Alice

Alice
Bab 55. Perdebatan



Jam terus memutar tanpa henti dari porosnya, hingga hari sudah menunjukkan pukul 7 sore.


Diluar gerbang masih banyak para Army yang masih menunggu kemunculan Bts dengan perasaan cemas yang terlihat jelas terpancar diwajah mereka.


"Sudah siap" Ucap seseorang staf dari balik pintu menegur Alice yang masih menatap para Army dari balik jendela


Mendengar ada yang berbicara padanya, Alice langsung menoleh dan beranjak keluar dari pintu kamar menuju tempat yang sudah disiapkan.


Dengan langkah lebar dan badan yang masih kurang sehat, Alice langsung segera melangkah duduk di sebuah ruangan yang didalamnya sudah berisi para member Bts dan beberapa orang asing.


Mereka adalah para fans fanatik Bts atau para Army VIP yang sudah dikumpul para staf sesuai permintaan Alice.


Mereka duduk dengan diam sambil menatap satu sama lain, ada perasaan takjub dan istimewa di hati para Army yang berkesempatan menatap Bts secara langsung apalagi sekarang mereka bisa duduk bersama dalam satu ruangan yang sama.


" Kita mulai saja " Ucap Alice menatap mereka satu persatu dan menarik nafas pelan sebelum memulai percakapan.


Mereka hanya membalas dengan anggukan kepala tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun.


"Seperti yang kalian tau" Ucap Alice menatap para fans yang sudah di pilih untuk menjalankan rencana ini.


"Artikel dan informasi mengenai kejadian kemarin sudah dimuat di laman internet" Sambil menampakkan kejadian kemarin dilayar besar in fokus didalam ruangan remang itu.


"Perusahaan tidak memberikan bantahan atau apapun untuk mengkonfirmasi ini karna kami belum menyetujui apapun, karna situasi sekarang sangat mencekam"


Mereka hanya mangut-mangut mendengarkan kata perkata dari Alice menunggu inti dari masalah ini.


"Karna masalah ini berkaitan dengan organisasi Hitam jadi kita tidak bisa gegabah dalam mengambil langkah, berperang dengan mengerahkan para tentara dan polisi bukan lah sebuah pilihan, sebab para organisasi Hitam sama sekali tidak gentar menghunuskan pedang, akibatnya nanti pihak yang akan dirugikan adalah kita" Jelas Alice,


Para polisi dan tentara membenarkan ucapan Alice mengingat betapa kejamnya para pasukan mafia tentu mereka tidak akan ragu untuk memulai peperangan dan ini hanya akan memberikan kekacauan.


"Lalu bagaimana cara yang lebih baik? "


Tanya kepala Polisi pada Alice


"Kita harus memikirkan cara yang cerdik dan licik tanpa harus mengerahkan banyak tentara" Ujar Alice


"Lalu untuk apa kita mengaitkan para fans" Ujar Bang


"Aku sedang memikirkan cara yang tepat" Alice menatap Bang kemudian mengabungkan kalimat-nya


"Kita bisa menekan para Mafia untuk sementara waktu agar tidak coba-coba mengganggu para Bts, keluarga dan perusahaan dengan kekuatan para Army" Jelas Alice.


"Caranya? " Ujar salah satu fans yang sudah mulai masuk ke dalam inti permasalahan.


"Untuk sekarang kita hanya bisa manfaatkan media, "


"Media? " Tanya Bang


" Apa maksutmu kita akan meminta dari media dengan membuka terang-terangan tentang masalah kita? " Tanya -nya pada Alice.


" Ini berarti kita akan mendapatkan kerugian... Para investor akan merasa cemas dan saham akan turun drastis dalam jangka waktu yang dekat" Ucap Bang kepada Alice menerangkan sisi gelap dari rencana ini.


"Apa kau masih memikirkan saham pada situasi saat ini" Tepis salah satu fans Army yang bertubuh kekar berpakaian serba hitam longgar berdiri sembari menatap Bang tajam.


"Jelas-jelas situasi saat ini sangat rumit, nyawa staf, keluarga dan para member Bts sedang dipertaruhkan dan anda Sibuk memikirkan keuntungan dan saham? " Teriaknya pada Bang tidak percaya.


"Apa kau sangat gila dengan uang... Ini ambil untukmu" Army tersebut melempar black card limited edition dan beberapa kartu ATM berbagai model ke arah Bang si-hyuk.


Ternyata Army ini adalah salah satu army Sultan atau army yang kaya dari para kalangan fans besar army. Dia tidak ragu melemparkan kartu ATM ke depan Bang tanpa etika dan sopan santun, dan tetap memandang tajam ke arah Bang


Inilah maksut dari Alice, kekuatan Army dan keberanian Army dalam mempertaruhkan nyawa dan harta untuk melindungi Bts tidak perlu diragukan.


Alice memunculkan smirk nya melihat ada kecanggungan dari Bang atas perlakuan seorang Army tersebut.


"Bukan begitu maksutku" Jawab Bang


" Bukan bagaimana... Jelas-jelas yang dipikiran mu pertama kali adalah uang dan uang, kau sama sekali tidak mementingkan mereka" Menunjuk para member


"Situasi ini bukan sekedar para anggota member dan keluarga member saja... Tapi masih ada staf yang berkerja di atas naungan Hybe... Mereka bisa saja kehilangan perkerjaan" Tepis salah satu manager dari arah lain mewakili Bang.


Seorang gadis Army berpakaian feminim dengan rok hitam di pahanya berdiri sambil berkata


"Bahkan para staf tidak akan ada jika bts tidak ada"


" Iya itu sangat betul"


"Jika kalian tidak mau menjaga Bts serahkan saja pada kami,.. Kekuatan kami jauh lebih besarĀ  dari pada kalian... Jika kalian sangat takut rugi"


"Soal uang kami bahkan lebih banyak memiliki-nya"


Saut mereka satu persatu membela


Melihat suasana yang semakin mencekam, Rm segera berdiri dan memukul keras tangannya ke atas meja dengan wajah nya yang sangar.


Seketika ruangan persegi itu sunyi seketika tanpa suara dan beralih melihat kearah Rm.


Alice hanya masih duduk sambil menyaksikan apa yang akan terjadi tanpa banyak bicara.


"Disini kita akan memecahkan masalah... Bukan ingin berpecah belah" Tegas Rm


"Kita harus memikirkan banyak cara agar tak ada investor dan staf yang dirugikan... Kami percaya kalian akan membantu kami, tapi kita juga harus memikirkan para staf" Terang Rm sembari melihat kearah para fans dengan tatapan sendu.


" Mari kita berpikir dingin " Ajak Rm memecahkan suasana kembali.


Para fans akhirnya menunduk-nunduk tanda setuju sebelum akhirnyaa duduk kembali ke tempat masing-masing untuk memikirkan cara apa yang perlu dipakai untuk menuntaskan masalah yang sangat rumit ini.


Alice dan para seluruh staf mulai larut memikirkan berbagai cara untuk menuntaskan masalah ini dalam diam.