
Suara teriakan ARMY masih Terdengar jelas dari luar gerbang menembus dinding rumah Bangtan, mereka hanya mengintip dari balik kaca melihat bagaimana perjuangan ARMY yang sangat mencintai mereka dibawah terik matahari yang menyengat,
Mereka pantang mundur dengan sebotol air ditangan mereka menjadi pelepas penat kemudian kembali berteriak berharap melihat sekilas saja BTS didepan mereka untuk memastikan bahwa mereka baik baik saja.
Sampai siang hari mereka masih menunggu kedatangan BTS yang tak kunjung datang, air mata dan raut sedih masih terpancar jelas diwajah mereka.
Perlahan air mata mereka berlinang satu persatu melihat ARMY ada yang terduduk diatas tanah karna kelelahan ada yang mengipas ngipas badannnya karna kepanasan, ada yang sedang memainkan botol air minum ditangan mereka yang airnya hampir habis dan ada yang masih larut dalam tangisnya.
Diantara mereka ada satu ARMY yang berhasil membuat BTS semakin meluncurkan deras airmata mereka seorang ARMY perempuan yang berhasil masuk kedalam pekarangan BTS yang dengan cepat ditarik oleh dua penjaga yang berbadan tinggi menariknya paksa keluar dari sana.
Bangtan sangat ingin bertemu sebentar saja atau sekedar lewat untuk memberi kode bahwa mereka baik baik saja dan menyuruh mereka pulang. Tapi, karna keadaan yang begitu mendesak dan perintah dari Alice membuat mereka memilih untuk melakukan itu.
Tak ada live seperti biasanya demi mencegah sesuatu yang tidak diinginkan.
Mereka saling menguatkan satu persatu dan mengelus punggung kemudian duduk bersama mengelilingi meja makan.
Memaksa makanan masuk kedalam sana walau sangat susah tertelan dengan air mata yang menetes perlahan dari mata mereka tanpa berhenti.
Beberapa menit berlalu dan mereka siap dengan makanan yang dipaksa masuk sampai habis.
Alice tidak ikut makan bersama, dia sedang terbaring sakit diatas tempat tidurnya dengan keringat yang mulai memucur perlahan.
BTS mengantar makan Alice kedalam kamarnya sembari ingin meminta persetujuan untuk menemui ARMY sebentar saja agar mereka bisa meninggalkan rumah BTS.
Satu persatu mereka masuk dengan langkah pelan setelah mengetuk pintu.
Rm sang leader masuk paling awal dengan membawa nampan berisi makanan dan segelas air putih.
Dia sudah biasa untuk berbicara didepan muka mewakili member dan dia pandai untuk berkata kata.
"Alice bangun dulu makanlah" kata Rm sambil meletakkan nampan diatas meja.
Alice tidak menggubrisnya dan masih tetap tertidur lemas dengan air mata hangat yang keluar tapa ijin darinya.
Rm yang melihat air mata Alice jatuh perlahan langsung meletakkan telapak tangannya diatas kening Alice
"Kau sakit Alice" sembari memperhatikan wajah pucat Alice
"Kita harus kerumah sakit" katanya sambil berdiri tegap
Alice langsung meraih tangan Rm sebelum dia pergi
"Tidak" katanya dengan suara serak
"Panggil saja dokter kesini"
"Aku rasa kau harus kerumah sakit Alice itu mungkin saja akibat dari tembakan itu...Kau harus mendapatkan perawatan yang lebih baik" kata Rm
"Aku bukan sedang meminta tapi aku memerintah" kata Alice mencoba tegar dengan kondisi yang sekarang dia alami.
Rm terdiam begitu juga yang lainnya dan mengangguk pasrah sambil menyuruh salah satu staf yang tepat berada diluar pintu yang sedang berjaga untuk membawa dokter kerumah BTS. Tidak perlu menunggu lama dokter laki laki paruh baya datang dan langsung menghebohkan para ARMY yang melihat dokter berbaju putih itu masuk dengan berlari kedalam rumah BTS tanpa sedikitpun berbalik.
Teriakan riuh army kembali jelas Terdengar mereka berpikir dengan datangnya dokter kedorm mengartikan bahwa idola mereka sedang tidak baik.
“ dengan luka yang seperti ini kau harus dibawa kerumah sakit” terang dokter itu setelah memeriksa luka pada tubuh Alice
“tidak perlu” kata Alice menyingkirkan tangan dokter itu dari bahunya “kau cukup bersihkan lukanya dan beri resep obat “ kata Alice dengan tatapan yang mengisyaratkan perintahnya tidak boleh dibantah
“baik” kata dokter itu menurut tanpa membantah lanjut