
Usai memeriksa dengan seksama Dokterpun kembali ketempat duduknya menuliskan resep.
"Kira-kira saya kenapa dok?"
Tanya Alice.
"Kamu tidak apa-apa, gejala sakit itu di sebabkan oleh asam lambung kamu saja, hati-hati dalam memilih makanan jangan sampai magh kamu semakin akut, kurangi makanan pedas dan asam!"
Ucap Dokter mengingatkan.
"Makasih dok!"
Jawab Alice.
"Silahkan tunggu di luar!"
Ucap Dokter kepada Alice.
"Permisi Dok!"
Ucap Alice kepada Dokter sembari meninggalkan ruangan periksa.
Alice berjalan menuju kursi tunggu, dekat Topan.
Melihat Alice yang berjalan ke arahnya, Topan bergegas menghampiri dan merangkul Alice membantu Alice untuk berjalan perlahan menuju kursi.
"Ya ampun kak, aku kan gak sakit parah!"
Protes Alice kepada Topan.
"Apa kata Dokter?"
Tanya Topan kepada Alice sembari duduk di kursi tunggu bersama Alice.
"Cuman asam lambung!"
Jawab Alice.
"Apa!, Asam lambung?"
Tanya Topan lagi
"Iya katanya gitu!"
Seru Alice
"Astagfirullah kamu ada-ada aja, makanya kalau makan itu di perhatiin apa yang mau di makan jangan asal enak aja!"
Ucap Topan agak kesal kepada Alice.
"Maklum lah kak namanya juga anak kosan heheh!"
Jawab Alice ringan.
"Udah Pokonya mulai sekarang aku yang bakal pastiin kalau kamu gak boleh makan sembarangan!"
Ucap Topan kepada Alice.
"Makan sembarangan apa sih kak, aku makan apa yang biasa di makan sama orang juga, jangan terlalu berlebihan ah!"
Jawab Alice yang mulai merasa risih dengan sikap Topan.
"Ya gimana gak berlebihan coba, kamu nya aja gak bisa jaga kesehatan!"
Ucap Topan lagi.
"Kak, namanya sakit itu nikmat juga dari Allah, gak ada kan orang yang gak pernah ngerasain sakit, masa iya sehat terus kan gak mungkin, meskipun kita pengennya sehat selalu tetap saja adakalanya kita jatuh sakit.!"
Ucap Alice mencoba menjelaskan.
"Iya tahu tapi ya jangan sakit yang dibuat-buat juga.!"
Jawab Topan lagi.
"Iya deh iya maaf!"
Jawab Alice mengakhiri pertentangan mereka.
"Aku semakin yakin bahwa di dunia ini memang tidak akan ada orang yang sama, aku tidak akan bisa menemukan sosok Purnama dalam diri Topan yang sudah jelas-jelas berbeda dari segi fisik juga, meskipun ada kalanya sikap mereka terkadang serupa namun tak sama, aku yakin meskipun didunia ini ada orang yang secara fisik mirip kak Purnama tetap saja sikap dan sifat nya akan berbeda, karena bagaimanapun mereka adalah dua orang yang berbeda.!"
Ucap Alice dalam hatinya sembari menarik napas dalam.
"Nona Alice!"
Panggil bagian apoteker dari klinik tersebut, Alice bergegas berdiri.
"Udah biar aku aja, kamu tunggu disini!"
Ucap Topan kepada Alice.
Alice mengangguk sembari kembali duduk.
Alice menatap langkah Topan yang berjalan menuju tempat pengambilan obat, kemudian melirik cincin yang masih melingkar di jari manisnya, iya cincin itu adalah cincin yang diberikan Purnama dulu,saat mereka mulai mengikat janji untuk bersama.
"Dulu aku yang kekanak-kanakan kak, sampai akhirnya kamu banyak mengalah untuk aku, tapi kini sebaliknya aku harus lebih dewasa di banding dia, andai kamu kembali sekali lagi saja kak meskipun hanya sekejap dan walaupun hanya untuk mengucapkan satu kata perpisahan, mungkin aku tidak akan pernah bertahan lagi dalam penantian ini kak!"
Ucap Alice dalam hatinya lagi.
"Ngelamunin apa?!"
Tanya Topan kepada Alice sembari membawa kresek putih berisi obat-obat Alice.
Alice terperanjat kaget kemudian menatap Topan yang berdiri di hadapannya.
"Udah kak?!"
Tanya Alice menghindari pertanyaan Topan.
"Udah nih!"
Seru Topan menyodorkan kresek obat tersebut kepada Alice.
"Makasih kak!"
Seru Alice sembari menerima kresek obat tersebut.
