
Sore harinya Topan berniat menjemput Alice di tempat kerjanya,saat diperjalanan Topan melewati sebuah toko perhiasan, Topan melambatkan laju mobio yang dikemudikannya lalu menatap ke arah Toko, dalam benak dan pikirannya Topan mengingat Alice, kemudian menghentikan mobilnya dan memarkirkannya di depan Toko tersebut, Usai memarkirkan kendaraanya Topan keluar dari mobil memasuki Toko Perhiasan, melihat kemilauan perhiasan yang menyilaukan, Topan di hampiri seorang pekerja Toko.
"Selamat sore, ada yang bisa saya bantu.!"
Ucap Pelayan Toko kepada Topan.
"Oh iya, saya mau cincin pertunangan!"
Jawab Topan senang.
"Mari kesebelah sini Pak!"
Ucap Pelayan Toko meminta Topan mengikutinya menuju tempat khusus cincin.
"Silahkan pak dilihat-lihat!"
Ucap pelayan Toko kepada Topan.
"Boleh tolong bantu rekomendasikan?!"
Tanya Topan kepada Pelayan Toko.
Pelayan Toko tersenyum.
Kemudian mengambil satu contoh cincin pertunangan dari dalam pajangan koleksi toko.
"Bagaimana dengan yang ini pak?"
Tanya pelayan toko semari menunjukan sebuah cincin emas Putih engan sebuah permata bertahta di tengah.
"Ini akan nampak sangat bagus di tangan Alice!"
Seru Topan setelah melihat cincin tersebut.
"Saya ambil yang ini!"
Ucap Topan kepada Pelayan Toko.
Usai membayar Topan keluar dengan gembira karena telah berhasil membawa sebuah cincin untuk melamar Alice malam ini.
Sesampainya di tempat kerja Alice, Topan menunggu di parkiran seperti biasa untuk menjemput Alice, pemandangan yang tak biasa itu terjadi lagi, saat Alice keluar bersama Akila, mereka berdua saling melempar senyum ringan dengan pembicaran yang nampak lucu.
"Kamu pulang sama siapa?"
Tanya Akila kepada Alice.
Alice melongo mencari sesuatu kemudian tersenyum.
"Ituh heheh!"
Ucap Alice sembari menunjuk kepada mobil Topan.
"Ouwhssss pacar kamu ya dia?"
Tanya Akila.
"Emmmhhh heheh!"
Jawab Alice tanpa kepastian.
Akila tersenyum tak senang menanggapi ucapan Alice adalah mengiyakan.
"Ok sampi jumpa besok!"
Ucap Akila kepada Alice sembari mencium pipi kiri dan kanan Alice, Topan semakin terkejut melihat ke akraban mereka.
Topan tetap terdiam di dalam mobilnya seraya termenung.
Tok...
Tok...
Tok...
Alice mengetuk-ngetuk kaca pintu mobil Topan, Topan pun terkaget kemudian menoleh ke arah Pintu.
Topan kemudian membuka kaca jendela.
"Ayo masuk maaf ya hehehh!"
Ucap Topan kepada Alice
"Maaf kenapa?"
Tanya Alice sembari masuk kedalam mobil.
"Belum sempat bukain pintu kan!"
Seru Topan sembari membantu Alice menguncikan Sabuk pengaman.
"Gak papa kak, lagian kan bukan ibu presiden ini heheh!"
Canda Alice kepada Topan.
Topan tersenyum.
"Habis ini kita cari makan dulu ya seperti biasa, sekalian ada hal penting yang mau kakak bicarakan!"
Seru Topan kepada Alice.
"Hal penting?"
Tanya Alice.
"Hal penting apa kak?"
Tanya Alice penasaran.
"Nanti aja di tempat makan biar enak ngobrolnya!"
Ucap Topan kepada Alice sembari mengemudikan kembali mobilnya menuju restotan.
Alice bertanya-tanya dalam hatinya sebenarnya pembicaraan penting apa yang kira-kira akan diutarakan oleh Topan.
"Aku ko liat kamu sama Akila akrab banget, sejak kapan kalian dekat bukannya kemarin di tempat pesta kalian gak seakrab itu?"
Tanya Topan kepada Alice.
"Iya kak, baru kemarin ko!"
Jawab Alice.
Tanya Topan lagi meminta penjelasan.
"Iya kemarin pas di acara nikahannya kak Asti sama kak Dahlan.!"
Jawab Alice terus terang.
"Baru kemarin tapi kalian sudah seakrab itu?!"
