Alice

Alice
Bagian 144



Ke esokan Paginya, Purnama yang sudah berbeda negeri dengan Alice bangun di tengah malam nya untuk mengirim pesan mengucapkan selamat pagi kepada Alice.


Namun pesan nya masih belum di baca-baca Purnama tahu bahwa sampai saat ini Alice masih belum sadarkan diri.


Purnama kembali tidur untuk mengistirahatkan hati badan dan Pikirannya, dia tidak mau jika kuliahnya harus lebih lama dari waktu yang telah di tentukan hanya karena dia jatuh sakit juga.


Sementara di Indonesia Pak Mamat pagi-pagi buta sebelum berangkat ke rumah majikannya memutuskan untuk ke rumah sakit mengantarkan amanah Purnama sembari menanyakan kabar dari Alice.


"Assalamualaikum!"


Ucap Pak Mamat


"Wa allaikumus sallam, Loh pak,ada apa?"


Tanya Dahlan


"Tidak apa-apa, apa kita bisa bicara sebentar?"


Tanya Pak Mamat.


"Boleh silahkan duduk pak.!"


Seru Dahlan.


"Kemana yang lain?"


Tanya Pak Mamat kepada Dahlan.


"Kami memutuskan untuk berjaga bergantian pak, kasian juga keluarga Alice sudah sangat kecapean jadi malam ini saya sama Asti yang jaga sementara yang lain Pulang dulu.!"


Jelas Dahlan.


"Apa Den Purnama sudah memberi kabar?"


Tanya Pak Mamat.


"Iya sudah ke saya Pak, Alhamdulillah dia sudah sampai di apartemen yang di siapkan keluarganya disana!"


Ucap Asti


"Syukurlah, begini semalam Den Purnama menitipkan ini kepada saya untuk diberikan kepada Nak Dahlan, saya juga di tugaskan untuk selalu memantau perkembangan kondisi Neng Alice oleh Den Purnama.!"


Ucap Pak Mamat sembari menyodorkan Kartu Credit milik Purnama.


Dahlan menerima kartu tersebut.


"Untuk apa kartu ini pak?"


Tanya Dahlan


"Saya tidak tahu sebaiknya Nak Dahlan dan Nak Asti tanyakan langsung kepada Den Purnama.!"


Seru Pak Mamat.


"Baiklah pak, soal kondisi Alice kami pasti selalu memberikan kabar kepada Purnama langsung, bapak tidak perlu khawatir, bapak bekerja saja jangan sampai keluarga Purnama Curiga.!"


Ucap Dahlan.


"Baiklah kalau begitu saya harus pamit sekarang keburu siang saya takut di omeli nyonya Assalamualaikum.!"


Ucap Pak Mamat kemudian pergi meninggalkan Asti dan Dahlan.


"Wa allaikumus sallam!"


Ucap Dahlan menjawab salam Pak Mamat.


Asti mengeluarkan handphone nya dari saku tas dan menghubungi Purnama.


"Assalamualaikum, ada apa As?, Alice baik-baik saja kan?"


Tanya Purnama Panik.


"Wa allaikumus sallam, Alice baik-baik saja ko Pur jangan khawatir berlebihan, aku nelpin kamu karena barusan pak Mamat datang kesini ngasih kartu, memangnya kartu ini buat apa?"


Tanya Asti


"Bayar semua pengobatan dan keperluan Alice serta keluarganya dari sana As, aku juga akan sekolah sambil bekerja disini untuk mencukupi kebutuhan aku, sementara kartu credit itu akan di bayar langsung oleh keluargaku, mereka tidak akan curiga karena memang disini semua serba mahal jadi mereka tidak akan terjejut, tolong lakukan apapun yang terbaik bagi Alice.!"


Ucap Purnama.


"Baiklah Pur, kamu jangan merasa sendiri, aku juga sama yang lain disini lagi usaha cari uang buat bantu pengobatan Alice.!"


Ucap Asti.


"Iya aku percaya pada kalian setidaknya kartu itu bisa meringankan kalian, aku juga ada sedikit uang kemarin Papah sempat transfer ke rekening aku, biar nanti aku transfer ke Dahlan buat bayar biaya rumah sakit Alice sama keperluan keluarganya selama di rumah sakit.!"


Ucap Purnama.


"Ok Pur, kamu baik-baik disana percaya sama aku sama bang Dahlan, dan juga yang lain disini.!"


Seru Asti.


"Jangan lupa terus kirimi aku kabar tentang Alice karena itu yang paling aku ingin tahu.!"


Ucap Purnama.


"Tentu Pur kamu jangan takut aku pasti akan terus ngirimi kamu kabar tentang Alice.!"