"Iya, sama-sama, ayo kita pulang!"
Ajak Topan kepada Alice.
Alice mengangguk dan berdiri kemudian berjalan di samping Topan.
"Maaf ya untuk hari ini.!"
Ucap Topan kepada Alice
Tanya Alice
"Iya aku mungkin udah bikin kamu gak nyaman tadi pas di gedung, aku sampai maksa kamu buat pegangan tangan sama aku bahkan menggandeng aku, egois ya aku!"
Seru Topan.
"Gak papa, toh kakak sudah menyadarinya!"
Jawab Alice.
"Sekali lagi maafin kakak ya!"
Ucap Topan kepada Alice.
"Iya kak, udah gak papa ko!"
Jawab Alice lagi.
Topan tersenyum kemudian membukakan pintu mobil untuk Alice dan mempersilahkannya masuk.
"Makasih kak!"
Ucap Alice kepada Topan.
Topanpun tersenyum kembali.
Usai memeriksa dengan seksama Dokterpun kembali ketempat duduknya menuliskan resep.
"Kira-kira saya kenapa dok?"
Tanya Alice.
"Kamu tidak apa-apa, gejala sakit itu di sebabkan oleh asam lambung kamu saja, hati-hati dalam memilih makanan jangan sampai magh kamu semakin akut, kurangi makanan pedas dan asam!"
Ucap Dokter mengingatkan.
"Makasih dok!"
Jawab Alice.
"Silahkan tunggu di luar!"
Ucap Dokter kepada Alice.
"Permisi Dok!"
Ucap Alice kepada Dokter sembari meninggalkan ruangan periksa.
Alice berjalan menuju kursi tunggu, dekat Topan.
Melihat Alice yang berjalan ke arahnya, Topan bergegas menghampiri dan merangkul Alice membantu Alice untuk berjalan perlahan menuju kursi.
"Ya ampun kak, aku kan gak sakit parah!"
Protes Alice kepada Topan.
"Apa kata Dokter?"
Tanya Topan kepada Alice sembari duduk di kursi tunggu bersama Alice.
"Cuman asam lambung!"
Jawab Alice.
"Apa!, Asam lambung?"
Tanya Topan lagi
"Iya katanya gitu!"
Seru Alice
"Astagfirullah kamu ada-ada aja, makanya kalau makan itu di perhatiin apa yang mau di makan jangan asal enak aja!"
Ucap Topan agak kesal kepada Alice.
"Maklum lah kak namanya juga anak kosan heheh!"
Jawab Alice ringan.
"Udah Pokonya mulai sekarang aku yang bakal pastiin kalau kamu gak boleh makan sembarangan!"
Ucap Topan kepada Alice.
"Makan sembarangan apa sih kak, aku makan apa yang biasa di makan sama orang juga, jangan terlalu berlebihan ah!"
Jawab Alice yang mulai merasa risih dengan sikap Topan.
"Ya gimana gak berlebihan coba, kamu nya aja gak bisa jaga kesehatan!"
Ucap Topan lagi.
"Kak, namanya sakit itu nikmat juga dari Allah, gak ada kan orang yang gak pernah ngerasain sakit, masa iya sehat terus kan gak mungkin, meskipun kita pengennya sehat selalu tetap saja adakalanya kita jatuh sakit.!"
Ucap Alice mencoba menjelaskan.
"Iya tahu tapi ya jangan sakit yang dibuat-buat juga.!"
Jawab Topan lagi.
"Iya deh iya maaf!"
Jawab Alice mengakhiri pertentangan mereka.
"Aku semakin yakin bahwa di dunia ini memang tidak akan ada orang yang sama, aku tidak akan bisa menemukan sosok Purnama dalam diri Topan yang sudah jelas-jelas berbeda dari segi fisik juga, meskipun ada kalanya sikap mereka terkadang serupa namun tak sama, aku yakin meskipun didunia ini ada orang yang secara fisik mirip kak Purnama tetap saja sikap dan sifat nya akan berbeda, karena bagaimanapun mereka adalah dua orang yang berbeda.!"
Ucap Alice dalam hatinya sembari menarik napas dalam.
"Nona Alice!"
Panggil bagian apoteker dari klinik tersebut, Alice bergegas berdiri.
"Udah biar aku aja, kamu tunggu disini!"
Ucap Topan kepada Alice.
Alice mengangguk sembari kembali duduk.
Alice menatap langkah Topan yang berjalan menuju tempat pengambilan obat, kemudian melirik cincin yang masih melingkar di jari manisnya, iya cincin itu adalah cincin yang diberikan Purnama dulu,saat mereka mulai mengikat janji untuk bersama.