
Hari bahagia bagi Asti dan Dahlan pun tiba.
Alice nampak sedang bersiap di kamar kosnya mengenakan pakaian yang baru saja di kirim kurir kemarin pagi, baju itu sengaja di belikan oleh Topan untuk Alice, khusus untuk menghadiri acara pernikahan Asti dan Dahlan.
Setelah percakapan Alice dan Topan di telpon malam itu, Alice akan berusaha membuka hati untuk Topan, tapi tidak bisa menjanjikan dan menjamin bahwa semua itu akan segera terjadi, bagaimanapun di dasar hati Alice masih tersisa nama Purnama beserta seluruh kenangannya, meskipun telah mendengar sendiri dari kedua orang tua Purnama Alice masih belum mampu melupakan dan membuang rasa untuk Purnama seutuhnya.
Meskipun demikian Topan merasa senang sekali karena apa yang di dambakannya selama ini akan segera terwujud.
Pagi ini Topan sudah bersiap menunggu Alice, sembari bersender ke mobil di depan gerbang kosan Alice.
Topan menatap Alice yang baru saja melangkah berjalan ke arahnya.
"Subhanallah cantik sekali!"
Ucap Topan saat melihat Alice berbalut gaun yang di pilihkannya, Topan juga sengaja menyewa tukang rias untuk merias Alice langsung di kosannya.
Alice merasa agak terganggu dengan tatapan Topan yang melongo seperti itu.
"Assalamualaikum!"
Ucap Alice membuyarkan pandangan Topan.
"Wa...wa allikumus sallam, bikin kaget aja!"
Seru Topan kepada Alice.
"Lagaian ngeliatinya begitu banget sih kak, ada yang aneh apa sama aku, bikin aku ngedadak gak PD aja, jangan-jangan bedaknya ketebalan lagi ya?!"
Seru Alice rempong.
"Kamu cantik!"
Seru Topan seraya tersenyum.
"Mulai becanda!"
Seru Alice.
"Astagfirullah enggak, ini serius.!"
Ucap Topan lagi.
"Iya deh iya, ayo berangkat.!"
Ajak Alice kepada Topan.
"Ayo, silahkan!"
seru Topan sembari membukakan pintu mobil untuk Alice.
"Makasih kak!"
Seru Alice
"Sama-sama!"
Jawab Topan sembari tersenyum kemudian menutup pintu mobil, dan berlari menuju pintu pengemudi.
"Kak beneran kan gak ketebalan bedaknya, bibir aku ko rasanya kaya jontor gitu ya, jangan-jangan terlalu merah lagi!"
Seru Alice lagi repot.
Topan hanya tersenyum sembari menyalakan mesin mobilnya.
"Percaya sama aku, kamu hari ini sempurna!"
Seru Topan sembari mengelus kepala Alice.
"Makasih kak heheh!"
Ucap Alice tersenyum.
Topan melajukan mobilnya menuju gedung resepsi pernikahan Asti dan Dahlan, di luar gedung nampak sudah banyak mobil dan bunga-bunga ucapan selamat untuk Asti dan Dahlan menghiasi luar gedung.
Topan turun dari mobilnya, tanpa sengaja dia berbarengan dengan, Beny, Wendy dan Andri dan Akila.
"Loh mereka juga pada datang, memangnya kak Asti sama kak Dahlan kenal mereka juga ya, duh gawat bos super jutek datang juga sama sekertaris super jutek juga lagi.!"
Ucap Alice sembari menutup wajahnya yang menggunakan tas kecil bermute.
Topan nampak sedang mengobrol dengan mereka.
"Loe datang sama siapa Pan?"
Tanya Beny
"Sama cewek gue lah!"
Jawab Topan percaya diri.
Terang saja jawaban Topan membuat Akila memalingkan muka tak senang.
"Cewe yang mana hhahah?!"
Ledek Wendy.
"Yang gue bawa hari ini itu bidadari, cantik dan segar hahah!"
Jawab Topan lagi sengaja membuat perasaan Akila semakin terbakar.
"Halah paling biasa aja hhahah!"
Ucap Wendy lagi.
"Udah loe semua liat aja nanti di dalam, gue jamin kalian semua bakal terpanah ngeliat kecantikan bidadari gue hahahah, hay bos apa kabar!"l
Ucap Topan kepada Andri yang sedari tadi hanya diam mendengarkan.
Andri pun hanya tersenyum membalas sapaan Topan.
"Ayo masuk!"
