini mau ke mall.!"


Ucap purnama


"Awas jangan ketemu sama perempuan kampung itu ya kamu!"


Ucap Mamah Purnama setengah berteriak melihat Purnama keluar rumah dan menyalakan mobilnya.


"Liat anak kamu tuh pah, gak mau denger apa kata orang tuanya.!"


Keluh Mamah Purnama


"Sudah lah mah, lanjutkan saja sarapannya, jangan marah-marah terus cepat tua nanti!"


Ucap Papah Purnama kepada Istrinya.


"Papah!"


Ucap mamah Purnama.


Papah Purnama tertegun melihat istrinya pergi dari meja makan.


"Yah salah ngomong lagi kayanya hadeuh...!"


Ucap Papah Purnama sembari meneruskan sarapannya.


Sementara Purnama tengah bersiap menjemput Alice tanpa memberi kabar terlebih dahulu kepada Alice.


Handphone Purnama berbunyi.


"Assalamualaikum.!"


Ucap Purnama


"Elo di mana Pur?"


Tanya Dahlan lewat telpon


"Ini baru keluar rumah aku, kamu sama Asti udah otw?"


"Ini gue baru mau jemput Asti.!"


jawab Dahlan.


"Aku juga mau jemput Alice dulu.!"


Ucap Purnama


"Ok hati-hati sampai ketemu di sekolah brow.!"


Ucap Dahlan sembari menutup telponnya.


"Kebiasaan nih anak gak pernah ngucap salam maen tutup aja telponnya.!"


Gerutu Purnama.


Purnama menaruh handphone nya dan memutar musik yang biasa di dengar oleh nya bersama Alice.


Sementara Alice dan Desi serta Irma sudah selesai bersiap.


"Ayo berangkat!"


Ucap Irma dari luar kamarnya.


Alice dan Desi keluar kamar bersamaan.


"Ayo.!"


Ucap Alice.


"Kalian sudah siap?, sudah pada sarapan belum ini teh?"


Tanya Ibu kos menghampiri Irma, Desi dan Alice.


"Iya bu kami mau berangkat dulu, udah bu Alhamdulillah.!"


Jawab Alice


"Ya sudah kalian hati-hati di jalannya.!"


Pesan ibu kos.


"Kami berangkat bu Assalamualaikum!"


Ucap Irma sembari mencium tangan ibu kosnya.


Seperti biasa Alice, Desi dan Irma berjalan kaki menuju sekolah, baru saja beberapa langkah meninggalkan kosan Topan sudah terlihat tengah Asik berjemur di pinggir jalan.


Alice bersikap biasa saja mencoba pura-pura tidak melihat.


"Assalamualaikum Alice.!"


Ucap Topan sembari menghalangi Jalan Alice.


"Mau apa sih kak, ganggu terus?"


Tanya Desi to the point.


"Alice aja gak ngerasa keganggu ko kamu sewot sih?"


Ucap Hendrix ikut nimbrung.


"Wa allaikumus sallam,permisi kak saya mau lewat.!"


Ucap Alice menjawab Salam Topan.


"Alice please kita kan berteman jangan cuekin pesan aku seperti itu dong Lice.!"


Ucap Topan berbicara


Desi langsung kesal mendengar ucapan Hendrik dan Topan.


"Kak berteman bukan berarti harus selalu berkirim pesan kan?"


Ucap Irma mencoba membantu menjawab.


"Maaf kak ada hati yang harus saya jaga perasaanya saya harap kakak mengerti.!"


Ucap Alice singkat, dan berusaha pergi dari Topan, namun Topan kembali menghalangi jalannya.


Dari pertigaan mobil Purnama sudah dekat menghampiri lokasi Alice yang sedang di cegat.


"Ada apa tuh di tengah jalan ramai-ramai, kok kaya Alice sih?"


Ucap Purnama sembari melaju semakin dekat dengan lokasi Alice.


Topan meraih tangan Alice dan memegang pergelangan tangannya.


"Kak tolong lepasin!"


Ucap Alice mencoba melepaskan.


"Enggak sebelum kamu mau berbalas pesan dengan aku.!"


Ucap Topan.


Desi yang melihat mobil Purnama berhenti di dekat mereka langsung menghampiri mobil tersebut.


"Kak tolongin Alice kak.!"


Ucap Desi


Purnama buru-buru turun dari mobil dan menghampiri Alice yang tengah berusaha melepaskan diri dari tangan Topan.


"Hey apa-apaan ini?!"


Tanya Purnama Kesal sembari melepaskan pegangan Topan pada tangan Alice.


"Gak ada apa-apa ko kak, sebaiknya kita kesekolah sekarang!"


Ucap Alice mencoba menghindarkan Purnama pada percekcokan.


"Jangan kurang ajar begitu sama perempuan!"


Ucap Purnama lagi.


"Heh elo gak usah ikut campur!"


Ucap Hendrik kepada Purnama


"Wajar saya ikut campur ini pacar saya!"


Ucap Purnama


Hendrik langsung terhenti tak bicara lagi.


"Pantas saja gue kaya pernah ngeliat ini orang, ko bisa gue lupa ini cowoknya si Alice!"


Ucap Hendrik dalam hatinya.