Alice

Alice
Bagian 157



Siang ini Alice di jadwalkan keluar dari rumah sakit, Topan sengaja membawa mobil, dan kembaki ke rumah sakit untuk membawa Alice pulang.


"Gimana perasaan kamu sekarang?"


Tanya Asti kepada Alice sembari tersenyum.


"Alhamdulillah sudah baik banget heheheh.!"


Jawab Alice senang karena bisa segera keluar dari rumah sakit.


"Alhamdulillah, ayo semua sudah siap!"


Seru Asti lagi.


Alice belum bisa berjalan dengan baik setelah beberapa kali kemo hingga akhirnya harus menggunakan kursi roda.


Topan memilih membantu mendorong kursi roda Alice.


Semua nampak tersenyum senang seiring melangkah keluar dari rumah sakit, Tiga mobil beriringan berjalan menuju kosan Alice, Alice bersama orang tuanya berada di dalam mobil Topan, sementara Iqbal bersama Desi dalam satu mobil dan sisanya Dahlan bersama Asti, di tengah perjalanan handphone Dahlan berdering.


"Bang itu handphone nya bunyi!"


Seru Asti kepada Dahlan.


"Oh iya.!"


Ucap Dahlan sembari mengambil handphone nya.


Melihat Dahlan yang kesulitan Asti berinisiatif membantu mengambilkan handphone milik Dahlan.


"Udah nyetir aja, biar aku yang ambilkan!"


Seru Asti


"Papah Purnama bang.!"


Seru Asti.


"Angkat-angkat, gue coba menepi dulu!"


Seru Dahlan sembari meminggirkan mobilnya.


Asti langsung mengangkat telepon dari papah Purnama dan sengaja menyeting ke loudspeaker.


"Assalamualaikum nak Dahlan.!"


Seru Papah Purnama.


"Wa allaikumus sallam om.!"


Jawab Dahlan sembari meraih handphonenya dari tangan Asti setelah benar-benar memarkirkan mobilnya di pinggir trotoar.


"Kamu lagi dimana nak Dahlan?"


Tanya Papah Purnama.


"Di jalan om, baru pulang dari rumah sakit mau ngantar Alice Pulang ke kosannya.!"


Jelas Dahlan.


"Alhamdulillah kalau Alice sudah boleh pulang, semoga terus sehat, sampaikan salam om untuknya ya nak Dahlan.!"


Pesan Papah Purnama.


"Pasti om nanti di sampaikan, ngomong-ngomong ada apa ya om, apa ada hal penting?"


Tanya Dahlan tanpa berbasa-basi lagi.


"Iya, sudah tiga bulan sejak kepergian om dari rumah, Gimana istri om apa dia masih membiayai kehidupan Topan dan Alice?"


Tanya Papah Purnama.


"Sejauh ini saya rasa masih om!"


Jawab Dahlan.


"Baguslah, om akan memulai menjalankan rencana om, kalian harus mendukung nya.!"


Seru Papah Purnama.


"Rencana?, maksud om rencana apa?"


Tanya Dahlan penasaran.


"Perusahaan om bangkrut, dan om serta istri akan hidup miskin tidak berkecukupan apapun, istri om pasti kecewa berat tapi ini akan menjadi salah satu pelajaran yang sangat berharga bagi istri om.!"


Jelas Papah Purnama.


"Apa om, om bangkrut, Inalillahi!"


Seru Dahlan seraya menatap Asti.


"Hahhah, Alhamdulillah tidak, bukan begitu nak Dahlan, itu inti dari rencana om saja.!"


Seru Papah Purnama menjelaskan.


"Alhamdulillah om bikin jantungan saja.!"


Seru Dahlan


"Nanti setelah om membekukan semua kartu credit milik istri om, pasti dia tidak bisa lagi menjamin kehidupan Topan dan Alice, tapi untuk biaya Alice kamu tidak perlu khawatir om tidak akan membekukan kartu milik Purnama yang ada di kamu, gunakan kartu itu sebaiknya.!"


Seru Papah Purnama.


"Makasih om, makasih banyak!"


Seru Dahlan.


Seru Papah Purnama lagi.


"Ide om sangat cemerlang, apapun yang om lakukan adalah demi kebaikan tante, sudah sewajarnya kami akan mendukung, tapi maaf om sepertinya kedepannya om harus terbiasa menghubungi Iqbal,dan Desi karena mereka yang akan bersama Alice selepas kami pergi keluar negeri.!"