Mereka berempat berjalan menuju gedung.
Topan menatap kepergian mereka ber empat kemudian bergegas pergi untuk membukakan pintu mobil.
"Ayo turun, mau ikut masuk gak heheh?!"
Tanya Topan tersenyum.
Alice memastikan Bos nya yang super cuek masuk ke dalam gedung, perlahan Alice pun keluar kemudian tersenyum kepada Topan.
"Kenapa?"
Tanya Topan.
"Emh apanya yang kenapa?"
Tanya Alice balik.
"Itu tas nya kenapa?"
Tanya Topan lagi saat melihat Alice masih digunakan untuk menutup wajahnya.
Alice melirik tas di tangannya yang digunakan untuk menutup wajahnya, Alice bergegas menurunkan tas nya dan tersenyum.
"Heheh!"
Seru Alice.
"Ayo masuk!"
Ajak Topan kepada Alice, sembari menyodorkan tangannya kepada Alice, berharap Alice akan meraih tangannya dan masuk kedalam gedung secara bergandengan.
Alice melirik beberapa kali kepada Topan kemudian tersenyum dan melangkah mendahului Topan.
Meskipun berat hati, Topan mencoba tetap tersenyum dan berjalan di samping Alice.
Saat memasuki gedung, Topan meraih tangan Alice, Akila dan Andri yang melihat pemandangan itu tertegun, disisi lain Andri terpesona oleh kecantikan Alice , sementara Akila tengah terbakar rasa cemburu yang begitu membara.
Alice yang tanpa tahu apapun tentang hubungan masa lalu antara Akila dan Topan dengan santai menghampiri Andri dan Akila untuk menyapa.
"Assalamualaikum, selamat Pagi Pak Andri dan Bu Akila.!"
Ucap Alice menyapa.
Topan yang sadar Andri tengah terpesona oleh Alice menyentuh pundak Andri.
"Hai Bos!"
Ucap Topan kepada Andri, Andri dengan kagetnya tersadar dari keterpukauannya.
Akila hanya tersenyum terpaksa kepada Alice kemudian bergegas meninggalkan Alice dan Topan.
"Ah iya!"
Ucap Andri kepada Topan.
"Saya permisi dulu!"
Ucap Andri lagi sembari pergi meninggalkan Alice dan Topan karena rasa tak enak hatinya.
"Pada kenapa ya kak?"
Tanya Alice kepada Topan.
"Gak perlu terlalu dipikirkan mungkin mereka emang lagi ada urusan lain,lebih baik kita sekarang duduk di kursi tamu saja!"
Ucap Topan kepada Alice
Alice mengiyakan sembari melepaskan tangannya yang menggandeng tangan Topan.
Topan meraih tangan Alice lagi sembari tersenyum.
"Hari ini saja ya!"
Seru Topan kepada Alice, meski Alice merasa keberatan namun memaksakan diri mengikuti keinginan Topan, bagaimanapun Alice sudah berjanji untuk membuka hati untuk Topan.
"Rasanya tidak adil jika aku terus menghindar, sedangkan selama ini dia selalu berusaha!"
Seru Alice dalam hatinya sembari menatap wajah Topan, Alice pun akhirnya membi,arkan Topan menggenggam tangannya untuk hari itu.
Acara pernikahan di mulai dengan Akad, Astri keluar dari ruang rias melirik Alice dan Topan yang duduk bersampingan kemudian melemparkan senyum bahagia kepada Alice dan Topan.
"Subhanallah cantik sekali ya...!"
Ucap Alice kepada Topan sembari menatap Asti yang sudah duduk di meja akad.
Topan tersenyum menanggapi ucapan Alice.
Akila dan Andri pun nampak duduk bersebelahan di depan kursi yang di duduki Alice dan Topan.
Alice dan tamu undangan lainnya menyaksikan upacara pernikahan penuh suka cita dan hidmat, dalam bayangan Topan...
"Suatu hari nanti aku dan perempuan ku ini yang akan duduk di sana.!"
Ucap Topan dalam hatinya sembari menatap Alice yang di sampingnya.
Saat lempar bunga pun tiba Alice dan Topan ikut berdiri bersamaan.
"Siap ya!"
Ucap Asti memberi aba-aba.
"Satu...dua...tiga...!"
Ucap Asti dan Dahlan bersamaan.
Alice berhasil menerima bunga tersebut tepat di kedua belah tangannya.
Semua tamu menatap ke arah Alice dan tersenyum begitu juga dengan Topan...