Alice

Alice
Bagian 193



Hari ini Alice dan Purnama berniat membagikan undangan pernikahan mereka, tanpa mau di bantu orang lain, mereka mengerjakan nya hanya berdua.


"Kita mulai dari mana hari ini sayang?"


Tanya Purnama kepada Alice.


"Bagaimana kalau kita mulai dari yang paling jauh kak?"


Jawab Alice.


"Kenapa seperti itu?"


Tanya Purnama lagi.


"Iya kan biar semakin kesini semakin dekat pulang ke rumah aja, lagian kalau kita mulai dari yang terdekat nanti malah semakin dekat ke hari H semakin capek kita nya, karena perjalanan jauh!"


Jawab Alice.


"Boleh kalau begitu, ya sudah lagian kita juga gak mungkin menyelesaikan nya satu hari kan heheh!"


Jawab Purnama tersenyum.


"Ya sudah kamu siap-siap gih, lima belas menit lagi kakak jemput kamu ya!"


Ucap Purnama kepada Alice.


"Iya kak, lagian Alice udah siap ko tinggal nunggu yang jemput aja heheh!"


Jawab Alice.


"Semangat banget calon istri udah ready to go heheh, ya udah kakak mandi dulu ye heheh!"


Ucap Purnama.


"Iya kak, Assalamualaikum!"


Seru Alice.


"Wa allaikumus sallam!"


Jawab Purnama kemudian menutup teleponnya dan pergi mandi untuk kemudian bersiap menjemput Alice.


Alice sudah menunggu di depan kamar kosnya, sambil tersenyum menyapa beberapa tetangga kosannya.


"Bismillah semoga engkau lancarkan sampai hari bahagia itu datang ya Allah Aamiin!"


Ucap Alice perlahan


Tak berapa lama kemudian suara klakson mobil sudah terdengar di bawah kosan. Alice berlari ke balkon kosannya kemudian melihat ke bawah, nampak Purnama sedang berdiri di samping mobilnya dan melambaikan tangan kepada Alice, Alice tersenyum kemudian perlahan menuruni tangga untuk menghampiri Purnama.


"Assalamualaikum, selamat pagi!"


Ucap Purnama.


"Wa allaikumus sallam, pagi juga kak!"


Jawab Alice.


"Ayo berangkat."


Ajak Purnama.


"Ayo heheh!"


Jawab Alice tersenyum senang.


"Seneng banget kayanya, ada apa sih?"


Tanya Purnama sembari memasangkan sabuk pengaman Alice.


"Iya seneng Alhamdulillah kak, seneng banget heheh!"


Jawab Alice.


"Kenapa memangnya?"


Tanya Purnama lagi


"Gimana gak seneng kak, kan sekarang ini sudah masuk ke dalam detik-detik hari bahagia itu datang heheh!"


Jawab Alice tersenyum.


"Memangnya kakak gak senang?"


Tanya Alice balik.


"Seneng banget malahan, hanya saja kakak tidak pandai mengekpresikan perasaan pribadi heheh!"


Jawab Purnama tersenyum.


"Bismillah siap berangkat!"


Ucap Purnama lagi.


Alice pun tersenyum memulai hari yang bahagia.


Sore itu di arah perjalanan Pulang Alice dan Purnama, sengaja berputar untuk menyerahkan undangan ke kantor di mana tempatnya dulu bekerja, jalan itu searah dengan kantor Topan.


Purnama memarkirkan mobilnya di halaman kantor tempat Alice dulu bekerja.


"Wah kantor nya besar banget ya.!"


Ucap Purnama kepada Alice.


"Iya kak, ayo kita masuk sekarang, keburu pada bubar.!"


Ajak Alice bergegas kepada Purnama.


"Iya ayo!"


Sahut Purnama, Alice dan Purnama turun dari mobil, di saat yang bersamaan Akila baru saja keluar dari kantor.


"Loh kok kaya Alice, tapi sama siapa, itu bukan mobil Topan.!"


Ucap Akila kepada dirinya sendiri.


"Alice!"


Seru Akila kepada Alice yang berjalan ke arah nya.


"Kak Akila!"


"Ya Allah kamu apa kabar, aku kangen banget sama kamu, kamu kemana aja susah sekali di hubungi, aku jadi ngerasa bersalah tahu."


Ucap Akila beruntun.


"Heheh iya maaf, tapi satu-satu dong nanya nya heheh!"


Jawab Alice kepada Akila.


"Habis aku khawatir banget tahu sama kamu!"


