
Para pemuda itu pun kocar kacir lari tat kala melihat orang-orang datang menghampiri mereka.
"Ada apa neng?"
Tanya salah satu warga.
"Itu pak ada copet.!"Jawab Desi sembari menunjuk ke arah pemuda yang kocar kacir.
Warga pun mengejar mereka entah sampai kemana.
Alice memeluk Irma yang tengah terduduk di trotoar.
"Ayo kita pulang Ir, kamu gak ada yang sakit kan?"
Tanya Alice.
"Makasih Lice, aku sungguh malu sekali, padahal aku udah jahat sama kamu beberapa kali tapi kamu masih perduli sama aku.!"
Ucap Irma.
"Asal kamu tahu Ir, kalau bukan Alice yang minta aku sama kak Purnama buat cariin kamu, aku mah ogah.!"
Ucap Desi kesal.
"Aku tahu aku salah banget sama kamu, kamu boleh benci aku Lice tapi aku mohon maafkan aku biar aku bisa tenang menjalani kehidupan baru di tempat baru nanti.!"
Pinta Alice.
"Tanpa kamu memintanya Alice sudah pasti memaafkan kamu Ir, ayo kita masuk kedalam mobil.!"
Ucap Purnama.
Alice pun membantu Irma berdiri dan masuk ke dalam mobil.
Desi berniat menaruh boneka pemberian Purnama di kursi belakang tapi Purnama melirik hal tersebut dari spion dalam mobilnya.
"Eeehhhh Des jangan di taro di belakang.!"
Ucap Purnama.
"Kenapa kak?"
Tanya Desi
Alice pun tertegun heran melihat kelakuan Purnama.
"Pokonya jngan di taro di belakang nanti rusak kamu pangku aja.!"
Ucap Purnama.
"Iya deh ka.!"
Seru Desi.
"Memangnya kenapa sih ka?"
Tanya Alice
"Gak papa sayang hehe.!"
Jawab Purnama tersenyum.
"Ir kamu mau minum dulu?"
Tanya Purnama mengalihkan pembicaraan.
Irma menggeleng.
"Beliin aja kak kasian Irma.!"
Ucap Alice.
"Udah aku ga papa ko, jangan terlalu baik sama aku Lice, semakin kamu baik aku semakin merasa bersalah udah jahat sama kamu.!"
Seru Irma.
"Ya kalau kamu ngerasa gitu kamu perbaikin dong diri kamu, jadi cewek itu jangan jahat sama orang akhirnya kamu kena karma kan di jahatin orang juga!"
Ucap Desi tegas.
"Suttss udah ah Des kan Irma udah minta maaf.!"
Ucap Alice.
"Tuh kamu liat, kamu jahat aja masih dia belain apalagi kalau kamu baik.!"
Ucap Desi lagi nyerocos.
"Iya Des maafin aku.!"
Ucap Irma.
"Kamu lagian gak tahu terimakasih ya kemaren udah di rawat d jagain di selamatin sama Alice masih aja gak tahu balas budi.!"
Ucap Desi lagi.
"Udah Des udah, kasian kan Irma nya.!"
Bela Alice lagi.
"Kita berhenti di depan dulu sebentar ya sayang, kakak mau beli minum buat kalian.!"
Ucap Purnama sembari meminggirkan mobilnya.
"Kalian tunggu aja dulu disini.!"
Seru Purnama sembari turun.
"Sayang kalau kamu mau sesuatu chat kakak ya.!"
Ucap Purnama sembari menutup pintu.
"Bahasanya chat heheheh.!"
Ucap Desi.
"Mungkin maksudnya sms Des hehehe, ka Purnama lupa kayanya kalau handphone aku cuma bisa d pake sms sama telpon heheh.!"
Seru Alice menyikapi ucapan Desi.
"Lice aku mau ice cream dong.!"
Ucap Desi.
"Kamu masuk aja kedalam Des sekakian ambilin buat Irma juga, kamu mau kan Ir?"
Tanya Alice.
"Enggak lice makasih aku cuman pengen cepet sampai kosan dan istirahat.!"
Jawab Irma.
Seru Alice.
Irma hanya mengangguk menjawab ucapan Alice.
"Kamu mau gak lice?"
Tanya Desi.
"Gak usah, kamu aja!"