Ucap Asti


"Makasih As, Assalamualaikum!"


Ucap Purnama.


"Wa allaikumus sallam!"


Jawab Purnama dari sebrang telepon.


Hari ini hasil tes Alice akan keluar, Iqbal dan Desi sudah datang bersama keluarga Alice dengan membawa rantangan.


"Assalamualaikum...!"


Ucap Desi


"Wa allaikumus sallam.!"


Jawab Dahlan dan Asti.


"Neng Asti ini ibu bawain sarapan pasti neng Asti sama A Dahlan belum sarapan kan ya, sok di makan ini ibu bikin sendiri di kosan nya Alice tadi.!"


Asti menerimanya sembari tersenyum.


"Makasih banyak bu!"


Jawab Asti.


"Iya sok di makan dulu, kalau udah pada makan boleh pulang istirahat di rumah.!"


Seru Ibu Alice sembari tersenyum.


"Iya bu nanti kami pulang kalau hasil tes Alice sudah keluar.!"


Jawab Asti lagi.


Ibu Alice mengangguk sembari tersenyum kemudian berjalan ke arah pintu kamar rawat Alice dan menatap Alice melalui jendela pintu.


"Sabar nak cepat sembuh, ibu sama bapak disini.!"


ucap Ibu Alice dalam hatinya.


Suaminya pun menghampiri dan merangkul Ibu Alice kemudian menatap mata istrinya dan tersenyum.


"Ini bukan kali pertama bagi kita bu, kita pasti bisa.!"


Ucap Bapak Alice.


Ibu Alice pun mengangguk sembari kembali menatap ke dalam kamar.


"Keluarga Pasien atas nama Alice?"


Tanya seorang suster yang datang.


Orang Tua Alice menoleh dan berbalik ke arah suster.


"Saya sus!"


Jawab Bapak Alice.


"Bapak boleh ikut kami sebentar?"


Tanya Suster


"Ada apa ya sus?"


Tanya Bapak Alice.


"Dokter ingin bertemu!".


Jawab Suster.


"Baik sus!"


Jawab Bapak Alice lagi.


"Biar saya temani pak!"


Ucap Dahlan yang baru saja mau makan.


"Tidak usah teruskan saja makan nya, nanti bapak kabari apa kata dokter.!"


Ucap Bapak Alice.


"Kak Dahlan makan aja biar aku yang nemenin bapak ke ruangan Dokter, Desi bisa temani Ibu disini!"


Ucap Iqbal menawarkan diri.


Bapak Alice pun mengangguk kemudian berjalan menuju ruangan Dokter bersama Iqbal.


Sesampainya di ruangan Dokter.


"Selamat pagi Dok!"


Ucap Iqbal menyapa Dokter yang sedang duduk di mejanya.


"Iya selamat pagi silahkan duduk, keluarga Alice?"


Tanya Dokter.


"Iya dok.!"


Jawab Iqbal.


"Baiklah, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kemarin kita sudah melaksanakan pemeriksaan lanjutan kepada Alice, dan Alhamdulillah hasilnya hari ini sudah keluar jadi saya bisa menyampaikannya kepada keluarga Alice."


Seru Dokter sembari mengambil sebuah berkas hasil leb dari laci tempat kerjanya.


"Ini adalah hasil lab kemarin, saya harap keluarga bisa tabah dan sabar, karena sesungguhnya setiap penyakit itu Allah turunkan beserta dengan obatnya.!"


Ucap Dokter memberi semangat.


Iqbal menyodorkan hasil lab tersebut kepada Bapak Alice dan dengan perlahan bapak Alice membukanya dan mulai membacanya.


"Leukemia limfoblastik akut Dok?"


Tanya Bapak Alice yang kurang faham dengan istilah kedokteran.


"Iya pak bapak benar, Alice menderita Leukemia limfoblastik akut, penyakit ini terjadi ketika sumsum tulang memproduksi terlalu banyak sel darah putih limfosit abnormal yang belum dewasa atau matang, atau bisa disebut limfoblas.!"


Jelas Dokter


"Apa parah Dok?"


Tanya Iqbal


"Jika melihat dari gejala yang di alami oleh pasien belakangan ini, Alice sudah masuk kedalam golongan pasien yang menderita Leukemia stadium tiga!"


Jelas Dokter.


"Apa dok, stadium tiga?!"


Tanya Iqbal kaget.


"Iya!, karena Alice memiliki kadar sel darah putih yang tinggi serta mengalami anemia, pasien juga mengalami pembesaran kelenjar getah bening.!"


Jelas Dokter lagi