Seru Topan kepada Alice.
"Kak Akila itu sebenarnya orangnya ramah, dewasa dan menyenangkan, jadi aku juga kebawa suasana kalau ngobrol sama dia!"
Jawab Alice lagi.
"Bahkan sekarang kamu memanggilnya kakak?!"
Seru Topan lagi.
"Iya gak papa lah kak lagian kan dia emang lebih tua tiga tahun daripada aku, seumuran sama kakak kan dia!"
Ucap Alice kepada Topan.
Topan tak memberikan respon lagi hanya menunjukan sikap kurang senang mengetahui Alice dan Akila akrab.
"Aku benar-benar harus segera mengakhiri kerumitan ini, jalannya memang hanya menikah dengan Alice, ini kesempatan untuk ku, aku semakin yakin bahwa langkah ini benar-benar langkah terbaik!"
Ucap Topan dalam hatinya. Alice bingung melihat Topan yang tak merespon dan justru malah menunjukan sikap kurang senang mendengar Alice bercerita tentang Akila, namun Alice tak ingin terlalu dalam mengetahui penyebabnya kenapa, Alice memilih diam lagipula restoran tempat biasa dia makan bersama Topan jaraknya sudah mulai dekat.
Sesampainya di restoran, Topan dan Alice masuk ke dalam restoran.
Topan memilih meja di bagian luar ruangan,melihat Topan memilih meja yang tak seperti biasanya Alice bertanya.
"Tumben disini kak, kan biasanya di dalam?"
Tanya Alice kepada Topan.
"Gak papa kali-kali kita coba meja yang di luar ruangan, sepertinya mereka semua juga cukup nyaman makan diluar sini!"
Jawab Topan penuh dengan Alasan.
"Kamu gak keberatan kan?"
Tanya Topan kepada Alice.
"Emhsss enggak kok kak!"
Jawab Alice simple.
Mereka berdua memesan makanan bersama minuman kemudian mulai menikmatinya ketika pesanan mereka sudah mulai tersedia.
"Katanya kakak ada yang mau di bicarakan penting?!"
Tanya Alice kepada Topan.
"Iya!"
Jawab Alice.
"Apa kak kenapa tidak mulai bicara saja, sepertinya ini hal serius?"
Ucap Alice ketika melihat raut wajah dan sikap Topan kepadanya.
"Aku harap kamu tidak akan kaget!"
Seriu Topan
"Kaget?!"
Tanya Alice justru malah semakin bingung.
"Ada apa sih kak?"
Tanya Alice lagi.
"Menurut kamu menikah sekarang itu apa terlalu muda?"
Tanya Topan kepada Alice
"Me...me..menikah?"
Tanya Alice kaget.
"Kamu mau kan menikah denganku!"
Ucap Topan tanpa berbasa-basi lagi sembari mengeluarkan kotak cincin dari kantong baju nya kemudian membukanya dan menyodorkannya kepada Alice.
Alice semakin terkejut mendapat perlakuan demikian.
Alice menatap cincin dari Topan, kemudian menatap wajah Topan lagi.
Topan meraih tangan Alice dan menggenggamnya.
"Menikahlah dengan ku, mari kita lanjutkan hidup sama-sama!"
Ucap Topan dengan nada memohon.
Alice masih tertegun kaget dan tak percaya dengan kenyataan yang terjadi di hadapannya saat ini.
Melihat Alice yang tak berkata sepatah katapun Topan menatap dalam mata Alice yang tengah menatap cincin pemberian Topan tadi.
"Aku tahu dalam hati kamu masih ada dia, kita juga baru beberapa saat dekat dan menjalin hubungan, aku faham betul kamu pasti akan sulit memberi keputusan, tapi seperti saat dulu pertama kali aku menyatakan perasaan kepadamu, kamu tidak perlu menjawabnya sekarang, aku akan memberikan kamu waktu selama tiga hari, dan aku tidak akan pernah menanyakan jawaban kamu jika waktu yang aku berikan belum sepenuhnya habis!"
Ucap Topan kepada Alice.
"Baiklah kak, jangan temui saya sampai waktu itu berakhir, kita akan bertemu disini di meja ini lagi tiga hari kemudian!"
Ucap Alice kepada Topan.
Topan terkejut mendengar permintaan Alice namun tidak mungkin menolak.
"Baiklah, tapi malam ini biarkan aku mengantar kamu pulang!"
Pinta Topan kepada Alice.
"Iya kak!"
Jawab Alice.