
Satu persatu piring diatas meja menghilang bersamaan dengan perginya member BTS dari dapur, suara percikan air dan piring bekas makan tadi mulai berbunyi didapur itu, Alice yang masih duduk disana menatap punggung gagah V yang sedang asyik mencuci piring sambil bernyanyi girang dengan tatapan pokus pada piringnya.
"Ini satu lagi" kata Suga menyerahkan mangkuk makannya pada V kemudian berlalu keruang televisi.
Alice melihat punggung Suga yang kemudian berlalu dari sana dan mengikuti Suga meninggalkan V yang sedang sibuk dengan aktifitasnya. Suga duduk diatas sopa menyilangkan kedua kakinya dan menyenderkan punggungnya kesopa itu dengan sebuah note book dan pulpen hitam ditangannya. Suga tak memperdulikan Alice yang mengikutinya
"Kau sedang apa?" Tanya Alice pada Suga dan duduk disampingnya
"Kau tidak lihat?" jawab Suga dengan tatapan yang masih terpokus pada bukunya.
"Ohhh" kata Alice sedikit kesal dengan jawaban dinginnya
"Boleh aku bertanya sesuatu?" lanjut Alice
"Apa" kata Suga tanpa menatap
Alice membenarkan posisinya menghadap Suga yang duduk disampingnya sebelum memulai berbicara
"Hanya berbicara saja kenapa harus menatapku?" Tanya Suga melihat Alice yang menghadap padanya dengan serius.
"Tidak apa apa oppa" kata Alice semakin canggung.
"Hmmmm ya sudah tanyakan saja" kata Suga kemudian pokus pada bukunya
"Ohhh itu" kata Alice bingung harus mulai dari mana Karna dia tidak pernah dalam situasi dan sikap seperti ini.
'aku kenapa' batin Alice
"Apa?" Tanya Suga kembali
"Bagaimana jika pelindungmu saat ini ternyata adalah orang yang ingin mengahncurkanmu dimasa lalu?" Tanya Alice datar
"Kenapa bertanya padaku?" Suga masih pokus pada bukunya
"Karna kita sama sama dingin" kata Alice menatap Suga
Suga menutup bukunya dan menghadap Alice "Jangan terperangkap dimasa lalu maafkan saja" kata Suga
"Apa kau yakin bisa memaafkannya dengan mudah? " Alice tak percaya
"Ku rasa" kata Suga mempautkan mulutnya dan menaik turunkan kedua bahunya.
"Alasannya ?" Tanya Alice mencoba memastikan
"Karna ..." Suga berpikir sejenak sebelum melanjutkan "Seseorang yang dulu ingin membunuhku dan sekarang tiba tiba ingin melindungiku pasti ada alasan dibaliknya. Jadi, bagaimana pun kejahatannya akan kuberi maaf" kata Suga santai dan membuka kembali bukunya
Alice hanya mendengarkan tutur kata pria satu ini
"Kau tau?" Tanya Suga membuat Alice menatapnya kembali "Orang yang berani membunuhku pasti orang yang mempunyai nyali besar"
Alice sedikit terkejut "Maksutmu?" Tanya Alice terkejut.
Alice semakin kaget dengan kata kata Suga yang seperti ditujukan padanya
"Jika ada seseorang yang ingin membunuhku dan tiba tiba saja dia mau melindungiku pasti itu semua karna dia menyesal atas kesalahannya dimasa lalu dan dia pasti akan melindungiku dengan segenap jiwanya" tutur Suga menatap Alice dengan seksama, ada sedikit keheranan yang timbul dari hati-nya atas pertanyaan yang diajukan Alice.
"Kenapa kau begitu yakin?" Alice bertanya dengan menaikkan sebelas alisnya.
"Orang yang ingin membunuh pasti rela terbunuh" kata Suga
Alice terdiam dan membenarkan perkataan Suga. Mengingat mereka yang sangat terkenal, pasti orang yang mencelakai mereka adalah orang tidak takut apapun bahkan dengan kematian.
"Dan satu lagi" kata Suga melarutkan lamunan Alice
"Aku dingin karna itu adalah sipatku sejak dulu... kau berbeda denganku, kau dingin karna hidupmu keras dan batinmu tersiksa" Suga menunjuk nunjuk Alice dengan pulpen ditangannya mencoba menerka.
Mendengar itu Alice mengernyitkan dahinya " Bagaimana kau tau ?!" tanyanya
"Itu mudah saja..." kata Suga mempautkan mulutnya
"Aku melihat ada ekspresi senang padamu saat kau membunuh pengantar pesanan hari itu" Suga berbicara sambil memiringkan bola matanya mengingat situasi saat itu
"Kau juga tidak menangis saat kau keguguran" katanya sekilas melihat Alice kemudian melanjutkan
"Dan kau terlihat bahagia akhir akhir ini saat menghabiskan waktu bersama kami. Itu semua sangat terlihat jelas bahwa kau kekurangan kasih sayang" Suga berbicara panjang dan melihat kearah Rm datang mendekati mereka
"Berbicara apa serius sekali? " Tanya Rm
"Angel tadi berta..." kata Suga terpotong
"Ahhh hanya curhat" Alice dengan cepat menyela
"Seharusnya kau curhat denganku bukan dia.. kau tau dia sangat dingin" kata Rm sedikit berbisik tetapi tetap Terdengar Suga.
Alice tersenyum mendengar itu "Iya baiklah" kata Alice sambil melihat kearah Suga yang tidak merespon sedikit pun
Selang beberapa waktu semua member sudah keluar dengan wajah yang lebih berseri, terlihat jelas mereka selesai mandi.
Mereka bergabung diruangan televisi. Jin datang dengan membawa sebuah cd kaset kesamping Alice.
"Angel ini cd untukmu" kata Jin memberi pada Alice
"Dari siapa?" Tanya Alice menerima.
"Mmmmm Arthfael" Gumam Jin mengingat namanya sambil memegang dagu mulusnya
"Arthfael tapi kapan? " Alice kaget mendengar nama itu
Jin mulai menceritakan saat Arthfael dan Jin pergi kedapur untuk menyiapkan makanan untuk Alice.