Ucap Akila agak kesal.


"Iya deh iya maaf tapi jangan merasa bersalah, justru Alice berterimakasih sekali sama kak Akila dan Pak Andri kalau saja malam itu kalian gak datang mungkin aku sudah terjebak dalam hubungan yang penuh kepalsuan.!"


Jawab Alice tersenyum.


"Tapi kamu jangan ngilang gitu juga aku kan jadi ngerasa bingung!"


Ucap Akila lagi.


"Iya deh iya maaf, janji gak ngilang-ngilang lagi heheh, jangan sedih lagi Alice kesini bawa kabar bahagia ko!"


Seru Alice senang.


"Kabar bahagia apa?"


Tanya Akila.


"Oh iya kenalin dulu ini, kak Purnama yang dulu pernah aku ceritakan ke kakak, Alhamdulillah sekarang kami akan segera menikah heheh!"


Ucap Alice memperkenalkan Purnama kepada Akila. Akila dan Purnama bersalama.


"Ya Allah Alhamdulillah, akhirnya kalian bersatu kembali selamat ya!"


Ucap Akila senang dan merangkul Alice.


"Iya kak Alhamdulillah, ini undangan buat kakak dan rekan-rekan disini, eh ngomong-ngomong pak Andri ada?"


Tanya Alice bersemangat.


"Ada, nah itu dia!"


Ucap Akila sembari menunjuk kepada Andri yang baru saja datang dari arah belakang Alice dan Purnama, Andri yang mendengar seruan Akila tertahan langkahnya setelah melihat ada Purnama dan Alice di depan pintu masuk kantor.


"Pak ayo cepat kesini!"


Panggil Akila.


"Ada apa Alice dan Purnama datang bersamaan kesini, apa Alice sengaja ingin membuat aku cemburu?"


Tanya Andri dalam hatinya sendiri, meski demikian Andri tetap melangkah menghampiri Alice dan Purnama, dengan wibawa cuek dan dinginnya.


"Assalamualaikum Pak, apa kabar?"


Tanya Alice berbasa basi.


"Wa allaikumus sallam, alhamdulillah sehat lice!"


Jawab Andri datar.


"Syukurlah kalau bapak sehat, oya pak saya kesini cuman mau kasih ini buat bapak!"


Ucap Alice sembari menyodorkan undangan kepada Andri.


Andri melirik undangan di tangan Alice, kemudian melirik Purnama yang sejak tadi berdiri di samping Alice, Purnama melempar senyum kepada Andri namun Andri justru membuang muka dan mengambil undangan dari tangan Alice dengan menatapnya penuh kebencian.


"Terimakasih, saya permisi, masih banyak kerjaan di dalam!"


Ucap Andri kemudian pergi meninggalkan Akila dan Alice serta Purnama.


"Euhhh beliau memang selalu begitu ko, jangan heran ya apalagi sakit hati sama sikap beliau, sejauh ini memang hanya Alice yang bertahan lama bekerja sebagai sekertarisnya heheh!"


Seru Akila kepada Purnama, Purnama yang sejak awal merasa ada yang aneh pada Andri hanya tersenyum simpul tanpa memberi komentar kepada Akila.


"Bagaimana mungkin hanya itu alasannya, aku juga seorang laki-laki, cara dia menatap undangan pernikahan ku dengan Alice jelas bukan karena dia cuek dan dingin saja.!"


Seru Purnama dalam hatinya.


"Ko malah bengong kak?"


Tanya Alice.


"Emhs gak papa ko, ayo keburu sore!"


Ajak Purnama kepada Alice.


"Ya sudah kak, Alice pulang dulu ya, jangan sampai gak datang ya Alice tunggu pas waktunya heheh!"


Seru Alice kepada Akila.


"Iya in shaa Allah di usahakan datang,selamat ya semoga kalian bahagia selalu Aamiin!"


Ucap Akila mendoakan.


"Aamiin kak Aamiin heheh, aku pulang dulu ya Assalamualaikum, dahhh!"


Ucap Alice kepada Akila.


"Dahhh... Wa allaikumus sallam!"


Jawab Akila sembari melambaikan tangan kepada Alice.


"Akrab banget hehehh!"


Ucap Purnama kepada Alice.


"Cuman dia satu-satunya temen Alice kak pas Alice kerja disini heheh!"


Jawab Alice.


"Mantannya Topan kan?"


Tanya Purnama lagi.


"Iya kak.!"


Jawab Alice simple.