
Hari mulai sore anak-anak sekolah sudah mulai membubarkan diri.
"Des antar aku ke rumah kak Purnama ya?"
Ajak Alice pada Desi.
"Memangnya kamu tahu rumahnya di mana?"
Tanya Desi.
"Enggak sih, tapi kita ke sana bareng kak Asti dan Kak Dahlan.!"
Jawab Alice.
"Emhsss tapi gimana kerjaan kita, massa mau ijin lagi?"
Tanya Desi.
"Iya juga sih, kasian juga sama pak Karim kalau kita libur berbarengan.!"
Ucap Alice menyebutkan nama Bos tempat Fotocopy tempat nya bekerja.
"Gini aja, kamu pergi aja sama kak Asti dan kak Dahlan biar aku yang kerja sekalian minta ijin buat kamu, kasian juga kan kalau Pak Karim sendirian biasanya selalu kewalahan.!"
Ucap Desi memberi saran.
"Kamu beneran gak papa kalau aku gak masuk kerja?"
Tanya Alice meyakinkan.
"Aku gak papa ko, kamu selesaikan dulu masalah kamu.!"
Ucap Desi menyarankan.
Irma yang masih pura-pura membereskan buku kedalam tas sengaja memperlambat gerakan nya, agar dapat menguping pembicaraan Alice dan Desi.
"Ya sudah ayo kita keluar.!"
Ajak Alice kepada Desi.
Desi dan Alice pun keluar dari kelas sementara Irma tertawa cekikikan sendirian di dalam kelas.
"Wah kalau rejeki memang gak akan pergi kemana, lumayan nih bakal dapat transferan lagi hahahah.!"
Ucap Irma sembari duduk kembali di bangkunya kemudian mengeluarkan handphone dari dalam tas nya dan menghubungi Gita.
"Halo kakak Cantik...!"
Ucap Irma memuji Gita.
"Ada apa kamu nelpon saya, gak usah banyak basa-basi to the point aja.!"
Ucap Gita dari balik telpon.
"Ishhh ishhh ishhh galak banget sih cantik-cantik hhahah.!"
Ucap Irma
"Ada informasi apa cepat katakan.!"
Pinta Gita tegas.
"Ehhhh money nya dulu dong di transfer baru aku kasih tahu info penting nya.!"
Ucap Irma memberi penawaran
"Dasar matre lu, iya udah gue transfer sekarang.!"
Ucap Gita sembari mengumpat.
Irma hanya tertawa Puas karena berhasil memperdaya Gita.
"Udah gue transfer noh, buruan kasih tahu apa info nya.!"
Ucap Gita
"Sebentar ya aku cek dulu heheh.!"
Jawab Irma.
"Hadeuh...!"
Ucap Gita.
"Nah gitu dong kan kalau sama-sama di untungkan enak hahahh.!"
Ucap Irma.
"Udah buruan kasih tahu gue apa info nya, lama banget sih.!"
Ucap Gita kesal.
"Iya kakak gini, tadi aku denger kalau Alice sama kak Asti dan kak Dahlan bakalan ke rumah Purnama hari ini.!"
Jelas Irma.
"Apa hari ini?"
Tanya Gita
"Iya kak sekarang sepulang sekolah mereka udah mau pada pergi tadi.!"
Ucap Irma.
"Terus menurut elu gue mesti gimana Ir?"
Tanya Gita bingung.
"Harusnya kakak lebih dulu berada di sana di rumah kak Purnama, terus kakak pepetin deh itu kak Purnama jangan sampai jauh-jauh, jadi pas mereka datang mereka bakal liat kakak lagi mesra-mesraan deh sama kak Purnama.!"
Jelas Irma memberi saran.
"Bagus juga ide loe, gak nyangka ternyata elo pinter juga.!"
Jawab Gita.
"Iya dong baru tahu ya.!"
Ucap Irma.
"Ya udah gue berangkat sekarang bye.!"
Ucap Gita sembari menutup telpon.
"Idih gak sopan banget bilang makasih kek main di tutup-tutup aja.!"
Ucap Irma kesal.
Saat Irma hendak keluar dari kelas ternyata Pintu kelas telah terkunci Irma mencoba membuka Pintu berkali-kali namun nihil tak bisa dibuka karena telah terkunci.
"Pak tolong Buka pak saya masih di dalam kelas.!"
Ucap Irma menggedor pintu panik.
Namun dari luar tidak terdengar ada orang menjawab.
Irma meraih handphonenya dan mencoba menghubungi Gita namun tidak di angkat juga.