Ucap Dahlan.


"Kapan kalian akan pergi?"


Tanya Papah Purnama.


"Tiga hari lagi om.!"


Jawab Dahlan.


"Baiklah tidak masalah kejarlah cita-cita kalian om, akan mendukung penuh, jangan sungkan hubungi om jika kalian perlu bantuan om nantinya.!"


Seru Papah Purnama.


"Tentu om, terimakasih banyak om.!"


Tukas Dahlan.


"Ya sudah om tutup dulu teleponnya ya, Kalian hati-hati di jalan, sampaikan salam om kepada Alice, jangan lupa ceritakan rencana om kepada Alice, Iqbal dan Desi serta Topan.!"


Ucap Papah Purnama


"Pasti om Pasti!"


Seru Dahlan.


"Assalamualaikum!"


Ucap Papah Purnama.


"Wa allaikumus sallam!"


Ucap Dahlan


Usai menutup teleponnya Dahlan melirik Asti dan tersenyum puas mendengar rencana Papah Purnama sehingga tidak sabar untuk bisa segera menyampaikannya kepada Alice dan yang lain, Dahlan langsung kembali menghidupkan mesin mobilnya dan bergegas menuju kosan Alice karena sudah tertinggal jauh.


Sesampainya di kosan Alice semua sudah berkumpul bahkan ada pemilik kosan yang baru yang akrab di panggil bunda oleh para penghuni kosan tersebut, ikut menjenguk Alice.


"Alhamdulillah ya sudah bisa pulang, semoga terus sehat,maaf bunda gak sempat jenguk soalnya kan anak-anak kosan kalau ditinggal entar pada bebas lagi.!"


Seru Bunda pemilik kosan.


"Gak papa Bun, Alhamdulillah sekarang Alice sudah lebih baik, makasih doanya.!"


Ucap Alice tersenyum.


Ditengah suasana hiruk pikuk ramai orang saling berbincang dan tertawa senang atas kepulangan Alice, namun Alice merasa ada yang kurang di tengah-tengah keramaian tersebut, karena apa lagi jika bukan karena tidak ada Purnama disana.


"Disini memang ramai kak, tapi tetap saja rasanya tidak lengkap, Alice sekarang sudah baikan kak, bahkan sudah boleh pulang, tapi gimana sama keadaan kakak di sana, apa kakak juga baik-baik saja?"


Seru Alice dalam hatinya, satu demi satu orang berpamitan meninggalkan kosan Alice dan membiarkan Alice istirahat ditemani krang tuanya.


Sementara Dahlan, Asti, Desi dan Iqbal serta Topan tengah berbincang pelan di depan Kosan membicarakan rencana dari Papah Purnama.


Semua yang mendengar tersenyum puas dan senang dengan rencana Papah Purnama.


"Inget kalian harus menjaga Alice dan menjalankan misi ini dengan baik, gue sama Asti percaya sama kalian semua disini, waktu gue sama Astu buat nemenin elo semua udah gak bisa lama lagi, gue harap elo bisa lebih dewasa Jangan mementingkan ego sendiri.!"


Ucap Dahlan menasihati Desi, Iqbal dan Topan.


"Iya gue paham!"


Jawab Topan.


"Kalian baik-baik disana jangan lupa kalau ganti number kabarin kita-kita yang disini!"


Seru Iqbal kepada Asti dan Dahlan.


"Pasti!, gue pasti bakal selalu on buat kalian semua yang disini!"


Seru Dahlan.


"Bang sebaiknya kita omongin masalah ini sekarang kepada Alice!"


Ucap Asti memberi ide.


"Ayo kita masuk!"


Ucap Dahlan mantap.


"Pak!, Bu!."


Seru Dahlan sembari ikut duduk di lantai berkarpet dan Alice berbaring di kasur disamping mereka.


"Makasih banyak loh yah, maaf jadi selalu merepotkan.!"


Ucap Bapak Alice.


"Tidak apa-apa pak, kan kita keluarga, sudah tidak perlu sungkan lagi.!"


seru Dahlan


"Alhamdulillah terimakasih sekali lagi nak Dahlan dan Nak Asti.!"


Ucap Bapak Alice lagi.


Alice hanya tersenyum mendengar perbincangan orang tuanya bersama Asti dan Dahlan.