Ucap Alice.
"Aku ke dalam dulu ya.!"
Seru Desi sembari keluar dari mobil.
"Kamu tahu aku baru sadar akhir-akhir ini aku selalu Iri terhadap kamu terlebih hal yang berkaitan dengan kak Purnama, aku tuli akan nasihat-nasihat yang kak Purnama berikan, hati ku gelap Lice.!"
Seru Irma.
"Irma, setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan, itu hal yang manusiawi ko menurut aku, setidaknya kamu sekarang sudah tahu dimana letak kesalahan kamu dan kamu akan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi.!"
Jawab Alice.
"Aku sadar kenapa kak Purnama begitu tulus sayang sama kamu Lice, kamu itu baik dan tulus juga.!"
Puji Irma pada Alice.
"Terimaksih Ir, Aamiin semoga apa yang kamu katakan menjadi do'a bagi aku.!"
Jawab Alice.
Desi dan kak Purnama kembali ke dalam mobil.
"Wahhh banyak banget beli apa aja Des?"
Tanya Alice penasaran dengan kresek belanjaan yang dibawa Desi.
"Emhsss ini kak Purnama traktir aku ini dan itu kamu jangan cemburu ya hahhah.!"
Canda Desi
"Tau tuh yang datang-datang ngerampok dia heheh.!"
Seru Purnama.
"Ini cemilan buat nanti malam kak tenang aja ada jatah Alice juga ko hahah.!"
Canda Desi lagi.
Alice hanya tersenyum melihat kelakuan Desi.
"Minum nya mana kak buat Irma?"
Tanya Alice.
"Itu sayang, semuanya udah di bawa sama Desi.!"
Jawab Purnama.
"Nih Ir.!"
Seru Desi seraya menyodorkan sebotol minum.
"Makasih Des.!"
Jawab Irma
"Iya sama-sama.!"
Jawab Desi dengan agak kecut.
"Sekarang kita kemana?"
Tanya Purnama
"Irma mau istirahat katanya kak, kita antar pulang aja dulu ya.!"
seru Alice
"Boleh, tapi kan acaranya belum bubar, nanti kita balik lagi ke rumah kakak ya, gak enak juga sama temen-temen.!"
Usul Purnama.
"Aku ikut lagi ya kak.!"
Seru Desi.
"Boleh kok Des, lagian Alice kalau sendirian gak akan betah di sana heheh.!"
Jawab Purnama tersenyum.
"Kakak ada-ada aja.!"
Ucap Alice menghindari percakapan yang membuat mereka nampak begitu akrab, sesekali Alice melirik Irma dan tersenyum.
Desi yang merasa begitu kesal dengan kelakuan Irma justru lebih senang melihat Irma semakin merasa Iri dengan keakraban Alice dan Purnama.
"Gak mungkin lah kak Alice gak betah, meskipun gak ada aku, selama ada kakak di sampingnya dia pasti betah-betah aja, iya kan Lice?"
Tanya Desi.
Alice hanya tersenyum mendengar ucapan Desi begitu juga Purnama, Purnama hanya melirik Alice dan tersenyum.
"Bentar lagi kita sampai, Ir kamu yakin gak mau ikut balik lagi ke rumah kakak?"
Tanya Purnama.
"Enggak kak makasih Irma di kosan aja.!"
Jawab Irma datar.
"Aku mohon jangan buat aku semakin merasa malu dengan kebaikan sikap kalian, ini sungguh membuat aku semakin merasa berdosa karena telah berlaku dzolim terhadap kalian berdua.!"
Gerutu Irma dalam hatinya, sembari menahan air mata yang sudah berkumpul di pelupuk mata, Dada nya terasa lebih sesak di banding biasanya.
"Ya udah kamu istirahat aja di kosan ya, ayo aku antar.!"
Ucap Alice setibanya di kosan.
"Gak usah Lice aku bisa sendiri, sekali lagi makasih buat kalian semua, dan untuk Alice selamat ulang tahun do'a terbaik dari aku untuk kamu, maaf aku belum kasih apa-apa buat kamu, have a nice Day...!"
Seru Irma sembari menutup Pintu mobil.
"Makasih Ir.!"
Ucap Alice sembari mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil.
Irma hanya tersenyum kemudian masuk ke dalam kosan.!