Irma berteriak seraya menangis panik, hari mulai petang Irma hanya menangis di dalam kelas sembari menggedor-gedor pintu.
"Ya ampun aku harus menghubungi siapa, tolong...! tolong...!, apa ada orang diluar?!"
Sayangnya usahanya sia-sia karena terlalu lelah menangis Irma akhirnya tertidur beralaskan lantai sekolah.
Sementara di tempat lain Gita sudah sampai lebih dulu di rumah Purnama di banding yang lain.
Irma menyalakan klakson mobil kemudian seorang satpam menghampiri Gita.
" Maaf mbak mau bertemu siapa?"
Tanya Satpam.
"Saya Gita pacarnya Purnama.!"
Jawab Gita.
"Oh maaf mbak.!"
Ucap Satpam sembari membukakan gerbang.
Selesai memarkirkan mobil satpam membantu Gita membukakan Pintu mobil.
"Purnama nya ada pak?"
Tanya Gita lagi.
"Ada mbak di dalam, lagi kurang enak badan.!"
Jawab Satpam.
"Makasih pak.!"
Ucap Gita sembari nyelonong masuk ke dalam rumah Purnama.
"Deuhhh cantik banget pacarnya Den Purnama, putih bening mulus lagi hahah.!"
Ucap Satpam sembari menatap kepergian Gita, tak lama kemudian datang mobil Asti memasuki halaman rumah Purnama dengan leluasa karena Satpam belum sempat menutup kembali pintu gerbangnya.
Dahlan, Asti dan Alice pun turun dari mobil.
"Eh nak Asti dan Nak Dahlan.!"
Sapa Satpam.
"Assalamualaikum pak.!"
Ucap Asti dan Alice berbarengan.
"Wa allaikumus sallam.!"
Jawab satpam tersenyum.
"Mau pada ketemu Den Purnama ya?"
Tanya Satpam.
"Iya pak, tapi ini kok ada mobil, punya siapa?"
Tanya Asti.
"Barusan saja masuk katanya pacarnya Den Purnama.!"
Jawab Satpam jujur.
"Apa pacar?"
Tanya Alice kaget.
"Iya sama kok pakai seragam kaya kalian ini.!"
Jawab satpam jelas.
Alice menatap Dahlan dan Asti.
"Sudah ayo kita masuk gue tahu ini ulah si Gita, liat aja plat mobilnya.!"
Ucap Dahlan.
"Kayanya kita pulang lagi aja kak, gak enak kalau ganggu orang yang lagi pacaran!"
Ucap Alice
"Gak bisa gitu dong, justru ini kesempatan bagus buat kamu tahu semua kebenarannya, ayo masuk!"
Ajak Asti.
"Bener Lice, mending elu terluka sekarang daripada nanti!"
Tambah Dahlan.
"Tapi kak...!"
Seru Alice tertahan.
"Udah gak ada tapi-tapian cepetan masuk.!"
Ujar Asti sembari menarik tangan Alice.
"Pak kita masuk dulu ya permisi.!"
Ucap Asti.
"Iya silahkan-silahkan.!"
Jawab Satpam.
Satpam nampak kebingungan dengan situasi tersebut.
"Ini gimana sih pusing apa yang mereka ributkan sebenarnya.!"
Ucap satpam kepada dirinya sendiri.
Sementara di dalam rumah Gita sudah lebih dulu berada di kamar Purnama.
"Ada apa kamu kesini Git, mau ambil payung?"
Tanya Purnama.
Gita duduk di samping tempat duduk Purnama.
"Enggak lah aku kesini mau ngeliat keadaan kamu, karena kamu sudah dua hari gak masuk sekolah makanya aku susulin kesini.!"
Jawab Gita
"Aku gak papa kali cuman meriang biasa aja.!"
Ucap Purnama.
"Iya tetap aja aku khawatir kalau gak liat kamu langsung.!"
Seru Gita sembari mengubah posisi duduknya menjadi lebih dekat dengan tubuh Purnama dan bersender di senderan ranjang Purnama.
Purnama yang tidak merasa curiga dengan niat licik Gita,bersikap biasa saja.
Sampai akhirnya Gita mendengar suara orang berjalan mendekati kamar Purnama
Saat panel pintu sudah mulai ditekan Gita pun refleks setengah berbaring seraya mengusap-usap rambut Purnama dan Brakkk Pintu terbuka, Alice, Dahlan dan Asti yang menyaksikan kemesraan tersebut otomatis tercengang kaget.
Purnama bangkit dari tidurnya dan terduduk menatap ke arah Alice...